Kamis, 08 Juli 2010

FPAB Akan Desak Pemkot Bekasi Bongkar Gereja Liar

media dakwah
addakwah.com --Front Anti Pemurtadan Bekasi(FPAB) akan desak Pemkot Bekasi untuk membongkar rumah yang terus disalahgunakan fungsinya menjadi gereja di Pondok Timur Indah (PTI), Bekasi. Hal ini diutarakan Ketua FAPB Abu Al-Izz.

“FAPB akan melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat Bekasi untuk melakukan langkah-langkah terhadap gereja liar, salah satunya mendesak Pemkot untuk membongkar rumah tersebut,” katanya kepada Hidayatullah.com pada Rabu siang(7/7) di jakarta.

Penyegelan yang telah dilakukan oleh Pemkot Bekasi terhadap sebuah rumah tinggal di Pondok Timur Indah Mustika Jaya Bekasi Timur, nampaknya tidak membuat pihak HKBP jera untuk terus memfungsikan rumah bernomor 14 itu sebagai gereja. Bahkan penyegelan itu sudah dilakukan tiga kali oleh Pemkot dengan disaksikan warga dan ormas Islam Bekasi.

“Penyegelan pertama dan kedua gagal, Alhamdulillah penyegelan ketiga, Ahad lalu (20/6) berhasil” tukas Abu Al-Izz.

FAPB bertekad menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas, agar pihak Kristen tidak main-main dan meremehkan umat Islam Bekasi. FAPB juga berencana mengadakan kegiatan Tabligh Akbar di Bekasi Timur sebagai salah satu langkah menghadapi upaya pemurtadan yang dilakukan kelompok Kristen.

Menurut Abu Al-Izz, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian penyadaran kolektif kepada umat Islam Bekasi, khususnya wilayah PTI.

Seperti diketahui, kaum Muslim Bekasi menilai, wilayah ini merupakan wilayah yang rawan kegiatan pemurtadan, yang ditengarai menjadikan Bekasi salah satu target utama. Karena selain strategis juga dekat dengan ibukota DKI Jakarta [bil/hidayatullah.com]
Foto: Penyegelan gereja liar oleh Pemkot Bekasi (Syafaat/hidayatullah.com)

Pernyataan Sikap MUI-KPAI Masalah Pornografi

media dakwah
addakwah.com ---Karena rasa keprihatinan yang mendalam sehubungan dengan maraknya peredaran video porno di masyarakat, khususnya peredaran video porno para selebritis yang mudah diunduh di internet maupun yang diperjualbelikan di berbagai kawasan, maka siang 6 Juli 2010 Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengadakan rapat bersama di kantor MUI untuk membuat pernyataan bersama menyangkut pornografi.

Dalam gambar tampak Ketua MUI, KH. Ma'ruf Amin sedang membacakan pernyatan sikap MUI-KPAI didampingi Ichwan (Sekum MUI) paling kiri, Hadi Supeno (Ketua KPAI) kedua dari kanan dan Ferry Djohanes (Wakil Ketua KPAI) pojok kanan.

Salah satu pernyataan mereka adalah agar pemerintah atau pihak yang berwajib menutup warung internet yang tidak mempunyai perangkat lunak anti situ porno juga menyerukan Deklarasi Melawan Pornografi dari kalangan pemerintah, civil society, dan aparat penegak hukum. (M. Zakir Salmun)(eramuslim)

Berhala-Berhala Gerakan Islam

media dakwah
addakwah.com ---Ketika DR. Farid Anshari, seorang ulama dan aktivis gerakan Islam di Maroko menerbitkan bukunya April 2007 dengan judul : Enam Kekeliruan Gerakan Islam di Maroko, Penyimpangan Pemberhalaan Pemikiran dan Praktek, sontak dunia pergerakan Islam di Maroko khususnya dan Dunia Arab lainnya heboh.

Apa yang diangkat penulisnya dalam buku tersebut menjadi perbincangan luas dan menimbulkan pro-kontra. Seakan sudah menjadi kebiasaan di kalangan para aktivis gerakan Islam di seluruh dunia saat ini, apalagi di Indonesia, untuk tidak siap dikritik.

Setiap ada kritik pasti ada saja pembelaan yang membabi buta dari para pendukung serta qiyadahnya, kendati apa yang dikritik itu terang benderang seperti melihat mata hari di siang hari dan yang melakukan kritik itu adalah orang yang bertahun-tahun hidup di dalam gerakan tersebut.

Sebagai seorang akademisi, aktivis dakwah, pendiri lembaga pengkajian dan penulis, DR. Farid sebelumnya sudah meluncurkan beberapa buku ilmiyahnya yang sangat bermutu seperti, Tauhid, Pertengahan Dalam Tarbiyah Dakwah, Alfabetik Pembahasan Ilmu-Ilmu Syari’ah, Istilah Ushuli Menurut Imam Syatibi dan Penjelasan Dakwah dan Fenomena Penggelembungan Politik.

Menarik untuk kita cermati bahwa dalam buku Enam Kekeliruan Gerakan Islam di Maroko, Penyimpangan Pemberhalaan Pemikiran dan Praktek, DR. Farid Anshari yang menduduki berbagai jabatan di perguruan tinggi di Maroko dan juga dosen Ushul Fiqh dan Maqashid Syar’iyyah dan bertahun-tahun bergabung dengan gerakan Islam khusunya Harokat Attauhid Wal Ishlah dan keluar tahun 2000, menjelaskan fenomena yang menakutkan yang terjadi dalam berbagai gerakan Islam, termasuk yang menganut aliran tasawuf dan salafi.

Dalam buku tersebut, DR Farid Anshari mencatat enam bentuk penyimpangan gerakan Islam, baik dalam bentuk pemikiran maupun prakteknya. Yang menakutkan ialah, bahwa penyimpangan tersebut sudah mengarah kepada “pemberhalaan”, sehingga mengalahkan nash shorih (dalil syar’i yang disepakati ulama keabsahannya).

Lalu beliau mengatakan, “Orang yang menyaksikan hiruk pikuk politik dan media menduga gerakan Islam sekarang sangat luar biasa dan mengalami kemajuan dalam percaturan peradaban. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya.”

Gerakan Islam Telah Menyimpang dari Tujuannya

DR. Farid Anshari melihat semua gerakan Islam sekarang mengalami setback di banding dengan sebelumnya. Kemundurannya sangat jauh. Bahkan telah gagal total dalam memelihara kedudukan strategisnya yang telah diraihnya dengan manhaj tarbiyah dan khitab (komunikasi) dakwah dan ilmu.

Sesungguhnya gerakan Islam saat ini telah kehilangan semua itu dan bahkan terusir dengan hina dari jati diri gerakan Islam itu sendiri. Kemunculannya sangat telanjang dan mudah dibaca oleh musuh-musuh ideoligisnya, sehingga mudah dilecut dengan cemeti yang akan mebuat saf-safnya berantakan, tanpa sampai ke target-target dasarnya. Sungguh gerakan Islam telah ditusuk oleh pisau-pisau hawa nafsu (syahwat dunia) dan juga oleh pisau-pisau musuh sehinga terluka parah.

DR. Farid Anshari memastikan bahwa gerakan Islam di Maroko, sebagaimana juga di kawasan dunia Islam lainnya, sesungguhnya sedang mengalami krisis yang luar biasa. Sebab utamanya tak lain ialah karena tidak memiliki kemampuan menunaikan tugas dan fungsi yang sebenarnya dan menegakkan risalah robbaniyah di mana hal tersebutlah yang mendasari berdirinya, menjadi syarat kelahirannya sehingga mendapatkan dukungan yang luar biasa di awal-awal kelahirannya.

Pemberhalaan Manhaji

DR. Farid Anshari menilai bahwa orientasi gerakan Islam di Maroko dengan nyata jatuh ke dalam ‘syirik khafi’ (syirik tersembunyi) atau apa yang ia namakan dengan “pemberhalaan manhaji.” Yang demikian itu terjadi karena gerakan Islam dalam memilih strategi besarnya terjadi penyimpangan.

Penyimpangan tersebutlah yang akan menghambat gerakan Islam itu sendiri untuk berada selalu di jalan orisinilitasnya sehingga berbagai bentuk dan formalitas organisasi (tanzhim) telah menjadi dinding penghambat untuk tidak mampu lagi melihat target atau tujuan ‘iqamatuddin’ (menegakkan Islam), dalam diri dan dalam masyarakat.

Dari hasil pengalamannya hidup dengan gerakan Islam, DR. Farid Anshari menyimpulkan bahwa terdapat enam kekeliruan manhaji yang besar di mana kekeliruan yang manhaji tersebutlah yang menjadi sumber semua penyimpangan yang terjadi. Itu pulalah yang menjadi sebab dari semua bentuk pemberhalaan yang sudah menyatu dengan kuat dalam pemikiran para aktivis Islam dan dalam praktek organisasi mereka.

Hasilnya ialah, hati mereka sangat terpaut dengannya baik dalam keadaan harap dan cemas, mensucikannya sehingga dijadikan thaghut dan berhala yang membatasi hati dari ikhlasuddin lillah (ikhlas dalam menjalankan Islam yang bersumber dari Allah).(sumber: eramuslim)

Kartunis Lars Vilks Adalah Musuh Islam Terbesar

media dakwah
STOCKHOLM (addakwah.com): Dua laki-laki bersaudara yang menjadi tersangka penyerang rumah seorang kartunis Swedia yang menggambar Nabi Muhammad disidangkan pada sidang lanjutan kasus tersebut pada hari Selasa, salah satu dari mereka berteriak menyebut kartunis Swedia tersebut sebagai "musuh Islam terbesar".

Kartunis Lars Vilks "adalah musuh Allah, ia adalah musuh Nabi, ia adalah musuh Muslim," kata salah satu dari dua bersaudara tersebut saat berada di pengadilan di selatan kota Helsingborg, kantor berita TT melaporkan.

"Dia adalah musuh Islam terbesar saat ini," tambahnya.

Kantor berita itu tidak memberikan nama pria tersebut ', namun tabloid Expressen menyebutkan nama mereka sebagai Mentor dan Mensur Alija, berusia 21 dan 19.

Vilks telah menghadapi banyak ancaman kematian dan usaha pembunuhan karena ia menggambar nabi Muhammad dengan badan anjing yang pertama kali diterbitkan oleh harian Nerikes Allehanda Swedia pada tahun 2007 dengan dalih untuk menggambarkan sebuah editorial tentang pentingnya ekspresi kebebasan.

Kedua tersangka itu adalah warga negara Swedia asal Kosovo, mereka ditahan pada bulan Mei ketika beberapa barang pribadi mereka ditemukan di luar rumah kartunis tersebut setelah diserang dengan bom molotov.

Meskipun bekas api menghitam di beberapa eksterior rumah kartunis itu namun tanpa menyebabkan banyak kerusakan. vilks sendiri saat itu tidak di rumah pada saat terjadinya upaya penyerangan.

Gambar kartun oleh Vilks telah menimbulkan protes dan kemarahan kaum Muslim di kota Oerebro, barat Stockholm, di mana koran tersebut berkantor pusat, sementara Mesir, Iran dan Pakistan telah membuat pengaduan resmi.

Dan organisasi Al-Qaidah kemudian menawarkan 100.000 dollar AS kepada siapa pun yang bisa membunuh Vilks - dengan bonus 50.000 jika tenggorokannya terpotong - dan tambahan 50.000 dolar lagi jika bisa membunuh Ulf Johansson editor-in-chief Nerikes Allehanda yang pertama kali mempublish kartun yang disamakan dengan nabi Muhammad tersebut.

[za/swedishwire]

27 Penyimpangan ESQ Ary Ginanjar Versi nahimunkar.com


(addakwah.com) ---KRISIS multi dimensi yang menimpa bangsa tercinta, bangsa Indonesia yang belum kunjung reda, dan bahkan makin melilit kuat menjerat rakyat kecil tanpa ada rasa belas kasih, serta membuat angka kemiskinan anak bangsa makin membesar, adalah akibat ulah tangan para pengelola yang tidak bertanggung-jawab. Keseimbangan yang merupakan ciri khas hukum penciptaan Allah diobrak-abrik oleh para pengelola bangsa yang buta mata hatinya. Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai komponen bangsa, baik secara kolektif, krusial dan rumit.
Di antara sekian upaya yang dilakukan itu adalah apa yang dilakukan oleh Ary Ginanjar Agustian dengan ESQ Model-nya yang fenomenal. ESQ Model ini sudah tidak asing bagi masyarakat kita, bahkan buku monumental Ary yang berjudul “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual” sudah terjual lebih dari 150.000 eksemplar dan sudah dicetak lebih dari 20 kali!
…Di balik berbagai kebaikan yang terdapat pada ESQ Model, terdapat pula sisi negatifnya…
Ada sisi kebaikan yang terdapat di dalam ESQ Model ini, di antaranya adalah:
1. Menumbuhkan kesadaran akan eksistensi para peserta di muka bumi ini sebagai Khalifah (wakil Allah).
2. ESQ mampu menggugah nurani para peserta training dan mengenalkan wujud Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada mereka, kebesaran, keagungan, keperkasaan dan kemahapemurahan-Nya.
3. ESQ mampu menghidupkan kembali cahaya nurani para peserta training yang selama ini padam.
4. ESQ mampu mengasah spiritualitas para peserta.
Hal itu tampak jelas dari pengakuan banyak mantan peserta training yang selama ini merasa hati (spiritualitas)nya kering kerontang.
Namun, di balik berbagai kebaikan yang terdapat pada ESQ Model, terdapat pula sisi negatifnya, bahkan boleh dikata sudah menyangkut permasalahan yang sangat prinsip.
Di antara sisi negatif yang harus segera dihindari itu adalah sebagai berikut:
1. Ary Ginanjar yang mencetuskan model ESQ Training ini tidak mau mengatakan kalau ESQ Model yang diasuhnya sebagai lembaga dakwah atau sebagai kegiatan dakwah, padahal training yang diselenggarakan tidak lepas dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam, bahkan ada kutipan-kutipan perkataan shahabat nabi Shallallahu alaihi wasallam. Kenyataan ini ternyata berlawanan dengan yang tertera di dalam buku saku ESQ Model yang dibagikan kepada peserta secara gratis, sebagai berikut “Tiada hari tanpa dakwah” yang kemudian dikutip pula ayat al-Qur’an 125 dari Surat al-Nahl.
…Ary Ginanjar tidak mau menyebut ESQ yang diasuhnya sebagai kegiatan dakwah, padahal trainingnya tidak lepas dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi. Dan buku saku ESQ Model yang dibagikan kepada peserta tertera label “Tiada hari tanpa dakwah …
Di sela-sela trainingnya di hadapan para peserta dan pada saat emosi dan spiritual para peserta tersentuh Ary mengatakan ‘ini bukan sekedar training!’. Ia ucapkan lebih dari sekali.
Namun hal ini tidak masalah, apakah ESQ Model itu disebut lembaga dakwah atau bukan, akan tetapi jujur itu lebih baik ! Atau memang ada sesuatu hal yang terselubung di balik ESQ Model ini. Wallahu a‘lam.
2.  Setiap suasana emosi dan ektasi, dzikir dan doa selalu diiringi dengan lantunan musik lembut, dengan maksud agar bisa mencapai pada titik alpha, tutur Ary. Bahkan dentuman suara musik yang selalu mengawali acara training pun sampai membuat jantung terasa sakit, sehingga tidak mungkin acara-acara seperti ini diselenggarakan di masjid-masjid. Ia memang pantas kalau diselenggarakan di hotel-hotel? Cara-cara seperti ini merupakan kebiasaan dan sunnah kaum Nasrani yang kita dilarang oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengikutinya.
Dalam kaidah ushul disebutkan: “tujuan  tidak boleh menghalalkan segala cara.”
…Cara-cara seperti ini merupakan kebiasaan kaum Nasrani yang kita dilarang oleh Rasulullah untuk mengikutinya. Kaidah ushul disebutkan, tujuan  tidak boleh menghalalkan segala cara…
3.  Bershalawat sambil nyanyi pun dilakukan, bahkan Haddad Alawi yang berfaham Syi’ah yang sangat anti bershalawat kepada para shahabat Nabi menjadi bintang tamu. Dalam shalawatnya Alwi tidak pernah menyebut para shahabat Nabi.
4.  Shalawat sambil menyanyi pun dianggap sebagai pengamalan terhadap perintah bershalawat kepada nabi yang tertera di dalam surah Al-Ahzab.
5.  Shalawat kepada nabi Shallallahu alaihi wasallam itu artinya memohon kepada Allah, berdoa kepada- Nya agar rahmat, kedudukan yang mulia di sisi- Nya dianugerahkan kepada Nabi Muhammad, Shallallahu alaihi wasallam. Oleh karena shalawat adalah doa, maka doa harus dilakukan sebagai mana doa lainnya, bukan dengan bernyanyi…..! Para sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam, para tabi‘in dan para pemuka imam Mazhab yang empat yang sudah tidak diragukan kecintaan mereka kepada nabi Shallallahu alaihi wasallam tidak pernah bershalawat dengan cara bernyanyi.
…Dalam training ESQ ini, zikir Lâ ilâha illalloh bersama sambil geleng-geleng kepala dengan suara nyaring pun dilakukan dan dipimpin oleh Ary sendiri…
6.  Nuansa sufistik pun sangat kental dalam training ESQ ini, zikir Lâ ilâha illalloh bersama sambil geleng-geleng kepala dengan suara nyaring pun dilakukan dan dipimpin oleh Ary sendiri.
7.  Tafsir batiniy terhadap rukun iman dan rukun Islam pun sangat kental, terutama dalam menafsirkan surat al-Fatihah dan ritual haji, sebagaimana akan disebutkan di bawah.
8.  Ketika peserta sudah berada dalam kondisi tersentuh spiritualitasnya mereka disuruh sujud dan minta ampun dan ada juga yang bertakbir histeris. Sujud apa ini? Tidak jelas, sehabis sujud kadang diselingi dengan teriyakan yel-yel ESQ, Mars ESQ atau senam erobic atau lainnya.
9.  Untuk menambah suasana histeris, petugas menghampiri peserta yang histeris menangis dan memperdengarkannya kepada khalayak melalui pengeras suara! Harus seperti inikah melatih dan mengasah ESQ para peserta?
10. Tafsir sufi (batiniy, isyaariy) terhadap surat Al-Fatihah pun terjadi, seperti ihdinas shirâthal mustaqîm (Ihdinâs dengan H besar, yang harus dibunyikan dari dalam perut diartikan “menunjukkan kesungguhan dalam beraksi” dan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya diartikan secara paksa agar sesuai dengan jiwa managemen perusahaan.
11. Demikian pula tafsir terhadap ritual haji. Bahkan tiga hari pertama dari training terkesan diartikan sebagai prosesi wuquf, yang dalam ESQ training berwujud ZMP, sedangkan hari keempat sebagai prosesi thawaf dan sa‘i. Thawaf dan Sa‘i diartikan sebagai simbol kerja keras (total action).
Yang lebih nyeleneh lagi adalah pada hari keempat ada simulasi sa‘i dan thawaf yang tidak hanya sekedar simulasi, melainkan benar-benar harus dirasakan seperti melontar jumroh, sa‘i dan thawaf di Ka‘bah yang harus dilakukan dengan ikhlas dan dengan niat yang sebenarnya .
Melontar diartikan membuang sifat-sifat buruk yang ada pada diri, dan yang dilempari pun adalah gambar makhluk yang menyeramkan (setan) yang telah disediakan panitia, berikut batu kerikil imitasinya. Sa‘i dan thawaf diartikan sebagai simbol kerja keras (total action). Seusai Sa’i di tempat training, maka peserta harus melakukan thawaf di tempat yang sama dengan mengelilingi Ka‘bah buatan. Ini benar-benar ajaran sufi yang menyimpang.
12. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tidak pernah mengajarkan hal-hal seperti itu kepada para shahabatnya. Bahkan, Umar bin Khatthab, Radhiyallahu anhu (yang selalu mendapat ilham) pada saat melaksanakan ibadah haji di masa ke-Khalifah-annya tidak pernah mempunyai pemahaman seperti itu. Malah saat beliau akan mengecup Hajar Aswad beliau berkata: Hai Hajar Aswad, aku tahu bahwa kamu tidak bisa memberi manfaat dan tidak pula dapat mendatangkan madharat. Kalau saja bukan karena aku telah melihat Rasulullah mengecupmu niscaya aku tidak akan mengecupmu.
13. Sebelum mereka melakukan ibadah haji pun sudah “total action”, bahkan mengerahkan semua kemampuan dalam beramal dengan semangat ikhlas dan ihsan sudah mereka sadari sebagai tuntutan tauhid dan ketulusan mengabdi kepada Allah SWT, jauh sebelum mereka mengenal ibadah haji.
14. Dengan empat hari itu terkesan bahwa ajaran Islam sudah lengkap dan sempurna, maka ayat 3 surat Al-Ma’idah pun dibacakan sebagai tanda sempurnanya ajarannya. Dengan demikian ESQ Training mengesankan bahwa Islam ala ESQ itulah cerminan Islam sejati. Kesan ini pun lebih nampak lagi dengan dibuatnya kartu alumni bagi para peserta yang telah mengikuti training selama 4 hari, yang dengan kartu itu peserta dapat mengechas kembali iman mereka, sekalipun beberapa alumni sedang ‘ngechas’ yang kami wawancarai mengatakan “kami tidak menangis seperti waktu dulu saat training, karena tidak ada yang baru lagi bagi kami”.
…Bagi Ary Ginanjar, sumber utama kebenaran adalah suara hati. Kebenaran ‘Suara hati’ bagi Ary di atas kebenaran al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam…
15. Bagi Ary, sumber utama kebenaran adalah suara hati. Kebenaran ‘Suara hati’ bagi Ary di atas kebenaran al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Berikut ungkapnya: “Pergunakanlah suara hati anda yang terdalam sebagai sumber kebenaran, …..” Lebih lanjut ia mengatakan: “…., dan ayat-ayat Al Qur’an sebagai dasar berpijak (legitimasi). Dan yang terpenting adalah legitimasi suara hati anda sendiri, sebagai nara sumber kebenaran sejati” (Lihat: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, hal. Liv).
Suara hati dalam bahasa kaum sufi sering disebut dengan Dzauq (rasa hati) yang pada prinsipnya sama, yaitu sumber kebenaran sejati. Maka tidak heran kalau dari mulut mereka kita dengar ungkapan “haddatsanii robbii ‘an nafsii” (Tuhan ku menginformasikan kepada ku melalui jiwa ku). Juga ungkapan: “kalian belajar kepada orang yang sudah mati, sedangkan kami belajar langsung kepada Yang Maha Hidup”.
16. Keyakinan Ary yang lebih rancu dan sangat berbahaya lagi adalah ungkapannya bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dalam kepribadiannya sebagai Rasul yang sekaligus sebagai pemimpin abadi sangat mengandalkan logika dan suara hati. Berikut ungkapannya: “Itulah tanda bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam merupakan nabi penutup, atau yang terakhir, yang begitu mengandalkan logika dan suara hati,…….” (Lihat buku Rahasia Sukses …. ESQ, hal. 100).
Padahal kita kaum muslimin meyakini bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam selalu bersandar kepada wahyu ilahi yang diturunkan melalui Jibril. Wahyu ilahi bukan suara hati!
…Bisakah Ary membedakan suara Tuhan dengan suara setan? Saya khawatir akan muncul Mirza Ghulam Ahmad abad baru lagi! Apa lagi Ary mulai dan sering mengutarakan hal-hal ganjil, seperti melihat cahaya yang ia yakini Allah, dan merasa ada hembusan angin malaikat di wajahnya…
17. Bisakah Ary membedakan mana suara Tuhan dan mana suara syetan! Saya khawatir akan muncul Mirza Ghulam Ahmad abad 21 dan Lia Aminuddin baru lagi! Apa lagi Ary mulai dan sering mengutarakan hal-hal ganjil, seperti melihat cahaya yang ia yakini Allah, dan merasa ada hantaman angin di wajahnya sehabis memberikan materi trainingnya, yang ia yakini hembusan angin malaikat! Subhanallah!!
18. Misteri Graha 165. Adalah graha yang dirancang untuk pusat Training ESQ. Setelah uji kelayakan tanah, ternyata tanah ini serupa kwalitasnya dengan tanah di Mekkah, maka Graha ESQ merupakan satu- satunya bangunan pencakar langit di Ibu kota yang dibangun tidak menggunakan pondasi pancang. Hal ini dianggap sebagai ‘karomah’ bagi Ary dan ESQ-nya.
Sample tanahnya pun dibuat cindera mata yang dipersembahkan kepada salah seorang tokoh di antar peserta training.
Graha ini pun dalam rencananya dilengkapi dengan satu ruang samedi (pertapaan) khusus bagi para alumni ESQ yang terletak di paling puncak bangunan. Ia bukan mushalla dan bukan juga masjid. Sebab mushalla sudah di sediakan di lantai bawah. Hal ini diungkapkan oleh Ary sendiri pada saat mengenalkan program pembangunan Graha 165 guna mendapatkan dukungan dana dari para peserta.
Dalam Islam tidak ada semedi atau pertapaan. Bahkan, apa yang pernah dilakukan Nabi Shallallahu alaihi wasallam di gua Hira’ sebelum diangkat menjadi Nabi, beliau tidak pernah menganjurkannya kepada umatnya dan tidak pernah pula dilakukan oleh seorang pun di antara shahabatnya. Islam hanya mengajarkan i‘tikaf yang hanya bisa dilakukan di masjid-masjid.
…ayat al-Qur’an sering diartikan tidak pada tempat atau maksud yang sesungguhnya, hal ini banyak terdapat di dalam buku monumentalnya…
19. Ayat-ayat al-Qur’an sering diartikan tidak pada tempat atau maksud yang sesungguhnya, hal ini banyak terdapat di dalam buku monumentalnya. Seperti ayat QS 40 Surat al-Mu’minun, ayat 17, “Hari ini setiap orang mendapat balasan menurut usahanya. Hari ini tiada kezaliman. Allah sungguh cepat membuat perhitungan.”
Ary jadikan ayat ini sebagai legitimasi terhadap hadiah yang diberikan kepada seorang karyawan berinisial “DS” oleh atasannya yang di luar dugaan sebelumnya, karena telah melakukan suatu pekerjaan tanpa mengharapkan sesuatu apapun. (Lihat kisahnya pada halaman 52 dari buku ESQ). Padahal ayat di atas berkenaan dengan pembalasan Allah di hari akhirat kelak, yaitu pada yaumul hisab.
20. Model ESQ yang dicetus oleh Ary nampaknya menganut faham pluralisme agama. Hal itu tampak dari ungkapan salah seorang Profesor UI yang menjadi salah satu petinggi ESQ dalam sambutannya pada acara penutupan training. Bahkan, Prof Dr Komaruddin Hidayat yang menganut faham pluralis pun digandeng dan ditetapkan sebagai salah satu anggota sidang redaksi Majalah Nebula-nya ESQ yang dipimpin oleh Ary.
Faham pluralisme agama sudah difatwakan haram oleh majlis Ulama Indonesia tahun lalu, bahkan para ulama-ulama Islam sebelumnya menegaskan bahwa orang yang meyakini agama selain Islam benar adalah murtad.
…Model ESQ Ary Ginanjar menganut faham pluralisme agama. Faham pluralisme agama sudah difatwakan haram oleh majlis Ulama Indonesia…
21. Bagi para peserta yang selama ini belum pernah menangis karena takut kepada Allah, dan belum pernah merenungkan ayat-ayat al Qur’an dan ayat-ayat kauniyah, ESQ Training adalah segala-galanya. Bahkan akan berkesimpulan “ESQ Training” adalah jalan hidupnya. Dan bagi yang sudah pergi haji bersama group “ESQ Training” pun akan timbul rasa bahwa tidak sempurna bila tidak beribadah haji bersama group “ESQ Training”.
Tidak begitu halnya bagi orang yang sudah biasa dekat kepada Allah dan mengenal keagungan, kebesaran dan rahmat-Nya, ESQ Training itu biasa-biasa saja. Bahkan, bagi orang yang pernah tafaqquh fiddin dengan benar yang bersumber kepada al-Qur’an dan Sunnah secara komprehensif dan integral, ESQ Training perlu diluruskan.
22. Pengkultusan terhadap Ary dan ESQ-nya kini mulai kental terasa, dan jika tidak segera diwaspadai dan Ary tidak siap diberi nasihat dan selalu bersikap ZMP yang didengungkannya, maka tidak mustahil kalau “ESQ Training” akan menjadi agama baru bagi bangsa Indonesia. Apa lagi Ary dengan ESQ-nya mendapat respon dari pemerintah, bahkan mereka yang ikut dalam training pun bukan sembarang orang, melainkan para petinggi negara!
…Ary tidak siap diberi nasihat dan selalu bersikap ZMP yang didengungkannya, maka tidak mustahil kalau “ESQ Training” akan menjadi agama baru bagi bangsa Indonesia. Apa lagi Ary dengan ESQ-nya mendapat respon dari pemerintah…
23. Dalam mengartikan al-Asma’ul Husna dan dalam upaya merefleksikannya di dalam dunia bisnis dan leadership banyak disalahartikan dan dipaksakan agar sesuai dengan keinginan Ary.
Seperti nama “al-aakhir” diartikan Allah bersifat visioner, dan akhlaq yang harus diambil adalah manusia harus memiliki visi.
Al-jaami’ yang berarti Maha Penghimpun, Ary merefleksikannya dalam arti keharusan “kerjasama”. Dan masih banyak lagi nama-nama Allah lainnya yang disalahartikan. Di dalam menanamkan asma’ul Husna ini Ary mengutip hadits palsu yang sering dipakai oleh kaum sufi untuk menanamkan ajarannya, yaitu: takhallquu biakhlaaqil-llah (berakhlaqlah dengan akhlaq-akhlaq Allah).
Al-Matin: akhlaq yang harus diambil adalah sikap selalu berdisiplin. Kalau al-mutakkabbir yang ditiru atau diambil apanya ? Atau diartikan Yang Maha Pembesar, lalu kita berupaya ingin menjadi orang- orang pembesar?
Kalau al-hamiid apa direfleksikan kepada upaya keras agar kita menjadi orang terpuji seperti Dia, sehingga pujian mengarah kepada kita? Lalu kalau Allah adalah al-Khaliq, maka yang ditiru adalah sifat berkreasinya! Sehingga ketika memahami al-asma’ul husna terdapat pemahaman yang kontradiksi antara merefleksikan nama-nama Allah tersebut pada diri kita, sehingga kita berbuat (bersikap dan bertindak) seperti Allah (sebagai subject), dengan merefleksikannya pada diri kita sehingga kita menjadi object. Seperti pada al-jaami‘ dan al-Khaliq. Sebaiknya saudara Ary tidak memaksakan ayat, hadits atau pun nama Allah agar bisa sesuai dengan kehendak dirinya. Bacalah buku-buku para ulama berkenaan dengan masalah ini, lalu hayatilah!
Dalam masalah ini, kadang apa yang ditulis oleh Ary dalam bukunya, berbeda dengan yang ia sampaikan saat training.
…apa yang ditulis oleh Ary dalam bukunya, berbeda dengan yang ia sampaikan saat training…
24. Rukun iman juga mengalami tafsiran pemaksaan dari Ary, agar ESQ Training nya bisa dikatakan berdasarkan rukun iman (Mental Building). Untuk itu, rukun iman hanya dipahami dengan pemahaman-pemahaman yang bisa diarahkan menjadi sebagai prinsip-prinsip leadership, tidak komprehensif. Demikian pula rukun Islam yang diartikan sebagai landasan ketangguhan pribadi. Syahadat rasul terkesan hanya shalawat nya sebagai bukti cinta kepada Rasul, bukan bagaimana menjadikan sunnahnya sebagai pegangan dan pedoman. Yang diambil hanya yang berkaitan dengan keleadershipannya saja.
25. Rujukan dan sandaran Ary dalam penulisan bukunya adalah buku-buku yang bermasalah, seperti buku Sejarah Kehidupan Nabi yang ditulis oleh M. Haikal, juga tulisan Ali Syariati yang menganut faham syi‘ah.
…Rujukan dan sandaran Ary dalam penulisan bukunya adalah buku-buku yang bermasalah…
26. Hadits-hadits palsu yang biasa menjadi rujukan kaum sufi pun dijadikan sandaran ESQ Model-nya Ary, baik dalam buku yang pertama maupun dalam buku yang kedua. Sebut saja misalnya hadits palsu: Apabila engkau mengenal siapa dirimu, maka engkau mengenal siapa tuhannya, yang dalam terjemah letterlijknya sebagai berikut: Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia telah mengenal tuhannya.
Hadits palsu ini telah menyeret kepada faham manunggaling kawulo gusti (ittihaad, menyatu dengan Tuhan) dalam kalangan kaum sufi, dan ini pun terjadi dalam faham Ary. Setelah ia mengutip tulisan Ali Syari‘ati yang mengandung faham ittihad, Ary kemudian menyempurnakannya dengan apa yang ia sebut “untaian kata mutiara Syamsi Thabriz” yang berbunyi sebagai berikut: “Ka‘bah adalah pusat dunia. Semua wajah menghadap ke Ka‘bah. Tengoklah. Lihat! Setiap orang menyembah jiwa masing-masing”.
Faham sesat inilah yang dianut oleh al-Hallaj dan Syeikh Siti Jenar, yang aromanya sangat kental di dalam ESQ Model-nya Ary.
27. Begitu pula atsar-atsar palsu banyak dimuat dalam bukunya, seperti atsar (ucapan shahabat nabi atau tabi‘in), seperti atsar yang dinisbatkannya kepada Umar bin Khatthab, Radhiyallahu anhu berikut: Hatiku telah melihat Tuhanku karena hijab (tirai) telah terangkat oleh taqwa. Barangsiapa yang telah terangkat hijab (tirai) antara dirinya dengan Allah, maka jadi jelaslah di dalam hatinya akan gambaran kerajaan bumi dan kerajaan langit”. (Lihat Buku Saku ESQ).
…Dalam kutipan-kutipan Ary sama sekali tidak bersandar kepada rujukan-rujukan primer, melainkan mengekor kepada tokoh-tokoh sufi dan orang-orang yang tidak jelas keislamannya….
Dalam kutipan-kutipan seperti ini Ary sama sekali tidak bersandar kepada rujukan-rujukan primer, melainkan mengekor kepada tokoh-tokoh sufi dan orang-orang yang tidak jelas keislamannya.
Maklum, Ary bukan seorang pakar dalam ilmu Agama, melainkan seorang pebisnis tulen. Tetapi ia berani berbicara tentang masalah agama, bahkan dalam hal-hal yang sangat prinsip dalam agama. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua. Amin.
Masih banyak lagi catatan-catatan yang seharusnya dituangkan di sini untuk dijadikan bahan kajian dan kritikan yang membangun, bukan untuk menyudutkan atau mencemarkan nama baik Ary Ginanjar.
Buku “Rahasia Sukses…… ESQ” karya Ary yang diberi pengantar oleh sejumlah tokoh itu banyak memuat kejanggalan dan hadits-hadits palsu, menempatkan ayat-ayat al-Qur’an bukan pada tempatnya, harus dikaji ulang dan dikritisi secara objektif, sebagai wujud tawaashaw bil haqq.
…Sebaiknya, setiap para alumni Training ESQ Model-nya Ary jangan menutup diri untuk belajar Islam lebih jauh, dan jangan mengultuskan ESQ Model-nya Ary…
Sebaiknya, setiap para alumni Training ESQ Model-nya Ary jangan menutup diri untuk belajar Islam lebih jauh, dan jangan mengultuskan ESQ Model-nya Ary. Anda hendaknya tahu dan menyadari bahwa kelezatan spiritual yang anda rasakan dalam training ESQ itu sama sekali tidak menunjukkan kebenaran ESQ Model, sebab hal seperti bisa anda temukan di semua kelompok faham, bahkan di semua agama dan berbagai aliran kepercayaan!
Nabi Muhammad, Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya telah menghayati sedalam-dalamnya ajaran Islam, sampai pada tingkat ihsan yang paling tinggi, maka bercerminlah kepada mereka, dan cermin itu ada di dalam sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. [taz](sumber: voa-islam)

Kompolnas: Polisi yang Punya Rekening Besar Harus Jelaskan Sumber Dana

Jakarta (addakwah.com) ----Isu rekening jenderal Polri mencuat. Sejumlah nama jenderal ditengarai memiliki rekening fantastis. Polri diminta tidak apriori namun harus segera bersikap. Jenderal yang disebut harus buka mulut dan menjelaskan soal sumber dana tersebut.

"Memang yang penting penjelasan yang bersangkutan atas sumber dana itu," kata anggota Kompolnas Novel Ali saat dihubungi detikcom, Rabu (30/6/2010).

Berikut petikan lengkap wawancara detikcom dengan Novel Ali, yang juga ahli komunikasi dari Universitas Diponegoro, Semarang.

Bagaimana Kompolnas melihat kasus rekening jenderal polisi?

Kompolnas tidak memiliki kewenangan melakukan penyelidikan dan penyidikan, tidak ada norma hukum kami melakukan penyelidikan terhadap rekening jenderal polisi. Tapi karena sudah menjadi informasi publik, ini bisa mengganggu kinerja dan akuntabilitas Polri.

Bagaimana seharusnya Polri atau jenderal-jenderal yang namanya disebut bersikap?

Memang yang penting penjelasan yang bersangkutan atas sumber dana itu. Polisi kaya itu boleh, yang tidak boleh kaya dengan cara haram. Jadi perlu ada klarifikasi dari mana sumber dana.

Langkah klarifikasinya seperti apa?

Jadi diajukan oleh yang bersangkutan ke pimpinan, sehingga kemudian membantu pimpinan untuk menjelaskan ke masyarakat. Klarifikasi ini harus as soon as possible, sehingga tidak merusak pencitraan Polri.

Jadi Polri juga harus menjelaskan ke publik?


Klarifikasi ini bagian dari keterbukaan informasi publik. Ini menyangkut informasi publik yang menimbulkan ketidaknyamanan sosial. Harus ada penjelasan, karena bisa berulang. Kalau tidak benar informasinya jadi bisa diralat, kalau benar harus diselesaikan melalui jalur hukum.

Apa ada perwira Polri yang sempat menyampaikan soal kasus rekening itu ke Kompolnas?

Saya sampaikan kalau memang tidak benar pemberitaannya silakan gunakan hak jawab, yang penting melakukan klarifikasi

Bagaimana seharusnya Polri menyikapi isu rekening tersebut?

Ada stigma pejabat Polri takut intervensi opini publik. Kenapa harus takut? pertanggungjawabkan saja, sehingga publik tidak mudah menuduh. Anggota polri tidak perlu ketakutan, kalau tidak benar tegur saja jangan menyembunyikan diri. Polri juga terbuka, kemudian memberi akses kalau ada proses hukum, kalau tidak benar memberikan perlindungan hukum.

Apakah Anda menilai kasus rekening jenderal ini terkait pemilihan Kapolri?

Tidak, ini saya sudah dengar beberapa bulan lalu. Tidak ada kaitan, lagipula tidak semua nama masuk dalam nama calon.

Menurut Kompolnas bagaimana hubungan jenderal polisi dan pengusaha?

Boleh, yang tidak boleh menyalahgunakan kekuasaan, misalnya ikut bisnis, itu tidak ada aturannya.

Bagaimana tanggapan Kompolnas soal reserse yang dituding rentan penyimpangan?

94,5 persen keluhan yang masuk ke Kompolnas terkait reserse. Nah, saat ini Polri sedang mengumpulkan 7.800 reserse secara periodik di Sukabumi, mereka dilatih untuk reformasi Polri. Kita harus hargai upaya ini.
(ndr/fay) (sumber:detik.com)

3 Orang Diduga Terkait Al Qaeda Ditangkap di Norwegia

Oslo (addakwah.com) ----Dua orang yang diduga terkait dengan jaringan teroris internasional Al Qaeda ditangkap di Oslo, Norwegia. Satu lagi dari anggota komplotan tersebut ditangkap di Jerman.

Seperti dilansir BBC.bom, Kamis (8/7/2010), ketiga orang yang ditangkap tersebut adalah warga Norwegia keturunan China, warga Irak dan Uzbekistan.

"Mereka diduga sebagai kelompok yang terkait plot pengeboman di AS dan Inggris," kata Kepala Kepolisian Norwegia, Janne Kristiansen.

Sementara itu, menurut pemerintah AS, mereka ini merupakan komplotan yang hendak melakukan pengeboman di New York, Amerika Serikat dan Mancester, Inggris.

"Kami yakin kelompok ini memiliki link orang luar negeri yang bisa dihubungkan dengan Al Qaeda," kata Kristiansen.

Dia menambahkan, salah satu dari 3 orang yang ditangkap itu adalah warga negara Norwegia keturunan China.

(anw/anw)(sumber: detik.com)

Mantan Panglima TNI: Mungkin Saja Pemberi Dana Petinggi Polri Terlibat Pengeroyokan

media dakwah
Jakarta (addakwah.com)----Banyak spekulasi yang muncul terkait peristiwa pengeroyokan aktivis ICW, Tama S Langkun. Beberapa pendapat mengatakan peristiwa itu terkait dengan kasus rekening gendut petinggi Polri yang dilaporkan oleh Tama. Ada juga anggapan, tindakan kekerasan itu mungkin dilakukan oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan keadaan.

"Barang kali memang terkait dengan kasus itu (rekening gendut petinggi Polri. Mungkin ada orang yang ingin mengail di air keruh, mungkin mereka berusaha untuk memanfaatkan keadaan," kata Mantan Panglima TNI, Jenderal Purnawirawan Endriartono Sutarto saat berbincang dengan detikcom, Kamis malam (8/7/2010).

Lebih lanjut dia mengatakan, jika memang kasus rekening gendut petinggi Polri itu benar-benar ada, itu juga mengaitkan pihak pemberi dana kepada para petinggi Polri tersebut.

"Kalau rekening gendut petinggi polri itu ada, bisa juga pihak pemberi uang pada petinggi Polri yang merasa tidak nyaman karena usaha pengungkapan. Itu mungkin saja terjadi. Namun tentu harus dibuktikan," kata dia.

Menurutnya, siapa pun pelaku tindakan anarkis terhadap aktivis ICW harus segera ditindak dan diberi hukuman. "Harus diberikan hukuman, masalah ini harus segera dituntaskan," ujarnya. (anw/anw)(sumber: detik.com)
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha