Minggu, 01 Agustus 2010

Kerusakan Akidah di Film '3 Hati 2 Dunia 1 Cinta'

media dakwah
By: Ria Fariana

Sudah pernah nonton film “3 Hati 2 Dunia 1 Cinta” belum? Kalo belum, nggak usah malu. Itu karena film ini isinya nggak penting alias nggak bermutu. Tema yang diangkat oleh film ini adalah hubungan cinta beda agama antara laki-laki muslim dengan perempuan non muslim.

Diceritakan dalam film tersebut tentang cinta sepasang remaja yang berbeda keyakinan antara Rosid dan Delia. Rosid adalah seorang seniman keturunan Arab sedangkan Delia adalah seorang penganut Katolik. Film ini diangkat dari sebuah novel berjudul “The Da Peci Code”. Dalam film ini tokoh Rosid yang kribo diperankan oleh Reza Rahadian. Dalam film ini juga turut bermain Laura Basuki dan Arumi Bachsin.

Campur Aduk antara Haq dan Batil

Usaha musuh-musuh Islam untuk mengalahkan kaum muslimin begitu kreatif. Anak-anak muda yang cenderung suka having fun dicekoki dengan film yang mengarahkan ke tujuan tertentu. Tak bisa meraih tujuan dengan cara biasa, maka diambillah langkah tak biasa. Toleransi semu yang seringkali digembar-gemborkan misalnya ajakan untuk merayakan hari raya agama lain tak berhasil, maka dicarilah cara lain. Salah satunya adalah dengan memberikan topik ringan yang disuka kaum muda yaitu tema cinta.

Toleransi semu yang melibatkan perasaan, seringkali menjebak banyak kaum muda. Jiwa muda yang menggelora dan meledak-ledak apalagi untuk urusan cinta menjadi begitu mudah dimanipulasi. Sudah pada dasarnya orang yang jatuh cinta itu seringkali logikanya meluncur ke level paling rendah, ditambah lagi dengan cinta buta terhadap lawan jenis beda keyakinan. Top dah, cinta buta bin tolol yang pernah ada di dunia.

…Toleransi semu yang melibatkan perasaan, seringkali menjebak banyak kaum muda, dalam cinta buta terhadap lawan jenis beda keyakinan…

Gula Jawa rasa coklat, logika miring orang jatuh cinta. Tapi ini masih mendinglah, daripada tahi kucing rasa coklat. Ini logika orang gila yang kehilangan indera perasa. Tapi di antara itu semua, ada yang kehilangan akal sehat melebihi sekadar kehilangan indra perasa seperti perumpamaan di atas. Yaitu ketika jatuh cinta pada seseorang beda keyakinan, dinasehatin tetap saja ngeyel, bahkan suka memutar balik ayat hanya sekadar mencari pembenaran plus durhaka sama orang tua demi cinta buta. Pesan-pesan seperti inilah yang berusaha ditanamkan dalam film ini.

Sobat muda, hubungan “cinta-kasih” beda agama itu bukan masalah sepele. Bukan cuma melibatkan hati dan perasaan saja, tapi lebih ke berbagai aspek luas lainnya. Di sini nanti akan bersinggungan dengan yang namanya etika pergaulan antar lawan jenis. Bila berhubungan dengan seseorang yang beda keyakinan, akan ribet urusannya karena si dia pasti terheran-heran bahwa ada agama yang begitu mengatur secara detil tentang pergaulan. Belum lagi terkait juga dengan keberatan dari kedua belah pihak karena itu nantinya pihak keluarga harus siap menerima calon anggota keluarga yang berbeda keyakinan, dan itu tidak mudah. Yang paling penting adalah terkait dengan akidah yang ini urusannya sama sekali tidak bisa dipandang enteng. Dunia dan akhirat, Bro!

Telah jelas yang hak dan yang batil itu. Adanya hubungan beda keyakinan ibarat mencampur air susu dengan air comberan. Apakah kamu mau meminum air yang sudah terkontaminasi ini? Boro-boro disuruh minum, mendengarnya saja kamu pasti sudah jijay bajay alias ogah banget. Seperti ini juga gambaran orang yang menjalin hubungan asmara dengan beda keyakinan. Bila perempuannya muslimah dan laki-lakinya non muslim, hubungan seperti ini sudah jelas haram. Ikatan mereka tidak sah, bahkan hubungan suami istri mereka statusnya sama dengan berzina. Na’udzubillah.

…Hubungan perempuannya muslimah dengan laki-lakinya non muslim sudah jelas haram. Ikatan mereka tidak sah, bahkan status hubungan suami istri mereka adalah berzina…

Bila yang laki-lakinya muslim dan perempuannya non muslim, memang ada sedikit perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini. Perbedaan pendapat inilah yang sepertinya dimanfaatkan oleh orang-orang liberal yang berada di balik pembuatan film “3 Hati 2 Dunia 1 Cinta” untuk dibidik dalam melemehkan keyakinan pemuda muslim lainnya. Ada pendapat yang membolehkan bila laki-lakinya muslim, karena dialah yang akan menjadi imam dalam keluarga. Diharapkan ia bisa memimpin istri dan anak-anaknya agar masuk Islam bersama-sama. Tapi bagaimana bila kenyataan berbicara sebaliknya? Hmm...

Pemurtadan terselubung

Banyak kasus terjadi, laki-laki tidak bisa membuat istrinya yang beda agama agar mau memeluk Islam. Sebaliknya, si suami malah terseret murtad karena bujuk rayu mulut perempuan non muslim yang telah menjadi istrinya itu. Si suami pun mudah tergoda dengan alasan demi keutuhan rumah tangga dan anak-anak. Bukannya menyelamatkan keluarga dari siksa api neraka seperti yang diperintahkan dalam Al-Quran, si suami malah dengan sukarela akhirnya menapak jejak yang mendekatkannya pada neraka jahanam.

Firman Allah SWT (yang artinya): “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Qs Al-Baqarah 221)

Yang sudah menikah saja kasus seperti ini banyak, apalagi yang belum menikah. Selain pemurtadan, kedua pasangan ini akan banyak melanggar etika pergaulan dalam Islam. Misalnya saja berkhalwat atau berdua-duaan dengan non mahram alias mojok berdua sebagaimana pada umumnya aktivitas pacaran. Masa’ iya hubungan dengan seorang non muslim diajak berta’aruf yang islami? Pastilah akan banyak pertanyaan dan keberatan yang menyertai. Tidak bisa tidak, memahamkan secara akidah harus diberikan sebelum sampai pada etika hubungan dengan lawan jenis. Nah, bisakah ini dilakukan?

…Orang yang nekat menjalin hubungan asmara beda agama adalah mereka yang cenderung tidak paham terhadap Islam…

Kamu jangan lupa juga bahwa seringkali orang yang nekat menjalin hubungan asmara beda agama adalah mereka yang cenderung tidak paham terhadap Islam. Bila pun mereka mengaku paham, sebetulnya mereka cuma hafal tanpa tahu konteks makna dalil yang dihafalkan itu. Hal ini banyak menimpa mereka yang sok hafal plus sik tahu banyak dalil kemudian dengan sombongnya memutar balik ayat. Bahkan ada juga seorang yang mengaku dirinya ulama, anak perempuannya malah menikah dengan non muslim keturunan Yahudi. Bahkan dia sendiri yang menjadi wali bagi anaknya yang itu artinya dia restui perzinaan tersebut. Sebab, menurut hukum Islam, haram seorang muslimah menikah dengan orang musyrik dan kafir.

Upaya para manusia yang mengaku dirinya ulama dan cendekiawan muslim ini jelas-jelas merusak. Mereka mempunyai makar, tapi rencana Allah jauh lebih dahsyat untuk menggagalkan upaya liberalisasi ide Islam ini. Firman Allah SWT (yang artinya): “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Qs Ali Imran 54)

Bro en Sis, mereka sering kalah dan gagal ketika duduk berdialog dengan ulama dan cendekiawan Islam yang lurus. Karena gagal di ranah ilmiah inilah, akhirnya ada orang-orang yang seide dengan para sekularis bin liberalis ini mengangkatnya dengan tema hiburan berupa film. Cemen banget dah!

Be careful!

Setelah mendapatkan wawasan baru tentang upaya musuh-musuh Islam dalam merusak generasi muda muslim, kamu kudu waspada. Nonton film tersebut sih boleh-boleh saja, tapi kamu kudu siap dengan saringan atau filternya. Apaan tuh filternya? Tentu saja Islam dong. Emang ada filter yang lain selain Islam? Jawabnya tak ada filter yang mampu menyaring sampah-sampah ide kotor semisal toleransi semu ala sekularis kecuali Islam saja.

…Nonton film tak sekadar nonton film. Sikapi dengan bijak makna tersirat dalam film tersebut, yaitu upaya melegalkan kawin campur beda agama yang merusak itu…

Nonton film tak sekadar nonton film. Karena setiap perbuatan anak manusia akan dipertanggungjawabkan di Yaumil Akhir nanti, maka berbuatlah bijaksana meskipun hanya untuk nonton film ini. Seharusnya setelah membaca uraian di atas, kamu bisa menyikapi dengan bijak isi film tersebut dan menangkap makna tersirat dalam upaya melegalkan kawin campur beda keyakinan yang merusak itu. Kamu semakin kritis dan cerdas, plus juga makin hati-hati dalam memilih tontonan. Ingat, fungsi tontonan saat ini sangat berpeluang besar untuk menjadi tuntunan alias ditiru oleh para penontonnnya.

Jangan sampai kamu terjerumus! Menonton film apalagi yang merusak akidah dan pemahaman, kudu hati-hati banget. Perkuat dulu keimanan dan wawasan keislaman kamu. Jangan sampai niat hati mau cari hiburan tapi malah menjerumuskan. Begitu juga dengan teman-teman kamu yang biasanya pada demen nonton film. Paling tidak pelajari dulu isi film, pahamkan tentang muatannya yang merusak akidah dan mengajak pada kebatilan, baru deh nonton filmnya penuh dengan kekritisan khas pemuda muslim yang cerdas.

Kalau ini yang kamu lakukan, so pasti keimanan dan kecerdasan kamu bakal makin meningkat, insya Allah. Wawasan ini tak boleh hanya diketahui oleh kamu sendiri saja. Sebarkan isi artikel ini sehingga akan banyak generasi muda muslim yang terselamatkan pemikirannya. Karena hubungan beda agama, jelas-jelas tak membawa manfaat apa pun bagi pelakunya. Selain aktivitasnya yang notabene mendekati zina dengan pacaran, sangat berpeluang mengajak kamu kepada meragukan keyakinanmu sendiri yang nantinya bisa berakibat murtad. Be careful! So, hubungan “cinta-kasih” beda agama? NO WAY! Catet ya! Sip deh. [voa-islam.com]

Gereja di Florida Prakarsai 'Gerakan Bakar Al Quran'

media dakwah
Kerukunan antaragama di Amerika Serikat (AS) sedang mendapatkan cobaan. Dove World Outreach Center, sebuah gereja perjanjian baru non-denominasi di Gainesville, Florida, AS, akan menjadi tuan rumah 'Hari Pembakaran Al Quran Internasional' dalam memperingati 9 tahun tragedi serangan 11 September 2001.

Seruan itu disampaikan dalam situs jejaring sosial Facebook. Dalam situs itu, mereka mengundang umat Kristen untuk membakar kitab suci umat Islam tersebut.

"Kami percaya bahwa Islam adalah setan, yang menyebabkan jutaan orang masuk neraka. Itu adalah agama menipu, itu adalah agama kekerasan dan itu terbukti," kata Pastor Terry Jones seperti dilansir BBC, awal minggu ini.

Tak cuma menyebarkan seruan lewat Facebook, gereja tersebut juga menyebarkan pesannya lewat Youtube dengan anjuran yang sama.

"Silakan tanya pada diri Anda sendiri, apakah Anda pernah benar-benar melihat seorang muslim sangat senang ketika mereka sedang berada di Mekkah? Saat mereka berkumpul di lantai masjid? Apakah itu tampak seperti agama yang penuh dengan kegembiraan?" demikian salah satu kalimat yang diucapkan Jones dalam postingan Youtube.

"Tidak, bagi saya ini tampak seperti agama setan," imbuhnya.

Kelompok advokasi Islam di AS (CAIR) tidak kebakaran jenggot dengan rencana ini. Mereka menyerukan agar gerakan Islamophobia tidak terus digencarkan. Dalam sebuah pemberitaan, mereka justru mengkampanyekan untuk menyebarkan 100 ribu Al Quran.

"Masyarakat muslim di Amerika dan orang-orang yang memiliki hati nurani harus mendukung upaya pendidikan yang positif untuk menolak penyebaran Islamophobia," kata Juru Bicara CAIR Ibrahim Hooper.

Sementara itu, Asosiasi Nasional Evangelis, kelompok evangelis terbesar di AS, mengeluarkan pernyataan mendesak gereja untuk membatalkan acara tersebut. Peringatan yang dibarengi dengan pembakaran Al Quran itu bisa menimbulkan ketegangan di seluruh dunia antara kedua agama, Islam dan Nasrani.

"Mari kita mengembangkan hubungan kepercayaan dan menghormati agama lain. Kita semua adalah ciptaan-Nya. Oleh karena itu marilah saling menghormati," demikian sikap Asosiasi Nasional Evangelis.

Halaman Facebook yang dibuat Jones kini telah memiliki 1.600 penggemar. Tapi juga ada kelompok lain di Facebook dengan lebih dari 3.100 penggemar malah menghujat Jones. Grup ini didirikan untuk melawan intoleransi yang tidak menghormati orang-orang muslim.

Dialt="media dakwah" tittle="media dakawah" Indonesia, gerakan ini juga mulai mendapatkan perlawanan. Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL), Lutfie Assyaukanie, dalam akun Twitter-nya berharap agar gerakan ini ditentang oleh penganut agama Kristen di Indonesia.

"Saya menyeru teman2 Kristen di Indonesia utk memprotes keras rencana sebuah Gereja di Florida, AS membakar al-Quran," ujarnya dalam akun Twitter yang diposting, Senin (2/8/2010) dini hari. (anw/mei) (sumber:detik.com)

Aksi Damai untuk TKW Asal Indramayu di Kedubes Kuwait

media dakwah
Jakarta - Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indramayu, Jawa Barat, Sariah, tewas akibat dianiaya majikannya di Kuwait. Untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah Kuwait, sebuah aksi teatrikal akan dilakukan di depan Kedubes Kuwait di Jakarta.

"Sampai hari ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Kuwait, meskipun hasil otopsi dari RSCM menyatakan bahwa Sariah dipastikan meninggal akibat kekerasan fisik dan seksual," kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (2/8/2010).

Menyikapi hal tersebut, Migrant Care, keluarga Sariah, mantan-mantan PRT migran, dan beberapa kelompok masyarakatn akan melakukan aksi protes di depan Kedutaan Besar Kuwait di Jakarta.

"Agar pemerintah Kuwait serius dan bertanggung jawab penuh atas meninggalnya Sariah akibat kebrutalan majikannya yang senatiasa melakukan kekerasan fisik dan seksual selama dia bekerja," imbuh Anis.

Aksi akan berlangsung di Kedubes Kuwait di Kuningan Barat, Jakarta Selatan mulai pukul 10.00-11.00 WIB.

Sariah diketahui tewas di Kuwait tanggal 7 Juli lampau. Jenazahnya sampai di Jakarta 2 pekan kemudian. Sesampainya di jakarta, keluarga mengotopsi jenazah Sariah. Kemudian langsung dikuburkan di desanya, desa Tersana, RT 8/2, Sukagumiwang, Indramayu.

Sariah berangkat ke Kuwait sejak 2008. Kepergiaanya merupakan kali kelima berangkat sebagai TKW. Ia sempat bekerja di Arab Saudi dan Yordania. Perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga itu meninggalkan satu suami dan seorang anak.
(anw/mei)(sumber: detik.com)

Rabu, 28 Juli 2010

Obama tepis bocoran Wikileaks

media dakwah
Presiden AS Barack Obama mengatakan pembocoran dokumen rahasia mengenai perang di Afghanistan merisaukan, tapi tidak mengungkapkan informasi baru.

Dalam reaksi publik pertamanya atas pembocoran, Presiden Obama mengatakan data itu memperkuat alasan keputusannya untuk merombak strategi militer AS di Afghanistan.

Wikileaks, yang memposting dokumen rahasia di situs internet, menggambarkan berkas-berkas tersebut sebagai laporan medan tempur dan intelijen.

Rincian baru, termasuk laporan mengenai Osama bin Laden muncul dari berkas-berkas tersebut.

Beberapa berkas merunut Bin Laden, meski Amerika Serikat menyatakan tidak menerima informasi yang bisa dipercaya mengenai pemimpin al-Qaida ''bertahun-tahun'' ini.

''Meski saya merisaukan tentang pengungkapan informasi sensitif dari medan tempur yang bisa mengancam perorangan atau operasi, faktanya adalah bahwa dokumen ini tidak mengungkapkan masalah yang belum menjadi informasi dalam debat publik mengenai Afghanistan,'' kata Obama dalam konferensi pers di Washington.
Bocoran utama Wikileaks

* Laporan ancaman antara 2004 dan 2009 yang mengkaitkan pemimpin al-Qaida Osama bin Laden dengan kegiatan perlawanan

* Hampir 200 laporan mengenai Task Force 373, operasi khusus militer pasukan elit dengan tugas memburu dan menghabisi petempur musuh

* Tuduhan bahwa dinas intelijen Pakistan, ISI mengarahkan atau merencanakan serangan pemberontak

* Serangan terhadap pesawat udara mengindikasi pemberontak memiliki senjata canggih, termasuk rudal pelacak panas

''Memang mereka [berkas rahasia] mengacu ke tantangan-tantangan yang sama yang mendorong saya mengadakan peninjauan ekstentif terhadap kebijakan kita musim gugur lalu,'' ujar Obama.

''Selama tujuh tahun, kita gagal untuk menerapkan strategi yang memadai untuk menghadapi tantangan di kawasan ini,'' tambah presiden AS, seraya menegaskan bahwa Afghanistan merupakan asal serangan 11 September dan rencana teror lain.

''Itulah sebabnya kita memperbesar komitmen kita di sana, bertekad untuk mendapatkan akuntabilitas lebih besar dari Afghanistan dan Pakistan, mengembangkan strategi baru yang bisa bekerja. Kini kita harus menggulirkan strategi itu,'' katanya.

Sementara itu, departemen pertahanan AS, Pentagon, telah mulai mengadakan ''penyelidikan yang sangat seksama'' untuk menemukan pihak yang menyampaikan dopkumen rahasia itu ke Wikileaks.

Dalam perkembangan terpisah, Divisi Investigasi Angkatan Darat AS juga menggulirkan penyelidikan tersendiri atas kebocoran berkas informasi rahasia tersebut.(sumber: www.bbc.co.uk)

Israel Hancurkan Sebuah Desa Milik Suku Badui

media dakwah
NEGEV (Arrahmah.com) - Otoritas zionis Israel telah menghancurkan rumah milik 300 penduduk suku pedalaman di sebuah desa yang berlokasi di selatan gurun Negev.
Penghancuran ini dilakukan pada Selasa (27/7/2010) menggunakan buldoser-buldoser militer.  Selain rumah, penduduk juga kehilangan ternak dan tanaman mereka.

Desa Al-Arakib dihuni oleh sekitar 40 rumah, merupakan salah satu desa dari 45 desa milik suku pedalaman yang akan dihancurkan oleh Israel.

Sekitar 5 buldoser tiba pada pukul 5.30 pagi untuk menghancurkan puluhan rumah.

Penduduk lokal dan sekitar 150 aktivis mencoba menghalangi eksekusi yang dilakukan Israel, karena perlawanan ini, beberapa orang terluka dan beberapa aktivis ditangkap.

Kebanyakan dari penduduk Al-Arakib pindah ke pemakaman untuk bernaung. (haninmazaya/arrahmah.com)

Sebut Islam Pengultusan, Calon Gubernur Tennese, AS, Dikecam

NASHVILLE, TENNESE, AS (addakwah.com) --Kandidat gubernur Tennesse, AS, dari partai Republik, Ron Ramsey, mendapat kritik tajam dari kelompok advokasi Muslim nasional. Pasalnya Ron dalam sebuah pernyataan di depan publik sempat mempertanyakan apakah Islam cenderung sebuah pengultusan ketimbang sebuah agama.

Dalam sebuah acara di Chattanoga, awal bulan ini, Ramsey berkata, "Anda dapat berargumen apakah menjadi seorang Muslim sebenarnya memeluk agama, ataukah itu sebuah nasionalisme, cara hidup, pengultusan atau apa pun yang ingin anda sebut?"

Jurubicara Dewan Hubungan Amerika Islam (CAIR), Ibrahim Hooper, mengatakan komentar Ramsey adalah tanda-tanda tren gangguan di Amerika. Ia menilai nada komentar ingin menyatakan bahwa muslim Amerika seharusnya memiliki hak konstitusi lebih sedikit atau lebih ketat dibanding warga penganut keyakinan lain.

Ibrahim mendesak Ramsey untuk bertemu dengan anggota komunitas Muslim di Tennesse yang ia sebut "mampu menawarkan keseimbangan dan informasi akurat tentang Islam kepadanya."

Ramsey melontarkan pernyataan itu sebagai respon keprihatinannya bahwa sudah terlalu banyak hal dalam Islam yang lebih mirip filosofi politik penuh kekerasan ketimbang agama cinta damai. "Waktunya bagi muslim Amerika yang mencintai negara ini untuk menyatakan perang terhadap jihad kekerasan dan menentang mereka yang mencoba melukai Amerika dengan bermacam komunitas keyakinannya," ujarnya.

Komentar itu muncul di tengah ketegangan emosi kalangan warga AS atas rencana pendirian masjid dan Islamic Center di Murfreesboro, yang sempat memunculkan demo dari kedua pihak, pendukung dan penentang. Ramsey berdalih, saat berkampanye di Chattanooga ia tak pernah ditanya tentang Islam hingga kontroversi pendirian masjid itu mencuat. Politisi yang sempat menjadi kandidat pemilihan Kongres tahun lalu, juga menyeru bahwa masjid adalah ancaman bagi moral dan landasan politik negara.(sumber: republika)

Islam Berkembang Begitu Pesatnya di Eropa dan Amerika

media dakwah
JAKARTA (addakwah.com)--Islam merupakan agama yang paling cepat perkembangannya di Eropa dan Amerika. Islam kini makin mendapat tempat di hati masyarakat Eropa dan Amerika. Sejak menyebarnya Islam ke Eropa pada abad ke-7 Masehi melalui Andalusia (Spanyol) oleh pasukan Thariq bin Ziyad, panglima tentara dari Dinasti Bani Umayyah, benua putih dan biru itu seakan menjadi lahan subur penyebaran dakwah dan syiar Islam.

Dalam 30 tahun terakhir, jumlah kaum Muslimin di seluruh dunia telah meningkat pesat. Sebuah angka statistik menunjukkan, pada tahun 1973 penduduk Muslim dunia sekitar 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 miliar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama Islam.

Data ini diungkapkan oleh Pew Research Center, sebuah kelompok pencari fakta Amerika yang menyediakan informasi mengenai isu, sikap, dan tren yang membentuk Amerika dan dunia melalui sebuah jajak pendapat publik. Dalam studinya yang berjudul "Memetakan Populasi Muslim Global: Sebuah Laporan Tentang Jumlah dan Distribusi Populasi Muslim Dunia", kelompok ini mengindikasikan bahwa seperlima kaum Muslim (300 juta) tinggal di negara-negara non-Muslim.

Hasil studi yang dirilis akhir tahun lalu ini juga menemukan bahwa Eropa memiliki sedikitnya 38 juta Muslim yang membentuk lima persen dari total populasi benua tersebut. Sebagian besar terkonsentrasi di Eropa Tengah dan Timur. Rusia memiliki lebih dari 16 juta Muslim, dan terbesar di Eropa. Menurut studi tersebut, Jerman memiliki pemeluk Muslim sebanyak 4,5 juta, Prancis sebesar 3,5 juta jiwa, Inggris sekitar dua juta orang, dan Italia sebanyak 1,3 juta jiwa.

Sisanya tersebar di beberapa negara Eropa lainnya seperti Portugal, Swedia, Belanda, Swiss, Belgia, dan lainnya. Namun demikian, jumlah ini diperkirakan bertambah lagi. Sebab, sebuah hasil studi di Rusia menyebutkan, jumlah pemeluk Islam di negara Beruang Merah tersebut mencapai 25 juta jiwa dari total populasi yang mencapai 145 juta jiwa.

Studi tersebut mengatakan bahwa hampir 46 juta Muslim berada di benua Amerika. Di negara super power, Amerika Serikat, agama Islam dipeluk oleh sekitar 2,5 juta orang. Sementara itu, di Kanada jumlah pemeluk Islam mencapai 700 ribu orang. Tak jauh berbeda dengan Argentina. Umat Islam di negara Tango itu mencapai 800 ribu orang, dan merupakan pemeluk Islam terbesar di Amerika Selatan. Sementara itu, di Suriname, pemeluk Islam mencapai 16 persen dari total penduduknya, dan menjadi populasi Muslim terbesar di benua Amerika.

Data yang disampaikan oleh pihak Pew Research Center mengenai populasi Muslim di Barat, terutama di Eropa dan AS itu bertolak belakang dengan perhitungan yang biasanya dilaporkan oleh organisasi-organisasi Muslim di kawasan-kawasan tersebut. Muslim di AS, misalnya, secara umum diyakini berjumlah lebih dari tujuh juta sementara Prancis lebih dari enam juta.

Faktor pemicu

Peningkatan umat Islam yang demikian pesat itu, bukan saja karena disebabkan oleh meningkatnya jumlah penduduk di negara-negara Muslim, tapi juga bertambah jumlah orang-orang yang memeluk Islam (mualaf). Hal ini merupakan suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center (WTC) pada tanggal 11 September 2001. Ketertarikan secara alamiah dan rasa ingin tahu yang mendalam, telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam.

''Alhamdulillah, kondisi umat Islam di AS baik-baik saja. Umat Islam terus bertambah banyak di sini, baik sebelum maupun sesudah peristiwa 11 September 2001,'' ujar Mohammad Kudaimi, anggota Nawawi Foundation, sebuah lembaga pendidikan yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat (AS).

Menurut pria keturunan Suriah ini, dalam lima tahun terakhir ini, agama Islam menjadi agama yang paling cepat perkembangannya di bandingkan dengan agama lainnya. Ia mengatakan, setiap harinya selalu ada warga negara non-Muslim AS yang memeluk Islam. Kondisi serupa juga terjadi benua Eropa dan kawasan Amerika lainnya. Menurut laporan surat kabar Times, setelah peristiwa 11 September, agama Islam mendapatkan perhatian besar dari kalangan warga kulit putih Inggris yang berekonomi kuat dan berpendidikan. Peristiwa itu, bukannya membuat makin besar stigma negatif, tetapi makin menambah jumlah anak-anak muda dan peneliti yang termotivasi untuk mempelajari Islam. Bahkan, mereka makin tertarik dan Akhirnya memeluk Islam.

Di Belgia, agama Islam terus menunjukkan eksistensi yang semakin kuat, walaupun kebencian terhadap umat Islam, sudah tak lagi sebatas retorika, kebijakan, atau kecaman, melainkan mengarah pada kebencian dan Islamophobia. Di negara berpenduduk 10 juta jiwa itu kini menjadi tempat bermukim sekitar 628.751 umat Muslim, atau enam persen dari populasi.

Jumlah pemeluk Islam yang terus berkembang, menyebabkan perubahan secara demografi. Di banyak wilayah, penduduk Muslim sudah lebih banyak ketimbang pemeluk Kristen Protestan dan Yahudi. Majalah terkemuka L'Express dalam sebuah artikelnya, bahkan berani memprediksikan bahwa dalam 20 tahun ke depan, Islam bisa menjadi agama dominan di ibu kota Brussel, Belgia.

Para sosiolog di Belgia mencatat, pada awal tahun 2000, jumlah umat Muslim di kota itu mencapai 17 persen dari populasi. Tapi di tahun 2008, menurut Oivier Servais, dari Laboratory for Prospective Anthropology di UCL, angkanya sudah mencapai 33,5 persen dari populasi, naik hampir dua kali lipat. Di kota ini, sebanyak 33,5 persen penduduknya atau sekitar 350 ribu orang dari 1,1 juta jiwa, memeluk Islam. Subhanallah.(sumber: republika)

Terbukti Demokrasi Mahal, MUI Desak Koreksi Pemilu

media dakwah
Jakarta (addakwah.com) - Munas MUI telah usai dan ditutup oleh wapres Boediono, setidaknya ada beberapa rekomendasi. Rekomendasi Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) VIII juga menyoroti masalah politik. Di bidang tersebut, MUI meminta pemerintah meninjau ulang pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah.

"MUI mengusulkan agar pihak DPR dan pemerintah secara serius meninjau ulang sistem pemilukada," kata Ketua Bidang Dakwah MUI Amrullah Ahmad.

Hal itu dikatakan dia saat membaca butir G rekomendasi MUI itu di depan Wakil Presiden Boediono saat penutupan Munas di Twin Plaza Hotel, Jl Gatot Subroto, Jakarta Barat, Rabu (28/7/2010).

...MUI mengusulkan agar pihak DPR dan pemerintah secara serius meninjau ulang sistem pemilukada," kata Ketua Bidang Dakwah MUI Amrullah Ahmad...

Menurut Amrullah, fenomena pemilihan pemimpin secara langsung di tingkat daerah ternyata menimbulkan praktek kapitalisme dan liberalisme dalam perpolitikan. Praktek tersebut membawa sejumlah dampak buruk.

Pertama, terjadinya dominasi pemilik modal kuat dalam pemilukada tanpa mempertimbangkan kapabilitas, kapasitas, dan intergritas calon. Kedua, terjadinya konflik horizontal antar pendukung calon akibat cara-cara yang liberal dan pragmatis dalam pemilukada.

"Ketiga, terjadi pemborosan keuangan negara dan masyarakat yang seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.

SBY Prihatin Demokrasi Mahal

Sebelumnya, jauh-jauh hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa prihatin dan mengeluhkan terhadap pelaksanaan Pilkada di sejumlah daerah karena ongkos demokrasi yang terlampau mahal.

..."Satu keprihatinan dan kecemasan kalau politik dan demokrasi kita ini menjadi sesuatu yang amat mahal...

"Satu keprihatinan dan kecemasan kalau politik dan demokrasi kita ini menjadi sesuatu yang amat mahal. Ini bukan jadi rahasia lagi kalau orang mencemaskan pilkada saja biayanya sangat tinggi," ujar Presiden SBY.

Hal itu diungkapkan Presiden, saat menerima Pengurus Pusat ICMI di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (18/3/2010).

MUI Jatim Desak Pilihan Langsung Dihapus

Memang mahalnya ongkos demokrasi ini disorot MUI Jatim dalam Munas MUI yang ditutp hari ini. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengusulkan kepada pemerintah untuk menghapus pemilihan gubernur secara langsung karena fungsi gubernur hanya koordinator wilayah.

...Pilkada langsung selama ini seolah-olah demokratis, tapi pemenang sebenarnya adalah pemodal, karena itu harus dievaluasi," kata Ketua Umum MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori...

"Terus-terang, pilkada langsung selama ini seolah-olah demokratis, tapi pemenang sebenarnya adalah pemodal, karena itu harus dievaluasi," kata Ketua Umum MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori, Jumat (23/7).

Ia mengemukakan hal itu ketika dikonfirmasi tentang usulan MUI Jatim dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUI di Jakarta pada 25-28 Juli.

Menurut dia, pilkada langsung perlu dievaluasi dengan tatacara pemilihan yang lebih meminimalkan penodaan demokrasi, seperti syarat "incumbent" (pejabat kini) untuk mundur sejak saat pencalonan, pernah mengikuti Lemhannas, pertimbangan moralitas dari MUI, dan sebagainya.

"Evaluasi pilkada akan menghindarkan masyarakat dari benturan fisik dan pemborosan dana, karena itu kami mengusulkan pilgub untuk dievaluasi paling dahulu," katanya. (Ibnudzar/dbs)(sumber: voa-islam.com)
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha