Senin, 11 Oktober 2010

Buktikan "Islamisasi", Pimpinan Partai Belgia Diganjar Hukuman

BRUSSELS (Berita SuaraMedia) - Seorang pemimpin organisasi sayap kanan Belgia yang menuliskan nama dan alamat 770 penduduk di situs web yang bertujuan untuk membuktikan "Islamisasi" terjadi di kota Antwerp bisa saja menghadapi hukuman denda sebesar 500.000 euro atas tuduhan rasisme.
Filip Dewinter, pimpinan Vlaam Belang (yang berarti Kepentingan Flemish), mengatakan dalam situs webnya bahwa daftar penduduk resmi kota satelit Antwerp "meliputi hanya 21 nama Flemish".
"Nama-nama yang lain berasal dari Afrika atau Afrika Utara. Daftar yang merusak pikiran ini merupakan simbol Islamisasi di seluruh distrik Antwerp dan tempat-tempat lain," ujarnya.
Dewinter, yang duduk di parlemen regional Flanders, menyebut distrik yang dipertanyakan tersebut "Mekkah-di-Escaut", yang terakhir itu karena ada sungai yang mengalir di kota bagian utara.
Partainya, tidak seperti pergerakan yang meningkat di negara tetangga Belanda, mengalami penurunan, dari 24 persen di suara wilayah di tahun 2004 menjadi 12,6 persen di bulan Juni tahun ini atas persoalan anti-imigran dan separatis.
Komisi untuk perlindungan privasi memasukkan keluhan hari Kamis lalu terhadapnya ke kantor jaksa Antwerp, dengan tuduhan pelanggaran hukum tahun 1992 tentang pelarangan publikasi informasi pribadi "berdasarkan asal ras atau etnik".
"Hukum tentang kehidupan pribadi, baik di Belgia dan Eropa, mengatakan dengan jelas bahwa memberikan data yang menentukan etnisitas seseorang tidak boleh dipublikasikan," mereka bersikeras. Komisi itu mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan solusi yang mungkin diambil.
Pejabat komisi, Emmanuel Vincart, mengatakan pada kantor berita AFP bahwa jika jaksa memberikan tuntutan di bawah pasal enam hukum privasi negara, politikus itu dapat dikenai denda hingga sekitar setengah juta euro.
"Dengan catatan, kami bisa mengajukan ini ke pengadilan, dengan denda pada hal tersebut yang bisa mencapai 500.000 euro," mereka memperingatkan. "Kami menemukan pelanggaran yagn sangat jelas dan tentu saja keputusan untuk mengajukan tuntutan akan segera diambil," Emmanuel menjelaskan.
Dewinter menjawab dengan mengatakan ia akan tetap menyimpan daftar itu tapi hanya nama pertamanya saja. "Tapi analisa politiknya tetap tidak berubah," ujarnya, menurut agen berita dalam negeri Belgia. "Hampir-hampir hanya tiga persen saja dari nama dalam daftar itu yang berasal dari etnik Flemish."
Tapi jika dilihat lebih dekat, daftar ini hanya mencakup nama keluarga yang diawali dengan "Ab" atau "Ac"… Nama yang jauh lebih umum terdengar pada nama keluarga Hispanik dan Arab daripada Flemish. (raz/iw/rtl) www.suaramedia.com

Maklumat Politik 10-10-10: Momen Kejatuhan SBY-Boediono?

JAKARTA (voa-islam.com) – Menyongsong satu tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, para aktivis dari berbagai elemen berkumpul di kantor PBNU Jakarta, untuk menyuarakan ketidakpuasan.
Penilaian rapot merah bagi pemerintahan SBY-Boediono itu diproklamirkan dalam “Maklumat 10-10-10 Seruan Nasional untuk Bergerak Menyelamatkan Indonesia” di kantor PBNU Jakarta, tepat pada hari triple ten (tanggal 10 Oktober 2010).
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi mengungkapkan Maklumat 10-10-10 (baca: maklumat triple ten) tersebut  adalah sebagai bentuk koreksi terhadap pemerintahan SBY, yang dinilai telah gagal dalam menyelenggarakan pemerintahan dan tidak membawa perubahan apapun. Menurutnya, pemerintah SBY-Boediono telah gagal dan tidak berwibawa.
“Masyarakat melihat, pemerintah ini jauh dari harapan rakyat. Tidak nyambung pikiran pemimpinnya dengan keinginan rakyat. Kami melihat pemerintah sangat tidak berwibawa,” katanya dalam pertemuan itu.
Ketidakwibawaan pemerintah, kata Adhie tampak dari ketidakmampuannya menjaga keamanan dalam negeri, kebebasan umat beragama, dan citra Indonesia di mata negara lain. “Pemerintah sangat tidak berwibawa, di depan pengadilan ada korban jiwa yang menakutkan, tawuran di Tanjung Priok, Presiden hanya menonton. Pelecehan negara luar yang pada akhirnya rusak martabat bangsa. Ini harus diakhiri dengan cara elegan, presiden mundur akan lebih baik,” kecamnya.
....Pemerintah sangat tidak berwibawa, di depan pengadilan ada korban jiwa, tawuran di Tanjung Priok, Presiden hanya menonton. Pelecehan negara luar merusak martabat bangsa. Ini harus diakhiri dengan cara elegan, presiden mundur akan lebih baik....
Selain menyampaikan keluhan terhadap pemerintah, puluhan aktivis tersebut bersama Adhie membacakan Maklumat 10-10-10. Maklumat 101010 ini juga dimaksudkan untuk menangkal citra 999 (triple nine) yang melekat pada sosok SBY.
“10-10-10 untuk menetralisir citra SBY yang 9-9-9,” imbuhnya.
Inilah Isi Lengkap Maklumat 101010
Maklumat 101010
Seruan Nasional untuk Bergerak Menyelamatkan Indonesia
Kami, yang berkumpul di sini
pada hari yang akan dicatat sejarah
adalah putra-putri Ibu Pertiwi
yang telah menjadi saksi
atas kerusakan negeri yang nyaris di semua lini.

Para petani mencangkul ladang di tanah yang kian gersang
Para pedagang pasarnya hilang dicuri para pemilik uang
Nelayan dipermainkan ombak kemiskinan melacak ikan yang hilang
Anak-anak kehilangan masa depan menyisir jalanan hingga petang
Mereka yang sudah dewasa termenung di tengah lapangan kerja yang lengang
Tapi di mana kalian, wahai penguasa..!
Mandat yang kami berikan untuk pemerintah
hanya kau gunakan untuk berkeluh kesah.
Amanat yang kami titipkan untuk menyejahterakan umat
kau jadikan alat permainan pat gulipat.

Maka, dengan mengucap Bismillah ir-Rahman ir-Rahim
dalam nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang
kami serukan kepada semua putra-putri Ibu Pertiwi
yang di tanah air maupun yang sedang di negeri orang
yang di kampus-kampus maupun di pasar kaget
yang di barak militer maupun asrama kumuh
yang di desa yang di kota, yang miskin yang kaya
yang nganggur maupun yang baru dapat kerja
Mulai hari ini,
hari yang penuh keberuntungan bagi orang-orang yang dipinggirkan
kita ambil jarak dari penguasa yang tamak
kita tarik garis tegas dari penguasa yang culas
Lalu bergerak, bergerak, dan bergeraklah

Selamatkan Indonesia kita tercinta
dari genggaman tangan-tangan para pendusta.
Jakarta, tanggal 10 bulan 10 tahun 10
Kantor PBNU, 2 Dzulqa’idah 1431 Hijriyah.
Dalam pertemuan bertajuk “Seruan Nasional Bergerak Menyelamatkan Indonesia” tersebut hadir berbagai aktivis dari pergerakan seperti IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), PMII (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), PMKRI (Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), dan lainnya.
....Maklumat 10-10-10 akan diusung dalam aksi besar-besaran para aktivis dan LSM  untuk mengkritisi SBY pada 20 Oktober mendatang bertepatan dengan setahun pemerintahan  SBY-Boediono....
Rencananya, Maklumat 10-10-10 akan diusung dalam aksi besar-besaran para aktivis dan LSM  untuk mengkritisi SBY pada 20 Oktober mendatang bertepatan dengan setahun pemerintahan  SBY-Boediono.
“Nanti puncaknya pada 20 Oktober bertepatan dengan setahun pemerintahan SBY-Boediono,” ujarnya.
Adhie mengatakan, kawan-kawan aktivis dan LSM telah membuat rencana yang matang untuk beraksi bersama secara besar-besaran yang hingga pada puncaknya SBY lengser.
Menurut Adhie, gerakan ini tereskalasi yang  akan diawali pada 10-10-10 dan akan berlangsung secara terus menerus hingga 20-10-10 setahun SBY.
....akan berlangsung secara terus menerus yang puncaknya 20-10-10 dengan agenda paling besar untuk menggulingkan SBY....
“Ini sudah kita awali sepuluh-sepuluh-sepuluh (10-10-10) dengan pembacaan maklumat dan akan berlangsung secara terus menerus yang puncaknya 20-10-10 dengan agenda paling besar untuk menggulingkan SBY,” ujarnya.  [taz/dari berbagai sumber]

MUI: Fenomena 10-10-10 Bisa Menjerumuskan Khurafat dan Kesyirikan

Padang (voa-islam.com) - Menanggapi aksi 10-10-10 mulai melahirkan 'paksa', Pernikahan sampai aksi pecah rekor, Ulama Sumatera Barat Gusrizal Gazahar mengingatkan kepada masyarakat khususnya umat Muslim yang melangsungkan pernikahan pada Minggu (10-10-2010) agar hati-hati dalam memaknainya, karena hal itu dapat menjerumuskan seseorang dalam kurafat yang menjurus pada kesyirikan.
"Dalam Islam tidak ada pengkhususan tentang hari pernikahan, apalagi memaknai hari dan tanggal tertentu dengan keistimewaan tertentu," katanya di Padang, Minggu.
..."Masalah walimah yang melanggar aturan Islam saja belum dapat dituntaskan, ditambah lagi dengan masalah baru karena jahilnya umat memaknai tanggal 10-10-2010 hari ini," katanya....
Ia mengatakan, hari ataupun tanggal tidak dapat dikatakan memiliki keistimewaan kecuali ada landasan syar`i di dalamnya, baik melalui Al-Quran dan Hadist. Ia mencontohkan, seperti hadis Rasulullah tentang keutamaan hari Jumat, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
"Rasulullah pernah bersabda, hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat (Hadist Riwayat Imam Muslim)," kata Ketua MUI Sumbar Bidang Fatwa itu.
Namun, terkait hari pernikahan, Rasulullah SAW tidak pernah mengkhususkan hari tertentu agar umatnya menikah pada hari-hari tertentu itu. Semua hari dalam Islam itu baik asalkan dimulai dengan niat karena Allah SWT, katanya.
Ia menilai, dalam pandangan Islam, tidaklah salah bila umat Islam menikah pada hari (10-10-2010) jika itu memang telah dimusyawarahkan antara keluarga dari kedua mempelai.
Yang salah, katanya, jika masyarakat menganggap hari ini memiliki keistimewaan tertentu berdasarkan perhitungan-perhitungan yang mengandung nilai kurafat lalu menjadikannya sebagai sesuatu yang sakral sehingga dalam kategori ini, orang itu dapat dianggap sebagai orang jahil (bodoh) dalam agama.
Terkait hal itu, ia mengingatkan, masyarakat khususnya umat Islam agar tidak menjadikan opini umum yang berkembang saat ini sebagai suatu pemahaman yang harus dibenarkan. Ia menegaskan, masyarakat harus lebih cerdas memahami kontekstual kehidupan termasuk perihal pernikahan dengan memperdalam ilmu-ilmu Islam.
Ia mengatakan, ilmu agama terkait pernikahan itu sangat penting sebab pernikahan merupakan pintu dari amalan besar ketika seseorang telah memiliki tanggung jawab untuk membina keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah.
Ia menambahkan, jika ada umat Islam yang terjebak dalam kesalahpahaman terhadap hari ini (10-10-2010), berarti telah muncul pula kejahilan baru dalam masyarakat.
"Masalah walimah yang melanggar aturan Islam saja belum dapat dituntaskan, ditambah lagi dengan masalah baru karena jahilnya umat memaknai tanggal 10-10-2010 hari ini," katanya.
Terkait persoalan tersebut, ia menambahkan, hal itu terjadi akibat tatanan dakwah di kalangan umat Islam saat ini sudah beralih kepada dakwah enterteint (dakwah yang hanya mengandung nilai hiburan), tanpa memperhatikan tujuan dasar dan sasaran dakwah itu sendiri.
Menurutnya, tatatanan dakwah harus kembali difungsikan oleh mubaligh tidak sebatas kajian parsial saja, namun harus menyentuh hingga persoalan dasar dalam agama Islam yakni kajian tauhid (keyakinan).
"Dakwah harus kembali di arahkan pada kajian tauhid yang menyentuh persolaan keyakinan umat pada nilai ukhrawi (akhirat) hingga umat Islam tidak terjerumus dalam pemahaman kurafat," katanya.
Bayi 10-10-10 Dianggap Bawa Hoki
Memang, Tanggal 10 Oktober 2010 (10-10-10) bagi sebagian orang dianggap sebagai hari istimewa yang mampu mendatangkan keberuntungan atau hoki.

Karena itu, hari tersebut banyak dipilih pasangan suami istri (pasutri) sebagai waktu yang tepat untuk melahirkan bayi serta sejumlah pasangan untuk melangsungkan pernikahan. Maka tidak mengherankan bila di berbagai kota banyak pasutri yang ingin bayinya lahir tepat pada saat angka kembar 10-10-10 melalui operasi caesar.

Namun ada bayi yang lahir normal di hari tersebut meskipun jumlahnya lebih sedikit. Di RSUD Sidoarjo misalnya, hanya ada satu bayi yang lahir secara normal, yakni bayi pasangan Hendrik (25) dan Munawaroh (19), warga RT 3 RW 1, Dusun Jabon, Desa Grabakan, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

...“Kata orang kalau bayi lahir tanggal, bulan, dan tahunnya kembar membawa hoki,” ujar Mianah, kakak Munawaroh...
Bayi laki-laki dengan berat 3,5 kg itu lahir tepat pukul 10.00, tanggal 10, bulan 10 dan tahun 2010 dengan proses persalinan normal. “Kalau bayi yang lahir hari ini secara normal hanya ada satu. Kalau yang lahir caesar ada tiga bayi,” ujar Dr Teguh Wiyono, di RSUD Sidoarjo, Minggu (10/10/2010).

Bayi pasangan Hendrik dan Munawaroh, lanjut Teguh, lahir dengan panjang 50 cm dan saat ini masih dirawat di ruang bayi dengan kondisi normal. Karena tidak ada gangguan apa pun, bayi yang belum diberi nama oleh orang tuanya itu hari ini sudah diperbolehkan dibawa pulang. Teguh mengatakan, dalam beberapa hari ini ada beberapa pasien yang akan melahirkan.

Namun, hanya bayi pasangan Hendrik dan Munawaroh saja yang lahir di tanggal, bulan, dan tahun yang angkanya sama. Mengenai pasutri yang menginginkan bayinya lahir di tanggal, bulan, dan tahun yang sama secara caesar, Teguh mengatakan, untuk kelahiran caesar harus memenuhi beberapa kriteria. Di antaranya, kandungan harus berumur di atas tujuh bulan.

Meski demikian, harus pula melalui pemeriksaan medis terlebih dulu apakah bayi yang dikandung dan ibunya sehat kondisinya sehingga memungkinkan untuk dilakukan operasi. Sementara itu, Hendrik dan Munarawoh serta keluarganya menyambut gembira lahirnya anak pertamanya itu.

Apalagi, bayi itu lahir dengan kondisi normal. “Kata orang kalau bayi lahir tanggal, bulan, dan tahunnya kembar membawa hoki,” ujar Mianah, kakak Munawaroh. Mianah bercerita, adiknya itu dibawa ke RSUD Sidoarjo, Sabtu (9/10), sekitar pukul 09.50 WIB.

Namun, dia tidak menyangka bahwa bayinya lahir keesokan harinya. Sementara di Jombang, kemarin dua bayi dilahirkan dengan cara operasi. Syaiful Arief, salah satu orang tua bayi, mengungkapkan, sebenarnya dirinya menginginkan kelahiran anaknya secara normal. Namun, pihak rumah sakit menyarankan kelahiran putranya dengan cara operasi karena kondisi kesehatan istrinya.

”Dan saya memilih hari ini (kemarin). Kebetulan, hari ini hari yang istimewa,” ungkap Syaiful Arief. Pilihan yang sama juga dilakukan pasangan Wawan Hari Wibowo-Agus Hendrawati. Saat pihak rumah sakit menawari kelahiran dengan jalan operasi, seketika dia mengiyakan.  (Ibnudzar/dbs)

China Diterjang Badai, 440 Ribu Orang Mengungsi & 3.000 Rumah Hancur

Beijing - Lebih dari 440 ribu orang dievakuasi dari Provinsi Hainan, China, setelah hujan daras diiringi badai mengguyur sebagian besar wilayah China. Hujan ini disebut-sebut sebagai hujan yang paling dahsyat selama 40 tahun terakhir.

Hujan lebat yang mulai Rabu 6 Oktober 2010 lalu telah mengakibatkan banyak rumah rusak, infrastruktur dan tanaman juga banyak yang mengalami kerusakan.

Seperti dilansir AFP mengutip kantor Berita China, Xinhua, Selasa (12/10/2010), banjir telah menyebabkan 2,7 juta orang di 16 kota tergenang rumahnya. Sekolah-sekolah pun banyak yang ditutup.

Sementara, lebih dari 3.000 rumah hancur, 1.300 ruas jalan mengalami rusak ringan hingga parah, 40 waduk rusak berat serta lebih dari 170.000 hektar tanaman gagal panen lantaran terendam air.

Menurut Badan Meteorologi Hainan, hujan lebih lebat diperkirakan akan terjadi pada Rabu (13/10/2010) besok dan kemungkinan bisa menghambat upaya evakuasi terhadap para korban banjir.

Hujan lebat yang mengguyur selama lebih dari seminggu ini adalah yang terburuk di China sejak tahun 1961.

Pada Juli 2010, hujan lebat di China juga mendatangkan malapetaka di negara tersebut. 50 Orang lebih tewas di China bagian selatan dan 15 lainnya hilang setelah hujan lebat mendera.

Pemerintah setempat mengatakan, sejak bulan Juli mulai bergulir, lebih dari 17 juta orang di sembilan provinsi di China menjadi korban.

Belum lagi, kerugian harta benda. Tercatat 42 ribu rumah roboh serta 121 ribu lainnya rusak parah. Ratusan ribu hektar tanaman hancur.

(anw/anw) (sumber: detiknews.com)

Minggu, 10 Oktober 2010

Renungan Buat Ikhwan-Akhwat yang Berta'aruf di Dunia Maya

“Ukhti, aku tertarik ta’aruf sama anti.” Itulah kalimat yang sering diadukan oleh para akhwat yang penulis kenal. Dalam satu minggu bisa ada dua tawaran ta’aruf dari ikhwan dunia maya. Berdasarkan curhat para akhwat, rata-rata si ikhwan tertarik pada akhkwat melalui penilaian komentar akhwat.
Banyaknya jaringan sosial di dunia maya seperti facebook, yahoo messenger, dll, menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas.
Begitu lembut dan halusnya jebakan dunia maya, tanpa disadari mudah menggelincirkan diri manusia ke jurang kebinasaan.
Kasus ta’aruf ini sangat memprihatinkan sebenarnya. Seorang bergelar ikhwan memajang profil islami, tapi serampangan memaknai ta’aruf. Melihat akhwat yang dinilai bagus kualitas agamanya, langsung berani mengungkapkan kata ‘ta’aruf’, tanpa perantara.
Jangan memaknai kata “ta’aruf” secara sempit, pelajari dulu serangkaian tata cara ta’aruf atau kaidah-kaidah yang dibenarkan oleh Islam. Jika memakai kata ta’aruf untuk bebas berinteraksi dengan lawan jenis, lantas apa bedanya yang telah mendapat hidayah dengan yang masih jahiliyah? Islam telah memberi konsep yang jelas dalam tatacara ta’aruf.
Suatu ketika ada sebuah cerita di salah satu situs jejaring sosial, pasangan akhwat-ikhwan mengatakan sedang ta’aruf, dan untuk menjaga perasaan masing-masing, digantilah status mereka berdua sebagai pasutri, sungguh memiriskan hati. Pernah juga ada kisah ikhwan-akhwat yang saling mengumbar kegenitan di dunia maya, berikut ini petikan obrolannya:
“Assalamualaikum ukhti,” Sapa sang ikhwan.
“‘Wa’alikumsalam akhi,” Balas sang akhwat.
“Subhanallah ukhti, ana kagum dengan kepribadian anti, seperti Sumayyah, seperti Khaulah binti azwar, bla bla bla bla…” puji ikhwan tersebut.
Apakah berakhir sampai di sini? Oh no…. Rupanya yang ditemui ini juga akhwat genit, maka berlanjutlah obrolan tersebut, si ikhwan bertanya apakah si akhwat sudah punya calon, lantas si akhwat menjawab.
“Alangkah beruntungnya akhwat yang mendapatkan akhi kelak.”
Sang ikhwan pun tidak mau kalah, balas memuji akhwat. “Subhanallah, sangat beruntung ikhwan yang mendapatkan bidadari dunia seperti anti.”
....Banyaknya jaringan sosial di dunia maya menjadikan akhwat dan ikhwan mudah berinteraksi tanpa batas. Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya....
Owh mengerikan, berlebay-lebay di dunia maya, syaitan tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Lalu tertancaplah rasa, bermekaran di dada dua sejoli tersebut, yang belum ada ikatan pernikahan.
Dengan bangganya sang ikhwan menaburkan janji-janji manis, akan mengajak akhwat hidup di planet mars, mengunjungi benua-benua di dunia. Hingga larutlah keduanya dalam janji-janji lebay.
Ikhwannya membabi buta, akhwatnya terpedaya……a’udzubillah, bukan begitu ta’aruf yang Rasulullah ajarkan.

Wahai Ikhwan, Jangan Permainkan Ta’aruf!

Muslimah  itu mutiara, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya, tidak sembarang orang boleh memandangnya. Jika kalian punya keinginan untuk menikahinya, carilah cara yang baik yang dibenarkan Islam. Cari tahu informasi tentang akhwat melalui pihak ketiga yang bisa dipercaya. Jika maksud ta’arufmu untuk menggenapkan separuh agamamu, silakan saja, tapi prosesnya jangan keluar dari koridor Islam.
....Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan?....
Wahai ikhwan, relakah jika adikmu dijadikan ajang coba-coba ta’aruf oleh orang lain? Tentu engkau keberatan bukan? Jagalah izzah muslimah, mereka adalah saudaramu. Pasanglah tabir pembatas dalam interaksi dengannya. Pahamilah, hati wanita itu lembut dan mudah tersentuh, akan timbul guncangan batin jika jeratan yang kalian tabur tersebut hanya sekedar main-main.
Jagalah hati mereka, jangan banyak memberi harapan atau menabur simpati yang dapat melunturkan keimanan mereka.
Mereka adalah wanita-wanita pemalu yang ingin meneladani wanita mulia di awal-awal Islam, biarkan iman mereka bertambah dalam balutan rasa nyaman dan aman dari gangguan JIL alias Jaringan Ikhwan Lebay.
Wahai Ikhwan,
Ini hanya sekedar nasihat, jangan mudah percaya dengan apa yang dipresentasikan orang di dunia maya, karena foto dan kata-kata yang tidak kamu ketahui kejelasan karakter wanita, tidak dapat dijadikan tolak ukur kesalehahan mereka, hendaklah mengutus orang yang amanah yang membantumu mencari data dan informasinya.
....luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis....
Wahai ikhwan, luasnya ilmu yang engkau miliki tidak menjadikan engkau mulia, jika tidak kau imbangi dengan menjaga adab pergaulan dengan lawan jenis.

Duhai Akhwat, Jaga Hijabmu!

Duhai akhwat, jaga hijabmu agar tidak runtuh kewibaanmu. Jangan bangga karena banyaknya ikhwan yang menginginkan taaruf. Karena ta’aruf yang  tidak berdasarkan aturan syar’i, sesungguhnya sama saja si ikhwan meredahkanmu. Jika ikhwan itu punya niat yang benar dan serius, tentu akan memakai cara yang Rasulullah ajarkan, dan tidak langsung menembak kalian dengan caranya sendiri.
Duhai akhwat, terkadang kita harus mengoreksi cara kita berinteraksi dengan mereka, apakah ada yang salah hingga membuat mereka tertarik dengan kita? Terlalu lunakkah sikap kita terhadapnya?
Duhai akhwat, sadarilah, orang-orang yang engkau kenal di dunia maya tidak semua memberikan informasi yang sebenarnya, waspadalah, karena engkau adalah sebaik-baik wanita yang menggenggam amanah Ilahi. Jangan mudah terpedaya oleh rayuan orang di dunia maya.
....berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram....
Duhai akhwat, berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram, biarkan apa yang ada di dirimu menjadi simpanan manis buat suamimu kelak.
Duhai akhwat, ta’aruf yang sesungguhnya haruslah berdasarkan cara Islam, bukan dengan cara mengumbar rasa sebelum ada akad nikah. [Yulianna PS/voa-islam.com]

Subhanallah, Kakek 160 Tahun Rajin Baca Al Quran Tanpa Kaca Mata

Waykanan (voa-islam.com) - Subhanallah, itulah kata yang tepat  ketika bertemu Muin. Bagaimana tidak, di usia yang sudah menginjak 160 tahun, Muin masih piawai membaca ayat suci Al quran tanpa menggunakan kacamata setiap usai menunaikan ibadah salat lima waktu. Bahkan, pria berusia uzur ini juga masih sanggup mencangkul empat jam dalam sehari.

Lelaki kelahiran Rangkasbitung, Banten, tahun 1850 ini, dikenal sebagai sosok yang suka humor. Aki Muin, biasa ia dipanggil, menuturkan bahwa hidup itu indah kalau sehat, kalau sakit jadi tidak indah, namun ada hikmah yang tetap harus disyukuri.
..."Barangkali itu yang membuat mata masih awas untuk membaca Al Quran setelah kegiatan salat wajib," ujarnya...
"Saya makan seperti "kambing" alias makan sayuran dari hasil berkebun saja, tidak pernah membeli. Dan makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging atau telur saya hindari. Barangkali itu yang membuat mata masih awas untuk membaca Al Quran setelah kegiatan salat wajib," ujarnya, di Blambanganumpu, Waykanan, Lampung, Jumat (8/10/2010).

Ia mengatakan, dalam mengolah komoditas perkebunan dan pertanian miliknya seperti kopi, terong, kacang panjang, cabai dan padi, sama sekali dia tidak menggunakan pupuk kimia.

"Saya tidak pernah menggunakan pupuk kimia, memanfaatkan yang alami saja, seperti daun atau jerami padi. Saya biasa mulai ke kebun jam 6 pagi, dan biasa mencangkul sekitar 4 jam dalam sehari, maklum sudah 'kolot' jadi banyak lelahnya," katanya seraya memamerkan giginya yang sudah habis.

Ia juga mengaku, tahun 2008 lalu, dia bahkan masih sanggup memanjat pohon aren setinggi kurang lebih 10 meter yang dimilikinya untuk menyadap nira. "Sebelum jatuh dua tahun lalu, saya masih sanggup memanjat pohon aren, tapi sekarang tidak bisa lagi, punggung saya sudah patah, jadi bengkok seperti ini," katanya.

Terkait sejarah penjajahan Belanda dan Jepang ia mengatakan, hidup di zaman pendudukan negeri Sakura lebih sulit dibandingkan saat tentara Negeri Kincir Angin menguasai Indonesia. "Zaman Jepang pakaian itu susah, saya saja menggunakan kulit dari pohon benda sebagai penutup aurat, seperti sarung atau kebaya, namun lumayan hangat. Tapi saat zaman penjajahan Belanda lumayan mudah, harga rokok 3 sen dapat 20 batang," ujarnya.

Aki Muin ternyata pernah ikut menjadi tentara sukarela dan digaji 25 perak setiap bulan, namun setelah perang kemerdekaan ia memilih menjadi orang biasa karena ingin bebas. (LieM/trb)

PR Berat Kapolri Baru: Serse Punya Peluang Kolusi Tinggi

Jakarta - Kapolri yang akan datang diprediksi akan menghadapi beban berat. Apalagi belakangan citra Polri sedang terkoyak banyak masalah, misalnya kasus Cicak dan Buaya, serta kasus Gayus Tambunan. Selain memperbaiki citra Polri yang tercoreng, Kapolri mendatang juga harus membenahi banyak hal di institusi Polri. Misalnya soal kinerja para personel dalam melindungi dan melayani masyarakat, yang menjadi moto Polri.

Lantas apa saja yang akan menjadi pekerjaan rumah Kapolri mendatang? Berikut petikan wawancara detikcom dengan kriminolog Universitas Indonesia (UI) Prof Adrianus Meliala di Kampus UI, Depok beberapa waktu lalu:

Saat ini di Polri akan terjadi pergantian Kapolri. kira-kira apa tugas saja yang jadi priortas bagi Kapolri mendatang untuk meningkatkan kinerja dan pelayanannya?

Untuk tugas-tugas Kapolri mendatang kita harus bagi 2 dahulu, yakni soal manajemen dan policing. Kalau manjemen itu kita bisa bicarakan anggaran, logistik, struktur. Sementara policing adalah ketika mereka menggerakan powernya atau kewenangannya guna menciptakan masyarakat yang tertib dan adil.

Kalau bicara mengenai personel, maka pertanyaan apakah institusi Polri harus sebesar itu  perlu digugat atau diangkat kembali. Sebab ke depan Polri akan lebih mengutamakan teknologi. Dengan teknlogi itu bisa mengurangi jumlah manusia. Jadi untuk apa memperbanyak jumlah orang yang banyak menyerap anggaran Polri. Dari total anggaran Polri yang dialokasikan APBN sebesar 22 triliun, 75 persen anggarannya terserap untuk bayar gaji. Padahal jika personelnya dikurangi akan menekan anggaran bagi Polri. Bisa saja gaji masing-masing personelnya jadi semakin tinggi, tambah banyak tunjangannya dan mereka semakin happy dengan bantuan teknologi.

Berarti Polri harus berhenti dalam merekrut anggota baru?

Tentu saja. Selain itu Polri juga harus memperhatikan soal rekrutmen. Sebab selama ini yang kita tahu selalu saja mengalami perubahan dalam perekrutan. Selama ini ada sistem satu pintu dan multipintu, kemudian berubah ada Akpol S1, sekarang berubah lagi ada akpol D3 dan ada bintara D1. Menurut saya sebaiknya sudahlah jangan berubah-ubah lagi. Yang ajeg (baku) sajalah.

Apa alasan perubahan-perubahan dalam sistem rekrutmen?

Masing-masing Kapolri punya kebijakan masing-masing soal rekrutmen. Jadi ganti Kapolri biasanya ganti sistem rekrutmen. Makanya kepada kapolri yang baru saya berharap tidak ada lagi perubahan-perubahan dalam perekrutan personel.

Lalu bagaimana dengan pengawasan?

Nah ini dia, di organisasi Polri ini memang unik. Sebab penilaian kinerja anggota,terutama menyangkut promosi, mutasi dan demosi,tidak menggunakan patokan key performance indicators (KPI). Padahal dengan sistem penilaian tersebut kinerja masing-masing jabatan bisa terlihat.

Untuk itu harapan saya kepada Kapolri yang baru tolong dibuat penilaian kinerja. Dan dari situlah kita bisa menilai orang apakah orang tersebut menjalankan tugasnya atau tidak. Dan dari penilaian itu akan jadi pertimbangan untuk memutasikan, mempromosikan, atau mendemosikan kalau perlu.

Sampai saat ini, dari 2 ribuan lebih job di Polri, dari Kapolri hingga hingga sopir. Hanya ada 300-400 job yang memiliki KPI. Jadi hanya sedikit yang memiliki KPI dan yang sedikit itu pun tidak dihargai. Padahal mana ada organisasi profesional bekerja bukan atas dasar KPI. Sebab dasar penilaian itulah yang harusnya bisa dijadikan parameter kinerja. Apakah layak dipromsikan atau dimutasi.

Selama ini Polri selalu berteriak profesional sementara dasar kenaikan pangkat atau tunjangan semua serba otomatis. Padahal orang yang berhak mendapat promosi berdasarkan skala yang sudah ditetap kan dalamsistem KPI tersebut. Selama ini penilaian di tubuh polri lebih karena kedekatan atau berdasarkan senioritas.

Mengenai tugas-tugas Kapolri, kira-kira di kesatuan mana yang harus dibenahi?

Seperti yang BHD bilang kita keroyok serse. Sebab selama ini siapapun Kapolri-nya belum ada yang bisa mengubah cara kerja. Sebab kasus-kasus yang ditangani sifatnya personal. Jadi penyidik bisa pilih-pilih kasus yang ditangani karena sifatnya personal. Jadi untuk mengubah serse yang paling utama adalah cara kerjanya.

Selama ini di tubuh serse seorang penyidik tidak tahu kasus yang ditangani penyidik lainnya. Jadi kalau penyidik yang menangani suatu perkara sedang berhalangan atau diganti. Penyidik yang baru tidak tahu apa-apa. Dan parahnya, dengan cara kerja seperti itu sangat membuka peluang kolusi. Sebab seorang penyidik menjadi tuan besar dalam kasus yang ditangani.

Jadi jangan keroyok serse dengan mengintruksikan tidak terima duitnya. Itu percuma. Yang terpenting pimpinan Polri harus merubah cara kerja dilingkungan serse. Ketika penyidikan berjalan transparan, maka akan sulit bagi penyidik untuk main-main dengan kasus yang ditanganinya.

Lalu bagaimana di Lantas?

Kalau di Lantas praktis tidak banyak problem. Sebab sejauh ini sudah banyak perubahan-perubahan yang dilakukan. Hanya kalau kita mau minta perhatian pada Kapolri baru, lebih pada transparansi penggunaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pengurusan SIM, STNK, dan BPKB.

Karena PNBP adalah dana publik yang bisa diases publik mengenai penggunaanya, maka penggunaan PNBP harus transparan. Memang pada bagian Dirlantas misalnya, ada bagian. Misalnya kita bayar SIM Rp 55 ribu, maka sebanyak Rp 35 ribu untuk negara dan sisanya yang Rp 20 ribu untuk dibagi-bagi tergantung jabatan. Jangan sampai penggunaannya salah yang mengakibatkan petugas lantas diseret ke KPK.

Sementara Samapta, adaah suatu pekerjaan yang bersifat preventif dan pengaruhnya indirect atau tidak langsung. Jadi begini kalau orang yang ingin berbuat jahat lalu melihat polisi berseragam maka orang tersebut tertangkal untuk melakukan kejahatan. Tapi moral kerja personel Samapta rendah. Sebab mereka menganggap samapta bukan pekerjaan basah jadi kurang semangat. Beda dengan serse, yang berpakaian sipil. Kalau Samapta mau minta duit malu dengan seragamnya.

Lagi pula apa yang membuat orang ngasih duit ke Samapta. Kalau ke serse kan jelas menyangkut status hukum. Sehingga berpeluang untuk dimanipulasi. Kalau Samapta paling uang receh, baik dari pengawalan atau tugas jaga.

Karena itu polisi yang baik-baik kebanyakan di Samapta. Untuk menjaganya, pimpinan harus meningkatkan biaya operasionalnya serta tunjangannya. Sebab tugas Samapta ini berkeliling atau patroli. Kalau tidak dimodali bensin atau operasionalnya mereka akan minta kemana-mana.

(zal/diks) (sumber:detiknews.com)

Jangan Minder, Mari Salahkan Belanda

Den Haag - Seberapa genting detik-detik menjelang keberangkatan presiden ke Negeri Belanda dan sesudahnya, saya tidak punya akses untuk memantau. Tapi sms dari seorang diplomat senior (6/10/2010 waktu subuh) cukup menggambarkan situasi itu, "Mas Eddi, berita tentang kort geding sudah membuat republik tercinta "mendidih". 1001 komentar muncul dari berbagai penjuru. Dari yang ahli sampai yang sok ahli. Semua media massa, cetak dan elektronik, membuat liputan khusus. Apapun dampak yang ditimbulkannya, saya bangga mas Eddi merilisnya. Artikel pendek itu sudah membuka debat dan diskusi panjang serta pmikiran akan opsi-opsi langkah ke depan dari RI-1 dan pembantu-pembantu dekat beliau, yang berakhir dengan penundaan kunjungan. Sekali lagi selamat dan terus sukses berkarya bagi bangsa. Salam hangat."

Pantauan dari media online, diskusi dan kritik dari berbagai kalangan terhadap Kepala Negara masih terus mengalir, dari yang cukup logis sampai yang ngawur abis. Dari level profesor, sampai penjual kolor. Menarik dicermati: mengapa semua semburan api itu diarahkan kepada sesama sendiri, ribut sendiri, tapi tidak ada yang mengkritik atau menyalahkan pemerintah Belanda sebagai tuan rumah? Apakah ini salah satu ciri kelainan laten mental bangsa kita: minderwaardigheidscomplex? Mental inlander berhadapan dengan Mijnheer nDoro Toean Besar?

Penundaan kunjungan kenegaraan itu lebih diakibatkan oleh pemerintah Belanda. Kekurangpekaan Belanda sebagai tuan rumah patut disesalkan. Silakan pemerintah Belanda tersinggung, kalau Kedubes Belanda di Jakarta memantau tulisan ini. Ada banyak hal terkait kort geding RMS, yang seharusnya bisa dicegah, tanpa mencederai kebebasan berekspresi yang dijunjung tinggi di Belanda itu. Ketika RMS mempublikasikan iktikad untuk mengajukan kort geding (2/10/2010), seharusnya pemerintah Belanda sigap dengan mendahului kort geding ke pengadilan, yang isinya meminta pengadilan menolak atau sekurangnya menunda kalau ada permohonan kort geding dari RMS, demi menghormati Kepala Negara Republik Indonesia sebagai tamu negara, demi peningkatan hubungan baik kedua negara, dan karena eksistensi RMS mungkin sudah dianggap tidak ada, tidak dikenal, tidak diakui.

Kort geding terhadap Kepala Negara Republik Indonesia dengan tuduhan kejahatan HAM dan bertanggung jawab atas penyiksaan-penyiksaan itu juga cacat secara prosedur. Pemerintah Belanda seharusnya tahu hal ini. Sesuai prosedur, begitu ada penggugat memasukkan permohonan kort geding, pihak tergugat harus mendapat panggilan tertulis dari pengadilan untuk muncul di muka hakim. Pada 5/10/2010 RMS memasukkan kort geding, langsung sidang. Kapan surat panggilan tertulis itu dikirim ke presiden RI sebagai tergugat dan kapan sampai?

Seperti diatur dalam Wetboek van Burgerlijke Rechtsvordering (Kitab Hukum Acara Perdata), yang menjadi pedoman acara kort geding, Pasal 2 disebutkan, "...heeft de Nederlandse rechter rechtsmacht indien de gedaagde in Nederland zijn woonplaats of gewone verblijfplaats heeft, (hakim Belanda memiliki yurisdiksi jika tergugat berdomisili atau mempunyai tempat tinggal di Negeri Belanda)". Tergugat Presiden RI tempat tinggalnya di mana? Selain itu Presiden RI sebagai tergugat tidak punya kesempatan untuk wraking (hak menolak hakim, disapproval) sebagaimana diatur dalam Pasal 36 s/d 41. Pasal 36, "Op verzoek van een partij kan elk van de rechters die een zaak behandelen, worden gewraakt op grond van feiten of omstandigheden waardoor de rechterlijke onpartijdigheid schade zou kunnen lijden, (Atas permintaan satu pihak, setiap hakim yang menangani perkara dapat ditolak atas dasar fakta-fakta atau keadaan yang dimungkinkan dapat menimbulkan rusaknya ketidakberpihakan hakim)," Belanda belum siap menyambut presiden RI sebagaimana mestinya. Keputusan presiden RI sudah tepat, Belanda perlu belajar introspeksi dan memperbaiki diri, untuk selanjutnya dijadwalkan ulang kunjungan kenegaraan, dalam suasana saling menghormati, penuh kesetaraan. (es/es) (sumber: detiknews.com)
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha