Senin, 05 Juli 2010

Kini Tersedia "Tiket Berdiri" di Pesawat

Jakarta (addakwah.com) ---Berdiri saat naik bus umum tentu sudah biasa. Tetapi berdiri saat naik pesawat, wow tentu kejutan. 
Berbagai cara dilakukan untuk menjaga agar tiket pesawat tetap murah, tapi inovasi ini mungkin bisa jadi terobosan luar biasa.Maskapai Ryanair di Inggris berencana menjual "tiket berdiri" yang mereka namakan "vertical seating", harganya 4 pound (sekitar Rp55 ribu).

Daily Mail melaporkan bahwa dengan tiket itu, penumpang tidak disediakan tempat duduk tapi bersandar di rak sempit.

Penumpang akan "diikat" dengan sabuk ke bahu mereka, kata maskapai "budget" tersebut.

Tapi, inovasi itu langsung menemui hambatan. Regulator keselamatan penerbangan Eropa mengatakan bahwa cara itu tidak akan memenuhi standard peraturan keselamatan.

CEO Ryanair, Michael O'Leary semalam mengatakan "tiket berdiri" itu akan berjalan sesuai rencana dengan menghapus sepuluh baris kursi di belakang dari 250 pesawat maskapai itu dan menggantinya dengan 15 deret tempat duduk vertikal yang disebut 'vertical seating'.

Dua toilet di belakang juga bisa dibongkar, sehingga ada tambahan 50 penumpang di tiap penerbangan.

O'Leary mengatakan kepada acara' How To Beat The Budget Airlines" di ITV1 bahwa uji keamanan akan dimulai tahun depan.

Penumpang setiap kali buang air harus bayar 1 pound (hampir Rp14 ribu).

Rynair berharap inovasi itu bisa diterapkan ke pesawat dengan waktu hingga satu jam. Jika hal itu sudah bisa dilakukan, maka selanjutnya tiket berdiri akan disediakan untuk semua pesawat armadanya.

Peraturan penerbangan menyebutkan bahwa setiap penumpang harus menggunakan sabuk pengaman selama tinggal landas, pendaratan dan turbulensi.

Keputusan akhir apakah tempat duduk vertikal memenuhi standard keselamatan, ada di Badan Keselamatan Penerbangan Eropa yang berbasis di Cologne, Jerman.

Badan Keselamatan Penerbangan Eropa itu pada pertengahan pekan ini menolak rencana Ryanair.

"

Menurut pengetahuan kami, tidak ada maskapai penerbangan atau operator lain membuat aplikasi untuk kursi berdiri," kata seorang juru bicara badan tersebut.

"Yang mereka usulkan belum pernah terjadi sebelumnya dan sangat tidak mungkin disahkan dalam waktu dekat. Tempat duduk vertikal membutuhkan pergantian UU Eropa untuk sertifikasi penerbangan. Peraturan saat ini sudah sangat jelas bahwa setiap penumpang 'harus disediakan kursi atau jika tidak mampu bergerak, disediakan tempat tidur'. Yang ini tidak masuk dua persyaratan itu. "

Publisitas tiket berdiri itu berhasil mengalihkan perhatian masyrakat dari dari kontroversi kenaikan biaya Ryanair untuk 'ukuran bagasi besar'.

Pemeriksaan koper akan dikenakan biaya hingga 80 pound selama musim panas.

Boeing, yang memasok armada Ryanair Boeing 737-800 dari 273 penumpang jet berkata: "Kami tidak tahu tentang akomodasi berdiri. Persyaratan peraturan yang ketat - termasuk kursi yang harus mampu menahan gaya gravitasi 16 kali - cukup banyak menghalangi rencana tersebut."

Tetapi, juru bicara Ryanair Stephen McNamara berkata: "Kami yakin kursi berdiri dapat lulus tes keamanan.

'Boeing dapat mengirimkan manusia di bulan jadi saya yakin mereka akan membuat hal ini berhasil. 'Kursi sudah semakin ringan dan dan makin banyak kursi bisa masuk ke ruang yang lebih kecil."

O'Leary pernah memanipulasi media untuk mempublikasikan maskapainya di masa lalu. Tahun pada 2006 tiket berdiri itu disebut tiket bersandar. Ketika itu, Ryanair akhirnya mengakui ide tersebut sebagai 'lelucon'. (BRT/ADM/A038)(antaranews)

"Whale Shark", Korban Terakhir Kebocoran Minyak Teluk Meksiko

media dakwah
Jakarta (addakwah.com) --Whale Shark, yang dalam bahasa latin dikenal dengan nama Rhincodon typus, ikan paling besar di lautan, mungkin menjadi korban paling akhir kebocoran minyak yang sangat banyak di Teluk Meksiko.

Beberapa pejabat di National Oceanic and Atmospheric Administration melaporkan baru-baru ini bahwa empat hewan berbintik-bintik itu, yang memiliki panjang 12 meter, telah terlihat berenang di sepanjang perairan yang dipenuhi minyak untuk mencari makanan.

Karena whale shark adalah "pemangsa saringan" --menciduk plankton dan ikan kecil dengan mulutnya yang menganga sewaktu mereka berenang persis di bawah permukaan air-- para ilmuwan prihatian mereka akan menelan sangat banyak minyak beracun dan ... mati!

"Masalahnya ialah ini adalah hewan pemangsa permukaan dan jika mereka mengkonsumsi minyak, mereka akan tenggelam dan kami takkan tahu berapa banyak yang akan menemui ajal," kata Dr Eric Hoffmayer --yang telah mempelajari ikan paus di teluk utara buat University of Southern Mississippi-- sebagaimana dilaporkan wartawan Reuters, Leigh Coleman.

"Saya kira tak ada keraguan bahwa akan ada `whale shark` yang mati akibat kebocoran minyak ini. Itu sebabnya mengapa kami perlu mencantumkan ikan hiu ini sehingga kami dapat memastikan seberapa jauh mereka terkena dampak kebocoran minyak tersebut," kata Hoffmayer kepada Reuters, Jumat (2/7).

Hoffmayer menghabiskan waktu tiga hari di Teluk Meksiko, tempat dia dan peneliti lain mengumpulkan temuan yang sangat luar biasa mengenai lebih dari 100 "whale shark" sedang mencari makanan, sekitar 145 kilometer di sebelah selatan Grand Isle, Louisiana.

Tempat ikan raksasa itu mencari makan berada sekitar 95 kilometer di sebelah barat sumur BP Plc yang meledak, Macondo, pantai Louisiana, dan gerombolan hiu tersebut termasuk yang paling banyak yang pernah disaksikan di bagian utara Teluk Meksiko, kata Hoffmayer.

Selain bahaya karena menelan minyak, minyak yang bocor itu juga dapat menimbulkan bahaya yang tak dapat dikatakan terhadap ikan raksasa tapi rentan tersebut saat mereka memaksa air yang mereka telan, setelah air itu masuk melalui mulut mereka, untuk disaring melalui insang mereka.

Hoffmayer dan satu tim ilmuwan kelautan, Kamis, datang dengan membawa rencana untuk menandai ikan hiu tersebut sehingga mereka dapat melacak gerakan mereka dan berharap mengetahui apakah minyak itu dicerna.

Satu masalah besar, katanya, ialah tak ada cara untuk menghalau "whale shark" menjauhi daerah yang tercemar minyak di Teluk Meksiko.

Para ilmuwan kelautan di Mississippi berharap dapat menyelamatkan spesies tersebut dari minyak, yang mencapai daratan utama Misisipi pekan ini untuk pertama kali, sejak 20 April sumur BP meledak.

"Ini seperti kebakaran hutan di Teluk Meksiko," kata Moby Solangi dari Institute for Marine Mammal Studied di Gulfport, Misisipi.

"Minyak itu menyebar dengan sangat cepat melalui habitat mereka sehingga habitat tersebut menghilang," kata Solangi.

Ia mengatakan dia dan timnya telah menyelamatkan ratusan kura-kura laut yang berlumur minyak dan membuat ruang di satu instalasi yang dikelola oleh lembaga tersebut buat ikan lumba-lumba yang mungkin menyerah terhadap minyak.

"Karena sekarang minyak sudah sampai di sini di Misisipi, hewan itu melarikan diri tapi tak ada tempat yang dapat disambangi," kata Solangi.

"Masalah yang kami semua hadapi sekarang ialah bagaimana membangun kembali alam ini," katanya.

Ia menimpali, "Orang memiliki Palang Merah dan organisasi sejenisnya untuk membangun kembali hidup mereka setelah bencana, tapi ikan lumba-lumba, ikan paus, kura-kura dan semuanya di Teluk Meksiko tak mempunyai apa-apa kecuali habitat mereka, yang sekarang malah terancam."
(Uu.Reuters/C003/S018/P003)(Antaranews)

Pesawat Militer Romania Jatuh, 10 Tentara Tewas


Bucharest (addakwah.com) ---Sepuluh tentara tewas dan tiga lainnya kritis setelah pesawat yang ditumpanginya jatuh. Pesawat untuk latihan terjun payung itu menghantam tanah dan terbakar tak lama setelah lepas landas.

"Pesawat yang sedang menjalankan misi pelatihan terbang untuk terjun payung jatuh pada hari Senin," demikian pernyataan Kementerian Romania seperti dikutip Reuters, Selasa (6/7/2010).

Pesawat tipe Antonov An-2 milik sekolah udara militer tersebut membawa 13 orang, empat kru dan sembilan anggota angkatan laut.

"Sepuluh orang anggota militer tewas dan tiga lainnya terluka dalam bencana udara tersebut," lanjut pernyataan tersebut.

Pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sekitar 35 menit kemudian. Ketiga korban dibawa ke rumah sakit darurat di kota Constanta, 20 km dari lokasi kecelakaan.


(mpr/lrn) Mega Putra Ratya - detikNews

Iran Yakini dan Buktikan Ilmuwan Nuklirnya Diculik, Bukan Membelot

media dakwah
TEHERAN (addakwah.com)--Iran akhirnya menyerahkan sejumlah dokumen baru yang membuktikan bahwa ilmuwan nuklirnya tak secara suka rela ingin pergi ke Abang Sam meninggalkan negerinya, melainkan diculik oleh AS, demikian informasi itu dinyatakan oleh Teheran. Dokumen bukti tersebut--dimana seluruh isi belum diungkap--dilaporkan telah diserahkan ke duta Besar Swiss, yang mewakili diplomasi AS di Iran.

Sang pakar, Shahram Amiri, yang menghilang ketika melaksanakan ibadah Haji di Arab Saudi setahun lalu, diyakini berada di Amerika Serikat. Tiga video yang diduga berisi rekaman pengakuan si pakar muncul baru-baru ini, berisi informasi berlawanan terkait keberadaannya.

Pernyataan Iran tersebut merupakan informasi kontradiksi terbaru dari kasus Shahram. Berbagai informasi dari kedua belah pihak, baik AS atau Iran, dinilai bagian dari perang kata-kata, dimana agen intelijen satu sama lain berupaya membuktikan mereka selangkah lebih maju dari rivalnya.

Sejauh ini belum ada komentar resmi dari kedutaan besar Swiss, tidak pula dari AS terkait perkembangan terakhir kasus tersebut.

Perang Video

AS telah membantah keras penculikan terhadap Shahram. Namun ABC News melaporkan pada Maret bahwa ilmuwan tersebut telah membelot dan membantu CIA mengumpulkan data intelijen terkait program senjata nuklir Iran yang kontroversial. Departemen luar negeri AS menolak menyatakan apakah ia ada di AS.

Pada video pertama dari dua video yang muncul pada 8 Juni, seorang pria mengklaim dirinya Shahram Amiri menyatakan ia telah diculik oleh agen Saudi dan AS, disiksa dan dipaksa untuk menyatakan bahwa telah membelot dan tinggal di Tucson, Arizona.

Sementara di video pertama, yang beredar di internet, Amiri mengataka ia berada di AS atas keinginannya sendiri. Sedangkan di video ketiga, terakhir, yang ditayangkan di TV Iran pada akhir Juni, ilmuwan tersebut membantah tayangan kedua sebagai "rekayasa total' dan menyatakan dia telah melarikan diri.

Media Iran mengatakan Shahram, bekerja sebagai ilmuwan riset di universitas di Tehran. Namun beberapa laporan mengatakan ia bekerja untuk organisasi energi atom negara dan memiliki pengetahuan mendalam atas program nuklir negara itu.


Red: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: bbc

Perundingan Langsung dengan Palestina, walah...Israel Minta Bantuan Amerika

media dakwah
addakwah.com ---Israel akan berusaha mendapat dukungan dan bantuan Amerika minggu ini untuk mengadakan perundingan damai langsung dengan Palestina. Ini dikatakan oleh Perdana Menteri Benyamin Netanyahu.

Katanya, siapapun yang menghendaki perdamaian harus mengadakan perundingan langsung dengan Israel. Ia menolak tuntutan Palestina dan dunia internasional supaya Israel menghentikan pembangunan permukiman di kawasan pendudukan di Tepi Barat dan di Jerusalem timur.

Pemimpin Israel itu akan bertemu dengan presiden Barack Obama hari Selasa di Gedung Putih.
Utusan khusus Amerika untuk Timur Tengah George Mitchell telah bolak-balik antara Israel dan Palestina sebagai penengah dalam perundingan tidak langsung antara kedua pihak.

Presiden Palestina Mahmud Abbas tidak mau berunding langsung dengan Israel sampai Israel menghentikan semua pembangunan permukiman di atas tanah yang diklaim Palestina untuk dijadikan negara Palestina nantinya.
Red: Krisman Purwoko
Sumber: voa

Jenderal Baru AS, Perang di Afghanistan Masuki Tahap Kritis


Kabul (addakwah.com) - Sembilan tahun sudah invasi pasukan asing pimpinan AS terhadap pemerintahan sah Taliban di Afghanistan berlangsung, namun tanda-tanda kemenangan mereka terhadap para pejuang Islam tidak pernah nampak didepan mata. Kemenangan tersebut terkesan semakin menjauh seiring meningkatnya instenstas serangan dari para pejuang Islam terhadap pasukan asing dan sekutunya, sehingga memunculkan pernyataan dari komandan tertinggi AS dan NATO di Afgahnistan yang baru, Jenderal David Patraeus bahwa saat ini mereka tengah mengalami saat-saat yang kritis dalam perang menghadapi pejuang Islam di negara tersebut.

Perang sembilan tahun di Afghanistan telah mencapai tahap kritis, demikian Jenderal Amerika Serikat David Petraeus mengatakan pada hari Minggu, saat ia secara resmi mengambil alih komando 150.000 pasukan NATO memerangi pejuang Taliban yang meningkat.

"Kami terlibat dalam pertarungan keras. Setelah bertahun-tahun perang, kita telah tiba pada saat yang kritis," kata Petraeus kepada para tamu pada acara serah terima komando pimpinan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO di markas pusat Kabul.

"Kita semua mengakui bahwa ancaman itu adalah Taleban, Al-Qaeda dan sekutu pejuang Islam terkait lainnya bagi negara ini, kawasan ini dan dunia," katanya.

Petraeus pekan lalu ditunjuk untuk memimpin semua pasukan asing di Afghanistan setelah pendahulunya, Jenderal Stanley McChrystal, dipecat karena komentarnya dan para pembantunya yang menghina pemerintah AS dalam wawancara sebuah majalah.
..Kita semua mengakui bahwa ancaman itu adalah Taliban, Al-Qaeda dan sekutu pejuang Islam terkait lainnya bagi negara ini, kawasan ini dan dunia,
Pergeseran ini datang pada saat Taliban berada dalam kondisi terkuat mereka sejak digulingkan dari memerintah Afghanistan tahun 2001, dan dengan korban ISAF yang meningkat setiap hari.
Petraeus, mengenakan seragam kamuflase dan berbicara dekat nisan marmer yang didedikasikan untuk pasukan ISAF yang tewas dalam kampanye perang Afghanistan, mengumumkan para komandan senior dan beberapa menteri Afghanistan yang dia angkat, mengisyaratkan perubahan dalam komando, bukan strategi.

Meskipun bulan kemarin adalah paling berdarah bagi pasukan internasional, dia mengatakan pencapaian sedang dilakukan dalam perang yang semakin sulit dan tekanan balik oleh kelompok perlawanan, dengan serangan besar oleh pasukan Amerika dan NATO di jantung markas Taliban di selatan negara tersebut

"Tidak ada yang mudah di Afghanistan," katanya. "Namun, kita semua dapat mengambil semangat dari kemajuan yang telah dibuat di bagian depan keamanan dan seterusnya," kata Patraeus.

Petraeus mendarat di Kabul hari Jumat setelah pengangkatannya dikonfirmasi oleh Senat AS dan Dewan Perwakilan AS yang menyetujui pendanaan sebesar $ 33 miliar (-+ Rp, 300 trilyun) untuk gelombang pasukan tambahan yang ia harapkan akan mengubah keadaan perang.
..Kita harus menunjukkan kepada orang-orang Afghanistan dan kepada dunia bahwa Taliban, Al-Qaeda dan jaringan sekutu pejuang Islam lainnya tidak akan diizinkan untuk sekali lagi mendirikan negara di Afghanistan..
Gelombang tersebut akan menjadikan jumlah pasukan asing di Afghanistan mencapai 150.000 orang.
"Kita harus menunjukkan kepada orang-orang Afghanistan dan kepada dunia bahwa Taliban, Al-Qaeda dan jaringan sekutu pejuang Islam lainnya tidak akan diizinkan untuk sekali lagi mendirikan negara di Afghanistan," kata Petraeus, menyerukan lagi untuk kesatuan antara pemerintah dan pasukan internasional.

Petraeus menerima bendera komando ISAF dan Amerika pada sebuah lapangan rumput kecil dan di bawah pengamanan sangat ketat, yang diawasi oleh penembak jitu dari puncak gedung dan dengan beberapa komandan tinggi yang tiba dengan sebuah konvoi helikopter untuk upacara penting yang diadakan tepat pada Hari Kemerdekaan Amerika.

Janji-Nya bisa menjadi perjudian terakhir bagi Washington untuk mengakhiri konflik yang semakin mahal yang menguras anggaran Barat yang muncul dari salah satu resesi global terburuk dalam sejarah.

Ia bertanggung jawab tidak hanya memenangkan perang melawan pejuang Taliban yang semakin meningkat, tetapi juga dengan memulai penarikan pasukan AS yang dijanjikan mulai Juli tahun depan katika pasukan keamanan Afghanistan memikul kontrol yang lebih besar di negeri itu. (aa/an)

Pakar: Kasus Banyuwangi Test Case Kaum Komunis

addakwah.com --Pakar dan peneliti komunisme Alfian Tanjung mengatakan, pembubaran anggota DPR RI di Banyuwangi, adalah bukti penolakan komunisme Menurut Alfian Tanjung,  apa yang terjadi di Banyuwangi adalah reaksi penolakan masyarakat yang mempersoalkan manipulasi izin kegiatan tersebut.

 
“Tidak ada pembubaran paksa disana, apalagi oleh FPI, yang ada masyarakat bereaksi mempersoalkan izin kegiatan tersebut yang awalnya pengobatan gratis, menjadi ’temu kangen eks-PKI, ” ujarnya kepada hidayatullah.com.
 
Menurutnya kembali,masyarakat mengadakan resistensi secara fisik dan historis terhadap segala kegiatan yang berbau komunis,karena masyarakat Banyuwangi sudah cukup hafal dengan prilaku komunis yang senang berkhianat dan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya.
 
“Secara fisik dan historis masyarakat mengadakan resistensi terhadap PKI, karena mereka sudah hafal betul prilaku mereka yang senang berkhianat dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan,” papar Alfian yang juga merupakan ketua Taruna Muslim.
 
Sambungnya lagi, apa yang dilakukan Ribka Cs dibanyuwangi adalah aksi test case (uji coba) yang dilakukan kaum ”komunis” untuk mencitrakan bahwa yang dilakukan mereka bukan sebuah kesalahan di era reformasi ini.
 
“Ini test case yang dilakukan mereka agar masyarakat menganggap upaya menunjuk-nunjukkan ke-PKI-annya bukan sebuah kesalahan, ” tegas Alfian.
 
Era reformasi yang menjamin keterbukaan dan kebebasan masyarakat dalam berbicara dan berekspresi, tandas Alfian, sering dijadikan sarana oleh kaum komunis untuk membangkitkan ideologi mereka dengan dalih kebebasan berfikir atau mela

Pemimpin Spiritual Hizbullah Meninggal

media dakwahaddakwah.com --Setelah lolos berkali-kali dari percobaan pembunuhan, Fadlallah meninggal karena sakit

Pemimpin spiritual Hizbullah, Ayatullah Muhammad Hussein Fadlallah meninggal, Ahad (4/7), dalam usia 75 tahun setelah menderita sakit yang lama. Demikian kabar yang dilansir AP semalam.

Fadlallah dikenal dengan sikapnya yang anti-Amerika, salah satu pendiri partainya PM Iraq Nuri Al-Maliki yang sedang berkuasa, Partai Dawa, dan diyakini menjadi pembimbing spiritual partai itu hingga menjelang akhir hayatnya.

Pada tahun 1980an, ia disebut-sebut sebagai pemimipin spiritual Hizbullah.

Fadlallah lahir di Iraq tahun 1935 dan tinggal di Najaf hingga usia 30 tahun, di mana ia menjadi salah satu penceramah papan atas.

Ia lantas pindah ke Libanon, tempatnya melanjutkan kuliah agama. Sebenarnya keluarga Fadlallah berasal dari desa Ainata, wilayah selatan Libanon.

Selama Perang Sipil Libanon tahun 1975-1990, ia dikait-kaitkan dengan para pelaku penculikan warga Amerika Serikat dan orang Barat lainnya, pemboman kedutaan dan pangkalan AL Amerika di Libanon, yang menewaskan lebih dari 260 orang Amerika.

Meskipun ia menyangkal terlibat dalam kasus-kasus di atas, Fadlallah membenarkan tindakan demikian terutama jika jalan dialog tertutup.

Fadlallah berhasil lolos dari beberapa percobaan pembunuhan, termasuk pada bulan Maret 1985 ketika sebuah bom mobil dekat rumahnya di Bir Al-Abid selatan Beirut meledak dan merenggut nyawa 80 jiwa. Di Libanon, banyak yang yakin pemboman itu dilakukan oleh CIA.

Meskipun ia sering mengkritik keras AS, ia mengecam serangan 9/11 sebagai sebuah aksi teror.

Selama peperangan Israel di Libanon tahun 2006, pesawat-pesawat tempur Israel meledakkan rumahnya yang bertingkat dua di perkampungan Beirut Haret Hreik. Ketika bom mengubah rumahnya menjadi puing-puing, Fadlallah sedang tidak ada di sana.[di/an/ap/hidayatullah.com]
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha