Rabu, 10 November 2010

Astagfirullah!! Tifatul Membungkuk Bersalaman dengan Istri Obama

Jakarta (voa-islam.com) — Situs microblogging Twitter langsung heboh ketika ketika siaran langsung stasiun televisi swasta menyiarkan tayangan di mana Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, berjabatan tangan dengan Ibu Negara Michelle Obama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/11/2010) sore.
Pada Selasa sore, Presiden AS Barack Obama dan Michelle berkunjung ke Istana Merdeka. Setibanya di Istana Merdeka, Obama dan Michelle menyalami para anggota Kabinet Indonesia Bersatu Kedua dan pemimpin lembaga tinggi negara lainnya.
Kehebohan terjadi karena Tifatul selama ini berpegang teguh tak berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahramnya. Soal "insiden" itu, Tifatul punya dalih sendiri.
..."Sdh ditahan 2 tangan, eh Bu Michele-nya nyodorin tangannya maju banget...kena deh," begitu tweet Tifatul...
"Sdh ditahan 2 tangan, eh Bu Michele-nya nyodorin tangannya maju banget...kena deh," begitu tweet Tifatul pada akun Twitter-nya, @tifsembiring.
Anehnya, di televisi tampak Tifatul agak membungkuk badan sambil menyalami Ibu Negara AS Michele Obama bersama rombongan saat tiba di Istana Negara.

Tifatul Menikmati Salamannya?

Mantan presiden PKS itu menjawab dalam twitternya tanggal 9 November sekitar pukul 22.00 sekitar dua jam setelah kritik para twitter dan facebooker dimuat di media massa online, termasuk tribunnews.com

"Hmmm saya mulai faham poinnya, intinya ngiri aja..." jawab Tifatul di twitternya. Kontan saja jawaban seperti itu mengundang respon para twitter lagi.

Ada yang mengkritik lagi dan mengatakan bahwa Pak Tifatul sedang mabuk, menjabat tangan bukan mahram kan haram."Kok Bapak berfikir demikian. Berarti Bapak menikmati dong salaman dengan Michele Obama," kata twitter lagi. Tapi ada juga twitter yang mendukung sikap Tifatul karena itu acara resmi dan kesempatan langka.

..."Kok Bapak berfikir demikian. Berarti Bapak menikmati dong salaman dengan Michele Obama," kata twitter lagi...
Kejadian jabat tangan itu tampak seperti tak terelakkan oleh Tifatul Sembiring. Ketika Presiden SBY diperkenalkan satu persatu rombongan yang dibawa Obama. Kemudian gantian Presiden SBY memperkenalkan anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) kepada Obama dan Michele. Tifatul berdiri di dekat Gubernur Lemhanas Muladi.

Saat Obama menjabat tangannya, senyum dan sapa Obama menyapa hangat. Michele Obama pun lantas gantian menyodorkan tangan untuk berjabat tangan dengan Tifatul. Walhasil, terjadilah peristiwa aksi jabat tangan Tifatul dengan perempuan yang bukan mahramnya.

Dan karena ini menjadi pembicaraan hangat saking anehnya, berita juga dimuat di The Washington Post tanggal 9 November 2010 dengan judul Minister admits reluctant Michelle Obama handshake.

Tifatul mengaku tak ada pilihan lain selain menjabat tangan Michele Obama. Dengan demikian apakah selanjutnya Tifatul juga tidak bisa menolak saat ada wanita yang bukan mahramnya mengajak berjabat tangan? (LieM/dbs)

Menyikapi Ajakan Kemusyrikan Obama di Istiqlal: 'Lakum Dinukum Waliyadin'

Oleh: Hartono Ahmad Jaiz
Secarik kertas  berisi tulisan tangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tentang kesan khusus atas kunjungannya ke Masjid Istiqlal diterima oleh Imam Besar Masjid Istiqlal KH Mohammad Ali Mustofa Yakub, Rabu 10 November 2010.
Bagaimanapun, tulisan tangan seorang Presiden Amerika yang dia sendiri mengaku sebagai Kristiani itu walau tampaknya mengajak kepada suatu “kebaikan” namun entah disengaja atau tidak, di dalamnya ada tawaran kemusyrikan. Satu bentuk keyakinan yang sangat dilarang oleh Islam, bahkan puncak kemungkaran.
Hal itu tercermin dalam akhir tulisan tangan Presiden Obama: “…. I hope my visits promotes greater understanding between peoples of different countries and different faith for we are all children of God."
Baris terakhir termaktub “we are all children of God,” yang kurang lebih terjemahnya adalah “kita semua adalah anak-anak Allah.” Kalimat ini  adalah ajakan kepada kemusyrikan, karena dalam Islam, Allah Ta’ala berfirman dengan jelas:
“Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia" (Qs Al-Ikhlash 1-4).
Penawaran dengan menyebut “we are all children of God” itu mengingatkan peristiwa yang diajukan oleh kaum kafir Quraisy untuk apa yang kurang lebihnya sekarang disebut “doa bersama antaragama”, namun langsung Allah Ta’ala menurunkan surat Al-Kafirun, yang isinya menolak tegas-tegas penawaran dari kaum kafir Quraisy itu.
“Katakanlah: "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu semba. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS Al-Kafirun 1-6).
Tulisan tangan Obama itu diterima Imam Besar Masjid Istiqlal KH Mohammad Ali Mustofa Yakub. Berikut isi lengkap tulisan Obama:
"I am honored to have had an opportunity to visit this magnificent mosque, which stands as a symbol of the role of Islam in guiding the lines of millions of Indonesians. I hope my visits promotes greater understanding between peoples of different countries and different faith for we are all CHILDREN OF GOD."
Terjemahannya kurang lebih demikian:
"Kehormatan bagi saya karena mendapat kesempatan untuk dapat mengunjungi masjid yang sangat luar biasa ini, Istiqlal adalah simbol peranan Islam dalam menuntun kehidupan jutaan rakyat Indonesia. Saya berharap kunjungan saya makin meningkatkan saling pengertian di antara orang-orang dari berbagai negara dan keyakinan, sebab kita semua adalah ANAK-ANAK TUHAN."

Bagaimana umat Islam menyikapinya?

Bagaimana cara menyikapi setelah kita tahu ada ayat “lakum dinukum waliyadin” ِ(bagimu agamamu, dan bagikulah, agamaku)?
Imam Ibnu Katsir mengaitkan ayat itu dengan sikap Nabi Ibrahim alaihissalam dan para pengikutnya terhadap orang-orang musyrikin:
"Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Qs Al-Mumtahanah 4).
Walaupun tulisan Obama itu berkaitan dengan kunjungan di Masjid Istiqlal, namun isinya pada hakikatnya adalah mengajak kepada kemusyrikan. Karena sebagaimana Allah Ta’ala telah jelaskan:
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (QS Al-Baqarah 120).
Bagi Umat Islam, lafal “insya Allah” ataupun “assalamu’alaikum” yang diucapkan Obama ketika berkunjung ke Indonesia, tidak lantas membuat silau akidah. Umat Islam tetap lebih percaya kepada apa yang difirmankan Allah dan Rasul-Nya, di antara: “lakum dinukum waliyadin.” ِBagimu agamamu, dan bagikulah agamaku, wahai Mister Obama.(sumber: voa-islam.com)

Waspadai , Misionaris Dekati Pengungsi Merapi

Addakwah.com (Yogyakarta) Musibah Merapi yang terjadi hingga saat ini,menimbulkan dampak yang luar biasa bagi sebagian Umat Islam di wilayah Sleman, Magelang dan sekitarnya. Mereka harus mengungsi, meninggalkan kampung halaman. Tidah hanya sehari dua hari, namun sampai saat ini mereka masih tertahan di barak barak pengungsian yang disediakan pemerintah dengan bekal seadanya. Bahkan sebagian harus berpisah dengan sanak saudaranya, sebagian lagi tidak mengetahui nasibnya.
Meninggalkan sebagian harta benda yang ludes diterjang awan panas, rumah porak poran dan kehilangan anggota keluarga, sungguh ujian yang begitu berat. Mengungsi dengan keterbatasan bekal acapkali membuat rasa putus asa.
Dengan memanfaatkan situasi seperti inilah, para misionaris bergerak, menyusup di antara kelengahan kaum muslimin. Mereka memberikan tempat tampungan di gereja atau tempat tempat tertentu yang luput dari perhatian ummat. Di barak pengungsian stadion Maguwoharjo ditemukan buku dengan Judul “TEROBOS KESULITAN”. Buku Saku tipis bergambar dari penerbit Malang dengan alamat yang tidak begitu jelas. Mereka membagi bagikan buku secara sembunyi sembunyi.
Mereka juga mengadakan acara-acara seremonial,  seperti  doa bersama yang rencanaya  akan dilaksanakan di stadion Kridosono Yogyakarta pada Selasa Sore jam 16.30 Wib. Namun, akhirnya dibatalkan oleh panitia tanpa sebab yang jelas. Dengan mengetahui cara seperti itu akan lebih meningkatkan kewaspadaan kaum muslimin untuk menjaga akidah saudaranya yang sedang tertimpa musibah. (Edy)

Senin, 08 November 2010

Umat Islam Dituntut Lebih Peduli

Addakwah.com (Yogyakarta). Pasca Letusan merapi (4/11) pada malem Jumat gelombang pengungsi semakin bertambah banyak. Dusun dusun yang tadinya berada di wilayah aman dari Zona bahanya berangsur angsur meninggalkan kampungnya untuk menyelamatkan diri. Rombongan pengungsi berkelompok kelompok menuju tempat tempat pengungsian yang telah disediakan. Termasuk Stadion Maguwoharjo.
Dengan hati yang tidak menentu, seringkali para pengungsi amat mudah menerima apa yang dianggap mampu memberikan kemudahan untuk menyelamatkan diri saat itu. Ketika mereka berada di tempat pengungsian sementara, tanpa disadari darimana asalnya ada sebuah tawaran untuk mengungsi di tempat yang lebih menjanjikan.
Mereka adalah Rombongan pengungsi terdiri dari sekitar 77 orang yang mayoritas kaum muslimin. Pada hari Jumat mereka mendapatkan tawaran di suatu tempat di daerah Bantul. Akhirnya mereka menuruti untuk menerima tawaran tersebut. Tidak taunya Rombongan tersebut diungsikan di Gereja besar di Ganjuran Bambanglipuro Bantul. Dari hari Jumat hingga Senin, mereka berada di tempat pengungsian tersebut.
Senin, 8 November Beberapa elemen Umat Islam mendatangi Gereja tersebut untuk mengambil para pengungsi tersebut untuk dipindahkan ke tempat yang lebih terjaga akidahnya. Dengan difasilitasi Muspika setempat dan tokoh Pondok Pesantren Asy Syifa akhirnya dicapai kesepakatan untuk dipindah ke Ponpes tersebut berapapun jumlahnya.
Bagaimana jika tidak ada elemen umat Islam yang berusaha memindahkan mereka dari Gereja tersebut? Tentu sudah bisa diketahui, dari rasa ewuh pekewuh dan fasilitas yang sedemikian enak sedikit demi sedikit bisa membahayakan akidah mereka. Apakah hanya gereja di Ganjuran Bantul saja yang menampung para pengungsi merapi? Sangat dibutuhkan jalinan kerjasama antar eemen muslim untuk peduli terhadap nasib pengungsi merapi Saat ini. (Edy)

Pemimpin Budha Malaysia Marah Disebut 'Penyembah Kingkong' oleh Mantan Budhis

Kuala Lumpur (Voa-Islam.com) - Para pemimpin Budha mendesak Putrajaya melakukan penyelidikan terhadap seorang mubaligh kondang mantan Budhis Cina. Muallaf mantan Budhis itu mereka curigai telah mengejek agama Budha dan kepercayaan tradisional Cina dalam video yang diunggah di situs YouTube bertitel "Ann Wan Seng, Malaysian Chinese Buddhist convert to Islam."

Klip tersebut telah menjadi virus di blog politik lokal dan tampaknya untuk menanggapi kritik kepada pemerintah minggu lalu, setelah seorang Melayu Kristen yang menghina Islam di video lain di YouTube yang pertama kali diposting enam tahun lalu, tetapi baru-baru ini muncul kembali.

Berjudul "Dialog Bekas Penganut Buddha", video sepanjang sembilan menit menunjukkan seorang pria berkacamata memakai kopiah putih dikatakan sebagai Ann Wan Seng, seorang Buddha yang menjadi Muslim dan saat ini menjadi anggota dewan nasional dari Organisasi Kesejahteraan Islam Malaysia (Perkim ), yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad.

Kepala Asosiasi Budha Subang Jaya Chim Choon Siew mengatakan ia kecewa ketika melihat video itu di YouTube.

"Pihak berwenang yang relevan harus menghentikan ini. Ini sangat tidak sehat. Hal-hal yang dapat kerukunan umat beragama, "katanya.

Chim mengatakan-orang Buddha yang berubah menjadi Muslim tersebut memiliki kebebasan untuk mengomentari mantan agamanya, tetapi menyesalkan sikapnya yang kemudian telah menertawakan ajaran Buddhisme dan bingung dengan kepercayaan tradisional Cina.

"Dia sangat membingungkan. Mengapa membawa Tua Pek Kong dan Pau Kong (dewa China-Red)? Ini tidak ada hubungannya dengan Buddhisme, "kata nya.
..Chim mengatakan-orang Buddha yang berubah menjadi Muslim tersebut memiliki kebebasan untuk mengomentari mantan agamanya, tetapi menyesalkan sikapnya yang kemudian telah menertawakan ajaran Buddhisme dan bingung dengan kepercayaan tradisional Cina..
Berdasarkan apa yang diucapkan di video, Chim menambahkan, pria yang tampil tersebut sangat dangkal pengetahuan akan mantan agamanya dan kepercayaan tradisional China.
Sek Chin Yong, dari Asosiasi Muda Buddha Malaysia (YBAM), menyerukan pemanggilan Chim kepada pihak berwenang untuk menyelidiki masalah tersebut.

"Kami menyerahkan kepada pihak berwenang untuk mengambil tindakan dan menyelidiki jika mereka ingin. Tidak perlu bagi kita untuk marah hanya karena dia berbicara omong kosong. Kami tidak ingin jatuh ke dalam perangkap itu, "kata Sek, yang mempertanyakan motif orang yang mengupload video klip tersebut ke portal video sharing populer.

"Ann sebagai seorang Muslim seharusnya tidak menghina agama lain. Sebagai seorang Cina, ia harus mempromosikan nilai-nilai kebaikan bersama untuk membuat dua kelompok yang berbeda untuk saling mengenal lebih baik, tidak menghasut Muslim atau orang Melayu untuk meremehkan kepercayaan tradisional dan adat istiadat Cina.

"Dengan menghina atau merendahkan orang lain untuk mengangkat dirinya bukanlah peran yang tepat bagi para pengkhotbah. Ini juga bukan ajaran agama apapun, "kata Sek menunjukkan.

Sekretaris umum YBAM , bagaimanapun, mengatakan ia tidak merasa perlu untuk mengajukan laporan polisi untuk meluncurkan penyelidikan dan memperingatkan umat Buddha yang lain untuk tidak terbawa emosi mereka.

"Secara pribadi, saya tidak merasa tersinggung. Mengapa saya harus marah atau kecewa dengan apa yang dia katakan dalam video? Dia tidak benar, "tegas Sek.

Pertama kali di upload tiga tahun yang lalu pada tanggal 18 Oktober 2007, pria yang diduga Ann dapat didengar membuat pernyataan meremehkan dalam Bahasa Malaysia tentang mantan agamanya dan penyembah tradisional China.
Berikut kutipannya:
"Orang China tidak hanya menyembah agama Buddha. Mereka juga menyembah segala macam dewa dan dewi. Mereka menyembah Tua Pek Kong, mereka menyembah Pau Kong, mereka menyembah Datuk Kong dan mungkin mereka juga menyembah King Kong. Maka jadilah agama dia agama Kong kali Kong.

Dan ini adalah situasi saat ini dimana orang Cina menyembah patung-patung ini karena mereka yakin dan mereka percaya bahwa patung-patung ini dapat membawa mereka manfaat, bisa membawa mereka kesejahteraan, bisa memberi mereka keamanan dan bahkan membuat mereka kaya."
....Orang China tidak hanya menyembah agama Buddha. Mereka juga menyembah segala macam dewa dan dewi. Mereka menyembah Tua Pek Kong, mereka menyembah Pau Kong, mereka menyembah Datuk Kong dan mungkin mereka juga menyembah King Kong....
Sampai berita ini diturunkan, Dewan Konsultatif Buddha, Kristen, Hindu, Sikh dan Taoisme Malaysia (MCCBCHST) tidak mau memberikan komentar terhadap masalah ini saat dihubungi.

"Ini akan lebih menarik untuk melihat apa yang kelompok Muslim katakan. Bagaimana mereka akan merespon? "Kata presiden MCCBCHST, Pendeta Dr Thomas Philips kepada The Malaysia Insider.

Dewan non-Muslim itu juga mengatakan akan bertemu kelompok Muslim hari ini (07/10) di Kabinet yang baru-baru ini menghidupkan kembali Komite untuk Mempromosikan Pemahaman dan Harmony antara Penganut Agama.

Ketika ditanya, bagaimanapun, Philips mengatakan dia tidak berencana untuk mengangkat kontroversi video tersebut pada pertemuan karena "itu sudah berlangsung untuk beberapa waktu dari sekarang ... dan kita tidak bisa berurusan dengan setiap hal kecil seperti ini yang muncul".

Video telah mengumpulkan 15.330 penonton pada saat laporan dibuat dan 87 komentar di YouTube tapi kemungkinan besar menimbulkan lebih banyak lagi komentar setelah klip tersebut disorot kemarin di blogger kontroversial, Raja Petra Kamarudin mealui situsnya Malaysia-Today. (aa/TMI)

Surat Terbuka Forum Umat Islam, Ajak Obama Masuk Islam


Surat Terbuka Forum Umat Islam Kepada Presiden AS Obama

Assalamu ‘ala manittaba’al-huda.
Semoga keselamatan diberikan kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk Allah SWT.

Sebagaimana kabar yang kami peroleh bahwasanya Anda akan berkunjung ke Indonesia, negara muslim terbesar di dunia. Kami membaca di media massa bahwa agenda kunjungan Anda ke sini adalah untuk menjalin kemitraan komprehensif dengan Indonesia. Juga kami mendapat kabar bahwa anda juga akan mengakuisisi Blok D-Alpha Natuna. Kami juga mendengar bahwa kedatangan Anda untuk memastikan bahwa Indonesia masih berkiblat ke AS dan tidak berpindah kiblat ke China.
Sebelumnya kami sudah membaca kabar bahwa dulu waktu kampanye Anda mau menutup kamp Gulag Guantanamo dan anda punya kebijakan untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara Islam/muslim. Anda kabarnya juga menyetujui pembangunan Cordoba House yang di dalamnya terdapat Masjid di dekat Ground Zero kawasan Manhattan New York. Juga kabarnya anda menghentikan program bantuan USAID kepada LSM-LSM liberal untuk mengobok-obok umat Islam.
Maka Forum Umat Islam (FUI) sebagai wadah silaturrahmi dan koordinasi berbagai organisasi massa dan lembaga Islam di Indonesia mengirim Surat Terbuka ini kepada Anda untuk menyampaikan beberapa pandangan:
PERTAMA,
Kami mengapresiasi kebijakan anda memberikan perlindungan kepada umat Islam di New York dan memberikan keleluasaan kepada mereka untuk membangun Masjid di sana.
Jasa ini tentu mengingatkan kami kepada Raja Najasyi dari Habasyah yang melindungi kaum muslimin yang hijrah dari Makkah ke Habasyah untuk melindungi agama mereka dari paksaan pemurtadan oleh kaum kafir Quraisy. Di samping melindungi kaum muslim di Habasyah, raja Najasyi mengapresiasi ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan mengatakan bahwa apa yang dibawa oleh Muhammad SAW dan apa yang di bawa oleh Isa AS adalah dari sumber yang sama. Semoga anda mengikuti jejak raja Najasyi.
KEDUA,
Apresiasi kami akan kebaikan Anda tentu tidak menutup mata kami dari kebijakan-kebijakan yang telah anda lakukan maupun yang dilakukan pendahulu anda yang telah menyakiti umat Islam. Kebijakan anda mengirim 30 ribu pasukan AS ke Afghanistan sebagai tambahan dari 140 ribu pasukan gabungan AS dan sekutunya di sana untuk memerangi kaum muslimin adalah tindakan yang sangat menyakitkan seluruh umat Islam di seluruh dunia. Kebijakan tersebut adalah tidak bisa dibenarkan oleh akal sehat dan mencederai hakikat kemanusiaan dan mengandung muatan ideologis memusuhi umat Islam, bahkan telah menewaskan ribuan umat Islam di tanah air dan negara mereka sendiri.
Mereka diperangi hanya karena bahwa mereka adalah Islam dan merupakan kekuatan militer potensial umat Islam yang sangat menonjol pasca runtuhnya Uni Soviet yang berhasil mereka usir dari negeri mereka dalam 10 tahun periode perang Islam versus komunis. Indikasinya adalah penamaan perang Salib (crusade) oleh presiden sebelum anda, Bush, yang mengirim 30 ribu pasukan pada tahun 2001 dengan alasan mencari Usamah bin Laden. Sekalipun serangan itu dikamuflase dengan war on terrorism, bagi manusia yang sadar dan berpikir pasti mudah mengerti bahwa itu adalah perang kepada Islam.
Oleh karena itu, jika benar anda ingin menjalin kemitraan dengan bangsa-bangsa dan negara-negara muslim termasuk Indonesia, maka sudah semestinya anda mengevaluasi kebijakan anda, menarik pasukan anda dari Afghanistan, dan meminta maaf kepada umat Islam atas kebijakan yang salah dan mengandung permusuhan kepada umat Islam tersebut, dan bahkan sudah selayaknya anda memberikan ganti rugi kepada korban perang di antara umat Islam sebagai tebusan (diyat). Semoga para korban perang dan para ahli warisnya di Afghanistan bisa menerima permintaan maaf anda. Sebab, menurut Syariat Islam, pembunuhan itu hukumannya adalah hukuman mati sebagai qishas, yakni balasan. Hanya saja, bila pihak ahli waris korban bisa memaafkan, maka sang pembunuh wajib membayar diyat sebagai tebusan yang besarnya adalah 1000 dinar atau 100 ekor unta untuk tiap satu nyawa.
….jika benar anda ingin menjalin kemitraan dengan negara-negara muslim termasuk Indonesia, maka sudah semestinya anda menarik pasukan anda dari Afghanistan, dan meminta maaf kepada umat Islam, dan sudah selayaknya anda memberikan ganti rugi kepada korban perang di antara umat Islam sebagai tebusan (diyat)….
Seperti apa yang ada di Afghanistan, sudah selayaknya pemerintahan Anda meminta maaf seraya memberikan ganti rugi kepada korban perang dan ahli warisnya di Irak. Bukankah sudah terbukti tidak benar alasan pemerintahan Bush menyerang Irak bahwa di sana ada senjata pemusnah massal? Dan bukankah pemerintah AS pun sudah mengakui bahwa kekeliruan itu merupakan kesalahan informasi intelijen?. Tentu kesalahan fatal yang sudah menewaskan lebih dari 1 juta orang Irak dan mengakibatkan puluhan juta lainnya luka-luka serta kehilangan harta benda dan tempat tinggal ini merupakan skandal kejahatan perang terbesar abad 21 ini dan sangat memalukan.
Oleh karena itu, sebagai sebuah bangsa dan negara besar yang bermartabat, seharusnya pemerintahan Anda meminta maaf atas kesalahan fatal itu dan mengganti seluruh kerugian yang diderita oleh bangsa Irak atas serangan brutal pasukan AS tersebut.

KETIGA,

Bagi umat Islam, Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW adalah petunjuk dalam menjalankan seluruh aktivitas kehidupan, termasuk dalam menjalin hubungan kemitraan dengan bangsa lain. Allah SWT memberikan petunjuk itu dalam firman-Nya:
“ Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah Hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu Karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim” (Qs. Al-Mumtahanah 8-9).
Oleh karena itu, bagi kami umat Islam, selama pemerintahan Anda tidak minta maaf dan membayar ganti rugi kepada kaum muslimin di Irak dan Afghanistan yang menjadi korban penyerbuan brutal pasukan pemerintah Anda, maka berdasarkan firman Allah SWT di atas bagi umat Islam dan pemerintahan muslim manapun tidak dibenarkan menjalin hubungan perkawanan dengan pemerintahan dan negara Anda.
Namun hubungan itu bisa dijalin manakala pemerintahan Anda telah mengoreksi kesalahan tersebut.
….selama pemerintahan Anda tidak minta maaf dan membayar ganti rugi kepada kaum muslimin di Irak dan Afghanistan yang menjadi korban penyerbuan brutal pasukan pemerintah Anda, maka umat Islam dan pemerintahan muslim manapun tidak dibenarkan menjalin hubungan perkawanan dengan pemerintahan dan negara Anda….
Oleh karena itu, Forum Umat Islam (FUI) menuntut kepada pemerintahan Anda untuk:
a. Menarik seluruh pasukan AS dari Afghanistan, Irak, dan negeri-negeri Islam lainnya.
b. Meminta maaf kepada umat Islam atas serangan tersebut, khususnya kepada korban dan ahli waris korban serangan pasukan AS di negeri-negeri tersebut.
c. Memberikan ganti rugi kepada korban dan ahli waris korban kejahatan perang AS di negeri-negeri tersebut dengan ganti rugi yang layak.
d. Menutup penjara-penjara sadis di Guantanamo di Cuba, Bagram di Afghanistan, dan Abu Ghraib di Irak dan membebaskan para tahanan politik dan apa yang mereka sebut sebagai teroris atau mengadilinya secara jujur dan adil.
e. Mengadili para penguasa penjara yang telah melakukan pelecehan terhadap umat Islam dan Al Quran di penjara-penjara tersebut dan menjatuhkan hukuman berat kepada mereka sebagai hukuman yang setimpal dengan kejahatan mereka.
f. Menghentikan bantuan keuangan dan teknik termasuk pelatihan kepada program penanganan teroris di dunia Islam, termasuk densus 88 di Indonesia, yang telah terbukti melakukan pelanggaran HAM berat kepada umat Islam dalam bentuk penyiksaaan dan pembunuhan hanya karena disangka sebagai teroris.
g. Menghentikan campur tangan pemerintahan AS dan kaki tangannya di dunia Islam, termasuk di Indonesia dengan menciptakan kondisi instabilitas dan ancaman disintegrasi seperti yang kasus OPM dan RMS yang akan menyusul Timtim.

KEEMPAT,

Adapun tentang akuisisi Blok D Natuna menyusul akuisisi Blok Cepu dan ladang-ladang minyak dan gas yang lain di seluruh negeri ini, maka kami permaklumkan kepada Anda bahwa kami umat Islam tidak rela atas eksploitasi kekayaan alam negeri kami. Sebab, eksploitasi kekayaan kami oleh perusahaan-perusahaan bangsa Anda seperti Exxon Mobile dll, hakikatnya adalah penjajahan seperti yang pernah dilakukan oleh bangsa Belanda dengan VOC-nya.
….Kami umat Islam tidak rela atas eksploitasi kekayaan alam negeri kami. Sebab, eksploitasi kekayaan kami oleh perusahaan-perusahaan bangsa Anda seperti Exxon Mobile dll, hakikatnya adalah penjajahan….
Islam mengajarkan kepada kami bahwa kekayaan alam di negeri Islam adalah milik bersama umat (milkiyah ‘aammah) bukan milik perorangan ataupun negara yang bisa diserahkan kepada swasta apalagi asing. Kerjasama masih mungkin dilakukan untuk pengerjaan hal-hal yang bersifat teknik dan perdagangan yang saling rela dan saling menguntungkan, tapi bukan pengelolaan dan penguasaan serta penipuan yang berbasis pada eksploitasi dari pihak yang menang kepada pihak yang dikalahkan.
Oleh karena itu, bentuk perjanjian kerjasama ekonomi (economic partnership agreement) yang akan dibuat, dengan catatan setelah bisa dipenuhi poin-poin pandangan kami di atas, hendaklah perjanjian tersebut atas prinsip-prinsip kesetaraan, pilihan, dan saling rela, serta saling menguntungkan.

KELIMA,

Kami mendengar bahwa Anda akan mengunjungi Masjid Istiqlal. Semoga itu membuat Anda menjadi lebih dekat kepada Islam. Tentu suatu perkara yang menggembirakan, sebagai presiden dari negara adidaya, Anda mau lebih dekat kepada Islam.
Anda mengingatkan kami kepada kaisar Romawi Heraclius di mana Nabi Muhammad SAW telah mengirim surat ajakan masuk Islam kepadanya. Oleh karena itu, hari ini kami umat Islam mengirim surat ajakan kepada Anda untuk masuk Islam sebagaimana dulu Nabi Muhammad SAW telah mengajak kaisar Heraclius masuk Islam:
“Semoga keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk Allah SWT. Sesungguhnya kami menyeru Anda untuk masuk Islam. Masuklah ke dalam Islam, niscaya Anda selamat. Dan Allah SWT akan memberikan kepada Anda pahala dua kali. Jika Anda menolak, maka Anda akan menanggung dosa seluruh pengikut Anda di Amerika sana.”
Dan kami bacakan firman Allah SWT untuk anda:
"Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)" (Qs. Ali Imran 64).
Semoga dengan surat ini Anda lebih memahami bagaimana pikiran dan perasaan kami umat Islam Indonesia.
Wassalamu ‘ala manittaba’al-huda.

Jakarta, Senin, 1 Dzulhijjah 1431H/8 November 2010
Atas Nama Umat Islam Indonesia
Forum Umat Islam (FUI)

KH. Muhammad Al Khaththath
Sekretaris Jenderal
FORUM UMAT ISLAM: Perguruan As Syafi’iyyah, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhamadiyyah, Hizb Dakwah Islam (HDI), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), YPI Al Azhar, Majelis Mujahidin, Jamaah Anshorut Tauhid, Gerakan Reformis Islam (GARIS), MER-C, Gerakan Pemuda Islam (GPI), Taruna Muslim, Al Ittihadiyah, Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam (KMKI), LPPD Khairu Ummah, Syarikat Islam (SI), Forum Betawi Rempug (FBR), Tim Pengacara Muslim (TPM), Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), PERSIS, BKPRMI, Al Irsyad Al Islamiyyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT), Front Perjuangan Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Majelis Az Zikra, PP Daarut Tauhid, Korps Ulama Betawi, Hidayatullah, AlWashliyyah, KAHMI, PERTI, Ittihad Mubalighin, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Koalisi Anti Utang (KAU), PPMI, PUI, JATMI, PII, BMOIWI, Wanita Islam, Pesantren Missi Islam, Forum Silaturahmi Antar-Pengajian (FORSAP), MPU, KMKI,FRIH, Irena Center, Laskar Aswaja, Wahdah Islamiyah, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nahdlatul Umat Indonesia (PNUI), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan organisasi-organisasi Islam lainnya.(sumber: voa-islam.com)

Menag: Idul Adha Hanya Beda Waktu Bukan Syariah

Makkah - Perbedaan penetapan Idul Adha antara Arab Saudi dan Indonesia diharapkan tidak terlalu dipersoalkan. Perbedaan hanya tentang waktu bukan syariah.

"Yang berbeda adalah waktunya, karena cara penghitungannya yang berbeda. Tapi, secara syariah pelaksanaan Idul Adha tetap sama," ujar Menteri Agama Suryadharma Ali di Makkah, Arab Saudi, Senin (8/11/2010).

Arab Saudi menetapkan Idul Adha  jatuh pada 16 November 2010. Karena itu, dua juta jamaah haji akan melakukan wukuf di Arafah pada 15 November. Di Indonesia, Idul Adha ditetapkan pada 17 November.

Arab Saudi, seperti dilansir  kantor berita Arab Saudi, SPA, menetapkan Idul Adha jatuh pada 16 November setelah melakukan pengamatan bulan. Pengamatan dilakukanpada Sabtu (6/11/2010) lalu. Hasil pengamatan bulan itu digabungkan dengan hasil perhitungan para astronom resmi Arab.

Pengamatan bulan dan perhitungan astronomi itu dipakai untuk menetapkan tanggal 1 Dzulhijah, yang jatuh pada Minggu (7/11/2010). Sehingga dengan demikian Idul Adha atau 10 Dzulhijah jatuh pada 16 November.

Rabu (10/11/2010) merupakan hari terakhir kedatangan jamaah Indonesia di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Pukul 24.00 hari itu, Arab Saudi menutup bandara dari kedatangan penumpang haji.

Diharapkan saat penutupan bandara untuk kedatangan jamaah itu, seluruh jamaah haji Indonesia telah berada di Makkah. Wakil Amirul Haj Indonesia, KH Hasyim Muzadi meminta perbedaan Idul Adha tidak perlu dipersoalkan.

Perbedaan cara perhitungan memungkinkan adanya perbedaan hasil. "Yang penting, secara syariah Idul Adhanya tetap sama," ujar Hasyim.(sumber: detiknews.com)

Obama Beri Ceramah, UI Libur

JAKARTA--MICOM: Universitas Indonesia secara resmi meliburkan mahasiswanya pada Rabu (10/11) ketika Presiden AS Barack Obama mengadakan kuliah umum. Libur tersebut merupakan prosedur pengamanan tamu negara yang diminta oleh Istana Negara.

Hal tersebut dikonfirmasi Humas UI Devi Rahmawati ketika dihubungi Media Indonesia, Senin (8/11). "Secara resmi UI diliburkan untuk aspek keamanan. Kalau kuliah umum ini jadi, kampus diimbau untuk meliburkan semua kegiatan oleh seluruh pihak keamanan, baik itu Istana, kedutaan besar, maupun paspampres," tuturnya.

Devi menolak anggapan bahwa UI tunduk di bawah pengaruh AS. Menurutnya, untuk persoalan libur, pihaknya hanya mematuhi perintah negara dan permohonan Kedubes AS.

Sebagai akademisi, UI hanya menyelenggarakan kuliah umum. Pengamanan bukan merupakan tanggung jawab UI.

"Kalau terjadi apa-apa pada siapa saja di dalam lingkungan UI, bukan UI saja yang menuai hal negatif," tambah Devi. "Negara kita saat ini sedang penuh bencana, rentan untuk investasi asing. Kita harusnya bisa melihat apa yang bisa kita manfaatkan dari kunjungan ini. Kita harusnya bisa menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang aman." (OL-5)(sumber: www.mediaindonesia.com)
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha