Rabu, 28 Juli 2010

ESQ Merusak Akidah Karena Jadikan Suara Hati Sebagai Sumber Kebenaran

media dakwah

Oleh:  Muhammad Arifin Ismail, M.A, M.Phil.
Dalam  buku dan latihan kecerdasan emosi dan spiritual sebagaimana yang dilakukan akhir-akhir ini dinyatakan bahwa suara hati (God Spot/Conscience) merupakan sumber kebenaran sejati. Suara hati merupakan inti materi dalam kecerdasan spiritual, sehingga terkesan bahwa seseorang itu berbuat baik, seperti menolong orang, mencintai orang lain, itu semua itu dilakukan bersumberkan kepada suara hati.
Malahan dalam buku “Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ” dinyatakan bahwa  suara hati manusia memiliki suara hati yang sama. Apakah anda seorang orang itu seorang dokter, professor, direktur, manajer, pengusaha, pedagang kecil, pejabat, orang kaya, orang miskin, suku apa saja, agama apa saja, atau tukang cuci piring direktur sekalipun, semua sama. Suara hati yang universal.
Pernyataan bahwa suara hati merupakan sumber kebenaran dan bersifat universal ini adalah sesuatu yang bertentangan dengan konsep ajaran Islam, sebab suara hati itu dapat dipengaruhi oleh bisikan syaitan, dan lain sebagainya. Itulah sebabnya dalam kajian sejarah kita dapatkan bahwa nabi Muhammad tidak cukup dengan penyucian hati saja, tetapi hati tersebut harus diisi dengan iman, ilmu dan hikmah.  Dalam sirah kehidupan Nabi Muhammad SAW, sebelum diutus sebagai Nabi beliau mengalami peristiwa pembedahan dada dan penyucian hati selama dua kali.
…Pernyataan bahwa suara hati merupakan sumber kebenaran yang bersifat universal sangat bertentangan dengan ajaran Islam, sebab suara hati itu dapat dipengaruhi oleh bisikan syaitan…
Pertama terjadi sewaktu beliau di bawah asuhan Halimah dalam usia antara 2 sampai 4 tahun, sebagaimana dinyatakan oleh Halimah:  “Suatu hari sewaktu dia (Muhammad) sedang bermain-main dengan anak saya di belakang rumah dengan anak-anak kambing, tiba-tiba anak saya datang berlari dan berkata,  Saudara saya orang Quraisy tersebut (maksudnya nabi Muhammad SAW) telah ditangkap oleh dua lelaki berbaju putih, setelah itu badannya dibaringkan dan dadanya dibedah oleh kedua orang yang menangkapnya tersebut.” Mendengar itu saya dan suami saya terus berlari untuk melihat kejadian tersebut, dan kami temui dia (Muhammad) sedang berdiri dengan wajah yang pucat. Saya dan suami saya terus memeluknya, sambil bertanya: ”Ada apa yang terjadi denganmu wahai anakku?”. Dia menjawab: ”Telah datang dua orang lelaki yang memakai pakaian putih menangkap, dan mmbaringkan badan saya, kemudian mereka berdua membedah dada saya, mencari sesuatu di dalam badan saya dan saya tidak mengetahui apa yang dicarinya tersebut.” (Sirah Ibnu Hisyam, 133-134).
Dalam hadits riwayat Muslim yang disampaikan oleh Anas bin Malik menyatakan bahwa Rasulullah didatangi malaikat Jibril sewaktu beliau sedang bermain bersama anak-anak yang lain, dan membelah dadanya, mengeluarkan hatinya dan membuang kotoran yang terdapat di hati tersebut, sambil berkata, ”Ini syaitan yang terdapat dalam diri engkau.” Kemudian malaikat mencuci hati tersebut dengan air zamzam, dan mengembalikannya ke tempatnya semula”. Melihat kejadian tersebut anak-anak yang lain segera berlari mendapatkan ibunya sambil berkata:  Muhammad telah ditangkap dan dibunuh oleh seseorang”. Datanglah Halimah dan suaminya  mendapatkan Muhammad yang sedang berdiri dengan wajah yang pucat. Anas berkata: ”Saya melihat bekas jahitan di dadanya”. Dalam riwayat Nasa’i ditambahkan bahwa setelah hati itu dicuci, maka hati itu diisi dengan hikmah dan ilmu (Said Hawa, Kitab Asas fis-Sunnah wa Fiqhuha, jilid 1/ hal. 164 -165) .
Kedua. Peristiwa pembedahan dan penyucian jiwa nabi Muhammad terjadi dalam peristiwa Isra’ Mi’raj sebagaimana diceritakan dalam hadits riwayat Bukhari yang disampaikan oleh Anas bin Malik:  “Sewaktu saya (nabi) sedang berbaring di dekat  Ka’bah, tiba-tiba datanglah seseorang mendekapku dan mengatakan kepada kawannya, “Bedahlah antara ini dan ini,” kemudian aku (Anas) bertanya antara apa dengan apa? Nabi menjawab: ”Antara cekuk leher sampai dada yang tumbuh rambut.” Kemudian malaikat itu mengambil hatiku, dan tak lama kemudian datang seseorang yang membawa bejana emas penuh berisi iman, kemudian dibasuhlah hatiku, dan dikembalikan ke tempat asalnya, dan tak lama kemudian datanglah seekor binatang (buraq) di hadapanku…” (Said Hawa,  Asas fis-Sunnah, jilid 1, hal. 301).
Dalam riwayat Bukhari yang lain juga dinyatakan: ”Sewaktu saya sedang berbaring di samping Ka’bah, antara tidur dan sadar, perut saya dicuci dengan air zamzam, dan hati saya diisi dengan hikmah dan iman” (Said Hawa, fis-Sunnah, jilid 1, hal. 304).
Sementara dalam riwayat Muslim dinyatakan: ”Di depan saya ada bejana dari emas yang penuh dengan hikmah dan iman, kemudian dada saya dibedah dan dicucilah dada saya dengan air zamzam”(Said Hawa, fis-Sunnah, jilid 1, hal. 304).
…hati manusia belum dapat menjadi pedoman hidup sebelum hati tersebut diisi dengan iman dan ilmu serta hikmah…
Dari beberapa hadits yang tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Rasulullah telah melakukan penyucian hati dan pengisian hati dengan iman, ilmu dan hikmah. Hal ini membuktikan bahwa hati manusia belum dapat menjadi pedoman hidup sebelum hati tersebut diisi dengan iman dan ilmu serta hikmah. Suara hati yang bersumberkan kepada iman, ilmu dan hikmah baru dapat mencapai tingkat kebenaran.
Itulah sebabnya dalam hadits disebutkan bahwa dalam diri manusia ada sesuatu seperti segumpal daging. Jika sesuatu itu baik, maka akan baiklah diri manusia itu, dan jika sesuatu itu rusak maka akan rusaklah seluruh perbuatan manusia tersebut, dan ketahuilah bahwa itu adalah hati. Dalam hadits tersebut terbukti bahwa hati dapat menjadi baik, dan hati dapat menjadi rusak. Hati baik, adalah hati yang telah diisi dengan keimanan dan petunjuk Allah SWT. Hati yang rusak adalah hati yang tidak beriman dan mendapat petunjuk Allah.
Ibnu Qayim al Jauzi dalam kitabnya ”Ighatsatul Lahafan” membagi hati dalam tiga macam, yaitu: hati yang sehat, hati yang sakit dan hati yang mati. Hati yang sehat adalah hati orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Hati yang sakit adalah hati orang yang munafik, sedang hati yang mati adalah hati orang kafir (Ibnu Qayim, Ighatsatul Lahafan, hal. 11).
Pendapat Ibnu Qayim tersebut berlandaskan kepada ayat-ayat Al-Quran:
”Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasul pun dan tidak (pula) seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat- nya. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana, Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. dan Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, sedangkan orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran Itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan Sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus” (Qs Al-Hajj  52-54).
Ayat ini menyatakan bahwa pada mulanya, syaitan akan berusaha untuk membisikkan sesuatu ke dalam keinginan hati seorang rasul, tetapi Allah telah menghilangkan bisikan syaitan tersebut dari hati-hati mereka, dan memberikan kepada mereka ayat-ayat-Nya (wahyu). Bisikan syaitan itu  masuk ke dalam hati, sebagai ujian bagi manusia. Bisikan itu dapat membuat orang menjadi munafik atau menjadi kafir yang mempunyai hati yang keras. Sedang orang beriman dan menerima kebenaran dari Tuhan (wahyu) maka hati mereka akan tunduk dan patuh kepada-Nya. Allah hanya memberikan petunjuk (hidayah) kepada hati orang yang beriman kepada-Nya.
…Suara hati yang dapat menjadi petunjuk adalah hati yang telah diisi dengan keimanan dan ilmu-ilmu yang bersumberkan dari petunjuk Allah…
Dari ayat dan hadits di atas dapat disimpulkan bahwa hati manusia itu tidak sama, sebagaimana klaim yang dinyatakan dalam pelatihan dan buku-buku spiritual ESQ. Tidak sama hati orang beriman dengan hati orang kafir. Hati nurani, suara hati juga tidak dapat menjadi petunjuk kebenaran, sebab hati tersebut dapat dipengaruhi oleh bisikan syaitan.
Suara hati yang dapat menjadi petunjuk adalah hati yang telah diisi dengan keimanan dan ilmu-ilmu yang bersumberkan dari petunjuk Allah (Wahyu). Oleh sebab itu, seorang yang beriman jika dia berbuat baik, menolong orang, mencintai orang lain itu semua dilakukan bukan karena suara hatinya, tetapi karena keimanan dan ketundukan kepada Allah. Inilah bedanya orang kafir dan orang beriman, sebab orang kafir melakukan kebaikan karena suara hatinya, sedangkan orang beriman melakukan sesuatu kebaikan bukan karena suara hati, tetapi karena perintah Allah, dan tunduk kepadaNya. Melakukan sesuatu karena suara hati, bukan karena Allah merupakan syirik dan dapat merusak akidah.
…Orang beriman jika dia berbuat baik bukan karena suara hatinya, tetapi karena keimanan dan ketundukan kepada Allah…
Itulah sebabnya Allah berfirman: ”Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (Qs. Al-An’am  163).
Dari keterangan di atas dapat dilihat bahwa pernyataan bahwa suara hati adalah sama, apapun agamanya merupakan konsep suara hati barat yang sangat bertentangan dengan konsep suara hati dalam ajaran Islam. Dalam agama Kristen, suara hati merupakan ajaran yang paling suci. Dalam “Oxford Dictionary of World Religion” dinyatakan, ”In the main forms of Christianity, conscience is the absolutely inviolable and sacrosanct centre of the person as human as responsible for her or his decisions”.
Agama Yahudi juga menjadikan suara hati sebagai barometer kebaikan dan keburukan sebagaimana dinyatakan oleh Rabbi Harold dalam bukunya ”Conscience:  The Duty to Obey , the Duty to Disobey.
Tanpa disadari, doktrin menjadikan suara hati sebagai sumber kebenaran adalah merupakan pesan moral gerakan Freemasonry.
”Moral Freemason adalah berasaskan kecintaan kepada manusia. Ia sama sekali menolak berbuat baik untuk mengharapkan sesuatu di masa mendatang, bukan karena ganjaran, pahala atau surga, juga tidak disebabkan karena takut kepada siapapun, tidak karena agama, atau institusi politik, atau tidak karena kekuatan ghaib yang tidak diketahui. Ia  hanya menyokong dan menyanjung untuk berbuat baik karena cinta kepada keluarga, negara, manusia dan kemanusiaan. Ini merupakan tujuan gerakan Freemason yang sangat jelas”. (Harun Yahya, Gerakan Freemason Sedunia, 2005, hal. 72-73).
…konsep ESQ yang menjadikan suara hati sebagai sumber kebenaran bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan merupakan jarum halus yang akan merusak akidah umat Islam…
Dari keterangan di atas, dapat kita simpulkan bahwa konsep ESQ yang menjadikan suara hati sebagai sumber kebenaran bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan merupakan jarum halus yang akan merusak akidah umat Islam. Semoga kita tidak terjebak oleh ”syirik-syirik”  suara hati yang sekarang banyak terdapat dalam training dan buku-buku spiritual modern. Wallahu A’lam.
*) Penulis adalah Direktur ISTAID (Institute of Islamic Thought and Information for Dakwah) Medan- Indonesia.

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Dumai Meningkat

Dumai (addakwah.com) - Jumlah kasus tindak kekerasan terhadap anak di Kota Dumai, Riau, terus meningkat sejak tahun 2009 hingga pertengahan 2010 ini.

Persoalan tersebut akibat sangat kurangnya perhatian yang diberikan semua pihak terhadap perlindungan anak, kata Kepala seksi (Kasi) Perlindungan Anak Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kota Dumai, Surniati, kepada ANTARA, Rabu.

Dia mengatakan, jumlah tindak kekerasan terhadap anak pada tahun 2009 mencapai tujuh kasus yang terdiri dari tiga kasus pencabulan, dua penelantaran, dan dua kasus perkelahian sesamanya.

Sedangkan tahun 2010, tercatat sejak awal Januari lalu hingga saat ini, terang Surniati, sudah tercatat delapan kasus yang terdiri atas empat kasus pencabulan dan empat kasus kekerasan yang dilakukan guru serta orang tua.

"Hal ini terjadi akibat masih minimnya perhatian yang diberikan terhadap anak, baik oleh orang tua, lingkungan, dan tidak terlepas dari Pemerintah Kota Dumai sendiri," paparnya.

Penegasan minimnya perhatian pihaknya terhadap kasus kekerasan anak beralasan karena minimnya anggaran atas upaya perlindungan anak yang diberikan Pemerintah Kota Dumai.

"Minimnya anggaran yang diberikan terhadap kami, membuat sebagian program yang sebenarnya sudah terencana harus ditunda," katanya.

Ia memberi contoh sosialisasi pengawasan orang tua dan program pendidikan lingkungan terhadap sekolah yang seharusnya sudah berjalan pada Mei lalu namun hingga kini belum kunjung terlaksana. (FZR/K004)

Dua Tentara Italia Tewas Dalam Serangan Bom di Afghanistan

Kabul (addakwah.com) - Dua tentara Italia tewas dalam serangan bom, Rabu, di bagian barat Afghanistan, demikian pasukan pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) itu mengatakan dalam satu pernyataan, kedua tentara tersebut tewas akibat ledakan sebuah bom rakitan, senjata pilihan gerilyawan Taliban. Tapi pasukan itu tidak memberitahukan lokasi serangan tersebut.

"Saya dapat memastikan mereka adalah tentara Italia," ujar seorang jurubicara ISAF pada AFP.

Di Roma, Perdana Menteri Silvio Berlusconi menyatakan kedua tentara itu adalah pakar penjinakan bom dan pernyataan Kementerian Pertahanan mengatakan mereka telah menjinakkan sebuah bom rakitan tapi tewas akibat ledakan yang ditimbulkan oleh bom rakitan lainnya.

Pada Mei lalu, dua tentara Italia pada Resimen Teknik ke-327 dari Turin tewas ketika konvoi mereka dihantam oleh sebuah bom di dekat Herat, kota penting di bagian barat Afghanistan.

Italia memiliki 3.300 tentara di Afghanistan bersama ISAF dan memimpin komando regional barat yang bermarkas di Herat. Dengan kematian terakhir itu, 26 tentara atau diplomat Italia telah tewas di Afghanistan sejak 2004 akibat serangan, kecelakaan atau penyebab alamiah.

Seluruhnya 404 tentara asing telah tewas dalam operasi militer di Afghanistan sejak awal tahun ini, menurut hitungan AFP berdasar pada hitungan yang dipertahankan oleh laman Internet icasualties.org.

Delapanpuluh-dua tentara telah tewas sejauh ini pada Juli, dibanding dengan 102 yang tewas Juni, yang adalah bulan terburuk bagi korban militer asing sejak akhir 2001.

Perlawanan pimpinan-Taliban telah menambah kehebatannya dalam empat tahun terakhir dan meluaskan serangannya ke sebagian besar negara itu, meskipun ada pengerahan puluhan ribu lagi tentara asing, khususnya pasukan Amerika.

Mudah untuk membuat dan menanamnya, bom rakitan sendiri (IED) adalah pembunuh utama tentara asing dan Afghanistan, serta warga sipil Afghanistan. (S008/K004)(sumber: antaranews.com)

Fatwa Haram "Infotainment" MUI Diyakini Tidak Berdampak

media dakwah
Bogor (addakwah.com) - Keluarnya fatwa haram terhadap konten sebagian tayangan "infotainment" atau siaran hiburan televisi yang dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Selasa, tidak akan menimbulkan banyak dampak.

Pakar komunikasai dari Institut Pertanian Bogor, Mohamad Ihsan, di Bogor, Rabu, mengatakan, fatwa tersebut pada dasarnya sangat baik sebagai bentuk kontrol moral bagi masyarakat.

Menurut Ihsan, kendati fatwa MUI positif, namun dirinya pesimis fatwa tersebut akan memiliki dampak luas bagi masyarakat.

"Fatwa tersebut memberikan pesan edukasi yang sangat baik, agar masyarakat lebih mewaspadai bahaya dan dampak yang ditimbulkan infotainment," kata Ihsan.

Ia lantas memberikan contoh, tentang perilaku Krisdayanti dengan Raul Lemos yang mempertontonkan adegan porno di muka publik minggu lalu.

"Adegan tersebut sangat bertentangan dengan budaya bangsa kita dan ajaran Islam. Ini salah satu potret infotainment yang sudah tidak memperhatikan masalah etika dan norma sosial," tuturnya.

Sebelumnya pada lima tahun lalu menurut Ihsan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pernah mengeluarkan fatwa serupa.

Fatwa tersebut hanya ramai dalam pemberitaan beberapa minggu. Setelah itu surut, sehingga televisi tetap dengan nyaman terus menayangkan paket siaran infotainmentnya.

"Nasib fatwa infotainment kemungkinan besar akan sama dengan fatwa serupa yang pernah dikeluarkan PBNU. Hanya heboh sesaat," ujarnya.

Hal senada diutarakan oleh Wakil Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sirajula Falah (Sifa), Sudeni Al-Fatoni MA. "Fatwa tersebut sangat bagus, tapi saya kurang yakin akan berdampak ke masyarakat," ujar Sudeni.

Dikatakannya, lemahnya dampak fatwa tersebut lantaran regulasi industri media tidak ada yang bisa mengontrol secara langsung, sehingga mereka dengan leluasa bisa mengelola program siaran apapun.


Pemirsa sebagai Kontrol

Mohamad Ihsan mengungkapkan, saat ini tidak ada satu pun lembaga di dunia, di negara mana pun yang bisa melakukan kontrol terhadap media massa.

"Negara sekali pun tidak bisa melakukan kontrol. Kalau negara melakukan kontrol, akan dituding oleh pers sebagai tindakan campur tangan terhadap dunia media yang seharusnya independen," paparnya.

Oleh karena itu, Ihsam meyakini fatwa MUI tersebut tidak akan menimbulkan banyak dampak terhadap siaran infotainment di televisi, karena sifatnya hanya himbauan yang tidak mengikat.

Ia menegaskan, peran kontrol terhadap media massa baik cetak, elektrinik maupun online justru berada di "audience" atau pembaca/pemirsa. Peran "audience" sangat besar, sehingga dapat memberikan warna.

"Kontrol terhadap media ada di pembaca/pemirsa. Kalau kita tidak suka dengan program tertentu, tinggalkan saja. Dengan begitu siarannya tidak laku," ungkapnya.(*)
(ANT-053/M027/R009)(sember:antaranews.com)

NU Tetapkan Awal Ramadhan dengan Metode Rukyat

media dakwah
Padang (addakwah.com) - Nahdlatul Ulama (NU) akan menetapkan awal Ramadhan 1431 H dengan metode `rukyatul hilal`, yaitu melihat bulan dengan kasat mata pada akhir Sa`ban.

"Dalam menetapkan awal Ramadhan, NU menggunakan metode rukyat," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj di Padang, Rabu.

Menurut Said, metode ini mengacu pada hadist yang mengatakan berpuasalah kamu setelah melihat bulan.

Namun, saat ini NU belum bisa memutuskan kapan awal Ramadhan, karena harus menunggu hasil rukyat yang akan dilakukan di beberapa wilayah Indonesia.

Menurut dia, jika mengunakan metode hisab (perhitungan matematis) di antara warga NU ada yang sangat menguasai ilmunya, namun NU tetap akan mengacu kepada hasil rukyat.

Ketika ditanyakan apakah akan bersamaan dengan hasil perhitungan yang dilakukan Muhammadiyah, Said menanggapi, tentu keputusan pastinya akan menunggu hasil rukyat.

Sementara itu, Muhammadiyah sudah mengeluarkan awal Ramadhan jatuh pada 11 Agustus 2010.

Metode rukyat dengan hisab berbeda cara dalam menetapkan awal bulan dalam kalender Hijriyah.

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan.

Rukyat adalah aktivitas mengamati bulan dengan kasat mata atau menggunakan alat setelah terjadinya ijtimak (konjungsi).

Khusus di Sumbar, ada sebagian umat muslim yang menjatuhkan awal Ramadhan dua-tiga harilebih awal dari ketetapan pemerintah. Mereka adalah pengikut tarekat Naqshabandiyah.(*)
(ANT-207/S005/R009)(sumber: antaranews.com)

Senin, 26 Juli 2010

Heli Militer Israel Jatuh di Rumania

Bucharest (addakwah.com) - Helikopter militer Israel jatuh di Rumania. Heli itu membawa 7 tentara, 6 di antaranya tentara Israel dan 1 tentara Rumania.

Helikopter itu jatuh di area pegunungan Carpathia, Brasov, Rumania  pada Senin 26 Juli 2010 saat latihan gabungan, demikian keterangan resmi yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan Rumania dan pihak militer Israel seperti dilansir dari Reuters, Selasa (27/7/2010).

Seperti ditayangkan dari stasiun TV Realitatea, tim SAR telah menemukan 4 jasad di lokasi kecelakaan di wilayah Transylvania. 4 Jasad itu belum diketahui identitasnya, sementara pencarian masih terus dilakukan pada 3 penumpang lain.

Kementerian Pertahanan Rumania mengatakan helikopter berjenis CH-53 kehilangan kontak dengan pusat kendali latihan gabungan pada tengah hari.

"Penyebab kecelakaan belum diketahui," ujar Kemenhan Rumania.

Sementara pihak militer Israel mengatakan sudah mengirimkan 1 pesawat ke Rumania membawa tim SAR dan medis. Kedua negara akan menginvestigasi kecelakaan itu.

AU Israel memang sedang berlatih di Rumania untuk berlatih bagaimana berperang di wilayah daratan di luar negeri.

"Persiapan perang di Rumania diperlukan untuk menjajal medan yang besar dan daratan yang menantang, seperti Kekuatan Pertahanan Israel akan menghadapi hal itu di masa depan," ujar pihak militer Israel.

Latihan gabungan itu diadakan dari 18 -29 Juli 2010 yang bertujuan untuk melatih prosedur evakuasi medis dan penyelamatan.

(nwk/nwk)(sumber: detiknews.com)

Bank Mega Syariah Dirampok Pelaku Memakai Masker, Ngaku Sedang Flu

Jakarta - KGSM Zaidan (29), pelaku tunggal perampokan Bank Mega Syariah Cabang Pembantu Cideng, Jakarta Pusat, saat beraksi memakai masker. Saat diminta untuk dilepas, Zaidan mengaku sedang flu.

"Pria tersebut masuk ke dalam bank pakai tutup muka dari hidung ke bawah. Kita sempat minta agar dilepaskan, tapi dia nggak mau ngakunya lagi flu," kata Direktur Bank Mega Syariah, Ani Murdiati, kepada detikcom, Rabu (21/7/2010).

Lewat kamera CCTV di dalam bank, Ani juga menjelaskan ciri-ciri fisik pria tersebut. Zaidan terlihat memakai kemeja dan jaket kulit berwarna hitam.

"Kalau terlihat dari CCTV, orangnya tinggi dan gendut," tambahnya.

Seperti diketahui, Zaidan sempat membawa uang Rp 200 juta dari Bank Mega Syariah tersebut. Si perampok berusia 29 tahun itu masuk ke Bank Mega Syariah dan menanyakan di mana toilet bank tersebut. Setelah keluar dari toilet, perampok tersebut mendatangi customer service bank dan menodongkan senjata tajam, yakni badik.

Saat keluar dari bank dengan berjalan kaki, polisi melumpuhkan perampok itu dengan tembakan di kakinya. Kini, ia diamankan di Polsek Gambir. (mad/nrl)(sumber: detiknews.com)

Bank Mega Syariah Dirampok Pelaku Ngaku Istri & Anaknya Disandera, Dimintai Tebusan Rp 1 M

Jakarta (addakwah.com) - Pelaku percobaan perampokan Bank Mega Syariah KGSM Zaidan (29) mengaku istri dan anaknya disandera oleh seseorang. Penyanderanya tersebut meminta uang tebusan sebesar Rp 1 miliar kepada pria bertubuh tambun itu.

"Ditanyain polisi dia bilang istri dan anaknya disandera sama Mr X, minta tebusan Rp 1 miliar," kata perwakilan Bank Mega, Hastono, di kantor Bank Mega Syariah, Jl Cideng Raya, Jakarta, Rabu (21/7/2010).

Menurut Hastono, kemungkinan pelaku memang mengalami stres. "Kayaknya sih dia agak error," tukasnya.

Pada pukul 11.30 WIB, Zaidan datang ke Bank Mega Syariah. Awalnya Zaidan yang mengenakan masker seperti orang sakit flu, hanya bertanya di mana letak toilet. Keluar dari toilet, Zaidan menodongkan senjata tajam ke salah satu petugas customer service dan meminta uang dimasukkan ke dalam tasnya.

Tas berisi Rp 200 juta kemudian dibawa oleh Zaidan. Anehnya, Zaidan kabur hanya dengan berjalan kaki. Polisi menembakkan timah panas ke kaki kiri dan kanan pria itu karena tidak mengikuti perintah polisi untuk berhenti.

(gus/nrl)(sumber: detiknews.com)
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha