Jumat, 02 Juli 2010

Kapolri Baru Harus Punya Surat Keterangan Berkelakuan Baik

addakwah.com --Jakarta - Masa jabatan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri akan segera berakhir. Pengganti Kapolri pun diminta agar punya surat kelakuan baik. Surat itu bisa dikeluarkan oleh beberapa institusi di luar Polri.

"Sebaiknya Komisi III sudah harus berpikir agar meminta surat kelakuan baik dari calon Kapolri," kata Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho dalam diskusi 'Polisiku Ulang Tahun' di Warung Daun, Jl Cikini Raya. Jakarta Pusat, Sabtu (3/7/2010).

Ada beberapa lembaga yang dinilai ICW berkompeten untuk mengeluarkan surat tersebut. Mulai dari KPK, Komnas HAM hingga Komisi Ombudsman. ICW memandang surat kelakukan baik itu diperlukan agar pengganti Kapolri kelak benar-benar menjaga integritas.

Sementara itu, anggota Komisi III Nasir Djamil mengatakan, jika tensi menjelang pemilihan Kapolri yang baru sudah mulai meninggi. Masing-masing calon, menurut Nasir, bahkan sudah membentuk tim suksesnya.

Kondisi ini cukup disayangkan oleh Nasir. Jika nanti sudah terpilih Kapolri yang baru, tidak tertutup kemungkinan, orang tersebut akan membawa tim suksesnya duduk di posisi yang strategis.

"Nanti kan (yang terpilih) dia akan bawa gerbongnya. Yang tidak dukung, akan
ditempatkan di tempat yang tidak baik," tegas Nasir.

(mok/gus) (sumber: detik.com)

SBY Buka Muktamar Satu Abad Muhammadiyah dari Madinah

Madinah - Muktamar ke-46 Muhammadiyah atau Muktamar Satu Abad Muhammadiyah resmi dibuka. Presiden SBY membukanya secara resmi dari kota Suci Madinah Al Munawwaroh, Arab Saudi.

Presiden SBY berpidato dan membuka muktamar ini melalui video conference, Sabtu (3/7/2010), sekitar pukul 07.00 waktu Madinah atau 11.00 WIB. Pembukaan Muktamar berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, sedang SBY berada di ruang lobi Hotel Oberoi Madinah.

Presiden SBY dan Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono didampingi sejumlah menteri. Antara lain Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Mendiknas M Nuh, Seskab Dipo Alam, Ketua DPD Irman Gusman, dan sejumlah anggota DPR.

Saat membuka muktamar, SBY dan rombongan mengenakan pakaian serba putih. SBY dan rombongan mengikuti seluruh rangkaian pembukaan muktamar Muhammadiyah melalui layar televisi.

Dalam sambutannya, SBY mengawali penjelasannya mengapa tidak bisa hadir langsung di Yogyakarta. SBY menjelaskan perjalanannya ke Toronto, Kanada untuk menghadiri KTT G20, kemudian ke Turki untuk melakukan kunjungan kenegaraan, dan ke Arab Saudi untuk melakukan ibadah umrah.

SBY kemudian menilai tema muktamar 'Satu Abad Muhammadiyah, Gerak Melintasi Zaman, Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama' sangatlah tepat. Selama ini, Muhammadiyah telah berkhidmat dengan banyaknya amal usaha di bidang pendidikan dan sosial.

SBY mengapresiasi Muhammadiyah mengambil tema ini terkait peradaban utama. Bagi SBY, peradaban utama adalah peradaban dengan Islam yang penuh damai.

SBY menyatakaan kebanggaannya terhadap Muhammadiyah yang merupakan organisasi massa terbesar di Indonesia, bahkan terbesar di dunia. SBY juga menyampaikan ucapan selamat dari Ibu Negara Ani Yudhoyono atas pelaksanaan Muktamar Aisyiyah.

Akhirnya,  SBY  menyampaikan selamat kepada muktamirin untuk bermuktamar. "Dari Madinah, saya mengucapkan selamat bermuktamar," kata SBY yang disambut tepuk tangan.

Sebelum berpidato, Presiden SBY juga mendengarkan pidato Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dalam sambutannyan Din menyampaikan terima kasih kepada Presiden SBY yang berkenan membuka muktamar dari Madinah. "Semoga ada berkah dari Madinah untuk Muhammadiyah," kata Din.

Din juga menyampaikan bahwa selama ini tidak ada pertentangan Muhammadiyah dengan pemerintah. Din juga yakin bahwa Presiden SBY juga memiliki ikatan batin dengan Muhammadiyah.

Din juga menegaskan posisi Muhammadiyah terhadap pemerintah. "Muhammadiyah siap bekerja sama dengan pemerintah.  Tapi, posisi Muhammadiyah adalah loyal kritis," tegas Din.

Hadir dalam pembukaan Muktamar ke-46 Muhammadiyah di Stadion Mandala Krida, para pejabat negara, pimpinan ormas dan parpol, para dubes asing, dan tokoh-tokoh nasional. Sejumlah tokoh nasional yang hadir, antara lain Amien Rais, Syafii Maarif, Jusuf Kalla, dan Hasyim Muzadi.

Pembukaan Muktamar Muhammadiyah oleh Presiden RI dari Madinah melalui video conference baru pertama kali terjadi. Bahkan, ini untuk pertama kalinya Presiden membuka muktamar ormas dari luar negeri melalui video conference.

Video conference antara Presiden SBY di Madinah dengan muktamirin di Yogyakarta berlangsung atas bantuan dari pemerintah Arab Saudi. Acara ini juga disiarkan secara live oleh Madina TV.
(asy/gah) (sumber: detik.com)

Buru Rekor MURI, 250 Pria Situbondo Ikut KB Vasektomi

addakwah.com --Situbondo - Demi bisa memecahkan rekor Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebanyak 250 pria yang sudah berumah tangga tersebar di Situbondo rela melakukan vasektomi atau lebih dikenal KB Lanang, Sabtu (3/7/2010).

Operasi vesektomi itu dilakukan oleh tim dokter ahli bedah dari Surabaya. Tak hanya pria usia lanjut yang mau melakukan vasektomi, pria-pria yang dikategorikan usia subur juga rela melakukan vasektomi. Alasannya sederhana yakni tidak ingin memiliki anak lagi.

Salah satunya Muhammad Yunus. Pria yang masih berusia 29 tahun ini mengaku  dirinya merasa cukup memiliki 2 anak. "Penghasilan saya minim pak, 2 anak saya rasa sudah cukup. Saya kasihan jika banyak anak justru saya yang tidak mampu menghidupinya, ya termasuk biaya sekolahnya," terang pria warga Desa Kecamatan Mangaran berprofesi sebagai buruh tani saat berbincang dengan detiksurabaya.com di lokasi.

Berbeda dengan Pak Tumyani. Pria berusia sekitar 60 tahun itu rela melakukan
vasektomi karena ingin vitalitasnya bertambah. "Kata teman yang sudah melakukan
vasektomi, katanya bisa meningkatkan kejantanan saya. Kalau anak, saya sudah
punya 5 orang pak," terang Tumyani dengan senyum malu.

Lalu apakah vasektomi tidak berbahaya, Pong Haryadi Susetyo, dokter bedah yang
melakukan operasi menerangkan, jika vasektomi tidak berbahaya. Proses operasi  ringan dan membutuhkan waktu paling lama 30 menit.

"Risikonya sangat kecil, bahkan tidak ada, sebab operasi itu hanya melakukan
pemotongan saluran sperma pada pria melalui bedah pada bagian bawah alat vital
pria, jika mau punya anak yang tinggal disambung lagi," terangnya.

Sementara Kasi Keluarga Berencana pada Kantor BKKBN Situbondo, Sugeng, menjelaskan, kalau program vasektomi atau KB lanang tersebut merupakan program nasional pemerintah dalam rangka mengurangi kepadatan penduduk.

"Jika sukses kami mendapatkan rekor MURI, karena Situbondo salah satu peserta KB lanang terbanyak," terang Sugeng saat dihubungi detiksurabaya.com.
(fat/fat)

Janji Beri Perlindungan, Komisi III DPR Tunggu Kesaksian Yusril

addakwah.com ---Jakarta - Ketua Komisi III DPR menunggu kebersediaan Yusril Ihza Mahendra membuka kasus yang diketahuinya di DPR. Komisi III siap melindungi Yusril secara politik.

"Kalau Pak Yusril mau datang ke Komisi III, silakan datang. Tentu Dewan sebagai lembaga politik wajib menerimanya," ujar Ketua Komisi III DPR Benny K Harman kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jumat (2/7/2010).

Menurut Benny, kalau Yusril memang berniat memaparkan apa saja yang diketahuinya, DPR adalah tempat yang tepat. Komisi III, menurut Benny, pernah memberikan perlindungan kesaksian yang sama kepada mantan Kabareskrim Susno Duadji.

"Susno tidak pernah kita panggil, dulu Susno yang minta perlindungan dalam kaitannya dengan keterangan yang dia berikan mengenai mafia kasus di dalam tubuh Polri yg melibatkan sejumlah Jenderal," jelas Benny.

Sebelumnya diberitakan anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuun berharap Yusril menjadi whistle blower. Diharapkan Yusril menjadi Susno kedua yang mampu mengungkap kasus hukum di masa menjadi Menteri Kehakiman dan Mensesneg.

(van/nwk)

Bahkan Bakteri Pengurai Pun Enggan Pada Mayat Perokok

addakwah.com, LONDON--Di dalam kubur, mayat perokok akan lebih lama menyatu dengan tanah ketimbang mayat orang yang tidak merokok. Begitulah simpulan para ahli forensik dari University of Wolverhampton, Inggris, yang  mengadakan serangkaian penelitian untuk menentukan secara pasti waktu kematian dalam kasus-kasus mencurigakan.

Menghitung interval post-mortem (PMI) - waktu yang telah berlalu sejak seseorang telah meninggal - merupakan salah satu bagian terpenting dari informasi yang akan didirikan dari TKP, dan ini adalah salah satu yang paling sulit untuk mencari tahu. Karena semakin lama mayat ditemukan, metode yang selama ini digunakan semakin tidak akurat. Terlebih lagi, saat tubuh dimakamkan di kuburan rahasia, metode untuk menentukan PMI bisa menjadi tidak dapat diandalkan untuk berbagai alasan: aktivitas serangga membuahkan tanda yang menjadi kurang dari yang diharapkan, atau akan sulit untuk mengatakan apakah tubuh dipindahkan dari lokasi lain.

Christopher Rogers dari University of Wolverhampton, Inggris, yang memimpin penelitian menyebut tiap bagian tubuh ternyata memiliki "masa hancur" yang beragam. Dia mencontohkan tulang rawan,  karena tidak mendapatkan pasokan darah, maka akan rusak lebih lambat dari jaringan lain.

Untuk menguji teori ini, Rogers dan koleganya mengubur kaki babi dalam tanah untuk mensimulasikan penguburan manusia di kuburan dangkal. Mereka meninggalkan kaki untuk menguraikan untuk berbagai panjang waktu sampai 13 minggu.

Hasil penelitiannya disajikan dalam Konferensi Penelitian Forensik dan Pengajaran di Coventry, Inggris, menunjukkan bahwa tulang rawan terurai dalam beberapa tahap yang berbeda. Yang penting, kristal mineral yang terbentuk pada tulang rawan setelah tiga minggu dan menghilang setelah enam minggu, memberikan cap "waktu yang jelas".

Rogers yakin bahwa kristal bisa membuat tulang rawan alat analisis yang berguna dalam menentukan PMI, namun menekankan bahwa studi yang sama perlu dilakukan dalam kondisi yang berbeda, seperti temperatur yang berbeda dan jenis tanah, untuk memeriksa apakah hasil yang konsisten.

Dalam studi terpisah di Nottingham Trent University, Inggris, Andrew Chick meneliti  apakah merokok mempengaruhi perhitungan PMI. Ilmuwan forensik sering melihat serangga memakan mayat, tetapi nikotin dalam tubuh perokok bisa mempengaruhi perilaku serangga "dan mengacaukan waktu perkiraan kematian".

Untuk mengetahui lebih lanjut, Chick dan rekan-rekannya telah meletakkan tiga babi mati di hutan. Dua dari babi telah disuntik dengan nikotin pada  tenggorokannya, untuk meniru daerah mana yang terbesar mengandung nikotin dalam tubuh manusia dan satu lagi tanpa disuntik nikotin.

Penelitian akan dilaksanakan selama lima tahun, tetapi tim telah menemukan beberapa hasil awal yang menarik. Ternyata, lalat menghindari daerah nikotin, dan ketika mereka bertelur di sana, telur-telur itu tidak bergerombol seperti pada bagian yang lain. Bila belatung menetas, mereka juga  menghindari makan di daerah yang kaya nikotin. "Bahkan kumbang pun menjauh," ujarnya, seraya menambahkan hasil ini berarti bahwa tubuh perokok mungkin lebih lambat membusuk dibandingkan non-perokok.

"Jika percobaan ulang mendukung temuan ini, ilmuwan forensik akan perlu untuk membedakan antara tubuh orang yang merokok dan mereka yang tidak," kata Chick. Ia menambahkan, bahan kimia lainnya dapat mengakibatkan hal yang sama juga. "Ada bukti dalam literatur obat-obatan ilegal yang memiliki pengaruh terhadap cara tubuh membusuk: kokain, misalnya, memperbesar ukuran belatung."(sumber: republika)
Red: Siwi Tri Puji.B
Sumber: New Scientist

Astaghfirullah..Diupayakan Teknologi Melawan Kematian

addakwah.com, MOSCOW--“Saya tidak ingin mati karena kematian tidak akan cocok dengan saya,” ungkap investor bangkir 35 tahun, Innokenty Osadchy. Dia telah menemukan cara menerobos kematian.

Osadchy siap membayar untuk membekukan otaknya hingga teknologi membuatnya dapat terus hidup. Namun demikian, dia harus melewati proses transplantasi ke tubuh yang baru.

“Kenapa saya harus mati untuk beberapa dekade? Ini tidak logis,” ungkapnya. Dia menilai hal itu bukanlah kehidupan yang lain, tetapi kelanjutan hidupnya. Dirinya tidak mau mati. Tidak dalam setahun, tidak juga jutaan tahun.

Osadchy dan klien sebuah perusahaan kryonik Rusia, KrioRus, meyakini otak berfungsi seperti perangkat keras komputer. Isinya dapat dibekukan dan kembali dibuka di masa depan. “Kami tahu kepribadian dapat kembali dibentuk otak. Karena itu ketika tubuh seseorang menua, tidak ada alasan untuk menjaganya,” ungkap seseorang yang menjalankan perusahaan itu, Danila Medvedev. Dia mengatakan akan lebih murah, selamat, dan lebih baik dengan membekukan otak, ungkapnya.

Kryonik atau pembekuan manusia untuk dapat kembali hidup dilarang di Prancis. Namun demikian, KrioRus telah membekukan empat tubuh dan delapan kepala manusia dengan nitrogen dilapisi metal. Sebagian dijaga pihak keluarga di rumah. Kebanyakan tersimpan di container di sebuah gudang. “Kamu hanya harus mengaktifkan jantungnya. Maka akan kamu temukan seseorang yang hidup lagi,” terang Medvedev.

Sejak 2005 KrioRus berjalan. Perusahaan ini sudah merekrut 30 klien seperti Osadchy. Jika berminat maka seseorang harus membayar 10 ribu dolar Amerika atau setara Rp 94 juta untuk pembekuan otak, dan 30 ribu dolar atau Rp 282 juta untuk pembekuan seluruh tubuh.
Red: Krisman Purwoko
Rep: c29
Sumber: AFP

Koran Terkemuka AS Anggap Obama ''Bencong'' dalam Memerintah

addakwah.com ---, WASHINGTON--Koran terkemuka Amerika Serikat, The Washington Post, membuat judul "menggelikan" bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden AS Barack Obama, "Obama: Presiden Perempuan Pertama Kita". Ini adalah puncak dari serangkaian pemberitaan mereka yang selama ini rajin menyoroti kinerja mantan senator yang kemudian memimpin negara adidaya itu.

Setidaknya, koran ini menandai sejumlah momen pada tahun pertamanya di Gedung Putih: menandatangani tagihan stimulus ekonomi, mendorong Kongres untuk meluluskan reformasi layanan kesehatan, bepergian ke luar negeri, dan menjunjung tinggi tradisi seperti White House Easter Egg dan makan malam kenegaraan. Pendek kata, kebijakan Obama dinilai terlalu ragu dan flamboyan.

Dalam kolomnya, koran ini mengingatkan pembacanya pada julukan Toni Morrison saat Bill Clinton menjabat presiden, dengan menyebutnya sebagai "presiden kulit hitam pertama kita."

Penulis kolom itu, yang adalah kolumnis senior Washington Post, Kathleen Parker, menggarisbawahi judul itu tidak dimaksudkan bahwa Obama benar-benar seorang "presiden yang girlie" atau dia tidak cukup "coboy" untuk menjadi seorang presiden.

"Ini adalah bahwa pendekatan yang feminin dalam pengertian normatif. Artinya, kita memandang dan menilai dirinya sesuai dengan harapan budaya, dan dia tidak tepat menempatkan dirinya," ujarnya.

Menurutnya, Obama menampilkan banyak kiasan keperempuanan. "Saya mengatakan hal ini dengan cara yang terbaik. Saya tidak berpikir bahwa melakukan hal-hal seperti wanita adalah sebuah bukti kekurangan," ujarnya.

Krisis minyak BP, katanya, menunjukkan dengan kasat mata bagaimana gaya retoris Obama telah menghambat efektivitasnya. Presiden mungkin tidak memiliki kemampuan untuk "menyumbat lubang sialan itu," seperti yang ia katakan dalam salah satu pernyataannya. "Tapi ia memiliki wewenang untuk intervensi langsung dan itu tak dilakukannya," tulisnya.

Sebaliknya, kata Parker, Obama menghabiskan banyak waktu --sebelum akhirnya bersikap apa yang disebutnya sebagai banci -- untuk menimbang, mengingat, bahkan memberikan lelucon untuk makan malam Gedung Putih dengan asosiasi wartawan bahwa ia seharusnya berada di Air Force One ke pantai Louisiana.

Ia menyebut pemerintah AS saat ini kurang greget. Berbeda dengan pidato berapi-api Obama saat mencalonkan diri dimana pidatonya penuh dengan semangat. Juga saat berpidato di hari ke-56 pascakrisis global yang dinilai menampilkan hanya 13 persen suara pasif, tingkat tertinggi yang diukur dalam pidato seorang presiden abad ini, menurut Global Language Monitor, yang melacak dan menganalisis bahasa.

"Obama dapat membuktikan untuk menjadi presiden pertama laki-laki kami yang membayar harga politik untuk bertindak terlalu banyak seperti wanita," ujarnya. Pada akhir tulisannya, Parker menyebut ke depan, ia justru berharap ada presiden "perempuan sungguhan" di Amerika Serikat di masa mendatang. Oala...
Red: Siwi Tri Puji.B
Sumber: Washington Post

Uni Eropa: Media Barat Tidak Berimbang Terhadap Islam

addakwah.com --Seseorang yang terbentuk persepsinya tentang Islam di Eropa, hanya berdasarkan surat kabar yang dibacanya di mana-mana, maka dapat dimaklumi jika orang tersebut akan memperoleh kesan bahwa Islam adalah agama yang memiliki kecenderuangan ekstremisme.

Pernyataan itu disampaikan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, HE Julian Wilson, dalam seminar bertajuk  ‘Islam In A Globalising World' di Hotel Intercontinental, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/6) lalu.

Pemberitaan yang dilakukan oleh media di Eropa, kata Wilson, sama sekali tidak memberikan gambaran yang utuh tentang Islam.

Padahal dengan jumlah penduduk Eropa yang begitu besar, terdapat banyak orang Muslim yang memberikan kontribusi berharga kepada masyarakat Eropa.

"Jumlah penduduk Eropa sebesar 5 persen menganut Islam. Terdapat jutaan dari mereka yang memberikan kontribusi kepada masyarakat Eropa," katanya.

Dia mencontohkan, besarnya kontribusi umat muslim di Inggris. Kontribusi positif tersebut menjadi cukup nyata dari daftar penghargaan yang diberikan pada Hari Ulang Tahun Ratu (Queen's Birthday Honours List), di mana 23 orang muslim di Inggris mendapatkan penghargaan atas pekerjaan yang mereka lakukan di berbagai bidang.

Pada tingkat Uni Eropa, jelas dia, ada upaya yang semakin besar untuk melakukan penilaian dan mengembangkan kesadaran tentang dampak yang merugikan dari Islamophobia. Upaya ini sesuai dengan amanat dari Badan Hak Asasi Uni Eropa (EU Fundamental Right), termasuk pemberantasan diskriminasi yang dilakukan atas dasar agama.

Julian Wilson juga optimistis bahwa ada semacam keterbukaan yang semakin besar terhadap dialog antarumat beragama.

Indonesia, kata dia, adalah negara demokrasi terbesar yang mayoritas penduduknya adalah muslim.

Indonesia dalam hal ini memiliki panggilan secara alamiah untuk berperan sebagai pemimpin, dengan mengadakan dialog tersebut yang sesungguhnya telah ditentukan sebagai aspek utama dari kebijakan luar negerinya.

"Sebagai negara demokrasi dari mayoritas muslim yang paling besar, Indonesia mempunyai panggilan jiwa alami untuk memimpin hal ini," katanya, disambut tepuk tangan hadirin. [ain/www.hidayatullah.com]
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha