Metrotvnews.com, Sleman: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta media massa, khususnya televisi, lebih cermat melaporkan peristiwa terkait letusan Gunung Merapi.
"Saya melihat banyak pemberitaan yang tidak cermat. Seperti untuk letusan pagi tadi (Sabtu, 30/10) ada televisi yang menyebutkan awan panas (meluncur) sampai 30 kilometer. Ini kan berarti warga Yogyakarta terkena semua," kata Sultan di Posko Utama Penanggulangan Bencana Alam Kabupaten Sleman di Pakem, Sabtu.
Sultan mengatakan, itu menunjukkan media tak bisa membedakan antara hujan abu vulkanis dengan awan panas. "Seharusnya sebelum melaporkan bisa memilah lebih dahulu dan berdasarkan informasi dari sumber resmi. Jangan menggunakan asumsi sendiri," katanya.
Menurut Sultan, pemberitaan yang tak tepat bisa menimbulkan keresahan baru di masyarakat. "Saya yang melihat langsung siaran tersebut hingga jam 03.00 WIB sampai kaget. Itu tidak benar kalau awan panas sampai di kilometer enam atau sekitar 30 kilometer dari puncak Gunung Merapi," katanya.
Sultan mengatakan, dirinya juga terus memperbarui informasi dan data terkini dari instansi-instansi berwenang. "Jadi, janganlah pemberitaan itu justru menambah keresahan masyarakat. Kalau belum memiliki informasi lengkap, ya jangan disiarkan dulu. Pelajari dulu peta lokasinya sehingga tidak salah melaporkan," katanya.(Ant/ICH)
Sabtu, 30 Oktober 2010
Hukum Bekerja di Tempat yang Mengharuskan Mencukur Jenggot
Oleh: Badrul Tamam
Memanjangkan jenggot telah menjadi tradisi orang-orang terdahulu dan menjadi sunnah para Nabi serta disepakati semua syariat. Dan pada syariat umat ini, memanjangkan jenggot termasuk sunnah Nabinya shallallaahu 'alaihi wasallam dan satu bagian perkara fitrah yang dilestarikan.
Memelihara jenggot wajib hukumnya bagi kaum lelaki, berdasarkan alasan-alasan berikut ini:
1. Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk memelihara jenggot, dan perintah itu menunjukkan wajibnya. Sementara tidak ada indikasi yang memalingkannya kepada istishab (anjuran). Di antara hadits yang menunjukkan perintah ini:
Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam,
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
“Selisihilah kaum musyrikin, peliharalah jenggot dan potonglah kumis.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ
“Cukurlah kumis dan peliharalah jenggot. Selisihilah orang-orang Majusi.” (HR. Muslim)
2. Mencukur jenggot merupakan perbuatan menyerupai orang-orang kafir, sebagaimana dijelaskan dalam dua hadits di atas.
3. Mencukur jenggot termasuk perbuatan merubah ciptaan Allah dan mentaati syetan yang mengatakan:
وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ
“Dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya.” (QS. Al-Nisa’: 119)
4. Memotong jenggot termasuk perbuatan menyerupai kaum wanita. Padahal, “Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai kaum wanita.” (HR. Al-Bukhari dan al-Tirmidzi)
Karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah berkata, “Diharamkan bagi laki-laki mencukur jenggotnya.”
Ibnu Hazm dan selainnya menukil ijma’ tentang haramnya mencukur jenggot. (Lihat: Maratib al-Ijma’ dan Radd al-Mukhtar: II/116)
Sesudah jelas hukum tentang memanjangkan jenggot dan larangan mencukurnya, maka perintah atasan dalam tempat kerja untuk mencukur jenggot tidak boleh dipatuhi. Sebabnya, perintah itu bertentangan dengan ketetapan syariat.
Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda dalam hadits shahih,
إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ
“Sesungguhnya ketaatan dalam hal yang ma’ruf.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan bersabda lagi,
لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada sang Khaliq.” (HR. Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf)
Imam al-Tirmidzi dalam Sunan-nya membuat bab tentang “Apa yang menerangkan tentang tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan terhadap Khaliq” dengan menyebutkan satu hadits dari Ibnu Umar radhiyallaahu 'anhuma, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Mendengar dan taat wajib atas pribadi muslim dalam perkara yang dia suka dan benci selama tidak diperintahkan bermaksiat. Jika diperintahkan bermaksiat, maka tidak boleh mendengar dan taat.”
Nasihat Syaikh Bin Bazz
Syaikh Abdul Aziz bin Bazz dalam salah satu fatwanya, melarang pekerjaan apapun yang mensyaratkan kemaksiatan kepada Allah, di antaranya mencukur/memotong jenggot. Syarat batil tersebut tidak boleh disetujui, baik dalam kemiliteran atau perkerjaan-pekerjaan lainnya. Bahkan, beliau menganjurkan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan lain yang telah Allah 'Azza wa Jalla bolehkan. Tidak boleh tolong menolong dalam kemaksiatan dan permusuhan, karena Allah Ta’ala telah berfirman,
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Maidah: 2)
Beliau menasihati kepada orang yang dihadapkan persoalan seperti ini agar bertakwa kepada Allah dan tidak menerima syarat untuk mencukur jenggot. Sesungguhnya pintu rizki sangat banyak –bihamdillah- tidak tertutup, tapi terbuka. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
“Dan siapa yang bertakwa kepada Allah, pasti Allah menjadikan jalan kelaur untuknya.” (QS. Al-Thalaq: 2)
Nasihat Kepada Penguasa
Kemudian Syaikh Ibnu Bazz rahimahullaah menujukan nasihatnya kepada para penguasa dan pejabat yang biasa menerapkan aturan untuk mencukur jenggot bagi para pegawainya. Sesungguhnya kewajiban para penguasa dan pejabat di negeri-negeri Islam adalah bertakwa kepada Allah dan tidak mewajibkan apa yang Allah haramkan atas manusia. Hendaknya mereka berhukum kepada syariat Allah setiap aturan yang mereka buat dan perintah yang mereka tetapkan, karena Allah Ta’ala berfirman,
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيمًا
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. Al-Nisa’: 65)
Dan berfirman juga,
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ
“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al-Maidah: 50)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. Al-Nisa’: 59)
Yang wajib adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Apa saja yang menjadi sengketa (problem) di tengah-tengah manusia harus dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Lalu apa saja yang Allah sebutkan dalam kitab-Nya yang mulia atau disebutkan dalam Sunnah yang suci dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam wajib diambil dan diterapkan.
Dan seperti ini juga kewajiban bagi para pejabat dalam masalah jenggot, riba, menerapkan hukum di tengah-tengah manusia, dan pada semua perkara. Mereka wajib berhukum kepada syariat Allah, dan itu –demi Allah- adalah jalan kemuliaan mereka, jalan keberuntungan, dan jelan keselamatan mereka di dunia dan akhirat. Mereka tidak akan meraih kemuliaan yang dan keridhaan Allah yang sempurna kecuali dengan mentaati-Nya Subhanahu wa Ta'ala dan mengikuti syariat-Nya. Semoga Allah menunjuki kami dan mereka semua kepada apa yang diridlai-Nya. (Sumber: www.binbaz.org.sa) [PurWD/voa-islam.com]
Waspadai Lahar Merapi di Kali Gendol & Kali Adem
Bandung - Ancaman bencana pasca meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta, Senin
(26/10/2010) masih belum usai. Masih ada potensi bahaya yang harus diwaspadai, yaitu adanya bahaya lahar akibat adanya penumpukan material muntahan Gunung Merapi yang kini menumpuk di Kali Gendol.
Volume material Gunung Merapi yang mengumpul di Lembah Kali Gendol mencapai 6 juta meter kubik dari total 8,7 juta meter kubik yang dikeluarkan Gunung Merapi saat letusan, Senin (26/10/2010) lalu.
"Kami mengkhawatirkan adanya luncuran lahar dari material yang menumpuk di Kali Gendol. Jika hujan turun, maka itu akan mengalir ke daerah yang berada di bawahnya, seperti kawasan Kali Adem," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, R Sukyar dalam jumpa pers di Gedung Geologi, Jalan Surapati, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/10/2010).
Sukyar menyebut, suhu tumpukan material yang ada di Kali Adem disebut bisa
mencapai 200 derajat celcius. Ketebalan tumpukan material sekitar 10 meter.
"Kalau kena air, itu bisa meletup," katanya.
Saat ini, warga sekitar tak boleh mendekati kawasan Kali Gendol tersebut karena berbahaya. Bahkan untuk evakuasi pun tidak diperkenankan karena masih berbahaya.
"Masih banyak yang meminta untuk melakukan evakuasi pencarian korban di sana, tapi tidak kami berikan karena masih berbahaya," tutur Sukyar.
Radius jarak aman yang direkomendasikan dari Kali Gendol yaitu 10 kilometer. (sumber: detiknews.com)
(26/10/2010) masih belum usai. Masih ada potensi bahaya yang harus diwaspadai, yaitu adanya bahaya lahar akibat adanya penumpukan material muntahan Gunung Merapi yang kini menumpuk di Kali Gendol.
Volume material Gunung Merapi yang mengumpul di Lembah Kali Gendol mencapai 6 juta meter kubik dari total 8,7 juta meter kubik yang dikeluarkan Gunung Merapi saat letusan, Senin (26/10/2010) lalu.
"Kami mengkhawatirkan adanya luncuran lahar dari material yang menumpuk di Kali Gendol. Jika hujan turun, maka itu akan mengalir ke daerah yang berada di bawahnya, seperti kawasan Kali Adem," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, R Sukyar dalam jumpa pers di Gedung Geologi, Jalan Surapati, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (30/10/2010).
Sukyar menyebut, suhu tumpukan material yang ada di Kali Adem disebut bisa
mencapai 200 derajat celcius. Ketebalan tumpukan material sekitar 10 meter.
"Kalau kena air, itu bisa meletup," katanya.
Saat ini, warga sekitar tak boleh mendekati kawasan Kali Gendol tersebut karena berbahaya. Bahkan untuk evakuasi pun tidak diperkenankan karena masih berbahaya.
"Masih banyak yang meminta untuk melakukan evakuasi pencarian korban di sana, tapi tidak kami berikan karena masih berbahaya," tutur Sukyar.
Radius jarak aman yang direkomendasikan dari Kali Gendol yaitu 10 kilometer. (sumber: detiknews.com)
Setelah Sang Pencerah, Kisah KH Hasyim Asyari Segera Difilmkan
Jakarta (voa-islam.com) — Setelah diluncurkan novel Bulan di Atas Kabah, Kamis (28/10/2010) kemarin di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 168, Jakarta Pusat, penulis dan sutradara Damien Dematra segera menggarap novel kisah hidup KH Hasyim Asyari itu menjadi film.
"Tujuan diangkatnya kisah KH Hasyim Asyari dalam bentuk novel dan film adalah untuk mengomunikasikan pada masyarakat, generasi muda khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya, tentang nilai-nilai kebangsaan, perjuangan, dan pluralisme pendiri NU yang seharusnya dapat menginspirasi generasi muda untuk dapat berpegang teguh pada nilai-nilai ini," kata Damien Dematra, Jumat (29/10/2010) di Jakarta.
Bulan di Atas Kabah adalah bagian pertama trilogi Mahaguru dan merupakan hasil kolaborasi antara Damien Dematra, Gerakan Peduli Pluralisme, dan LTN PBNU, yang didukung oleh Ibu Lily Wahid sebagai inspirator karya ini.
..."Tujuan diangkatnya kisah KH Hasyim Asyari dalam bentuk novel dan film adalah untuk mengomunikasikan pada masyarakat, generasi muda khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya...
Damien menjelaskan, Bulan di Atas Kabah mengambil tema utama pembentukan diri dan pengembangan kepribadian KH Hasyim Asyari semasa muda dengan mengambil sosok KH Hasyim Asyari dari sisi humanis dan mengutamakan ketokohan beliau dari sisi perjuangan, spiritualitas, keteguhan, juga kehidupan, dan pergumulan pribadi bersama keluarganya.
Menurut dia, novel dan film ini bermula saat pertama kali menginjakkan kaki di Pesantren Tebuireng, Jombang, bulan Januari 2010, untuk berziarah di makam Gus Dur, di mana ia mengalami persentuhan langsung dengan Mbah Hasyim Asyari yang dimakamkan di dekat Gus Dur.
"Sejak hari itu, terbersit sebuah cita-cita dan keinginan untuk menulis tentang beliau. Setelah melakukan riset ke berbagai tempat, akhirnya atas bantuan Ibu Lily Wahid dan Ibu Aisyah Badlowi, jalan makin terbuka lebar menuju penulisan novel ini. Bersamaan dengan itu, teman-teman dari PBNU menunjukkan dukungan yang luar biasa untuk terciptanya, bukan hanya sebuah novel, namun juga agar novel ini dapat diangkat ke film layar lebar," papar Damien. (LieM/kps)
Jumat, 29 Oktober 2010
Presiden Suriah: Amerika Membuat Kacau Tiap Negara yang Mereka Datangi
DAMASKUS (voa-islam.com): Presiden Suriah menyebut Amerika Serikat telah menaburkan kekacauan ke seluruh luar negeri, hal ini mengganggu upaya Washington yang sedang berupaya memperbaiki hubungan dengan Damaskus.
Presiden Suriah Bashar Assad kepada harian Al Hayat dalam sebuah wawancara yang diterbitkan hari Selasa mengatkan bahwa "Amerika Serikat menciptakan kekacauan di tiap tempat yang ia masuki.'
Ini adalah pernyataan berani seorang kepala negara kepada negara sombong Amerika Serikat.
"Apakah Afghanistan stabil? Apakah Somalia stabil? Apakah mereka membawa stabilitas ke Libanon pada tahun 1983?" tanya Assad mengacu pada intervensi Amerika dalam 15 tahun perang saudara di Libanon yang berakhir pada tahun 1990.
Di Washington, Departemen Luar Negeru mengeluarkan bantahannya. Tak mau kalah, jurubicara PJ Crowley menuduh bahwa Suriah malah mendestabilisasi Libanon dengan memasok senjata ke militan dan mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi para pejabat Libanon.
"Kegiatan oleh Suriah itu secara langsung merongrong kedaulatan Libanon dan langsung merusak kedaulatan lain Suriah untuk kemerdekaan Libanon," kata Crowley. Iapun berdalih bahwa, "Kami percaya kami memainkan peran konstruktif di wilayah tersebut, dan kami percaya bahwa Suriah tidak," kata Crowley tak mau kalah.
Pertentangan tersebut tampaknya akan semakin mempersulit upaya Amerika untuk memperbaiki hubungan dengan Suriah.
Presiden Barrack Obama telah membuat tawaran berulang kali ke Damaskus tahun ini, untuk mencalonkan Duta Besar pertama Amerika di Suriah sejak tahun 2005 dan mengirim diplomat untuk bertemu dengan Assad. Obama mencoba memikat Damaskus dari aliansi dengapada Washington. (za/APNews)
Presiden Suriah Bashar Assad kepada harian Al Hayat dalam sebuah wawancara yang diterbitkan hari Selasa mengatkan bahwa "Amerika Serikat menciptakan kekacauan di tiap tempat yang ia masuki.'
Ini adalah pernyataan berani seorang kepala negara kepada negara sombong Amerika Serikat.
"Apakah Afghanistan stabil? Apakah Somalia stabil? Apakah mereka membawa stabilitas ke Libanon pada tahun 1983?" tanya Assad mengacu pada intervensi Amerika dalam 15 tahun perang saudara di Libanon yang berakhir pada tahun 1990.
Di Washington, Departemen Luar Negeru mengeluarkan bantahannya. Tak mau kalah, jurubicara PJ Crowley menuduh bahwa Suriah malah mendestabilisasi Libanon dengan memasok senjata ke militan dan mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi para pejabat Libanon.
"Kegiatan oleh Suriah itu secara langsung merongrong kedaulatan Libanon dan langsung merusak kedaulatan lain Suriah untuk kemerdekaan Libanon," kata Crowley. Iapun berdalih bahwa, "Kami percaya kami memainkan peran konstruktif di wilayah tersebut, dan kami percaya bahwa Suriah tidak," kata Crowley tak mau kalah.
Pertentangan tersebut tampaknya akan semakin mempersulit upaya Amerika untuk memperbaiki hubungan dengan Suriah.
Presiden Barrack Obama telah membuat tawaran berulang kali ke Damaskus tahun ini, untuk mencalonkan Duta Besar pertama Amerika di Suriah sejak tahun 2005 dan mengirim diplomat untuk bertemu dengan Assad. Obama mencoba memikat Damaskus dari aliansi dengapada Washington. (za/APNews)
Nama Muhammad Tersebar, Bukti Muslimin Inggris Makin Relijius
LONDON (voa-islam.com): Koran Inggris Daily Telegraph dalam komentarnya mencatat bahwa nama "Muhammad" menyebar secara dramatis di Inggris, dengan alasan bahwa generasi baru muslim menjadi lebih religius, dan bukan karena jumlahnya meningkat di Inggris.
Daily Telegraph mempertanyakan alasan meningkatnya penyebaran nama "Muhammad" di Inggris adalah karena meningkatnya laju imigrasi ke UK dari negara-negara Muslim selama dekade terakhir, mengatakan bahwa hal itu bukan faktor utama di balik penyebaran nama.
Surat kabar itu menambahkan bahwa alasannya mungkin terletak pada hasil dari beberapa jajak pendapat yang dilakukan di negara ini pada tahun 2007, dimana menurut studi yang dilakukan sebuah pusat studi dan penelitian di Inggris bahwa generasi muda Muslim yang berada di Inggris mengikuti gaya hidup Islam yang lebih beragama dibandingkan dengan orang tua mereka dari generasi sebelumnya.
Koran tersebut juga menjelaskan bahwa putra dan putri dari generasi baru Muslim di Inggris mendukung penerapan hukum Islam dan mendukung sekolah-sekolah Islam dan mengenakan jilbab lebih kuat dari yang dilakukan orang tua mereka.
Kehidupan Islami:
Penelitian yang mencakup lebih dari seribu muslim dari berbagai usia di Inggris menemukan bahwa 71% dari mereka yang berusia di atas 55 tahun memiliki kesamaan visi sejalan dengan non-Muslim di negeri ini, dibandingkan dengan hanya 62% dari mereka yang berusia antara 16 dan 24 tahun.
Bagi umat Islam di Inggris yang ingin mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah Islam pemerintah hanya 19% dari mereka yang berusia di atas 55, dibandingkan dengan 37% dari mereka yang berusia antara 16 dan 24 tahun.
Adapun kaum Muslimin di Inggris yang ingin hidup di bawah sistem Islam, bukan sistem Inggris, maka yang menjawab ya, hanya 17% dari mereka yang berusia di atas 55, dibandingkan dengan 37% dari mereka yang berusia antara 16 dan 24 tahun.
Adapun terkait dengan kaum muslimin yang tinggal di Inggris yang mendukung wanita Muslimah mengenakan jilbab Islam atau penutup kepala, maka sekitar 28% dari mereka yang berusia di atas 55 menginginkannya, dibandingkan dengan 74% dari mereka yang berusia antara 16 dan 24 tahun.
Surat kabar itu mengatakan bahwa generasi baru Muslim yang tinggal di Inggris ingin mengikuti Sunnah Rasul mereka, Muhammad (saw) dan menamai anak-anaknya dengan namanya, dan mereka menghormatinya dengan sangat signifikan.
Dia menambahkan bahwa generasi baru dari para pelajar sekolah di Inggris baik dari kalangan Muslim dan non-Islam telah menjadi - lebih signifikan - makan makanan yang disembelih dengan cara Islam, "Halal", dan mendengar lebih banyak tentang "Muhammad" yang asli.
Koran tersebut menyimpulkan bahwa peningkatan dan kesamaan nama seperti "Muhammad" akan meningkatkan kesulitan dihadapan guru dan membuat hidup barangkali lebih sulit dan kompleks dihadapan warga Inggris pada umumnya.
(ar/aljazeera)
Daily Telegraph mempertanyakan alasan meningkatnya penyebaran nama "Muhammad" di Inggris adalah karena meningkatnya laju imigrasi ke UK dari negara-negara Muslim selama dekade terakhir, mengatakan bahwa hal itu bukan faktor utama di balik penyebaran nama.
Surat kabar itu menambahkan bahwa alasannya mungkin terletak pada hasil dari beberapa jajak pendapat yang dilakukan di negara ini pada tahun 2007, dimana menurut studi yang dilakukan sebuah pusat studi dan penelitian di Inggris bahwa generasi muda Muslim yang berada di Inggris mengikuti gaya hidup Islam yang lebih beragama dibandingkan dengan orang tua mereka dari generasi sebelumnya.
Koran tersebut juga menjelaskan bahwa putra dan putri dari generasi baru Muslim di Inggris mendukung penerapan hukum Islam dan mendukung sekolah-sekolah Islam dan mengenakan jilbab lebih kuat dari yang dilakukan orang tua mereka.
Kehidupan Islami:
Penelitian yang mencakup lebih dari seribu muslim dari berbagai usia di Inggris menemukan bahwa 71% dari mereka yang berusia di atas 55 tahun memiliki kesamaan visi sejalan dengan non-Muslim di negeri ini, dibandingkan dengan hanya 62% dari mereka yang berusia antara 16 dan 24 tahun.
Bagi umat Islam di Inggris yang ingin mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah Islam pemerintah hanya 19% dari mereka yang berusia di atas 55, dibandingkan dengan 37% dari mereka yang berusia antara 16 dan 24 tahun.
Adapun kaum Muslimin di Inggris yang ingin hidup di bawah sistem Islam, bukan sistem Inggris, maka yang menjawab ya, hanya 17% dari mereka yang berusia di atas 55, dibandingkan dengan 37% dari mereka yang berusia antara 16 dan 24 tahun.
Adapun terkait dengan kaum muslimin yang tinggal di Inggris yang mendukung wanita Muslimah mengenakan jilbab Islam atau penutup kepala, maka sekitar 28% dari mereka yang berusia di atas 55 menginginkannya, dibandingkan dengan 74% dari mereka yang berusia antara 16 dan 24 tahun.
Surat kabar itu mengatakan bahwa generasi baru Muslim yang tinggal di Inggris ingin mengikuti Sunnah Rasul mereka, Muhammad (saw) dan menamai anak-anaknya dengan namanya, dan mereka menghormatinya dengan sangat signifikan.
Dia menambahkan bahwa generasi baru dari para pelajar sekolah di Inggris baik dari kalangan Muslim dan non-Islam telah menjadi - lebih signifikan - makan makanan yang disembelih dengan cara Islam, "Halal", dan mendengar lebih banyak tentang "Muhammad" yang asli.
Koran tersebut menyimpulkan bahwa peningkatan dan kesamaan nama seperti "Muhammad" akan meningkatkan kesulitan dihadapan guru dan membuat hidup barangkali lebih sulit dan kompleks dihadapan warga Inggris pada umumnya.
(ar/aljazeera)
Subhanallah..Masjid Al Amin Tetap Kokoh Berdiri Dihantam Wedhus Gembel
Jakarta (voa-islam.com) - Subhanallah, Panasnya wedhus gembel atau guguran awan panas yang dimuntahkan Gunung Merapi di Yogyakarta membuat puluhan orang meninggal dunia. Hijaunya desa sudah terganti dengan tebalnya debu abu vulkanik termasuk gersangnya pepohonan yang habis terbakar.
Berdasarkan pantauan Tim Evakuasi Korban Merapi Dompet Dhuafa, Iman Surahman, hanya ada satu bangunan yang masih utuh berdiri yaitu Masjid Al Amin. Mesjid tersebut hanya berjarak 100 meter dari halaman rumah Mbah Maridjan di desa Kinahrejo, Cangkringan, Umbul Harjo Sleman Yogyakarta.
Berdasarkan pantauan Tim Evakuasi Korban Merapi Dompet Dhuafa, Iman Surahman, hanya ada satu bangunan yang masih utuh berdiri yaitu Masjid Al Amin. Mesjid tersebut hanya berjarak 100 meter dari halaman rumah Mbah Maridjan di desa Kinahrejo, Cangkringan, Umbul Harjo Sleman Yogyakarta.
“Betul ada mesjid yang berdiri, dari sekian banyak rumah yang yang porak poranda. Yang masih tampak bentuknya yaitu masjid Al Amin, itu kuasa Allah,” kata Iman, Kamis, (28/10/2010) malam....“Betul ada mesjid yang berdiri, dari sekian banyak rumah yang yang porak poranda. Yang masih tampak bentuknya yaitu masjid Al Amin, itu kuasa Allah,” kata Iman...
Yang lebih mencengangkan lagi, meski panas memiliki suhu lebih dari 600 derajat celcius tak dapat membakar sejumlah benda yang terdapat di dalam masjid tersebut. “Di dalam masjid, ada debu tebal. Tapi yang kita lihat ada Alquran yang terjaga dan tidak terbakar,” sambungnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun masjid yang dibangun dekat kediaman si Mbah sebgaian dana pembangunannya berasal dari honor Mbah saat membintangi iklan minuman berenergi. (LieM/ozo)
Hujan Abu di Yogyakarta Reda
Yogyakarta - Menjelang subuh, hujan abu akibat letusan Gunung Merapi mulai reda. Warga yang sempat panik pun mulai tenang kembali.
Pantauan detikcom Sabtu (30/10/2010), hujan abu menjangkau sampai ke tengah Kota Yogyakarta hingga kawasan Wates dan Sleman bagian barat. Atap rumah dan pepohonan menjadi putih tertutup abu.
Begitu pula dengan kendaraan yang melintas ke Turi dan Pakem. Semuanya putih diselimuti abu.
Sementara itu, para pengungsi yang tinggal di barak pengungsi kawasan rawan bencana III, sebagian ada yang dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Seperti dari Umbulharjo dan Kepuharjo, Cangkringan, sebagian berpindah ke Posko di Kecamatan Ngemplak dan Argomulyo. Pengungsi dari Hargobinangun dan Purwobinangun ada yang dipindah ke Posko kampus UII yang terletak di Jl Kaliurang Km 13.
Beberapa barak pengungsi, terutama di Turi dan Pakem juga telah kosong. Para pengungsi sebagian dipindahkan menggunakan truk.(sumber: detiknews.com)
Pantauan detikcom Sabtu (30/10/2010), hujan abu menjangkau sampai ke tengah Kota Yogyakarta hingga kawasan Wates dan Sleman bagian barat. Atap rumah dan pepohonan menjadi putih tertutup abu.
Begitu pula dengan kendaraan yang melintas ke Turi dan Pakem. Semuanya putih diselimuti abu.
Sementara itu, para pengungsi yang tinggal di barak pengungsi kawasan rawan bencana III, sebagian ada yang dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Seperti dari Umbulharjo dan Kepuharjo, Cangkringan, sebagian berpindah ke Posko di Kecamatan Ngemplak dan Argomulyo. Pengungsi dari Hargobinangun dan Purwobinangun ada yang dipindah ke Posko kampus UII yang terletak di Jl Kaliurang Km 13.
Beberapa barak pengungsi, terutama di Turi dan Pakem juga telah kosong. Para pengungsi sebagian dipindahkan menggunakan truk.(sumber: detiknews.com)
Langganan:
Postingan (Atom)