Rabu, 09 Juni 2010

TERORISASI ISLAM DAN UMAT ISLAM


(addakwah.com) ---Tanggal 8 bulan 8 tahun 2009 yang lalu menjadi hari penting bagi pasukan Densus 88 Antiteror Polri. Pada hari yang panjang itu Polri menyergap markas persembunyian aktivis Islam di Temanggung dan Jatiasih. Bagaimana Polri bisa mengendus para aktivis Islam di dua daerah yang berbeda penjuru itu?
Kapolri Jenderal Bambang Hedarso Danuri mengaku pihaknya sudah bisa mengendus pada hari H pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, 17 Juli 2009.

"Sejak 17 Juli 2009 kita sudah tahu siapa pelaku-pelakunya. Diketahui jaringan itu 1 Agustus 2009. Kita tahu bahwa safe house pertama ada di kost-kostan di Mampang," kata Bambang Hendarso saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (8/8/2009).

Setelah peledakan JW Marriott dan Rit-Carlton, lanjut Bambang, Polri melakukan pemeriksaan terhadap taksi Bluebird yang mengangkut 2 orang yang diduga pelaku pengeboman. Taksi disita, sang sopir pun ikut diperiksa. Tak hanya berhenti di situ, jejak pelaku pengeboman terus diusut hingga 4 hari setelah peledakan.

"H plus 4 kita sudah tahu rumahnya, istrinya dan cek DNA-nya. Setelah itu kita dapatkan pada 3 Agustus 2009 siapa pelaku bom bunuh diri. Yakni Dani Permana direkrut dari Bogor untuk meledakkan Marriott. Ikhwan Mulyana yang direkrut dari Pandeglang untuk meledakkan bom di Ritz," paparnya.

5 Agustus 2009 polri mengklaim telah menangkap Ibrohim dan Yayan di Jakarta Utara. Ibrohim yang dikatakan pernah bekerja di Hotel Mulia ini disebut telah direkrut oleh SJ alias AT. SJ sendiri diketahui sebagai orang yang merekrut 2 pelaku bom JW Marriott dan Ritz-Carlton. Hingga kini SJ dalam pengejaran.

"Sejak itu, dari perkembangan H plus 19 tertangkap dan lalu kita kembangkan dan kita temukan rumah di Bekasi, Jatiasih," ungkap Bambang.

Dijelaskan Bambang, Noordin bahkan diketahui pernah singgah ke rumah di Jatiasih setelah peledakan bom JW Marriott dan Ritz-Carlton 17 Juli 2009. Di lokasi juga telah disiapkan 1 kendaraan yang diduga untuk melakukan aksi bom bunuh diri.

"Di situ siap 1 kendaraan untuk bom bunuh diri dengan sopir IB atau Ibrohim. Kita temukan di TKP testimoninya," akunya.

Ibrohim sendiri, kata BHD, berdasarkan fakta yuridis merupakan pemesan kamar 1808 di Hotel JW Marriott. Dari sinilah polisi kemudian mendapatkan keterangan mengenai markas tersangka di Jatiasih, Bekasi.

"Di dalamnya lengkap, kita semalam pukul 01.00 WIB temukan, dengan pengakuan 5 Agustus 2009 bahwa itu safe house dan di situ sedang disiapkan perlengkapan bom bunuh diri dengan menggunakan kendaraan. Akan dilakukan setelah 17 Agustus atau 2 minggu setelah 1 Agustus," bebernya.

Atas informasi tersebut, polisi kemudian melakukan operasi serentak pada 6 Agustus di Temanggung, Solo dan Jatiasih.

Perburuan orang yang di fitnah sebagai teroris ini terus berlanjut. Sekali lagi aktivis Islam tewas di tangan Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri. Ridwan dan Hasan Nur, tersangka tewas ditembak di Gang Asem, Jalan Setiabudi, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (10/3). Tersangka lainnya yakni Dulmatin tewas di warung internet Multiplus di Jalan Siliwangi, berjarak sekitar 2 kilometer dari Jalan Setiabudi.

Kepastian Dulmatin tewas setelah Mabes Polri menjalani tes DNA. Metode menggunakan identifikasi internasional (Interpol DVI Procedure), tanda fisik, foto, dan data sekunder. Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan, tingkat kekeliruan 1 berbanding 100.000 triliun. Bambang yakin pria yang tewas di warnet adalah Dulmatin alias Yahya alias Mansyur alias Joko Pitono

Keberhasilan Detasemen Khusus 88 Polri untuk membantai aktivis Islam yang dicari-cari seluruh dunia, Dulmatin dan kawan-kawan, tidak menyurutkan tim antiteror tersebut untuk memburu aktivis Islam yang lain. Perburuan terus digencarkan di wilayah Aceh yang kini menjadi medan persembunyian yang baru.
       
Kelompok yang ada di Aceh sekarang ini masih terus coba diidentifikasi oleh Densus 88. Kuat dugaan bahwa kelompok ini terkait dengan kelompok yang ada di Jawa, yang memang kemudian telah berkembang ke wilayah Sumatera seperti Lampung dan Palembang, serta sekarang ini Aceh.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyebut nama para tersangka teroris yang ditangkap, yang sudah ditembak mati, atau yang masih buron. Tapi di antara banyak nama yang berhamburan dalam konprensi pers Kapolri Jumat, 14 Mei 2010 lalu, ada satu nama yang istimewa: Abdullah Sunata.

Pria kelahiran 4 Oktober 1978 di Bambu Apus, Jakarta inilah yang memimpin pelatihan militer sekelompok orang yang dituduh teroris di Aceh yang menyebabkan "hantu" terorisme kembali menakutkan masyarakat.

Selain itu, menurut Kapolri, Abdullah Sunata mengubah metode serangan mereka dari ledakan bom bunuh diri seperti yang dulu dilakukan kelompok Azhari atau Noordin Muhammad Top, dua tokoh asal Malaysia yang telah tertembak mati. Sekarang kelompok ini melakukan serangan langsung ke target tertentu dengan menggunakan senjata api sebagaimana yang terjadi di Mumbai, India, November 2008. Pelatihan perang di Aceh itu untuk persiapan serangan dengan metode baru ini.

Atas ide Abdullah Sunata pula sasaran serangan akan dialihkan ke Istana Negara pada perayaan peringatan hari kemerdekaan, 17 Agustus mendatang. Ketika itu, mereka asumsikan penjagaan keamanan tak terlalu ketat, sehingga mereka bisa membunuh Presiden SBY serta para tamu negara seperti para Duta Besar negara asing. Mereka juga membuat rencana serangan bersenjata pada kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia Juni 2010.

Bila berhasil menembak mati Presiden SBY, kata Kapolri, "Mereka akan mendeklarasikan Negara Syariah Islam."  Selain itu mereka akan meresmikan Tandzim Al-Qaidah Serambi Mekkah sebagai nama gerakan, mengikut nama gerakan Al-Qaidah.
    
Upaya perburuan dan pembantaian aktivis Islam dengan menggunakan issue pemberantasan terorisme saat ini sudah mengarah pada upaya mendiskreditkan dan menstigmatisasi agama dan umat Islam. Apalagi dalam soal terorisme ini banyak sekali bermunculan para pengamat intelijen dadakan, yang mendapat pasokan informasi yang sangat detail dan rinci dari sumber-sumber resmi.

Beberapa nama pengamat intelijen dadakan yang laris manis muncul di layar tv adalah Al Chaidar, Dinno Crisbon, Mardigu Wowiek Prasantyo dan Hermawan “kiki” Sulistyo. Mereka ini sesungguhnya bukanlah pengamat dalam arti yang sebenarnya, sebab mereka ini adalah orang-orang yang sengaja dan seringkali disewa oleh polisi untuk terlibat dalam berbagai proyek yang berkaitan dengan issue terorisme.

Bila kita lacak latar belakang para pengamat intelijen dadakan ini, tidak lain dan tidak bukan mereka hanyalah para pencari makan dari proyek besar terorisme. Tugas utama mereka adalah memberikan justifikasi yang seolah-olah ilmiah melalui pembentukan opini publik melalui kampanye di media massa tentang kehebatan polisi.

Manullang, seorang mantan anggota BAKIN, mengkritik, saat ini banyak informasi intelijen yang bocor ke publik padahal yang seperti itu sangatlah tabu terjadi.

Banyak hal yang aneh terjadi dalam issue terorisme ini seperti misalnya :

•    Sebelum ada bom sering ada pengkondisian terhadap siapa yang akan menjadi tertuduh. Seminggu sebelum kejadian bom Bali 2002, sejumlah ormas Islam diundang ke mabes Polri. Di sana, mereka mendapatkan pengarahan soal bahaya terorisme. Bahkan, di situ disebut tiga orang berbahaya yang disinyalir sebagai anggota jamaah Islamiyah. Mereka itu adalah Abu Bakar Ba’asir, Hambali, dan Imam Samudra. Dan seminggu kemudian, bom meledak. Dan mereka pun langsung menjadi target perburuan polisi.

•    2 minggu sebelum peristiwa bom Bali, Presiden Megawati pada waktu itu, didatangi oleh sebuat Tim Kecil CIA utusan khusus George Bush, Presiden Amerika Serikat, yang meminta Pemerintah I ndonesia menangkap Ustad Abu Bakar Ba’asyir dan menyerahkan kepada Amerika Serikat. Atas permintaan tersebut Megawati menyatakan tidak dapat memenuhi permintaan dari Amerika Serikat. Lalu sang utusan menyatakan bahwa jangan disalahkan apabila terjadi sebuah peristiwa besar karena penolakan oleh Megawati tersebut.


•    Pengamat teroris di media2 Indonesia umumnya dapat memberitakan dengan rinci banyak kejadian terbaru di dalam organisasi teroris, contoh : Si A berkolaborasi dengan si B, si B mencari2 anggota muda baru (pengantin), si C menggantikan si B yg tewas tertembak, si D berbeda pandangan dengan si A lalu si E keluar dari kelompok Y, kelompok Z berafiliasi dengan kelompok Y, dst dst. Sedangkan publik tidak pernah melihat tersangka yg tertangkap berbicara/ mengaku, jadi mereka tahu detil kejadian internal organisasi teroris itu dari mana? Apakah mereka punya informan (mata-mata) dlm organisasi atau telah mewancarai tersangka? Yang disiarkan oleh media/nara sumber itu teori, rekaan atau dongeng belaka?


•    Penggrebekan rumah Muhjahri di Temanggung sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin untuk menangkap satu orang (Ibrohim) membutuhkan waktu 17 jam dengan dikeroyok ratusan personil Densus88 hingga tersangka terbunuh, padahal blm jelas status hukumnya pd waktu itu. Mengapa tidak memakai gas air mata? Konon Ibrohim cuma bersenjata sebuah pistol. Beredar berita bahwa tidak ada bercak darah di rumah tsb. Penggerebekan ini terkesan cuma sandiwara.

•    Muhammad Kurniawan, pengacara keluarga tersangka teroris Air dan Eko menyangsikan bahwa Air dan Eko tewas dalam penggerebekan di Jatiasih, Bekasi (8/8/09 jam 01.00wib), diduga Air dan Eko dihabisi di tempat lain, kemudian jasadnya baru dibawa ke Bekasi dgn 500 kilogram bahan peledak. “Saya yakin ada rekayasa,” kata Kurniawan,“Saya memiliki saksi yang melihat Air Setiawan masih berada di Solo pada pukul 13.00 WIB (Shalat Jum’at),” kata Kurniawan. Dirinya menyangsikan, Air dan Eko sudah berada di Bekasi pada malam hari. “Tidak mungkin secepat itu,” kata Kurniawan. Sebagai pembanding, mobil ambulan yang membawa jenazah Air dan Eko membutuhkan waktu hingga 12 jam untuk perjalanan dari Bekasi hingga Solo, padahal dengan pengawalan dari kepolisian. (1/9/09detiknews)Kurniawan menceritakan, saat dirinya bertanya alasan mengapa polisi menembak mati Air dan Eko, tidak ada satu polisi pun yang menjawab. "Saya tanya ke Pak Hasibuan. Katanya tidak berani menjawab karena bukan kewenangan. Ketiga jenderal (Susno Duadji, Saleh Saaf, dan Saud Usman) tidak mau menerima," pungkasnya.


•    Pengumuman DPO Muhammad Jibril, padahal ia masih di Jakarta terkesan propaganda dengan istilah “diduga kuat” sehingga terjadi vonis bersalah oleh “pengadilan” media (trial by press) sehingga berdampak lebih kejam dari tuduhan itu sendiri. Bagaimana mungkin polisi beralasan tidak tahu keberadaan M.Jibril bila beberapa jam setelah pengumuman tsb M.Jibril telah tertangkap (terkesan diculik) dan sebelumnya ia merasa telah dibuntuti. Lalu tuduhan “diduga kuat” tsb sama sekali tidak dapat dibuktikan dan menyisakan tuduhan pemalsuan identitas (mirip kasus ust Abu Bakar Ba’asyir)

•    Dalam peristiwa penembakan di Cawang, hingga hampir 3 minggu polisi bingung dengan identitas salah satu orang yang ditembak mati. Polisi tidak tahu sama sekali identitas dari orang yang mereka tuduh sebagai teroris. Padahal polisi menyatakan dan didukung oleh para pengamat intelijen dadakan, bahwa seluruh identitas jaringan teroris sudah ada ditangan mereka. Maka sungguh aneh apabila ada orang yang sudah jadi korban pembantaian, tapi identitasnya tidak diketahui namun tetap dituduh sebagai teroris.

Dari akhir semua kejadian ini dapat diperkirakan tujuan motif “skenario sesungguhnya” dari bom bom yang terjadi adalah:
•    Membuat opini buruk terhadap citra Islam secara global (Islam phobia) bahkan membuat umat muslim takut dgn agamanya sendiri dan stigmatisasi agar aktivitas jihad menjadi bernilai negatif.
•    Menyudutkan/menteror/mengintimidasi para aktifis dakwah dan muslim yang ta’at (tertuduh) melalui vonis bersalah dari “pengadilan” media.
•    Menguatkan satu arus pemikiran dan sikap tertentu, yakni yang selama ini diklaim oleh sejumlah kalangan sebagai “Islam moderat”, seraya terus-menerus mengucilkan kelompok-kelompok lain yang dituduh/diberi cap Islam “radikal”, “fundamentalis”, “ekstremis” seolah seperti virus yang harus dibasmi. Sehingga memunculkan sikap mudah curiga bahkan saling memfitnah (politik belah bambu).
•    Mengalihkan perhatian publik dari kejadian2 yang penting.
•    Membuat/merevisi undang2 (UU Teroris, UU Keamanan Negara, UU Rahasia Negara dll) yang akan menambah wewenang aparat, salah satunya dalam memperlakukan siapa saja yang dicurigai.
•    Sebagai upaya mengaitkan dakwah dengan terorisme sehingga menghambat kegiatan2 dakwah di segala bidang.
•    Membuat orang tua takut menyekolahkan anaknya ke pesantren & sekolah Islam sekaligus me-liberalisasi/plural/sekuler-kan pesantren2 & pengajaran agama dgn memakai istilah “deradikalisasi”.
•    Menghambat perkembangan syariah Islam, ekonomi syariah & Daulah Islam karena bertentangan dgn program ekomomi Neo-liberalisme & Neo-kapitalisme yang diusung negara barat
•    Menambah kuat pengaruh negara barat dalam kebijaksanaan pemerintah di banyak bidang di dalam negeri
Inilah arti terorisme bagi polisi dan penguasa republik ini.
(Abu Ridho)

Isyarat Syahid Jenazah Korban Penembakan Densus 88 di Cawang


JAKARTA (addakwah.com) – Akhirnya, dua jenazah tak dikenal yang ditembak Densus 88 di Cawang, Jakarta Timur dimakamkan kemarin Selasa (8/5/2010). Tanpa ada pihak yang tahu siapa keluarga kedua jenazah tersebut. Termasuk polisi yang menembak mati keduanya dengan tuduhan teroris.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan, tim medis dan penyidik Polri memakamkan dua jasad tersangka terorisme yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
“Sudah hampir sebulan belum ada pihak keluarga yang datang mengenali sehingga penyidik dan tim medis memakamkan kedua jasad hari ini,” katanya di Jakarta, Selasa (8/5/2010).
Pukul 09.00 WIB wartawan voa-islam tiba di TPU Pondok Ranggon Jakarta Timur, tapi tak nampak tanda-tanda akan ada pemakaman jenazah. Para penjaga makam tak tahu kalau hari itu akan diadakan pemakaman kedua jenazah tak dikenal. Ketika ditanya tentang rencana pemakaman dua jenazah tak dikenal, Pandi, salah seorang pengurus makam menjelaskan bahwa hari itu tak ada agenda pemakaman. “Tidak ada jadwal pemakaman kedua jenazah tersebut hari ini,” jawabnya.
Namun tak seberapa lama telepon di kantor TPU Pondok Ranggon berdering, kemudian ia memanggil dan mengatakan, barusan ada telepon dari kepolisian bahwa pada hari ini akan ada pemakaman. Maka penggalian lahat pun dilakukan di blok AB, bersebelahan dengan makam Syaifudin Zuhri dan Muhammad Syahrir yang  berjarak sekitar 15 Meter dari makam Ibrahim yang ditembak mati Densus di Temanggung, Jawa Tengah.
Lepas shalat zuhur, setelah beberapa jam menunggu tibalah iring-iringan 2 mobil jenazah sekitar pukul 13.00. Iring-iringan jenazah yang dikawal polisi itu berhenti di samping 2 makam yang sudah digali. Prosesi pemakaman pun dilangsungkan. Sekitar 30 orang pelayat yang mengantarkan 2 jenazah tak dikenal tersebut.
Prosesi pemakaman jenazah dilakukan satu persatu sesuai dengan nomor urut yang ditetapkan polisi. Peti jenazah pertama yang diberi nama MR. X-I/CWG/0001 diturunkan dari mobil, selanjutnya jenazah dikeluarkan dan sesuai dengan syariat Islam, jenazah dikuburkan tanpa menggunakan peti. Prosesi yang sama dilakukan terhadap jenazah ke dua yang oleh pihak kepolisian disematkan identitas MR. X-I/CWG/0002.
Saat mengeluarkan kedua jenazah dari dalam peti, para pelayat yang memasukkan ke liang lahat menemukan keajaiban yang diyakini sebagai isyarat kesyahidan. Pada jenazah pertama (MR. X-I/CWG/0001)  nampak jelas, bekas darah yang masih mengalir di bagian belakang kepala hingga menembus kain kafan. Sementara pada jenazah kedua (MR. X-I/CWG/0002) terlihat darah yang masih mengalir di bagian belakang kepala dan punggung.
Ustadz Syamsuddin Uba, salah seorang pelayat yang ikut memasukkan kedua jenazah ke liang lahat, tanpa ragu sedikitpun bersaksi tentang tanda-tanda kesyahidan kedua jenazah.
“Sesungguhnya kami sudah biasa mengurus jenazah bak bayi, anak-anak hingga orang dewasa, mulai dari memandikan, menyalatkan hingga pemakaman. Sehingga kami bisa membedakan jenazah orang biasa dengan jenazah mujahid,” ujarnya.
Ustadz aktivis Gerakan Pemuda Islam (GPI) ini menyatakan kesyahidan kedua jenazah dari isyarat darah yang masih mengalir, padahal keduanya sudah meninggal sebulan yang lalu.
...subhanallah, darah mereka masih mengalir dari kepala mereka. Padahal sudah hampir satu bulan lamanya jenazah tersebut berada dalam peti, ujar Ustadz Syamsuddin...
“Ketika kami memandikan kedua jenazah ini kami menyaksikan, subhanallah, darah mereka masih mengalir dari kepala mereka. Padahal sudah hampir satu bulan lamanya jenazah tersebut berada dalam peti,” jelasnya.
Dengan isyarat kesyahidan itu, Ustadz Syam menegaskan bahwa kedua jenazah tersebut adalah bukan teroris, melainkan mujahid.
“Dalam Islam, yang disebut teroris adalah orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, dan sedangkan mereka adalah mujahid yang membela Allah dan Rasul-Nya,” terangnya.
Kedua jenazah tak dikenal itu ditembak mati oleh Densus 88 Antiteror di Cililitan, Jakarta Timur (12/5/2010). Satu jenazah lainnya yang juga ditembak mati adalah Maulana.  Jenazah Maulana telah dimakamkan di Sawangan, Depok, Jawa Barat oleh keluarganya.
Prosesi pemakaman kedua jenazah tersebut tak dihadiri oleh sanak-keluarganya. Karena hingga akhir hayatnya tak ada orang yang mengaku keluarganya, meski foto kedua jenazah telah disebarkan polisi. Densus 88 yang menembaknya dengan tudingan teroris pun tak ada yang tahu siapa kedua sosok yang dibunuhnya itu. Tak ada penjelasan apapun dari Mabes Polri atas pembunuhan kedua sosok tak dikenal itu. Polisi hanya bisa menyebut keduanya teroris.
Kedua jenazah yang dikubur di makam tak beridentitas pun tak bisa membantah tudingan teroris yang dituduhkan polisi. Melalui darah yang masih mengalir meski telah meninggal sebulan lamanya itulah mereka berisyarat. [widi]

Senin, 07 Juni 2010

Awas, Program Jahat Bonceng Game untuk Ponsel

Hacker telah menyebarkan virus di game smartphone yang mengunakan sistem operasi Windows dari Microsoft, menurut perusahaan keamanan perangkat seluler.
Permainan bernama 3D Anti-Terrorist dan PDA Poker Art ini dapat diunduh di situs yang menyediakan perangkat lunak resmi bagi telepon seluler, menurut John Hering, CEO perusahaan Lookout yang berbasis di San Francisco, seperti dikutip dari YahooNews.

Permainan ini disisipi perangkat lunak berbahaya yang secara otomatis tersambung ke layanan telepon premium di Somalia, Italia dan negara lain. Beberapa di antaranya menyebabkan tagihan ratusan dolar tiap bulannya.

Layanan tersebut berjalan di program yang dibangun menggunakan software game itu, kata Hering.

Korban secara umum tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi hingga mereka menemukan tagihan biaya yang tinggi sekitar ratusdolar yang tidak pernah diduga sebelumnya, tambah Hering lagi.

Hacker saat ini telah meningkatkan jumlah target mereka dari pengguna smartphone yang semakin melonjak akibat kesuksesan iPhone milik Apple dan sistem operasi Android dari Google.

Microsoft mengatakan akan memperhatikan hal itu dan berusaha untuk menyelidikinya.

“Seperti yang biasa dilakukan, Microsoft akan terus mendorong pelanggan mengikuti segala tahap dari pedoman ‘cara proteksi komputer’,” kata juru bicara Microsoft.[inilah.com]

Surat Terbuka Aktivis Freedom Flotilla Asal Indonesia

addakwah.com --Surat ini ditulis oleh Dzikrullah W Pramudya (Sahabatalaqsha.com & Hidayatullah.com) beberapa saat sebelum acara munasaroh Palestina di Masjid Al-Azhar, Jakarta. Surat ini kemudian dibacakan dihadapan ratusan jamaah peserta munasaroh. Berikut isi suratnya:

As-Salaamu’alaykum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah, terutama para ulama yang selalu takut kepada Allah.

Alhamdulillah wa syukurillaah laa hawla wa laa quwwata illa billah. Allahumma shalli ‘ala qaaidil mujahidin, Muhammad Saw, wa ahlihi, wa shahbihi, wa man tabi’ihim ila yaumid-Diin.

Allahummansur ikhwanana fii Filistin khassatan fiil Gazza wa Masjidil Aqsha.
Izinkan saya memperkenalkan diri, saya Dzikrullah, saudara Antum sekalian, relawan Sahabat Al-Aqsha dan wartawan Majalah Suara Hidayatullah.

Awal pekan lalu, saya bersama 12 orang saudara Indonesia lain ditaqdirkan Allah berada di kapal Mavi Marmara, kapal utama kafilah kemanusiaan Armada Kebebasan (Freedom Flotilla). Kapal itu menuju Gaza, tapi sebagaimana Anda ketahui, kapal itu diserbu dan dibajak oleh tentara komando Israel. Sembilan orang relawan syahid. Dari sekitar 40 orang yang luka-luka, ada 2 orang dari Indonesia. Yang satu Okvianto dari KISPA, tangan kanannya patah kena peluru sampai tulangnya terlihat. Yang satu lagi Surya, wartawan Majalah Suara Hidayatullah, peluru menghantam dada kanannya terus bersarang di perut kanan dan sekarang sudah dikeluarkan. Lalu kami ditangkap dan sempat dipenjara. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah…

Terima kasih atas doa antum sekalian di Indonesia. Dari detik ke detik sangat kami rasakan, doa itu meringankan hati kami menerima setiap kejadian sebagai skenario Allah. Dan skenario Allah semuanya baik.

Ketika kami, sekitar 600 orang relawan kemanusiaan di kapal itu sedang diborgol, ditodong senjata, dibentak, dipukul, ditendang dan dijemur di terik matahari Laut Tengah oleh tentara komando Israel bersenjata lengkap dan bertutup muka, di dalam hati kami terbetik hal ini…

“Ya Allah… Kami berniat pergi ke Gaza untuk menengok saudara-saudara kami yang sedang diembargo, dikepung, diancam, Alhamdulillah, belum lagi sampai kami di Gaza, sudah Engkau hadirkan “Gaza” ke dalam kapal ini. Rupanya inilah suasana yang setiap hari dirasakan saudara-saudara kami di Gaza, di Masjidil Aqsha, di Palestina…”

“Ya Allah… Kami merasakan penjajahan dan penindasan yang menjijikkan ini beberapa belas jam, paling lama berpuluh jam, tapi saudara-saudara kami merasakannya setiap hari selama embargo 3 tahun ini. Bahkan saudara-saudara kami di seluruh Palestina dan Masjidil Aqsha merasakannya setiap hari selama 63 tahun dijajah Israel…”

“Ya Allah… jadikanlah perasaan, pikiran, perkataan, dan perbuatan kami selama dijajah sebentar oleh Israel, sebagai pengundang ridha-Mu saja, bukan murka-Mu..”

“Ya Allah… berkali-kali di atas kami berseliweran helikopter Israel yang besar, suaranya menggetarkan dada, anginnya seperti hendak menerbangkan tubuh-tubuh kami dan apa saja yang di sekitar kami… Di sekeliling kami berdiri tentara-tentara komando Israel dengan sombongnya… ”

“Tapi di atas helikopter itu, kami masih bisa melihat langit biru yang luar biasa cantik dan luasnya ya Allah. Lautnya biru tua begitu gagah dan sangat dalam. Terima kasih ya Allah, masih Kau ingatkan hati kami, bahwa langit dan laut yang jauh lebih besar dan lebih perkasa daripada helikopter Israel itu adalah ciptaan-Mu ya Allah. Tiba-tiba saja kekuatan pasukan komando Israel itu menjadi keciiiiiiiiiiiil di mata kami… Ya Rabb… Dan karenanya kami selalu tetap bisa tersenyum melewati tahap-tahap kezaliman Israel atas diri kami sesudahnya… Alhamdulillah..”

Semoga pertemuan Antum sekalian hari ini, di Masjid Al-Azhar, menjadi tambahan kekuatan di barisan shaf ummat yang sedang berusaha menumbangkan kezaliman. Bukan cuma di Gaza, tapi juga di seluruh dunia, di Iraq, di Afghanistan, di Chechnya, di Uighur dan Xin Jiang, di Pattani, di Mindanao, di semua tempat. Kemenangan dan Rahmat Allah untuk seluruh ummat manusia itu sudah sangat dekat. Mudah-mudahan Allah mencatatkan nama kita sebagai orang-orang yang ikut menyokong datangnya pertolongan Allah dan kemenangan, bukan yang berkhianat dan salah berniat.

Jazakumullah kahyran katsiiran. Semoga kita bisa berkumpul lagi seperti ini di Syurga Allah dalam keadaan Allah ridha kepada kita.

Was-Salaamu’alaykum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh,

Amman, 6 Juni 2010

Anti-Islam: Bangun Pusat Menghapus Ayat Quran di Bekas WTC

addakwah.com--Para pemrotes yang menentang pembangunan masjid di kawasan bekas gedung World Trade Center --yang keruntuhannya dipersalahkan kepada muslim-- berkumpul di kawasan Manhattan bawah pada Minggu (6/6) tengah hari.

Pamela Geller, seorang blogger konservatif, bersama dengan grupnya "Stop the Islamization of America" menggelar protes itu karena "Membangun masjid di Ground Zero bukanlah sebuah isu kebebasan beragama, melainkan upaya menghina korban 9/11 dan  menciptakan ruang bagi politik Islam dan supremasi Islam di New York... Ground Zero adalah sebuah memorial perang, sebuah pemakaman. Hargai itu." Demikian tulis mereka di laman situsnya.

Menurut Geller, Kepolisian New York (NYPD) dan pihak keamanan mengatakan kepadanya bahwa sekitar 5.000 orang ikut dalam aksi tersebut. Tapi jurubicara NYPD Sersan Kevin Hayes mengatakan, polisi tidak bisa memberikan keterangan berapa perkiraan jumlah orang yang ikut dalam aksi itu dan ia tidak bisa mengkonfirmasi angka yang disebutkan oleh Geller. Namun reporter CNN melaporkan, ketika 45 menit pertama dia berada di lokasi, sekitar 200-300 orang telah berkumpul di sana.

Pada kesempatan lain sebelumnya kepada CNN, Geller mengatakan, "Kami merasa mungkin lebih tepat untuk membangun sebuah pusat yang didedikasikan untuk menghapus ayat-ayat Quran tentang ideologi kekerasan yang menginspirasi jihad, atau sebuah pusat bagi korban ratusan juta tahun perang jihad, perbudakan, pembasmian kebudayaan dan pembantaian massal.”

Proyek yang akan dibangun di bekas kawasan WTC itu berupa sebuah gedung berlantai 13 yang di dalamnya terdapat sebuah masjid, tempat pameran seni, pusat kebugaran, kolam renang, dan fasilitas umum lainnya. Proyek tersebut merupakan kolaborasi antara American Society for Muslim Advancement dan Cordoba Initiative.

Daisy Khan dari American Society for Muslim Advancement kepada CNN mengatakan bahwa gedung itu merupakan sebuah "pusat komunitas yang dilengkapi dengan tempat ibadah." Proyek itu merupakan kesempatan bagi muslim Amerika untuk memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat.

Bulan lalu seperti dilansir CNN, tokoh politik Mark Williams dari Tea Party Express mengatakan, gedung itu merupakan "tempat ibadah tuhan-monyet kaum teroris."

Namun demikian, ada warga AS yang mendukung pembangunan gedung tersebut, salah satunya adalah mantan paramedis di Ground Zero, Marvin Bethea.  "Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan," ujarnya.

"Saya kehilangan 16 orang teman di sana. Tapi muslim juga terbunuh pada peristiwa 9/11. Akan menjadi tanda baik dari keimanan jika kita tidak mengutuk semua muslim, dan muslim yang melakukannya adalah ekstrimis," katanya. "Sebagai seorang pria kulit hitam, saya tahu bagaimana rasanya didiskriminasi (padahal) Anda tidak melakukan apapun."

Dalam aksi protes itu Pamela Geller yang juga pendiri dan editor Atlas Shrugs menjadi pembicara bersama dengan Robert Spencer, Direktur Jihad Watch yang merupakan penulis "The Truth About Muhammad" yang diterbitkan New York Time dan The Politically Incorrect Guide to Islam. [di/cnn/ex/www.hidayatullah.com]

Muslim Inggris Lakukan Kampanye ''Inspired by Muhammad''

addakwah.com ------Komunitas umat Muslim di Inggris meluncurkan kampanye untuk memperbaiki citra Islam di mata masyarakat Inggris secara khusus dan dunia secara umum, setelah adanya jajak pendapat yang menunjukkan bahwa lebih dari setengah penduduk Inggris mengasosiasikan agama Islam sebagai "ekstrimisme dan terorisme."
Kampanye "Inspired by Muhammad" ini diilhami oleh ajaran-ajaran Nabi Muhammad saw, yang bertujuan untuk menyajikan dan menampilkan Islam sebagai agama yang memiliki kontribusi positif bagi masyarakat luas, mereka melakukan kampanye dengan menggunakan poster yang bertuliskan seperti: "Kami percaya terhadap hak-hak perempuan, sehingga kami tahu tentang Muhammad Nabi saw," sebagai penangguhan halte bus, stasiun kereta api dan di taksi di London.
Poster kampanye yang mereka gunakan bertujuan untuk menghilangkan stereotip negatif tentang Islam, kampanye ini juga berusaha untuk kembali pada fokus terhadap citra positif Islam dan untuk memulihkan keseimbangan bahwa agama ini bukan agama yang "bengis" seperti digambarkan oleh media-media barat.
Christina Baker, salah seorang yang mendukung kampanye ini dan mengenalkannya dalam acara televisi, mengatakan: "Sejauh ini citra negatif tentang Islam telah menyebar dan hal itu merupakan alasan di balik kebutuhan mendesak untuk melakukan kampanye ini, serta alasan untuk menyebarkan citra positif mencerminkan kenyataan tentang Islam itu sendiri dan menunjukkan semangat Islam."
Christina menambahkan: "Nilai-nilai seperti perdamaian, kasih sayang dan kebaikan, dan hak-hak perempuan dan keadilan sosial adalah bagian dari Islam, kami akan mencoba untuk fokus pada beberapa nilai-nilai saja, dan beberapa dari pesan-pesan yang mencerminkan Islam sejati di kalangan mainstream umat Islam."
Tindakan keras itu datang sebagai respons terhadap sebuah jajak pendapat yang menunjukkan bahwa 58% dari populasi masyarakat Inggris memiliki link antara Islam dan ekstremisme, dan 50% lagi menghubungkan Islam dengan terorisme, sementara 68% dari mereka merasa bahwa Islam mendorong penindasan terhadap perempuan.
Perlu dicatat bahwa sentimen anti-Islam meningkat di beberapa bagian wilayah Inggris setelah serangan di London pada tahun 2005 dan percobaan serangan terhadap Bandara Glasgow pada tahun 2007.(fq/islamtoday)

Gara-gara Kontes Gambar Nabi Muhammad, Din Ajak Umat Boikot Facebook


JAKARTA (addakwah.com) – Para musuh Islam semakin kurang ajar dalam menghina Nabi Muhammad. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengajak umat Islam memboikot Facebook yang telah memuat kontes menggambar Nabi Muhammad. Ia pun memberikan teladan kepada umat dengan menutup tiga akunnya di Facebook setelah Facebook memuat kontes menggambar Nabi Muhammad.

Menurutnya, gerakan boikot ini lebih tepat daripada sikap reaksioner. Karena itu, Din mengimbau kepada umat Islam untuk tidak  bersikap reaksioner, karena tidak akan menyelesaikan masalah.

"Saya kira itu orang gila yang sengaja memprovokasi umat Islam dan itu akan terus-menerus  terjadi. Maka umat Islam nggak usahlah bersikap reaksioner apalagi melampaui batas," kata Din.

Hal itu disampaikan dia usai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono untuk menyampaikan undangan menutup Muktamar Satu Abad Muhammadiyah 3-8 Juli 2010 mendatang di Kantor  Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/5/2010).
...cara terbaik dalam menanggapi kontes menggambar Nabi Muhammad itu adalah memboikot Facebook dengan menutup akun Facebook oleh umat Islam...
Imbauan Din itu untuk menanggapi adanya kontes 'Everybody Draw Mohammed Day' di situs  pertemanan Facebook yang panen protes beberapa waktu lalu. Permasalahan tersebut kini sudah sedikit mereda.

"Hal-hal kayak begitu akan terus terjadi, sengaja untuk membangkit-bangkitkan emosi umat Islam. Umat Islam tidak usah bereaksi berlebihan. Diprotes juga mereka akan ketawa-ketawa saja  mereka nanti," lanjut Din.

Menurut Din, cara terbaik dalam menanggapi kontes menggambar Nabi Muhammad itu adalah memboikot Facebook dengan menutup akun Facebook oleh umat Islam. Karena itu, Din memberi contoh dengan menutup sekaligus tiga akun Facebook-nya sejak publikasi lomba itu mencuat.

"Karena itu di Facebook, ya, berhenti saja punya Facebook. Saya kebetulan punya 3 akun langsung saja saya tutup," jelas Din.
...Dengan menutup akun Facebook, pengelola situs tersebut akan menderita kerugian, sehingga berpikir untuk tidak memuat konten-konten berbau SARA lagi...
Dengan menutup akun Facebook, pengelola situs tersebut akan menderita kerugian, sehingga berpikir untuk tidak memuat konten-konten berbau SARA lagi.

"Kalau itu lewat sarana seperti Facebook, ya, nggak usah berlangganan. Biar Facebook-nya rugi. Karena begitu saya tutup Facebook mengundang terus itu kapan bisa kembali," tutup Din. [taz/dtk]

MUI Bandung: Wisata Mistis ke Lokasi Angker Bikin Masyarakat Bodoh


BANDUNG (addakwah.com) – Wacana Komunitas Bandung Trials mengadakan wisata mistis dengan mengajak wisatawan mengunjungi gedung-gedung peninggalan Belanda yang angker, mendapat penolakan dari Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Bandung. Ketua MUI Kota Bandung, KH Miftah Faridl mengatakan pengembangan wisata mistis di Bandung terlalu beresiko. Menurutnya, dikhawatirkan masyarakat semakin bodoh, irasional, dan juga dari sisi akidah terlalu riskan.
"Ini riskan. Kalau yang ikutnya malah jadi bodoh, bukan pinter. Ini juga tidak mencerdaskan bangsa. Dari segi akidah pun riskan," ujarnya, Senin (7/6/2010).
Menurutnya, meski kegiatannya hanya sekedar mendongeng, namun ia menilai hal ini akan menimbulkan pro dan kontra.
"Kalaupun dilakukan, bagaimana harus bisa meminimalkan risiko. Tapi ya itu tadi, saya berpendapat ini tak mencerdaskan bangsa. Kita ini kan sekarang harus membuat bangsa ini makin pinter, makin rasional, bukan sebaliknya," ujarnya panjang lebar.
Lebih lanjut dia mengusulkan, daripada mengembangkan wisata mistis, lebih baik wisata rohani. "Lebih baik kita ajak masyarakat berkunjung ke masjid atau tempat-tempat positif lainnya seperti pesantren tradisional ataupun tempat pendidikan lainnya. Di Bandung kan ada Aa Gym (Daarut Tauhid-red) juga ada Salman," katanya.
...Wisata mistis ini riskan. Kalau yang ikutnya malah jadi bodoh, bukan pinter. Ini juga tidak mencerdaskan bangsa. Dari segi akidah pun riskan...
Sementara itu, pengamat pariwisata Djoni Sofyan Iskandar meminta kepada penggagas wisata mistis agar mengemasnya dengan kreatif dan edukatif.
"Untuk melakukan kegiatan seperti ini jangan tergantung pemerintah. Pelaksana acara pun harus bisa mengemasnya secara kreatif dan edukatif," ujarnya ditemui di Kampus STPB, Jalan Setiabudhi.
Djoni juga meminta agar wisata mistis itu tidak terjebak dengan hal-hal negatif dan melanggar agama.
"Jangan sampai apa yang dilakukan itu melanggar norma agama dan harus sesuai dengan akal sehat. Cukup mendongeng saja tentang keangkerannya dengan gaya edukatif," imbaunya.
Pro dan kontra terhadap wacana wisata mistis di Bandung ini memanas setelah Komunitas Bandung Trials mensusulkan agar wisatawan mengunjungi gedung-gedung angker peninggalan Belanda yang mempunyai cerita mistis.
Dengan label Urbandung Legend, komunitas ini mengajak wisatawan mengelilingi beberapa tempat yang dianggap angker, antara lain: Taman Belitung, SMA 5 dan SMA 3, Ambulans Bahureksa, dan sekolah St Aloysius.
Selain mendapat dukungan antara lain Wali Kota Bandung Dada Rosada, tapi wacana wisata mistis mendapat tentangan dari banyak pihak, antara lain MUI Kota Bandung. Para pendukung wisata mistis setuju dengan argumen potensi dan pangsa pasar yang menjanjikan. Sedang pihak-pihak yang tidak setuju berargumen pada sisi aqidah dan rasional. Wisata mistis dinilai sebagai tindakan yang merusak aqidah dan pembodohan akal bangsa.  [taz/dtk]
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha