INILAH.COM, Singapura – Hampir dua per tiga atau 60% responden survei MasterCard di Singapura berbelanja online. Padahal tahun lalu hanya terdapat 10% orang yang melakukannya.
Wanita Singapura mengalahkan pria Singapura dalam urusan belanja online. Responden wanita yang berbelanja online mencapai 68% sedangkan pria hanya 60%. Rata-rata, wanita membeli lima barang online dalam tiga bulan.
Jenis barang online ini tak berubah dari tahun lalu. Tiket pesawat tetap menjadi barang terpopuler diikuti akomodasi hotel, tiket film atau konser, pakaian wanita dan aksesoris serta buku dan benda seni.
Hampir 80% responden melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Barang paling menarik yang menimbulkan keinginan belanja mereka adalah pakaian wanita dan tiket pesawat.
Menurut orang Singapura, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi pengalaman berbelanja mereka. Yakni metode pembayaran, fasilitas keamanan pembayaran dan harga barang.
Selain itu, para responden juga disurvei kebiasaan berbelanjanya mereka melalui ponsel. Dalam tiga bulan terakhir, terdapat 12% orang Singapura melakukan transaksi melalui ponsel.
Senin, 10 Januari 2011
Jenazah TKW Tertahan Tiga Bulan di Saudi
SRAGEN - Kepulangan jenazah TKW Sulastri binti Pawiro Paimin yang tewas di Arab Saudi hingga kini belum jelas kapan waktunya. Sebab Dinas Tenaga Kerja Sragen, Jawa Tengah, kesulitan untuk melakukan komunikasi dengan PT Amri Margatama yang memberangkatkan Sulastri ke Arab Saudi.
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrtasi Sragen Arif Zaenal, kontak telepon maupun surat yang ditujukan ke PT Amri Margatama di Jakarta selalu dijawab dengan tidak adanya kepastian, sehingga Dinas Tenaga Kerja kesulitan untuk menentukan kapan jenazah TKW yang sudah tiga bulan itu tiba di Sragen.
Menurut Arif, sejak kematian Sulastri pada 7 Oktober 2010 lalu, jenazahnya masih tertahan di Arab Saudi. Sementara itu dalam surat yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler meminta kepada ppihak keluarga agar segera mengirimkan surat permohonan pemulangan jenazah Sulastri kepada KBRI di Riyadh untuk mencegah pemberlakukan peraturan pemakaman jenazah oleh pemerintah Arab Saudi jika konfirmasi dari pihak keluarga tidak diterima dalam jangka waktu 2 bulan.
Terpisah Kepala Desa Plumbon Joko Widodo sudah mengirimkan surat permintaan Sulastri akan dimakamkan di desanya, namun sampai sekarang belum ada jawaban. "Sudah kami kirimkan akhir Desember lalu, namun sampai sekarang belum ada jawaban," kata Joko Widodo.
Seperti diketahui Sulastri asal Desa Plumbon Sragen Jawa Tengah meninggal di Arab Saudi 7 Oktober lalu karena jatuh dari ketinggian. Namun keterangan ini dibantah keluarga dan memintannya untuk divisum ulang.
Sepekan, Terjadi 13 Kasus DBD di Jaktim
