Sabtu, 26 Juni 2010

Tokoh Liberal Siti Musdah Mulia Raih 'Women of the Year 2009'


Ridiculous, itulah ucapan yang timbul dibenak aktivis islam sejati anti liberal manakala aktivis AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), Prof. Dr. Siti Musdah Mulia mendapatkan penghargaan sebagai "Women of the Year 2009" dari Il Premio Internazionale La Donna Dell ‘Anno (International Prize for the Woman of the Year) 2009.

Upacara penyerahan penghargaan berlangsung di Hotel Grand Billia, Saint Vincent, Aosta, Italia (27/11), dihadiri oleh sekitar 200 undangan dan wartawan. KBRI Roma diwakili oleh Wakeppri Yuwono Agus Putranto dan Staf magang Habadi.

Siti Musdah Mulia mengalahkan 2 finalis lain dari Maroko, Aiche Ech Channa dan dari Afganistan, Mary Akrami. Ketiga finalis terpilih melalui seleksi atas 36 calon dari 27 negara. Semua calon adalah tokoh gender di masing-masing negaranya.

The International Prize for the Women of the Year dibentuk tahun 1998 oleh Regional Council of Aosta Valley bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Italia, Pemerintah Aosta Valley, dan Soroptimist International Club Valle d’Aosta. Pemberian penghargaan ini juga mendapat pengakuan dari Presiden Republik Italia.

Di Indonesia, Musdah Mulia dikenal sebagai feminis pejuang paham kesetaraan gender. Umat Islam pernah dihebohkan ketika Prof. Musdah dan tim-nya meluncurkan Counter Legal Draft (CLD) Kompilasi Hukum Islam. Banyak gagasan-gagasan menyimpang yang tercantum dalam CLD-KHI tersebut. Misalnya, ide untuk mengharamkan poligami, memberi masa iddah bagi laki-laki; menghilangkan peran wali nikah bagi mempelai wanita, dan sebagainya.
Bahkan dalam sebuah diskusi tentang masalah homo dan lesbi pada bulan Maret 2008 yang lalu Musdah mengatakan bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan oleh Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam.
Pernyataannya ini kemudian menuai kecaman dari berbagai pihak. Pendapatnya yang kontroversial ini juga bisa dibaca di blog pribadinya, musdahmulia.blogspot.com yang berjudul Adakah Islam Bicara Soal Homo?.
Menurut Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Dr. Adian Husaini, wanita kelahiran Bone 51 tahun silam itu memang sosok ’pemberani’.
”Musdah memang sangat berani dalam menyuarakan pendapatnya, meskipun sangat kontroversial dan mengejutkan banyak orang”, ungkap Adian dalam Catatan Akhir Pekan-nya yang ke-237.
Pemberani yang dimaksud oleh Adian adalah karena dosen UIN Jakarta itu berani mengubah-ubah hukum Islam dengan semena-mena, dengan memposisikan dirinya sebagai ’mujtahid. Karena itu tidak mengherankan jika berbagai penghargaan dapat dia raih. Sebelum penghargaan dari Italia ini, atas keberanian-keberaniannya itu pada tanggal 7 Maret 2007 silam pemerintah Amerika Serikat menganugerahinya sebuah penghargaan ”International Women of Courage Award”.
Amerika tak perlu repot-repot menghancurkan Islam, karena ternyata ada tokoh yang bekerja dari dalam untuk meruntuhkan Islam. Jika pekerjaan itu berhasil, maka dengan girangnya Amerika akan memberikan penghargaan. Di sisi lain, sang profesor menerima penghargaan itu dengan sumringah dan berbangga hati. dtk/si/shdq/rojul/voa-islam.com

Ustadz Syuhada Bahri : Dari Da'i Pedalaman ke Pucuk Pimpinan Da'i se Indonesia

Ditengah kesibukannya sebagai Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) masih menyempatkan diri menerima kedatangan tim VOA-ISLAM yang akan mewawancarainya. Kami diterima diruang kerjanya yang cukup nyaman dan besar. Diatas mejanya tersedia kue kering beraneka rasa dan minuman mineral. Kami disambut dengan ramah dan guyonan-guyonan yang meskipun serius tapi membuat suasana menjadi begitu akrab.

VOA-ISLAM : Kapan mulai berdakwah dan apa yang memotivasi ustadz untuk berdakwah ?

Syuhada : Sejak masih di PGA Pandeglang saya selalu minta tampil untuk pidato, motivasinya apa saya tidak tahu, pokoknya saya tampil. Selanjutnya saya sering diminta mengisi pengajian di kampung-kampung sekitar. Sewaktu berada di Bandung saya mulai aktif di organisasi dakwah Korps Muballigh Muda Muhammadiyah terus pindah ke Jakarta selama setahun saya menjadi guru berlanjut hingga akhirnya bergabung dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesa (DDII) Jakarta pada tahun 1976. Tugas pertama yang saya emban ketika bergabung dengan DDII adalah tukang nempelin foto-foto kegiatan dakwah di daerah. Yang menguntungkan saya adalah tugas ini dilakukan di kamar Bapak M. Natsir hingga lima tahun lamanya. Banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan dari beliau. Setelah itu saya ditugaskan untuk menangani urusan dakwah di wilayah Indonesia bagian tengah yang meliputi Jawa dan Bali, dan seterusnya saya menangani seluruh wilayah di Indonesia. Sejak itu saya selalu ditugaskan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia, tidak pernah di kota-kota besar. Hanya itu pengalaman dakwah saya.

VOA-ISLAM : Tadi ustadz katakan ada banyak pelajaran berharga yang didapat selama bersama pak Natsir, pelajaran apa yang paling berkesan ?

Syuhada : Saya pernah meminta beliau untuk mencabut tanda tangannya di Petisi 50 karena dampaknya terhadap gerakan dakwah di daerah sangat terasa. Semua da'i DDII di daerah mengalami tekanan oleh aparat pemerintah akibat keikut-sertaan beliau di Petisi 50. Namun beliau merespon permintaan saya itu dengan mengajak diskusi selama satu jam di dalam ruangan yang dikunci. Sampai akhirnya saya tidak bisa berargumentasi lagi setelah beliau menyatakan bahwa keputusannya menyertai Petisi 50 adalah hasil istikharah. Tidak mungkinlah saya membantah petunjuk Allah. Beliau senantiasa memohon petunjuk Allah dalam membuat suatu keputusan. Ini pelajaran pertama yang saya dapat dari beliau. Pelajaran kedua, ketika menghadapi masalah asas tunggal Pancasila, beliau mengakomodir semua pendapat yang muncul di kalangan keluarga besar DDII, sampai akhirnya beliau bersikap : "saya lebih memilih sikap Bilal bin Rabah tinimbang Ammar bin Yasir terhadap masalah asas tunggal Pancasila ini". Komitmen perjuangannya sangat jelas yakni tetap mengedepankan prinsip keyakinan terhadap kebenaran (Al Haq) meskipun harus menderita karenanya. Dua hal tersebut selalu menjadi tolok ukur buat diri saya apakah saya mampu bersikap seperti beliau. Pelajaran ketiga yang saya dapat dari beliau adalah tentang pola kaderisasi yang beliau jalankan. Beliau tidak ceramah panjang lebar untuk mengkader seseorang, tetapi melalui penugasan-penugasan. Kalau orang itu mampu menyelesaikan tugas dengan baik maka beliau akan memberikan tugas berikutnya. Kalau tidak mampu pada tugas yang satu, maka beliau akan memberikan tugas yang lain yang disesuaikan dengan kecenderungan orang tersebut. Beliau tahu betul kelemahan saya pada hal menulis surat karena suatu kali saya diminta beliau untuk menulis surat yang sebenarnya beliau diktekan tetapi saya tidak bisa menyelesaikannya. Tapi kalau soal mengumpulkan data atau informasi, saya adalah orang yang pertama beliau panggil untuk menjalankan tugas tersebut. Hal lainnya yang juga berkesan buat saya dan saya sangat sulit untuk mengikutinya yaitu setiap kali selesai sholat, maka akan terlihat wajah beliau cerah seperti tidak ada persoalan, padahal sebelum sholat wajah beliau kelihatan tegang kalau menghadapi persoalan yang serius. Maka ada anekdot di kalangan kawan-kawan kalau mau pinjam uang kepada beliau maka menyampaikannya setelah beliau selesai sholat. Beliau selalu memberi penghargaan yang luar biasa kepada anak-anak muda yang berhasil menjalankan tugas yang diberikannya meskipun tugas tersebut sangat sederhana. Satu hal lagi dari beliau adalah bahwa beliau sangat pandai dalam menempatkan dirinya ketika menghadapi tamu-tamunya.

VOA-ISLAM : Kalau ditugaskan ke daerah biasanya sampai berapa lama ?

Syuhada : Paling lama 10 hari, tapi sempat sampai 15 hari ketika ditugaskan ke Timor Leste. Kalau ke daerah itu artinya ke pedalaman,  pelosok-pelosok desa.

VOA-ISLAM : Biasanya tugas apa saja yang dilakukan di daerah-daerah yang dikunjungi ?

Syuhada : Biasanya 3 hal yang saya lakukan : pertama, memotivasi para da'i, kedua, memberikan pelatihan kepada para calon da'i yang selama ini dibina, ketiga, bersilaturahim dengan masyarakat setempat. Ketika mengadakan pelatihan di Sungai Lilin saat itu masa orde baru dimana militer di daerah-daerah begitu berkuasa sempat akan dibubarkan, tapi saya melawan dan tetap melaksanakan acara pelatihan itu meskipun diancam. Tapi saya minta pihak aparat untuk mengikuti secara langsung acara pelatihan tersebut.

VOA-ISLAM : Apakah ustadz aktif juga di organisasi lain ?

Syuhada : Ya ada juga tapi tidak terlalu aktif, hanya sebatas mengikuti pelatihan-pelatihan saja misalnya di HMI, PII, dan GPI. Tapi yang lebih lama saya aktif di Pemuda Muhammadiyah Bandung. Di Jakarta pun saya aktif di Muhammadiyah Tanah Abang III. Begitu saya gabung dengan DDII yang lainnya saya tinggalkan.

VOA-ISLAM :
Kapan mulai berkeluarga ?

Syuhada : Tahun 1985 saya menikah dan dikaruniai 12 anak, anak pertama dan kedua sudah selesai kuliah, yang paling kecil 2,5 tahun.

VOA-ISLAM :
Ada niat nambah lagi - anak maupun istri ? Sekarangkan lagi musim poligami...

Syuhada : Sebagai laki-laki keinginan untuk menikah lagi pasti ada, akan tetapi saya merasa belum mampu untuk berpoligami. Yang ada saja sudah cukup berat untuk ditangani.

VOA-ISLAM : Tentang Dewan Dakwah, mengapa Ustadz berani menerima peran pimpinan tertinggi dewan dakwah dimana masih ada orang tua yang juga punya pengalaman yang sama?

Syuhada : Sebenarnya kalau ditanya kepada saya sanggup atau tidak menerima tugas ini, saya akan jawab tidak sanggup. Dulu pak Natsir ketika mengkader saya tidak pernah tanya sanggup atau tidak menjalankan tugas tetapi langsung saja diberi tugas. Begitu pula saat pemilihan ketua umum DDII karena semua terutama para orang tua setuju kepada saya, maka saya menganggap ini adalah amanah tugas yang harus saya tunaikan dengan sebaik-baiknya. Terlebih saya mampu menjawab 200 pertanyaan yang dibuat oleh tim penguji, saya dianggap sangat tahu banyak soal DDII ini.

VOA-ISLAM :
Setelah terpilih sebagai Ketua Umum apakah ada masalah dengan para senior atau lainnya ?

Syuhada :
Sebenarnya sih tidak ada masalah bagi saya, tetapi mungkin jadi masalah buat orang lain. Mengapa ? karena DDII ini sejak tahun 1967 hingga 2007 pola kepemimpinannya adalah figur. Figur pak Natsir, pak Anwar Haryono, pak Ahmad Affandi, pak Cholil Badawi, bang Husin Umar,dan lain-lain adalah figur yang sangat dikenal baik ditingkat nasional maupun internasional. Mereka membangun sistem di organisasi ini, tetapi sistem ini kemudian ikut pergi bersama figur yang membuatnya karena kekuatannya pada figur tersebut. Saya menyadari betul kalau saya ini bukan figur seperti mereka. Dibilang Ketua Umum DDII saja saya miris. Menyadari hal ini maka saya mencoba untuk mengalihkan kekuatan figur kepada sistem, dan ini bukan pekerjaan mudah karena merubah sesuatu yang sudah tertanam selama 40 tahun. Saya ingin yang menggerakkan orang-orang yang terlibat di DDII ini adalah sistem bukan figur lagi. Sehingga dengan begitu setiap orang dipaksa untuk berkreasi, tidak lagi menunggu komando. Terlebih saya menyadari betul bahwa yang bersama saya saat ini adalah orang-orang yang seangkatan, yang dulu sama-sama dibina oleh pak Natsir. Saya merasa rikuh kalau teman-teman seangkatan harus saya komandoi. Jadi dengan sistem ini saya mengajak teman-teman untuk sama-sama bekerja tanpa menunggu perintah. Dulu kalau masuk atau pulang kantor tidak ada aturannya harus jam berapa karena tergantung pimpinan, tetapi kalau sekarang sistemlah yang mengatur setiap orang termasuk saya sebagai ketua umum. Kepemimpinan DDII sekarang ini adalah merupakan titik alih dari generasi tua ke generasi muda, kami adalah penyambung antara generasi binaan pak Natsir dan setelah kami adalah generasi yang tidak bersentuhan langsung dengan pak Natsir. Itulah sebabnya mengapa harus dibangun sistem supaya organisasi ini tetap berjalan terus sampai kapanpun. Dan dengan sistem ini kami mewariskan generasi berikut bukan DDII sebagai gerakan dakwah semata, tetapi sebagai gerakan ideologi yang sarat dengan nilai-nilai.

VOA-ISLAM : Apa bedanya gerakan dakwah dengan gerakan ideologi ?

Syuhada : DDII bukan semata gerakan dakwah dalam arti hanya mencetak da'i yang pinter ceramah saja, tetapi harus menjadi gerakan ideologi  dimana dakwah yang disampaikannya tidak semata-mata Islam sebagai pengetahuan tetapi juga Islam sebagai pandangan dan cara hidup. Suatu gerakan yang menanamkan kesadaran kepada ummat untuk memiliki komitmen terhadap syari'ah dalam kehidupannya. Bukan sebagai gerakan yang selalu mengikuti trend yang berlaku di masyarakat misalnya sebagai bentuk kerukunan ummat beragama maka kemudian mengadakan acara do'a bersama di Bunderan H.I dan lain sebagainya. Itu organisasi bukannya gerakan ideologi.

VOA-ISLAM :
Bagaimana mengartikan Da'wah Politik dan Politik Da'wah ?

Syuhada : Setiap muslim adalah da'i dan kalau dia mempunyai profesi maka dia bisa disebut da'i dokter, da'i insinyur, da'i politisi, dan seterusnya. Perannya sebagai da'i harus  menjadi pembimbing dirinya dalam menjalankan apapun profesinya. Tetapi kalau politisi da'i misalnya maka yang sering terjadi sang politisi sering sujud sahwi karena ke-da'iannya hilang/terlupakan ditelan oleh ke-politisiannya. 'Kan politik biasanya cenderung menghalalkan segala cara.

VOA-ISLAM :
Pada musim pemilu yang lalu DDII mengeluarkan instruksi untuk ikut pemilihan umum dengan memilih partai Islam. Dimana nilai ideologisnya ?

Syuhada : Instruksi itu dikeluarkan setelah mengikuti perkembangan dimana ada kecenderungan untuk golput begitu besar dari kalangan ummat Islam, sementara Kristen mewajibkan ummatnya untuk memilih partai mereka. Sehingga di DKI Jakarta PBB saja kalah sama PDS yang lebih muda. PDS punya 4 kursi sementara PBB 0. Kami menemukan di suatu kabupaten calon legislatif dari PDS 20 orang kesemuanya beragama Islam. Ada gerakan tersembunyi yang dilakukan oleh non Muslim untuk mendorong ummat Islam bersikap golput. Kalau ummat Islam golput maka dapat dipastikan ummat Islam tidak akan mempunyai wakil-wakil yang menyuarakan aspirasi mereka kelak. 

VOA-ISLAM :
Bukankah kemudian timbul masalah di internal DDII sendiri yakni yang pro dan kontra dengan instruksi tersebut ?

Syuhada : Ya memang akhirnya kita harus memilih untuk ikut pemilu atau tidak. Saya melihat kalau tidak ikut pemilu mudharatnya lebih besar buat ummat Islam secara keseluruhan, terlebih setelah diketahui kalau ada gerakan tersembunyi yang dilakukan oleh non Muslim yang menggiring ummat Islam untuk golput. Ada orang telepon kepada Ustadz Muzayyin untuk tidak membantu orang-orang Padang yang terkena gempa karena mereka itu diazab oleh Allah. Lalu Ustadz Muzayyin balik bertanya kalau kita tidak membantu mereka maka mereka akan dibantu oleh orang-orang Kristen dan akhirnya orang-orang Padang jadi Kristen semua, bagaimana ? Orang tersebut tidak bisa menjawab. Jadi memang dilematis tapi tetap harus memilih. Yang penting kita tidak saling menghujatlah. Silahkan saja kalau ada orang yang golput, kita akan hargai pendapat itu, tetapi tolong hargai juga pertimbangan orang yang tidak golput karena mereka melihat kemudharatan yang lebih besar. Bisa saja kita bilang sudahlah sekalian saja gak usah ikut pemilu biar kita jelas melihat siapa lawan kita. Padahal, pada kenyataannya jangankan semua posisi dikuasai mereka, satu posisi saja yang mereka kuasai sudah membuat kita tidak berdaya misalnya ketika Benny Murdani menjadi PANGAB, ummat Islam terus menerus tertindas dan kita tidak mampu melawan.

VOA-ISLAM :
Jadi, apakah orang yang golput itu salah?

Syuhada : Saya tidak bisa katakan itu salah, itukan hak dia untuk bersikap, tetapi jangan menuntut orang untuk memahami pendapatnya sementara dia tidak mau menghargai pendapat orang lain. Kalau itu yang terjadi maka akhirnya timbul saling vonis. Padahal boleh jadi itu masalah ijtihadi. Kalau itu ijtihad salahnya saja dapat satu pahala.

VOA-ISLAM : Apa tantangan dakwah hari ini ?

Syuhada : Persoalan yang paling mendesak saat ini adalah bagaimana kita mencerdaskan ummat kita ini agar mereka memahami Islam dengan benar. Kekalahan partai-partai Islam pada pemilu yang lalu mencerminkan seperti apa ummat Islam kita itu. Saya tidak bisa bayangkan apakah masih akan ada partai Islam tahun 2014 nanti. Maka oleh karena itu DDII sedang melakukan kaderisasi ulama ada yang formal dan ada yang non formal. Yang formal itu program S1, S2, dan S3, yang non formal melalui bangku pesantren saja. Syarat utama untuk non formal adalah harus hafal Qur-an dan nantinya menguasai kitab. Itu harus dilakukan secara serius karena kehancuran suatu bangsa disebabkan oleh kedzaliman penguasa dan kekufuran yang dilakukan oleh bangsa itu sendiri. Dalam surah Ibrahim : 18 dan An Nahl : 112 Allah menjelaskan kepada kita tentang hal tersebut diatas. Nah dzalimnya penguasa itu kembali kepada kualitas pemilihnya. Di kita ini ada yang lucu, memilih pemimpin haram tapi menta'ati pemimpin yang terpilih wajib hukumnya. Kalau program ini berjalan dengan baik, maka nanti kita tempatkan disetiap kabupaten ulama yang akan menjadi rujukan masyarakat kabupaten itu.

VOA-ISLAM :
Bukankah kualitas seseorang itu juga disebabkan oleh kemiskinan dan realitasnya kemiskinan di negeri ini semakin meningkat, lalu yang mana kita dahulukan mencerdaskan  atau mengatasi kemiskinannya ? Bukankah ada pernyataan Rasulullah "kemiskinan menyebabkan seseorang menjadi kufur"

Syuhada : Hadis yang tadi disebutkan itu adalah hadis dha'if. Kemudian saya sedang memikir kan kembali jangan-jangan dakwah bil haal yang dimaksudkan untuk memperbaiki kehidupan seseorang adalah upaya pembusukan terhadap dakwah itu sendiri. Kalau kita melihat pernyataan nabi Yusuf 'alaihissalam yang mengatakan "innii hafiidzun 'aliim" yang bisa diartikan "sesungguhnya saya ini amanah dan profesional". Amanah itu tidak ada sekolahannya, dia lahir dari kesadaran yang tinggi, tapi kalau profesional bisa dipelajari. Jadi kalau mau bicara perbaikan masyarakat miskin, ya perbaiki dulu kualitas orangnya, barulah setelah itu perbaikan ekonomi. Yang terjadi sekarang ini, upaya perbaikan yang dilakukan oleh LSM atau organisasi, atau lembaga apa saja yang dimulai dengan perbaikan ekonomi hasilnya iman tidak meningkat ekonomi juga tidak ada peningkatan. Kalaupun kaya tapi tidak berkah. Oleh karena itu, apapun pendekatan yang dilakukan melalui koperasi-kah, pertanian-kah, dan lain-lain, maka perbaikan aqidah harus menjadi prioritas.

VOA-ISLAM :
Tapi apa jawaban kita ketika kaum dhu'afa itu mengatakan : "kami ini lapar, anda bawa apa untuk kami makan?"

Syuhada : Ya dikombinasikanlah, kita bawa makanan dan membina rohani mereka. Kita bisa berikan contoh Bilal yang miskin tidak menjual aqidahnya walaupun lapar bahkan disiksa, dia tetap tegar dan teguh dengan keimanannya. Begitu pula Zaid bin Tsabit dengan kemiskinannya tetap beriman. Kita jangan sampai terpengaruh oleh harakatut tasykik yang sering membenturkan kita dengan realitas. Ketika DDII mengirim bantuan ke Aceh, para relawan saya nasihati supaya jangan ngajari mereka tentang Islam karena mereka sudah faham, tetapi tunjukkan saja kepada mereka amalan-amalan Islami, lama kelamaan mereka akan mengikuti juga. Misalnya ketika masuk waktu sholat azanlah lalu sholat kemudian baca Qur-an, ga' usah ajak-ajak mereka biarlah mereka sendiri yang sadar untuk melakukannya. Dua hari kemudian ada orang yang minta diajari baca Qur-an, kalau sudah ada keinginan itu, barulah dibina.

VOA-ISLAM :
Peta dakwah kita seperti apa saat ini ?

Syuhada : Peta dakwah kedepan semakin berat. Kalau zaman pak Natsir yang kita hadapi sangat jelas yaitu orang-orang Kristen, tetapi sekarang kita menghadapi orang-orang Islam yang merusak Islam. Realitas di lapangan, dakwahnya diberi kebebasan tapi diarahkan ke kanan menjadi sekuler yang oleh media dikatakan ini adalah Islam modern, kemudian ada yang digeserkan ke kiri transcedental yang menganggap semua urusan bisa selesai dengan zikir dan ini di ekspos oleh media sebagai dakwah yang sejuk. Sementara dakwah yang menanamkan ketaqwaan disebutnya teroris.

VOA-ISLAM :
Lalu bagaimana seharusnya kita berdakwah pada situasi seperti ini ?

Syuhada : Pertama, persoalan dakwah ini bukan lagi persoalan di seputar Indonesia, tapi harus kita lihat secara global. Berbagai isu yang bisa menghambat gerakan dakwah munculnya bukan dari dalam negeri, tetapi dari luar negeri dengan isu terorisme yang terus menerus dihembuskan oleh amerika. Isu ini bagai bola liar digelindingkan terus kemudian diikuti dengan stigmatisasi buruk terhadap segala hal yang berbau Islam, misalnya orang berjenggot, muslimah bercadar, aktifis rohis atau masjid, anak muda yang bercelana isbal, penjual habbatussauda, dan lain sebagainya disebut sebagai teroris atau cikal bakal teroris yang harus diwaspadai. Hal ini jelas berdampak kepada gerakan dakwah. Islam sebagai agama Rahmatan lil 'alamiin dicitrakan sebagai agama yang haus darah, menebar teror dan ketakutan ditengah masyarakat. Akhirnya da'i kesulitan menyampaikan konsep Islam yang sebenarnya karena akan di cap teroris. Terorisme yang terjadi saat ini adalah upaya musuh-musuh Islam yang ingin menjatuhkan citra Islam dan ummat Islam dan juga upaya memecah belah ummat Islam. Setidaknya itulah opini yang berkembang dikalangan ummat ISlam saat ini. Akibatnya bisa menimbulkan rasa frustasi dikalangan generasi muda ummat Islam terhadap kondisi ummat yang terus menerus terpojokkan. Semua persoalan itu akhirnya bermuara pada kebodohan ummat dalam memahami ajaran Islam. Oleh karena itu, kita harus berupaya mengajarkan Islam yang benar yang berdasarkan Al Qur-an dan As Sunnah. Mengapa demikian ? karena saat ini ada gerakan yang mengajarkan Islam berdasarkan perkembangan zaman. Gerakan ini begitu masif disuarakan melalui berbagai media utama negeri ini. Gerakan global menekan ummat Islam di seluruh dunia saat ini sangat fokus karena pelakunya tunggal. Kalau dulu ada dua kekuatan super power yang menguasai dunia saling berebut pengaruh, tapi kini cuma ada satu super power - amerika yang menguasai dunia ini, dan boleh jadi terpecahnya uni sovyet bukan karena dia kalah dalam pertarungan di pentas dunia, tetapi sengaja mengalah untuk merapatkan barisan dengan amerika dan kemudian fokus pada satu musuh yaitu ummat Islam. Oleh karena itu saya tetap fokus pada satu hal yaitu mencerdaskan ummat karena inilah pangkal segala masalah yang menyebabkan ummat selalu kalah, atau dipermainkan orang lain.

VOA-ISLAM :
Ada sebagian saudara-saudara kita yang lebih cenderung melakukan gerakan bersenjata untuk melawan amerika dan sekutunya karena mereka menganggap amerika dan sekutunya itu telah melakukan peperangan terhadap ummat Islam di seluruh dunia. Maka perlawanan terhadap mereka harus juga keseluruh dunia.

Syuhada : Boleh-boleh saja mereka berfaham seperti itu, tetapi jangan semuanya kesana, berbagi tugaslah. Yang penting tidak saling merobohkan bangunan yang sudah kita bangun. Kapan selesainya bangunan itu nanti. Kita hendaknya saling mengetahui peran kita masing-masing, dan mainkanlah peran itu dengan sebaik-baiknya, jangan saling menghina, mencaci, menuduh yang bukan-bukan terhadap saudaranya, dan sebagainya. Perang global terhadap amerika jangan sampai jadi pemicu perpecahan ummat. Kalau saya khawatir dan sekaligus curiga, amerika yang begitu canggih dalam segala hal, terlebih intelijennya mampu memainkan kondisi ummat Islam yang sudah dibacanya untuk melahirkan banyak militan muslim yang dikendalikan sesuai dengan skenarionya tanpa si muslim itu sendiri menyadarinya. Saya yakin kalau para militan itu punya niat tulus menegakkan kewibawaan Islam dan kalau mati dalam usahanya itu insya Allah dia syahid. Tapi dalam konteks perjuangan menyeluruh, apakah itu menguntungkan ummat Islam atau malah sebaliknya. Ini barangkali perlunya kita duduk dan diskusikan bersama.

VOA-ISLAM : Bukankah sudah ada forum ummat Islam tempat untuk kita bincangkan persoalan ummat ini bersama-sama, sejauh mana efektifitasnya ?

Syuhada : Yang ada itu 'kan forum bukan melaksanakan ukhuwah. Yang kita perlukan saat ini adalah bagaimana mempersaudarakan ummat Islam ini. Untuk ini kita memerlukan orang yang betul-betul disegani oleh semua fihak. Nah ini yang sekarang tidak ada. Betul dulu pak Natsir pernah punya forum ukhuwah Islamiyah, tapi sekarang figur seperti beliau yang bisa diterima semua kalangan sudah tidak ada lagi. Yang ada saat ini adalah figur-figur parsial, masing-masing sudah punya kerajaannya, dan kemudian masing-masing merasa paling bener. Oleh karena itu, bagi saya usaha yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita memberikan pemahaman kepada ummat agar ber Islam sesuai dengan apa yang sudah diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Saya kira sejarah sudah mengajarkan kepada kita bahwa Rasulullah ketika menghadapi dua Umar yang memusuhinya tidak pernah memaki atau melaknat mereka, malah beliau berdoa agar mereka diberikan hidayah oleh Allah.

VOA-ISLAM : Terakhir, ada pesan yang ingin disampaikan kepada ummat ?

Syuhada : Ya, saya hanya ingin mengingatkan dan mengajak kita semua agar jangan pernah lelah untuk mengajak ummat ini belajar dan belajar, lalu rapatkan barisan agar musuh tidak mampu memangsa meskipun hanya satu orang diantara ummat ini. Dan jangan lalai untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan dihadapan, baik secara fisik maupun mental.

Wawancara berakhir tepat ketika azan maghrib berkumandang dari masjid Al Furqan.

(Salim Abdullah, Abu Aiys')

KH. Sulaiman Zachawerus: Gerombolan Kristen Membuat Kisruh


Setelah gagal mencoba kekuatan tempur umat Islam di Ambon Maluku dan Poso Sulawesi Tengah satu dasawarsa lalu, tampaknya para fundamentalis dan teroris Kristen tidak kapok-kapok.
Kali ini giliran mereka akan mencoba kekuatan tempur dengan menguji kesabaran umat Islam Bekasi Jawa Barat.

Terbukti pada  peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei lalu, kurang lebih 200 teroris fundamentalis Kristen berusaha menduduki Masjid kebanggan  umat Islam Bekasi, Masjid Agung Al Barkah. Dibawah pimpinan tokoh fanatik fundamentalis Kristen Bekasi, Benny Tunggul, Pasukan Salib itu sengaja membentuk formasi Pedang Salib di halaman masjid Al Barkah.

Hal itu mengisyaratkan mereka siap mengobarkan perang melawan umat Islam. Persis seperti ketika Pasukan Salib dari Eropa pada abad pertengahan lalu ketika berusaha menguasai Dunia Islam dengan terlebih dahulu menguasai Kota Suci Baitul Maqdis (Yerusallem), dimana sebelum memulai perang mereka selalu membentuk formasi Pedang Salib terlebih dahulu. 

Tampaknya kaum teroris Kristen Bekasi ingin sekali lagi menguji kekuatan umat Islam di daerah yang dulu dikenal sebagai kampung para syuhada dalam melawan pasukan kolonial Kristen Belanda tersebut. Kekuatan tempur umat Islam tentu saja sangat siap menghadapi kaum minoritas yang dikenal sangat fanatik dan agresif dalam memurtadkan umat Islam, dimana target jangka panjangnya adalah menjadikan Indonesia negara Kristen kedua di Asia setelah Filipina.

Berikut ini wawancara dengan Ketua MUI dan FKUB Kabupaten Bekasi, KH Sulaiman Zachawerus seputar Kristenisasi yang semakin gila-gilaan di Bekasi tanpa mengindahkan peraturan dan etika hubungan antar agama, serta bagaimana reaksi umat Islam dalam menghadapi bahaya pemurtadan tersebut.          

Penghinaan terhadap Masjid Agung Al Barkah dan pelecehan Al Qur’an oleh kaum Kristen (Nasrani), bagaimana reaksi umat Islam Bekasi ?
Waktu kejadian pada 2 Mei lalu, mereka mendompleng Hari Kebangkitan Nasional. Waktu itu Masjid Al Barkah dalam keadaan sepi sehingga tidak ada yang bisa menghalangi. Sebab masjid bukan seperti gereja yang selalu terkunci, masjid selalu terbuka 24 jam sehari. Kita tidak tahu apa maksud mereka menghina masjid.

Gerombolan Kristen ini dengan sengaja menciprati seorang takmir masjid dengan air yang  berarti pemberkatan. Pemberkatan berarti mengusir roh setan yang ada pada umat Islam.  Itu jelas kelakuan kurangajar, berarti umat Islam dianggap seperti setan.

Tetapi langkah gerombolan Kristen  memasuki masjid dengan membawa atribut salib dan bintang david Yahudi, jelas mempunyai maksud tertentu. Apa dia ingin menunjukkan diri sudah berani dengan mengatakan kepada kelompoknya kalau umat Islam penakut,  sehingga bisa terjadi pengertian yang bermacam macam. Jelas ini membuat kisruh di kalangan umat Islam, sehingga forum anti pemurtadan Bekasi Ahad (9/5) lalu mengadakan apel akbar, yakni menyerukan sikap umat Islam Bekasi.  Ini jelas merupakan penistaan agama.  Seharusnya aparat keamanan seperti polisi dan Pemda pro aktif menyelesaikan masalah ini, dan terhadap oknum-oknum yang bertanggung jawab harus dihukum.
Bagaimana menurut anda tanggapan Walikota Bekasi Mochtar M  setelah kejadian itu ?
Sampai sekarang Walikota masih diam saja, belum ada reaksi apa-apa. Saya sudah ketemu dengan Wakil Walikota untuk minta klarifikasi tentang masalah ini. Mengapa Wakil Walikota sebagai Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi kok dipakai untuk pawai alegoris.  Wakil Walikota berjanji akan melakukan somasi terhadap Benny Tunggul, orang yang dianggap mencatut nama BNK Bekasi dan dirinya dari sekelompok orang  dengan membawa nama panji-panji salib dan bintang david Yahudi. Kasus yang melibatkan sekolah Bellarminus ini harus diselesaikan secara hukum.  Karena ada penistaan agama orang lain, pelecehan Kitab Suci Al Qur’an dan ada pencatutan nama BNK dan Wakil Walikota Bekasi.

Bagaimana reaksi Kapolres Bekasi menanggapi kasus menghebohkan ini ?
Belum ada reaksi apa-apa, bahkan Kapolres AKBP Imam Sugiyanto sepertinya keberatan dengan orasi para pembicara pada Apel Akbar umat Islam Bekasi di Masjid Al Barkah (9/5) lalu. Seperti orasi Ustad Abdul Kadir Jaelani dan Ustad Abu Bakar Ba’asyir yang menganggap negara ini kafir. Juga ada kata-kata bunuh seperti yang diucapkan Ustad Abdul Kadir Jaelani sebagainya. Menurut Ustad Abu, kalau tidak mengkafirkan berarti jadi kafir, maka harus perang.

Dalam pandangan polisi, ucapan ini bisa jadi delik karena memprovokasi umat. Untung tidak terjadi apa-apa, sebab kalau terjadi bisa dikatakan telah menghasut. Saya akan bilang pada Kapolres, umat Islam mana yang agamanya dihina tidak marah. Paling ini hanya perkataan saja. Buktinya setelah Apel Akbar semua aman, tidak terjadi apa-apa. Seandainya waktu itu ada yang mengkomando serbu, saya yakin Sekolah Bellarminus sudah habis. Bellarminus adalah sekolah Kristen sejak SD, SMP hingga SMA.

Kita masih bisa mengendalikan umat. Artinya, tokoh-tokoh umat, para ulama dan pimpinan umat di Bekasi ini masih berharap adanya dialog, adanya penyelesaian secara cool, sehingga tidak menimbulkan tindakan  anarkhis. Waktu Apel Akbar itu saya diundang sebagai Ketua Forum Komuikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi. Meski persoalannya terjadi di Kota Bekasi, tetapi karena saya ikut aktif memantau berbagai perkembangan Kristenisasi di Bekasi, maka mereka juga mengundang saya pada Apel Akbar tersebut.

Sebagai kelompok minoritas, mengapa orang Kristen di Bekasi berani unjuk kekuatan terhadap umat Islam yang mayoritas ?
Apakah mereka yang berani ataukah kita yang penakut. Kalau mereka berani, tentu ada yang membeking, dimana sudah jelas bekingnya adalah tangan kekuasaan seperti Pemda. Sementara tangan keamanannya seperti Polres atau Kodim.

Ketika Pilkada tahun 2007 lalu dimana Mochtar terpilih sebagai Walikota, konon katanya andil dari pihak Kristen cukup besar untuk terpilihnya. Mungkin berupa donasi atau suara,  sehingga mochtar terpilih menjadi Walikota. Kalau  orang sudah menerima budi seperti itu, tentu saja mereka merasa bisa bertindak sebebas-bebasnya termasuk memurtadkan umat Islam Bekasi. Meski Mochtar sebagai Muslim, tampaknya tidak memiliki izzah untuk menanggani segala macam persoalan umat Islam. Persisnya bagaiman deal antara Walikota dengan pihak Kristen, sejarah nanti yang akan membuktikannya.

Makanya mereka mulai berani unjuk gigi, sepereti mengadakan bazar akbar di Galaksi, kemudian umat Islam langsung di baptis disitu. Tangan meraka dicap gereja  dan dianggap telah sepakat untuk menjadi Kristen kemudian  di babtis, sehingga menghebohkan umat Islam. Juga pembangunan berbagai gereja tanpa izin dan tanpa rekomendasi dari FKUB, Ini menunjukkan kepongahan mereka,  tanpa mengindahkan perasaan umat Islam.

Kalau saya sebagai ketua FKUB di Kabupaten Bekasi cukup tegas. Gereja bisa dibangun kalau sudah memenuhi persyaratan administratifnya dimana 90 dan 60 harus setuju. Tetapi ternyata dalam faktanya ada protes umat Islam di lapangan, maka tidak akan kami berikan rekomendasi. FKUB Kota Bekasi kelihatan lebih kondusif daripada di Kabupaten Bekasi. Persoalannya, tetapi justru menimbulkan kekisruhan.

Menurut anda,  Walikota Bekasi berpihak kepada kaum Kristen ?
Kalau ditanya dia selalu bilang tidak. Tetapi gebrakan-gebrakannya kelihatannya ya. Jadi kita susah membacanya. Walikota Bekasi berasal dari PDI Perjuangan. Kalau mengucakan salam ya fasih.

Apa memang Bekasi menjadi sasaran utama Kristenisasi di Indonesia ?
Posisi Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta, seperi Depok dan Tangerang, sehingga sangat strategis untuk dibangun kekuatan. Ketikaa Menteri Perumahan Rakyat dijabat Cosmas Batubara, semua perumahan difasiitasi untuk orang Kristen, itu jelas ada maksudnya. Anggota DPR RI yang Kristen, sangat memperhatikan apa yang terjadi dengan kasus  pengembangan gereja illegal di Bekasi ini, Jika pembangunan gereja illegal dicegah umat Islam, maka anggota DRR dan Komnas HAM sampai turun ke lapangan.

Seperti pembangunan gereja illegal di Desa Cijalen, mereka menggunakan tanah kosong yang dibeli untuk aktifitas gereja dan diprotes umat Islam. 
Akibatnya FKUB bersama aparat keamanan mengemboknya. Kemudian mereka bikin acara gereja di jalanan. Kapolres menjaga mereka yang mengadakan kebaktian di jalanan tersebut.

Karena pemberitaan itu, akhirnya Kapolres dipanggil Komisi III DPR dan saya juga turut diundang. Anggota Komisi III menganggap ada diskriminasi dan saya jelaskan duduk persoalannya.  Umat Kristen sedang membangun citra bahwa dirinya terzalimi umat Islam. Ini jelas tidak betul ! Mereka sampai memanggil pengamat dari luar negeri. Mereka mengatakan kebebasan beragama dihalang-halangi umat Islam, sehingga aparat keamanan dan pemerintah juga terkena, seperti ikut menzalimi umat Kristen.

Padahal selama ini umat Islam tidak pernah menysuahkan umat Kristen. Sebab dalam kasus pembangunan rumah ibadah, punya peraturan sendiri. Sebab kalau dilanggar umat Kristen perlu kita pertanyakan. Dengan adanya FKUB sebagai hasil peraturan bersama antara Mendagri dan Menag, Nomor 8 Tahun 2006, justru makin membuat mereka berpeluang untuk mendirikan gereja, sebab persyaratannya begitu mudah.

Bayangkan, kalau 90 orang pengikut mereka tidak cukup dalam sebuah Kalurahan, mereka bisa mencari pada Kalurahan lain bahkan sampai Kecamatan dan Kabupaten. Kemudian didukung 60 warga yang tidak keberatan dan tidak perlu orang Kristen, sehingga persyaratannya menjadi mudah. Namun ternyata mereka tidak memenuhi syarat, dimana syarat yang begini mudahnya terasa begitu sulit bagi mereka. Memang mereka kekurangan umat tetapi terus ngotot untuk membangun gereja baru di lingkungan perkampungan Islam. 

Saya memiliki pengalaman, dimana Kristen dikenal memiliki 223 sekte dan setiap sekte meminta didirikan gereja sendiri-sendiri. Lha lahannya dimana, sebab kalau diletakkan dalam satu lahan akan terlalu panjang, tetapi kalau dibikin bertingkat maka akan terlalu tinggi. Tetapi kalau Islam masjidnya hanya satu. Siapa saja dan dari mahzab mana saja bisa sholat di masjid yang sama. Tetapi kalau Kristen gerejanya harus satu sekte dengan dia.

Bagaimana seandainya orang Kristen ngotot sehingga terjadi bentrokan dengan umat Islam Bekasi ?
Mereka pasti akan terkena batunya, sebab umat Islam itu seperti kata orang Betawi “lu jual ku borong”. Kita selama ini kan sebagai umat yang paling toleran. Di negeri yang mayoritas muslim, semua umat yang berlainan agama akan dilindungi, mereka tidak akan diapa-apakan. Berbeda dengan umat Islam di negara yang mayoritas Kristen atau lainnya, maka umat Islam akan dinista, disiksa dan dibunuh.

Kalau penistaan yang mereka tujukan kepada umat Islam Indonesia yang mayoritas dilakukan terus menerus  seperti yang kita baca di blok-blok internet dimana penistaan mereka luar biasa terhadap Islam, umat Islam sekarang sudah muak dengan segala aksi merekadan sudah habis kesabarannya, dimana ada saatnya kita sudah tidak tahan lagi. Saya sudah bilang pada aparat Kepolisian, sebagai orang tua yang masih sabar dengan umat ini, tetapi pada yang lain saya akan lepas tangan. Terbukti demo umat Islam pada Jum’at (14/5) lalu berjalan damai dan tidak anarkhis.

Sepertinya pihak Kristen Bekasi sengaja memancing supaya umat Islam bertindak anarkhis ?
Saya kira begitu. Ada skenario besar dibalik itu ! Seperti kasus mbah Priok, dan ini bisa terjadi di Bekasi. Apa motifasinya, sepertinya ada yang menutup-nutupi scenario politik yang diatas dan lebih besar lagi seperti kasus Century. Sehingga perhatian masyarakat nanti akan beralih pada kasus besar tersebut. Padahal selama ini masyarakat Bekasi rukun-rukun saja, meski di dalam terasa panas. Berbagai ruko dan perumahan digunakan sebaagi rumah ibadah tanpa izin, sehingga diprotes umat Islam namun tidak digubris. 

Kalau umat Islam Bekasi terus menerus diprovokasi, apa mungkin bisa menjadi Ambon kedua ?
Saya tidak berharap begitu, tetapi tidak mustahil bisa terjadi seperti itu. Kalau kita terus dipancing, seperti Kota Harapan Indah yang akan dibangun gereja terbesar di Indonesia Santo Albertus dan dibangun tiga patung wanita, dimana jelas mencederai Bekasi sebagai Kota Santri dan Kota Syuhada. 
Dimana pada waktu itu para pejuang Islam Hizbullah yang diimpin KH Noer Ali sama bertempur melawan tentara Kristen Belanda dan berhasil mengusirnya dari Bekasi. Banyak pejuang Hizbullah yang mati syahid di Bekasi ini. Sekarang kota ini dinista kaum Kristen dengan patung perempuan setengah telanjang dan dibangun gereja diberbagai tempat yang mayoritas beragama Islam. 

Padahal di dekat Kota Harapan Indah terdapat Pondok Pesantren At Taqwa, kalau di Jawa itu termasuk daerah Kauman. Tetapi dengan bangga mereka akan membangun gereja terbesar di Indonesia yang diprotes umat Islam. Tetapi selama ini protes umat Islam tidak pernah digubris, padahal latar belakang perijinan pembangunan gereja itu muncul dengan cara penipuan terhadap umat Islam setempat. Katanya tanda tangan buat blangko kerja, tetapi kemudian mereka sama di baptis. Lama kelamaan mereja jadikan ijin pembangunan gereja dan diajukan ke Walikota, dimana mereka berdalih telah disetujui umat Islam. Ini merupakan penipuan terhadap umat Islam dan tindakan tidak fair. 

Bagaimana sebaiknya sikap umat Islam Bekasi dalam menghadapi provokasi kaum Kristen ini ?

Kita akan selalu menempuh jalan musyawarah. Kita akan undang Pemda dan aparat keamanan untuk menertibkan tindakan yang tergolog pada pencemaran agama ini, seperti kasus Masjid Al Barkah. Berbagai gereja illegal supaya mengajukan permohonan agar menjadi legal dan sesuai dengan persyaratan yang ditempuh dan jangan sampai curang sesuai dengan UU dan peraturan yang berlaku.

Jangan sampai memancing umat Islam pada tindakan anarkhis. Sebab kalau sampai terjadi sekali lagi, maka itu sudah tidak terelakkan lagi. Sebab umat Islam sudah terlalu banyak menahan sabar. Kalau sampai meletus akan menjadi bom waktu, bisa menjadi Maluku atau Ambon kedua di Bekasi.

Saya sebagai orang yang dituakan umat Islam Bekasi, berusaha mendekati pihak Pemda dan aparat keamanan untuk diwaspadai. Aparat Kepolisian harus pro aktif untuk menyelesaikan secara hukum dan menindak orang-orang yang bertanggungjawab menodai Masjid Al Barkah. Sementara itu berbagai pembangunan gereja illegal harus dihentikan terlebih dulu.
Para pencemar Masjid Al Barkah harus dihukum dengan setimpal. Sebab kalau dibiarkan, maka umat Islam yang akan menghukumnya. Sekarang umat Islam masih bisa menahan diri, tetapi kalau saatnya sudah tidak bisa menahan diri bagaimana, itulah yang dikhawatirkan. Kita selalu mencari solusi terbaik.  (Abdul Halim/suara islam)
***

Pejuang Islam dari Maluku Utara
Nama KH Sulaiman Zachawerus sudah tidak asing lagi bagi kalangan aktifis Islam di Kota dan Kabupaten Bekasi. Sebagai Ketua Garda Umat Islam Kota Bekasi (GAMIS), Ustad Sulaiman berperan sangat aktif dalam membentung upaya Kristenisasi dan pemurtadan umat Islam Bekasi.

Meski lahir di Jakarta pada 25 April 1948, namun kedua orang tuanya asli dari Ternate-Halmahera  Maluku Utara. Maka tidaklah mengherankan jika bapak 10 anak dan suami dari 2 istri ini sangat bersemangat membela eksistensi umat Islam di Ternate dan Halmahera sebagai asal kampung halamannya dan umat Islam di Bekasi sebagai daerah tempat tinggal sekarang ini. Segala potensinya dikerahkan demi kejayaan Islam di Indonesia dan selalu siap jiwa raga dalam menghadapi setiap rongrongan eksistensi umat Islam di Indoensia. (Lim)

Jumat, 25 Juni 2010

Dikritik Sejumlah Pihak, Menteri Agama ''Tantang'' Negara Adidaya

JAKARTA (Addakwah.com - Menteri Agama Suryadharma Ali, menyatakan penyelenggara haji tidak semudah diperkirakan awam karena betapa sulit memberangkatkan 211 ribu peserta calon haji 2010 dalam satu bulan.

"Saya tantang negara adikuasa dan saya akan acungin jempol jika ada negara yang mampu memobilisasi 211 ribu peserta haji dalam satu bulan pulang pergi," ujarnya.

Suryadharma menilai adalah sulit mengurus dan memberangkatkan haji yang usianya bervariasi antara 17 hingga 70 keatas dengan kondisi fisik tidak stabil dan menghadapi kendala bahasa.

"Tunjukan negara mana yang bisa menggerakan 211 ribu penduduknya ke suatu negara dengan kondisi yang bermacam-macam. Ini bukan pekerjaan yang mudah dan supaya para pengamat melihat dengan jernih," katanya lagi.

Menteri Agama mengungkapkan, banyak negara yang justru mengagumi Indonesia dalam mengelola penyelenggaraan haji dan banyak dari mereka yang mencontoh sistem pelayanan haji yang dipraktikkan Indonesia.
"Indonesia diminta sejumlah negara untuk menyelenggarakan haji seperti Rusia, Kazakhstan, Nigeria dan negara-negara di Eropa Timur," kata Suryadharma.

Sebelumnya, bagi Anda yang akan berhaji tahun ini dapat bernafas dengan lega. Pasalnya, Kementerian Agama akan mengumumkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2010 pada hari ini.

“Insya Allah kita akan umumkan BPIH,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali saat seusai acara penyerahan sertifikat ISO 9001:2008 di Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta.

Namun Suraydharma enggan merinci kisaran angka yang akan diterapkan dalam biaya haji tahun ini. “Saya tidak bisa kasih kisaran, tapi yang pasti turun dari tahun kemarin,” tandasnya.

Meski demikian, Kemenag tetap akan melakukan peningkatan pelayanan untuk memberi kenyamanan kepada jamaah haji.

“Tahun ini kita mendapat (pemondokan jamaah) ring II berada di 4 kilometer, berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7 kilometer. Dengan pengurang ini dipastikan biaya transportasi dapat berkurang,” paparnya.

Sementara itu, Suryadharma memastikan bunga dari dana Rp25 juta yang menjadi pembayaran awal jamaah tidak akan digunakan sepeser pun untuk pegawai Depag.

“Tetapi untuk meningkatkan pelayanan. Misalnya biaya haji Rp40 juta dan dibayar oleh jamaah Rp35 juta, maka sisanya akan disubsidi dari keuntungan tersebut,” tegasnya.

Menteri Agama RI Suryadharma Ali membantah rumor dan tuduhan bahwa Kementerian Agama mengkorupsi dana Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

"Saya menolak tuduhan bahwa Kementerian Agama mengkorupsi dana BPIH," kata Suryadharma Ali, menanggapi kritik sejumlah pengamat.

Menteri menyatakan, dalam rangka akuntabiltasi, dana BPIH akan diawasi langsung oleh DPR RI, disamping oleh pengawasan internal dari BPKP (Badan dan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) dan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.

Setelah penyelengaraan haji selesai, BPIH akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sementara laporan keuangan BPIH akan dilaporkan ke Presiden dan DPR RI paling lambat tiga bulan setelah operasional penyelenggaraan haji.

Kementerian Agama menegaskan, menolak tuduhan korupsi karena banyak lembaga yang mengawasi penyelenggaraan haji.

"Penyelenggaraan haji tidak semudah seperti yang diperkirakan dan tidak sekotor yang diperkirakan," katanya dalam sebuah acara pengarahan internal berkaitan penganugerahan ISO 9001-2008. (fn/a2nt/ok) www.suaramedia.com

Hikmah di Balik Gerhana


Ikhwati fillah,

Gerhana matahari maupun bulan merupakan fenomena alam yang ditakdirkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Di mana gerhana matahari akibat posisi bulan yang berada di antara matahari dan bumi sehingga menghalangi cahayanya, dan gerhana bulan akibat posisi bumi yang berada di antara matahari dan bulan sehingga tidak bisa memantulkan cahaya matahari ke bumi.

Pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam telah terjadi satu kali gerhana matahari, tepatnya menurut ulama pada tanggal 29 Rabi’ul Awal tahun 10 Hijriah, karena memang gerhana matahari tidak terjadi kecuali pada akhir bulan Hijriah sedangkan gerhana bulan pada pertengahan bulan Hijriah. bertepatan dengan meninggalnya putra beliau tercinta yaitu Ibrahim.

Hal ini merupakan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena masyarakat jahiliyah dahulu berkeyakinan bahwa gerhana terjadi karena kematian atau lahirnya seorang bangsawan atau yang berkedudukan tinggi, maka Allah Ta’ala Hendak membatalkan keyakinan ini dengan menjadikan gerhana di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam bertepatan dengan meninggalnya putra beliau, untuk menjelaskan bahwa gerhana adalah murni phenomena alam yang ditakdirkan Allah Ta’ala dan tidak ada kaitannya dengan kejadian apapun di muka bumi.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:



Dari Abu Mas'ud radhiyallahu anhu berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda kebesaran Allah, di mana Allah menakuti hamba-Nya. Tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang manusia, akan tetapi keduanya merupakan dua tanda kebesaran Allah, apabila kalian menyaksikannya, maka laksanakan shalat dan berdoalah kepada Allah sehingga dikembalikan kembali oleh Allah” (HR Bukhari dan Muslim, nas ini lafaz Muslim 4/463 hadits nomor 1516).

Pelajaran penting yang kita bisa ambil dari gerhana matahari maupun bulan adalah:

Pertama: keduanya merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Ta’ala yang menciptakan alam semesta ini, menguasainya, serta mengaturnya. Tidak ada satupun yang dapat menghalangi Allah Ta’ala, ketika Allah Berkehendak untuk merubah aturan alam sebentar diluar kebiasaan, untuk menunjukkan betapa lemahnya manusia dan betapa agungnya Allah, maka manusia tidak layak untuk menyombongkan dirinya di hadapan Allah, jadi sepantasnya manusia tunduk patuh kepada peraturan dan hukum Allah tidak kepada yang lain.

Kedua: merupakan kehendak Allah untuk menakuti hamba-hambanya dengan mengingatkan mereka dari kelalaian dan dosa. Di mana dengan bertambahnya fitnah dan kerusakan di muka bumi yang sebenarnya karena tingkah laku manusia, maka hikmah Allah Ta’ala berkehendak untuk menyadarkan mereka, dan bahwa azab dan siksaan-Nya di neraka lebih pedih dan kekal.

Namun di zaman sekarang, di mana manusia sudah menilai kejadian di bumi hanya dengan kaca mata materi tanpa menoleh ke sisi syar’i. Mereka mengatakan ini hanya sekedar phenomena alam biasa, tanpa melihat siapa yang menakdirkannya dan apa tujuannya.

Ketiga: bahwa kejadian-kejadian alam tidak ada hubungannya dengan kematian atau lahirnya seseorang, karena jika Allah Berkehendak untuk menjadikan sesuatu, maka terjadilah. Jadi murni karena kehendak Allah, maka barangsiapa meyakini bahwa kejadian alam ada kaitannya dengan kematian dan lahirnya seseorang maka dia telah menetapkan adanya pengatur alam semesta selain Allah Ta’ala.

Wallahu a'lamu bis-shawab. [abu raidah/voa-islam.com]

Tata Cara Sholat Gerhana


Ikhwati fillah,
Sebagaimana kita mengetahui bahwa gerhana matahari dan bulan merupakan fenomena alam yang tidak seperti biasanya, maka Allah Ta’ala mensyariatkan atas kita melalui lisan Nabi-Nya yang mulia shallallahu alaihi wasallam shalat gerhana yang mungkin memiliki tata cara yang tidak lazim bagi kita yang disebut shalat kusuf atau khusuf.
Para ulama telah bersepakat bahwa shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah. Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah melaksanakan sholat gerhana satu kali seumur hidup. Dan secara umumnya jumlah rakaatnya dua rakaat dengan empat kali ruku'.
Ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang tata cara shalat gerhana di antaranya:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَعَثَ مُنَادِيًا الصَّلَاةُ جَامِعَةٌ فَاجْتَمَعُوا وَتَقَدَّمَ فَكَبَّرَ وَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِي رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ
Dari Aisyah bahwa telah terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lalu beliau mengutus seorang untuk menyeru “Asholatu Jami'ah,” maka mereka berkumpul dan beliau maju bertakbir dan shalat dua rakaat dengan empat ruku' dan empat sujud. HR Muslim

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ خَسَفَتْ الشَّمْسُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فَأَطَالَ الْقِيَامَ جِدًّا ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ جِدًّا ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَأَطَالَ الْقِيَامَ جِدًّا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ جِدًّا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ قَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ تَجَلَّتْ الشَّمْسُ فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَإِنَّهُمَا لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَكَبِّرُوا وَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ إِنْ مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرَ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا وَلَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ
Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata: telah terjadi gerhana matahari di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam lalu beliau berdiri melaksanakan shalat dengan memanjangkan sekali berdirinya kemudian rukuk dengan memanjangkan sekali rukunya lalu bangkit dari ruku dan memanjangkan sekali berdirinya namun lebih pendek dari yang pertama kemudian rukuk dengan memanjangkan rukuknya namun kurang dari ruku' yang pertama kemudian beliau sujud kemudian beliau melakukan hal yang sama dalam rakaat kedua, kemudian beliau selesai shalat ketika matahari telah kelihatan kembali, lalu beliau berkhutbah dengan bertahmid dan memuji Allah kemudian berkata: “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda kebesaran Allah tidak akan terjadi gerhana karena kematian atau lahirnya seseorang, maka jika kalian menyaksikannya bertakbirlah dan berdoalah kepada Allah dan shalatlah dan bersedekahlah, wahai umat Muhammad  tidaklah seorang pun lebih cemburu dari Allah ketika hambanya laki maupun perempuan berzina, wahai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku tahu niscaya kalian banyak menangis dan sedikit tertawa ketahuilah apakah aku telah menyampaikan ?” (HR Muslim).

Dari hadits-hadits di atas ulama menyimpulkan tata cara shalat gerhana sebagai berikut:

Pertama: shalat gerhana dilaksanakan di masjid, tidak ada azan maupun iqomah sebelumnya, hanya panggilan “Asholatu Jamiah” yang dikumandangkan di pasar-pasar maupun jalan-jalan.

Kedua: bahwa shalat gerhana dua rakaat dengan empat ruku', yakni setiap rakaat dua ruku'.
Sebagian ulama mengatakan jumlah rakaatnya empat rakaat, atau enam rakaat, atau delapan rakaat, atau sepuluh rakaat.
Namun perlu dipahami bahwa gerhana hanya terjadi satu kali di zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam oleh karenanya para ulama besar mentarjihkan riwayat Aisyah yang menjelaskan bahwa shalat gerhana dua rakaat dengan empat sujud, adapun riwayat yang lain maka telah dilemahkan Imam Ahmad, Bukhari, dan Syafi’i. Demikian juga oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Ketiga: bahwa disyariatkan memanjangkan berdiri, rukuknya dan sujudnya sehingga shalat selesai ketika gerhana berlalu. Ulama memperkirakan panjang berdirinya adalah sepanjang surat Al Baqarah. Bahwa panjang berdiri dan ruku' pada rakaat kedua lebih pendek dari yang pertama.

Keempat: bahwa shalat dimulai ketika mulai gerhana dan selesai dengan berlalunya gerhana. Namun ketika shalat selesai sedangkan gerhana masih ada, maka disunnahkan untuk berdoa dan beristigfar.

Kelima: disyariatkan setelah shalat untuk berkhutbah, namun para ulama berselisih dalam hal ini:

Ulama Hanafiyah, Malikiyah, Hanabilah berpendapat bahwa shalat gerhana tidak ada khutbahnya.

Imam Syafi’i, Ishaq dan kebanyakan ahli hadits berpendapat bahwa khutbah hukumnya mustahab.
Yang kuat adalah tergantung keperluan, apabila diperlukan maka diadakan khutbah, sebagaimana dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, namun apabila tidak diperlukan, cukup dengan doa, istigfar dan shalat saja. [Abu Roidah/voa-islam.com]

Shalat Gerhana, Wajib Atukah Sunnah?


Berdasarkan perkiraan, Insya Allah pada hari Jum'at besok, 15 Januari 2010, tepatnya pada sore hari akan terjadi gerhana matahari. Gerhana tersebut adalah gerhana cincin (annular). Namun, di Indonesia yang tampak adalah gerhana sebagian (parsial). Sehingga hanya kawasan tertentu di Indonesia saja yang bisa menyaksikannya.
"Gerhana cincin itu hanya melintas di Afrika bagian selatan, India, Thailand dan China. Di Indonesia, di Sumatera, Kalimantan, Jawa bagian barat dan tengah serta Sulawesi bagian utara," ujar peneliti utama astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, ketika dihubungi detikcom, Senin (28/12/2009).
Gerhana Matahari ini terlihat pada sore hari. "Di Indonesia tergantung wilayahnya, baru ada sekitar pukul 3-4 sore. Di Indonesia Tengah sekitar pukul 4 hingga 5 sore," terangnya.
Penampakan gerhana Matahari di masing-masing wilayah Indonesia juga berbeda-beda. Di Jawa penampakan hanya mencapai sekitar 10 persen, di Kalimantan sekitar 5-20 persen, di Sulawesi hanya 0-7 persen.
"Sumatera mencapai 10-60 persen, yang paling baik di Aceh sekitar 60 persen," tutupnya.
Berdasarkan perkiraan, Insya Allah pada hari Jum'at besok, 15 Januari 2010, tepatnya pada sore hari akan terjadi gerhana matahari.
Apa itu Shalat Gerhana?
Shalat gerhana adalah shalat yang dilaksanakan ketika terjadi gerhana matahari atau bulan. Seringnya, untuk gerhana matahari diistilahkan dengan shalat kusuf, sedangkan untuk gerhana bulan dengan shalat khusuf. Namun terkadang kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama. Artinya kusuf bisa digunakan untuk gerhana matahari dan bulan, begitu juga khusuf.
Fenomena gerhana merupakan dua tanda di antara tanda kebesaran Allah. Terjadi bukan karena lahirnya seseorang, sembuh dari sakit parahnya, atau karena kematiannya. Namun keduanya terjadi semata-mata karena kehendak Allah untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya dan untuk menakut-nakuti hamba-Nya.
Fenomena gerhana merupakan dua tanda di antara tanda kebesaran Allah. Terjadi bukan karena kematian lahirnya seseorang, sembuh dari sakit parahnya, atau karena kematiannya.
Diriwayatkan dari Al Mughirah bin Syu'bah radliyallah 'anhu berkata: "Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bertepatan dengan meninggalnya Ibrahim (putra beliau). Lalu orang-orang berkata, "terjadinya gerhana matahari karena kematian Ibrahim." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ اَلشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اَللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا, فَادْعُوا اَللَّهَ وَصَلُّوا, حَتَّى تَنْكَشِفَ
"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Maka jika kalian melihatnya bersegeralah berdoa kepada Allah dan shalat sehingga kembali terang." (Muttafaq 'alaih)
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُخَوِّفُ بِهِمَا عِبَادَهُ
"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Tapi, Allah Ta'ala menakut-nakuti hamba-Nya dengan keduanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Terjadinya gerhana menjadi sebab turunnya adzab kepada manusia. Dan Allah hanya akan menakut-nakuti hamba-Nya dengan sesuatu ketika mereka durhaka kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa takut dan mencegah turunnya musibah, yaitu beristighfar, berdzikir, bertakbir, bershadaqah, membebaskan budak, dan shalat gerhana.
Terjadinya gerhana menjadi sebab turunnya adzab kepada manusia. Dan Allah hanya akan menakut-nakuti hamba-Nya dengan sesuatu ketika mereka durhaka kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya.
Bersegera melakukan shalat ketika melihat gerhana
Tidak semua tanda-tanda kebesaran Allah yang dinampakkan di muka bumi disikapi dengan shalat. Berbeda dengan kejadian gerhana, karena di dalamnya terdapat sesuatu yang menimbulkan rasa takut pada diri manusia, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk mendirikan shalat dengan sifat khusus. Beliau bersabda,
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا فَصَلُّوا
"Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian salah seorang manusia. Tapi keduanya adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah, maka jika kamu melihat keduanya segeralah berdiri lalu shalat." (Muttafaq 'Alaih)
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَافْزَعُوا لِلصَّلَاةِ
"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena hidupnya. Maka jika kamu melihatnya bersegeralah melakukan shalat." (Muttafaq 'Alaih)
Hukum Shalat Gerhana
Dari penjelasan hadits di atas menunjukkan bahwa shalat kusuf atau shalat gerhana benar-benar disyariatkan. Hanya saja para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya, wajib ataukah sunnah.
Dari penjelasan hadits di atas menunjukkan bahwa shalat kusuf atau shalat gerhana benar-benar disyariatkan.
Jumhur ulama berpendapat bahwa shalah gerhana hukumnya sunnah mu'akkadah (sangat-sangat ditekankan). Mereka beralasan dengan membatasi shalat wajib hanya yang lima waktu saja. (Lihat: Subulus Salam: II/135)
Imam an Nawawi rahimahullah berkata, "para ulama bersepakat dalam kontek ijma' bahwa shalat gerhana hukumnya sunnah." (Syarh An Nawawi 'Ala Shahih Muslim: (VI/451)
Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, "shalat gerhana hukumnya sunnah mu'akkadah karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakannya dan memerintahkannya." (Al Mughni: III/330)
Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata, "jumhur ulama bersepakat bahwa shalat gerhana hukumnya sunnah mu'akkadah." (Fath Al Baari: II/527)
Berbeda dengan Abu 'Awaanah, secara tegas dalam kitab Shahihnya mengatakan bahwa hukumnya adalah wajib. Aku (Ibnu Hajar) tidak melihat selainnya berpendapat demikian, kecuali keterangan yang diriwayatkan dari Malik, dia memberlakukan shalat gerhana seperti halnya shalat jum'at. (Fath Al Baari: II/527)
Terdapat keterangan dari Abu Hanifah, beliau menghukuminya wajib dan menjadikan batasan berdoa dan shalatnya dengan selesainya gerhana atau tersingkapnya kembali cahaya matahari dan bulan. (Subulus Salam: II/135)
Al Allaamah As Sa'di rahimahullah berkata, "sebagian ulama berpendapat bahwa shalat gerhana hukumnya wajib karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan dan memerintahkannya." (Al Mukhtaraah Al Jaliyyah Min Al Masaail Al Fiqhiyyah: 73)
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata, "sebagian ulama berpendapat bahwa shalat gerhana hukumnya wajib, berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:إِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَصَلُّوْا "Jika kalian melihat peristiwa itu, maka shalatlah."
Dalam kitab Ash Shalah, Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa pendapat ini adalah pendapat yang kuat, yaitu pendapat yang menyatakan hukumnya wajib. (Kitab Ash Shalah karya Ibnul Qayyim: 15)
DR. Said bin Ali bin Wahf Al Qahthani pernah mendengar pendapat yang disampaikan oleh guru beliau, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, "shalat gerhana hukumnya sunnah mu'akkadah, namun ada juga yang mengatakan hukumnya wajib. Pendapat yang terakhir ini adalah pendapat yang kuat."
Namun yang jelas bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah melaksanakan dan memerintahkannya. Bahkan, ketika tejadi gerhana, beliau keluar dengan tergesa-gesa seraya berseru bahwa gerhana itu terjadi untuk menakut-nakuti manusia. Beliau lalu menyampaikan khutbah yang luar biasa, bahwa surga dan neraka pernah dinampakkan kepada beliau.
Menurut Syaikh Al Qahthani, semua ini menjadi indikasi wajibnya shalat gerhana. Seandainya, shalat gerhana tidak wajib, sehinga umat manusia tidak berdosa karena meninggalkannya padahal Nabi telah memerintahkannya, niscaya hal ini perlu ditinjau kembali. (Ensiklopedi Shalat: III/16)
Bagaimana gerhana ini bisa menjadi sarana untuk menakut-nakuti manusia, sedangkan terjadinya peristiwa itu dianggap sebagai kejadian biasa? Di mana letak adanya rasa takut?
Bagi kaum muslimin yang menyaksikan kejadian gerhana tidak boleh bersikap acuh tak acuh terhadapnya. Dan terus menerus menyibukkan dirinya dengan perdagangan masing-masing, tenggelam dalam permainan, atau sibuk dengan ladangnya. Justru inilah yang dikhawatirkan menjadi penyebab turunnya adzab dengan terjadinya gerhana, sebagaimana yang telah diingatkan dalam hadits.
Kemudian Syaikh Sa'id Al Qahthani menyimpulkan, bahwa pendapat wajibnya shalat gerhana lebih kuat dari pada pendapat yang menyatakan hukumnya sunnah." (Ensiklopedi Shalat: III/16)

. . .bahwa pendapat wajibnya shalat gerhana lebih kuat dari pada pendapat yang menyatakan hukumnya sunnah. . .  (DR. Sa'id al Qahthani)

*Catatan: Jika di suatu daerah tidak nampak gerhana, maka tidak ada keharusan melaksanakan shalat gerhana. Karena shalat gerhana ini diharuskan bagi siapa saja yang melihatnya sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Sholat Ya, Gerhana Bulan Malam Ini

JAKARTA (addakwah.com) – Gerhana Bulan Parsial insya Allah akan terjadi nanti malam pukul 17.15 WIB hingga 20.00 WIB. Jangan lupa shalat sunnah gerhana (khusuf).
Masyarakat Indonesia mendapatkan kesempatan langka untuk melihat gerhana bulan parsial yang akan berlangsung nanti malam, Sabtu, 25 Juni 2010 dari pukul 17.15 WIB hingga 20.00 WIB. Gerhana bulan akan mencapai titik parsial pada pukul 18.40 WIB.
“Bulan sendiri akan terbit sekitar pukul 17.40 WIB sehingga saat terbit pun sudah terjadi gerhana,” ujar Kepala Observatorium Boscha, Hakim Malasan, Jumat 25 Juni 2010.
Hakim menjelaskan gerhana bulan akan berlangsung sekitar dua jam. Titik maksimal 50 persen bulan tertutup bayangan bumi pada pukul 18.40 WIB. Bayangan bumi berangsur-angsur meninggalkan bulan pada pukul 20.00 WIB.
Menurut Hakim, jika cuaca dalam keadaan cerah maka masyarakat dapat melihat dengan jelas gerhana bulan parsial. Gerhana bulan parsial akan terjadi di ufuk timur bumi.  “Bisa dilihat dengan mata telanjang di ufuk timur,” ujarnya.
...Nanti malam masyarakat Indonesia mendapatkan kesempatan langka untuk melihat gerhana bulan parsial. Siklusnya 18 tahun sekali...
Ia menambahkan walaupun tidak sesering gerhana matahari, namun peristiwa gerhana bulan parsial termasuk peristiwa langka di Indonesia. Tahun ini hanya terjadi dua kali gerhana bulan parsial, yaitu 26 Juni 2010 dan 21 Desember 2010.
“Siklusnya 18 tahun sekali, untuk tahun ini hanya negara yang garis lintangnya sama dengan Indonesia dapat melihat gerhana ini,” pungkasnya.
Sambut gerhana bulan dengan Shalat Khusuf
Bila terjadi gerhana bulan, Rasulullah SAW memberikan tuntunan shalat sunnah Khusuf (shalat gerhana bulan) dua rekaat.
Seluruh ulama sepakat bahwa Shalat Khusuf atau shalat gerhana benar-benar disyariatkan berdasarkan nas yang tsabit. Hanya saja mereka berbeda pendapat, wajib ataukah sunnah. Menurut jumhur ulama, shalat gerhana adalah sunnah muakadah, namun menurut yang lainnya adalah wajib, karena Rasulullah melaksanakan dan memerintahkannya.
Gerhana adalah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menakut-nakuti para hamba-Nya. Allah berfirman: “Dan kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti” (Al-Isra’ 59).
...Seluruh ulama sepakat bahwa Shalat Khusuf atau shalat gerhana benar-benar disyariatkan berdasarkan nas yang tsabit...
Ketika terjadi gerhana matahari, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bergegas keluar, menarik bajunya, lalu shalat bersama umat manusia, dan memberitakan kepada mereka, bahwa gerhana adalah satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Dengan gerhana tersebut Allah menakut-nakuti hamba-Nya, karena boleh jadi merupakan sebab turunnya azab untuk manusia. Maka beliau memerintahkan untuk ;mengerjakan amalan yang bisa menghilangkannya, antara lain mengerjakan shalat, berdoa, istigfar, bersedekah, memerdekakan budak, dan amalan-amalan shalih lainnya ketika terjadi gerhana, hingga hilang musibah yang menimpa manusia. [taz]
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha