Sabtu, 24 Juli 2010

FUI: Syariat Islam Tegak, Nasrani Tidak Dibantai

media dakwah
addakwah.com ----Ketakutan sebagian kalangan jika syariat Islam diterapkan di Indonesia, maka umat Nasrani akan dibantai dibantah oleh Forum Umat Islam (FUI). "Itu keliru besar", ungkap Sekjen FUI KH. Muhammad Al Khaththath di hadapan Pemimpin redaksi Kristanto Hartadi dan sejumlah wartawan Harian Umum Sore Sinar Harapan, di Jakarta, Kamis (22/7/2010).  Al Khaththath mengungkapkan bahwa syariat Islam akan melindungi penganut agama di luar Islam.

Selain menjelaskan visi FUI dalam berjuang menerapkan syariat Islam, Al Khaththath juga menjelaskan sejumlah persoalan penting seputar Islam dan ormas Islam. Di antaranya tentang fitnah terhadap FPI yang dilancarkan oleh kelompok liberal dalam Peristiwa Banyuwangi beberapa saat yang lalu.

"Peristiwa Banyuwangi itu digerakkan oleh sejumlah LSM Anti PKI dan masyarakat. FPI tidak terlibat, apalagi dua bulan sebelumnya FPI Banyuwangi sudah dibekukan", jelas Al Khaththath.

Selain Peristiwa Banyuwangi, FUI juga menjelaskan tentang rekayasa terorisme yang dilancarkan oleh Densus 88. FUI berpendapat bahwa rekayasa terorisme yang dilakukan oleh Densus 88 merupakan upaya sistematis untuk melakukan penangkapan, penyiksaan dan pembuhan pada aktivis muslim. Aksi itu juga dinilai sebagai upaya black campaign pada umat Islam yang berjuang untuk formalisasi syariat Islam.

"Ini pengulangan modus seperti yang pernah dilakukan oleh Ali Murtopo pada jaman Orde Baru melalui operasi Komando Jihad", ungkapnya.

Al Khaththath juga menyebutkan bahwa berdasarkan pengakuan Jibril (narapidana terorisme, pemilik situs ar rahmah.com)  yang disampaikan kepada ayahandanya Ustadz Abu Jibril, ketika ditahan ia disiksa di hadapan Jenderal Kristen, Gories Mere.
(shodiq ramadhan)(sumber: suara islam online)

PP Muhammadiyah Tetapkan Puasa Ramadan Jatuh pada 11 Agustus


media dakwah
addakwah.com ---Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan pada Rabu, 11 Agustus 2010. PP M uhammadiyah juga telah menetapkan 1 Syawal atau Idul Fitri pada Jumat, 10 September 2010 .

Seperti dikatakan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam rilis yang diterima Suara-Islam minggu, (18/7/2010).
Ijtimak (bulan sabit pertama kali setelah bulan baru) menjelang Ramadan 1431 H terjadi pada Selasa 10 Agustus 2010 pukul 10.09 WIB.

Tinggi hilal (Bulan) pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta dan di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk.

"Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1431 H jatuh pada hari Rabu, 11 Agustus 2010 M," kata Din.

Selain itu PP Muhammadiyah sudah menentukan 1 Syawal jatuh pada Jumat 10 September 2010. Itu berdasarkan ijtimak menjelang Syawal 1431 H yang terjadi pada hari Rabu, 08 September 2010 M pukul 17.31 WIB, dan tinggi hilal pada saat itu masih di bawah ufuk.

"Warga Muhammadiyah dan umat Islam dan segenap bangsa, khususnya terkait dengan Ramadan yang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-65, diharapkan dapat memaknai Ramadan dan peringatan kemerdekaan RI dengan pendekatan dan aksi-aksi sosial yang hidup," pesan Din.

Ramadan dan peringatan kemerdekaan bangsa, imbuh Din, harus dekat dengan manusia dan kemanusiaan, terutama yang selama ini  tertindas dan terkungkung oleh sejarah.

"Karena agama dan negara hadir untuk membebaskan manusia sebagai manusia seutuhnya dari belenggu-belenggu kehidupan. Inilah makna kemerdekaan sejati dan makna dari dimensi horizontal dan vertikal manusia beragama," pesan Din.(sumber: suara islam online)

Ratusan Siswa SD Surati Presiden SBY Agar Hentikan Pornografi

media dakwah

addakwah.com--Ratusan siswa SD Islam Terpadu Ibadurrahman di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Jumat, menulis surat untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Mereka meminta agar presiden menghentikan segala bentuk pornografi dan pornoaksi yang ada di Indonesia untuk menjaga masa depan anak bangsa.

"Pornografi supaya dihilangkan agar anak Indonesia bisa terjaga. Pelakunya harus dihukum karena merusak moral," kata Hasri Dewi Ayuningtyas (11), siswa kelas VI saat ditanya mengapa membuat surat tersebut.

Selain meminta pornografi dihentikan, para siswa juga meminta Presiden Yudhoyono untuk tidak menayangkan acara-acara yang tidak mendidik bagi anak.

"Artis-artis yang kurang sopan jangan ditayangkan, sinetron yang tidak mendidik. Dan infotainment juga tidak baik. Dan agar orangtua kami tidak repot lagi menjaga anaknya menonton televisi," kata Sofi Nurmala, siswa kelas V.

Koordinator acara Membuat Surat untuk Presiden Lala Sari Endah mengatakan, acara tersebut diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

"Pornografi itu korbannya kan anak-anak. Laki-laki bisa menjadi pelaku pelecehan seksual, perempuan bisa jadi korbannya," katanya.

Sedikit banyak, kata Lala, tontonan berbau pornografi dan pornoaksi akan memengaruhi prilaku anak dan membuat mental anak tidak baik.

"Sore ini, kami akan kirim suratnya ke Presiden. Ada sekitar 250 surat," katanya.

Lala mengatakan, untuk membentengi siswa didiknya dari pornografi dan pornoaksi, sepekan sekali, diadakan kajian intensif bertema moralitas. [sumber: ant/hidayatullah.com]

Pertama Kali di Inggris ''Make-Up'' Halal Diluncurkan

media dakwah
addakwah.com ---Seorang wanita pengusaha Muslim Inggris telah meluncurkan untuk pertama kalinya berbagai make-up halal, bebas dari alkohol dan produk-produk hewani.

Samina mendirikan perusahaan Samina Pure Make-up dari rumahnya di Birmingham setelah banyak mempelajari berbagai macam produk make-up.

Menurut hukum Islam, alkohol dan daging tertentu dilarang digunakan. Khususnya daging babi, sehingga Akhtar terkejut mengetahui bahwa beberapa produk yang ia digunakan mengandung asam lemak dan gelatin dari babi.

"Sebagai seorang Muslim, saya mempertanyakan apa yang saya letakkan pada kulit saya", kata Akhter kepada Reuters. "Saya ingin tahu apakah hal tersebut diperbolehkan dalam Islam."

Sesuai dengan hukum Islam, lipstik produk Akhter dan eyeliners terbuat dari ekstrak tumbuh-tumbuhan, mineral, minyak esensial dan vitamin.

Bisnisnya menerima akreditasi halal di awal Juni lalu, dan sekarang memiliki lebih dari 500 pelanggan.

"Banyak wanita muslim seperti saya telah frustrasi, mereka ingin terlihat baik namun tanpa harus mengorbankan iman mereka," kata Akhter.

Produk-produk Akhter telah dijual secara online, dan sejauh ini sudah ada pemesanan dari Malaysia, Indonesia dan Singapur, katanya.

Kosmetik produknya telah dikapalkan dari Australia dan disertifikasi oleh Otoritas Sertifikasi Halal independen Australia. (fq/aby)

Sekolah di Kenya Akan Larang Jilbab

media dakwah
Kenya (addakwah.com)  - Pihak gereja berencana melarang jilbab dan mengancam akan memulangkan ratusan muridnya yang mengenakan jilbab saat di sekolah.

Para orang tua muslim mengancam akan melakukan reaksi terhadap pihak Gereja Katholik di Kenya atas rencananya melarang penggunaan jilbab pada lembaga pendidikan yang berada di bawah naungannya.

"Pihak Gereja Katholik telah mengambil langkah salah yang dapat mengganggu pendidikan anak-anak Muslim kami dan bahkan dapat membawa masalah lagi."ujar Mustafa Salim, orang tua di kota pelabuhan Mombasa kepada IOL

"Agama adalah sesuatu yang tak boleh disia-siakan," Tegas Mustafa menambahkan.

Gereja Katholik di Kenya banyak memberi sponsori sekolah maupun institusi negeri dan swasta, khususnya di daerah pedesaan yang sulit mendapatkan akses pendidikan.

Di Kenya, terdapat 10 juta jiwa penduduk beragama Islam dengan total penduduk Kenya sekitar 36 juta jiwa.

Sheikh Sharif Katamy, pemimpin umat Islam setempat telah memperingatkan pihak gereja untuk menarik kembali keputusannya karena hal ini bisa memicu konflik antara umat Islam dan Kristen di sana.

Bahkan Sheikh Sharif Katamy telah meminta para orang tua untuk menarik anaknya yang bersekolah di institusi yang dikelola gereja dan tidak membuat hubungan dengannya.

Pemerintah Kenya sendiri juga telah meminta pihak gereja membatalkan rencananya tersebut dan mengijinkan kembali siswa berjilbab untuk bersekolah sebagai upaya mendinginkan situasi.

Sheikh Mohamed Dor, salah seorang tokoh Islam dan anggota parlemen mengatakan bahwa para tokoh agama akan berembuk untuk mengeluarkan fatwa mengenai masalah ini. [voa-islam/iol]

Rawan Pemurtadan, Umat Islam Harus Awasi Rekontruksi Korban Gempa

media dakwah

Bekasi (addakwah.com) - Masa Rehabilitasi dan rekontruksi terhadap lokasi korban gempa Sumatera Barat yang ditetapkan pemerintah tengah berlangsung. Masa seperti ini sangat rentan dengan aksi pemurtadan. Diharapkan umat Islam ikut mengawasi dan membantu.
Hal ini cukup beralasan, karena selesainya masa tanggap darurat, banyak relawan muslim yang pulang ke daerahnya masing-masing. Akibatnya, pengawasan terhadap para korban gempa berkurang. Dikhawatirkan, kondisi ini dimanfaatkan para misionaris.

Menurut penuturan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), biasanya dalam masa seperti ini, para misionaris akan menawarkan bantuan pembangunan rumah kepada para korban. Padahal rumah merupakan kebutuhan pokok manusia.

“Kalau setiap hari para korban gempa ini disambangi dan ditawari pembangunan rumah oleh mereka (misionaris), sementara dari pemerintah dan lembaga Islam tidak ada yang membantu, saya khawatir korban gempa akan luluh juga menerima tawaran mereka,” ujar Ketua Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad, Rabu siang (4/11) di kantornya.

Oleh karenanya, MER-C mengimbau umat Islam tetap memberikan bantuannya kepada lembaga Islam yang melakukan program rekonstruksi di Sumbar.

“Jangan salurkan bantuan kepada lembaga non-Islam. Salurkan bantuan ke lembaga Islam, karena dengan begitu kita telah membantu korban gempa, baik secara fisik dan akidah,” saran Sarbini.

Salurkan bantuan ke lembaga Islam, karena dengan begitu kita telah membantu korban gempa, baik secara fisik dan akidah.

Mer-C telah terjun di lokasi korban gempa untuk penanganan medis para korban sejak masa tanggap darurat. Sampai kini masih tetap berada di Padang untuk ikut serta melakukan proses rekontruksi bangunan yang rusak akibat gempa, seperti rumah warga, sekolah, dan tempat ibadah.

Di Nagari Koto Tinggi, salah satu wilayah terparah akibat gempa, MER-C akan membantu rekonstruksi bagi 50 rumah warga, dua sekolah, dan beberapa MCK.

“Jumlah rumah yang dibangun kemungkinan akan bertambah sesuai dengan jumlah donasi yang masuk ke MER-C dengan amanah Gempa Padang,” sebut Sarbini.

MER-C sendiri akan bertugas pada masa rekonstruksi selama sebulan. Namun jika bantuan masyarakat mengalir, MER-C akan memperpanjang masa tugasnya. (PurWD/hdy)(sumber:voa-islam.com)

Ramadhan, Aktivitas Sekolah di Padang Pindah ke Masjid

media dakwah
addakwah.com--Pada bulan Ramadhan tahun ini, para pelajar di kota Padang, Sumatera Barat, kembali tidak libur bersekolah. Kegiatan sekolah mereka dipindahkan ke setiap masjid/mushalla bagi siswa beragama Islam dan rumah ibadah lainnya bagi siswa nonmuslim.

"Pesantren Ramadhan sudah menjadi agenda rutin Pemko Padang sejak lima tahun lalu, setiap siswa dan guru diwajibkan terlibat dalam kegiatan tersebut," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Bambang Sutrisno, Selasa (20/7).

Pada Pesantren Ramadhan yang diajarkan bagi siswa beragama Islam yakni materi pendidikan agama Islam, seperti ibadah, keimanan dan akhlak. Sedangkan para siswa nonmuslim tetap diwajibkan mengikuti pelajaran agama pada rumah ibadahnya masing-masing.

Nilai pesantren tersebut dijadikan sebagai nilai pendidikan agama pada semester ganjil ini. Bagi siswa yang tidak mengikuti Pesantren Ramadhan atau kegiatan keagamaan, maka nilai agamanya pada semester ganjilnya dinyatakan kosong.

“Diharapkan siswa dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan hati yang ikhlas. Kegiatan keagamaan, seperti Pesantren Ramadhan jangan hanya dijadikan sebagai syarat nilai saja. Lebih dari itu, siswa harus bisa memanfaatkan waktu-waktu selama bulan Ramadhan untuk memperkaya ilmu agama sehingga setelah Ramadhan, apa-apa yang telah dipelajari dapat diimplementasikan dalam keseharian," kata Bambang.

Dinas Pendidikan akan mengarahkan para guru sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat, untuk berkontribusi mensukseskan kegiatan Pesantren Ramadhan di Kota Padang.

"Keterlibatan guru pada kegiatan Pesantren Ramadhan merupakan sebuah kewajiban dan ada pertanggungjawabannya pada pihak sekolah," ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya guru yang tidak ikut atau tidak aktif selama kegiatan Pesantren Ramadhan tersebut, pihak Disdik akan menurunkan tim ke setiap kecamatan memantau kegiatan guru-guru selama Pesantren Ramadhan.
Disdik juga akan meminta laporan dari Pengurus Masjid dan Mushalla terkait absensi kehadiran guru pada Pesantren Ramadhan. Guru diwajibkan menghadiri kegiatan Pesantren tersebut selama 21 hari, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Pemko Padang. [asc/dn/hidayatullah.com](sumber: hidayatullah.com)

Bagaimana Membentuk Kepribadian Pada Anak Anda?

media dakwah
addakwah.com ----Kepribadian anak- anak  terbentuk sebagian besar  dari hasil meniru serta hal – hal yang mereka rasakan dan alami dari keluarga seperti kasih sayang, perhatian, pola asuh, didikan, dan lain- lain. Kita sebagai orang tua haruslah menyadari dan memahami anak- anak kita. Karena itu, untuk mengantarkan anak- anak kita menuju kesuksesan ada beberapa hal berikut yang harus benar-benar dipahami orang tua

1. Jangan mempunyai ambisi yang berlebihan dalam mendidik anak anak kita
Seringkali anak- anak  menjadi “korban”, objek idealisme yang kurang realistis, bahkan menjadi target sebuah kepentingan dari orang tua.  Ambisi orang tua yang berlebihan tidak lebih sama dengan pemaksaan yang akan mengakibatkan anak- anak mengalami stress, frustasi bahkan depresi jika meneka gagal. Hasilnya, dalam perkembangan selanjutnya, anak- anak akan menjadi pribadi yang kurang percaya diri, pesimis, takut salah, tidak berani mengambil keputusan.

2. Pahami tingkat kecerdasan anak anda
Dalam hal ini, orang tua harus memahami tidak semua anak memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi. Namun, orang tua harus belajar menstimulasi pertumbuhan otak  dan kompetensi anak.

3. Kenali dan pahami bakatnya
Kecerdasan emosional lebih banyak membantu membangun kepribadian anak yang lebih matang, lebih siap menghadapi masalah, dari pada kecerdasan intelektual. Maka dari itu, sebagai ornang tua kita harus dapat mengenal dan paham bakat anak- anak kita. kemudian arahkannya dengan benar. Tidak sedikit anak-anak yang terlihat biasa saja dalam kecerdasan kognitifnya, tetapi memiliki bakat tertentu yang justru membuatnya lebih kreatif dan sukses.

4. Pastikan adanya kesamaan antara metode pendidikan di sekolah anak- anak kita dengan pola asuh di rumahSekolah adalah rumah kedua bagi anak, karena banyak anak- anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka disekolah. Sebagai orang tua kita harus memahami bahwa sekolah yang unggul bukan cuma terletak pada lengkapnya fasilitas, tetapi lebih pada juga metode pendidikan dan penerapannya. Cek apakah ada kesamaan metode tersebut dengan pola pendidikan keluarga yang anda terapkan dirumah. Anda juga harus memastikan bahwa anak anda akan nyaman berada ditengah- tengah lingkungan tersebut, karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi dan mentalitasnya di kemudian hari.
suasana yang nyaman, pembiasaan dan pandangan yang positif, serta sikap dan perlakuan yang menyenangkan bagi anak, supaya mereka kelak akan selalu mempunyai memori yang indah, yang akhirnya akan mendukung mereka tumbuh menjadi pribadi yang positif

Untuk meralisasikan keempat hal tersebut diatas, kuncinya adalah suasana yang nyaman, pembiasaan dan pandangan yang positif, serta sikap dan perlakuan yang menyenangkan bagi anak, supaya mereka kelak akan selalu mempunyai memori yang indah, yang akhirnya akan mendukung mereka tumbuh menjadi pribadi yang positif. (rps)(sumber: Voa-islam)
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha