Minggu, 21 November 2010

Idul Adha Kristiani: Yesus Disembelih Menebus Dosa Manusia?

Para misionaris ikut-ikutan menyambut Hari Raya Idul Adha 1431/2010 dengan tujuan licik. Bukan dengan shalat id, puasa sunnah Arafah atau menyembelih hewan qurban, tapi dengan menebarkan racun pemurtadan dalam artikel berkedok Islam yang dipublikasikan di website resminya.
Dalam artikel kristenisasi berjudul “Rahasia Berkah Idul Adha,” para misionaris yang menamakan diri komunitas “Isa & Islam” mencatut ayat-ayat Al-Qur'an tentang qurban untuk menyusupkan doktrin Kristen kepada umat Islam. Bahkan ayat populer tentang qurban yang selalu dibaca oleh para mubaligh pada hari raya Idul Adha, diperalat untuk menjajakan doktrin Kristen. Berikut kutipannya:
“Mengenai peringatan hari raya Idul Adha, Al-Quran mencatat sebuah ayat yang menarik. Ayat ini tentang pengurbanan Nabi Ibrahim AS. Ia mengurbankan seekor domba jantan sebagai pengganti anak lelaki yang disayanginya: “Kami tebusi anaknya itu sembelihan yang besar (seekor kambing/domba).” (QS 37:107).
“Sembelihan besar” ini adalah sebuah simbol yang melambangkan keagungan. “Sembelihan besar” menjadi alat penebusan Allah bagi anak lelaki Ibrahim. Inilah merupakan kemurahan hati Allah. Kematian domba jantan itu telah menebus manusia dan memberikan hidup kepadanya…
Kurban seperti apakah yang layak menggantikan kita di hadapan Allah? Kurban yang layak menggantikan kita di hadapan Allah haruslah lebih tinggi dari seekor hewan. Karena Allah hanya menerima ketakwaan yang hanya dimiliki oleh manusia, maka kurban yang dapat diterima Allah hanyalah kurban seorang manusia…
Kurban yang dapat diterima Allah adalah kurban seorang manusia yang suci dan tanpa dosa. Isa Al-Masih satu-satunya yang dapat menjadi kurban 'kurban besar'. Karena Dia suci, datang ke dunia dengan cara ajaib, dikirim Allah dan kematian-Nya memberikan hidup kepada manusia sebagai tebusannya.
Jelas, Isa Al-Masih mengorbankan diri-Nya bagi seluruh manusia termasuk Saudara. Hari ini, dengan menerima Isa Al-Masih sebagai juruselamat, Saudara dapat menikmati hidup yang kekal.”
Seluruh catatan misionaris itu menyimpang Kisah penyembelihan qurban yang dilakukan Nabiyullah Ibrahim dalam surat As-Shaffat 100-108 itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan doktrin Kristen. Bila dibaca utuh, satu perikop ayat ini adalah kisah keteguhan iman Nabi Ibrahim AS, mulai dari kerinduannya terhadap seorang anak sementara usianya sudah tua (ayat 100). Setelah dikaruniai oleh seorang anak yang sabar yaitu Nabi Ismail, turunlah  ujian dari Allah berupa perintah untuk menyembelihnya (ayat 101-102). Karena keteguhan iman Nabi Ibrahim dan anaknya, Ismail, maka prosesi penyembelihan pun dilakukan dengan ikhlas (ayat 103-106). Ketika penyembelihan hendak dilakukan, Allah menggantinya dengan seekor kambing yang besar (bi dzibhin ‘azhiim) (ayat 107). Selanjutnya Allah mengabadikan pengurbanan tersebut dengan mensyariatkan ibadah qurban kepada generasi berikutnya (ayat 108).
Jelaslah bahwa ayat-ayat tersebut bermakna lugas (denotatif), bukan makna kias (konotatif) maupun simbolik seperti anggapan misionaris. Maka salah besar jika misionaris “Isa & Islam” menyelewengkan ayat ini untuk menjustifikasi doktrin Kristen. Kata “dzibhin ‘azhiim” (sembelihan yang besar) pada ayat 107 itu sama sekali tidak bisa ditakwilkan menjadi tebusan yang agung Yesus Kristus di tiang salib untuk menebus dosa manusia.
....Jika ayat Al-Qur'an ini di dipaksakan untuk mendukung doktrin Kristen tentang penebusan dosa, maka logika misionaris itu sangat primitif....
Jika ayat Al-Qur'an ini di dipaksakan untuk mendukung doktrin Kristen tentang penebusan dosa, maka logika misionaris itu sangat primitif. Ibarat orang dari suku terasing di pedalaman yang berkepala besar, memaksakan diri untuk memakai helm yang ukurannya lebih kecil. Naif sekali!
Dalam akidah Islam, untuk mendapat ampunan Allah melalui syariat qurban, tak bisa melalui tebusan darah Yesus, karena setiap orang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain (Qs. Al-Baqarah 123 & 286). Justru dalam tetesan darah hewan qurban itulah terdapat keutamaan berupa ampunan (maghfirah) Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Bangunlah, saksikanlah qurban itu, sesungguhnya tetesan pertama darah itu dapat mengampuni dosamu yang telah lalu” (HR Hakim dari Abu Said Al-Khudri).
Untuk bertaqarrub kepada Allah dan meraih meraih syafaat-Nya juga tidak perlu menunggu pengurbanan Yesus di tiang salib. Justru dari hewan qurban yang disembelih secara ikhlas itulah terdapat keutamaan yang dicintai Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada sesuatu amalan anak Adam di hari Nahar (hari penyembelihan qurban) yang lebih disukai Allah, selain daripada penyembelihan qurban. Qurban itu, di hari Kiamat nanti akan datang seperti di hari dia disembelih, lengkap dengan seluruh anggota tubuhnya, bulunya, tanduk dan kukunya. Darah hewan qurban sebelum jatuh ke tanah, terlebih dahulu singgah di suatu tempat yang disediakan Allah. Karenanya, bergembiralah dengan berqurban” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Aisyah RA).
Dengan menyimpangkan ayat Al-Qur'an untuk menyatakan bahwa Yesus adalah “sembelihan yang agung” (dzibhin ‘azhiim), justru misionaris “Isa & Islam” melakukan dua kesalahan sekaligus, yaitu menyalahi aqidah Islam dan pelecehan terhadap doktrin Kristen.
....Dengan menambah wacana “Yesus disembelih” untuk menebus dosa manusia, para misionaris “Isa & Islam” semakin menambah daftar keruwetan teologi Kristen....
Dengan menambah wacana “Yesus disembelih” untuk menebus dosa manusia, para misionaris “Isa & Islam” semakin menambah daftar keruwetan teologi Kristen. Teologi bahwa Yesus mati di tiang salib saja sampai sekarang masih kontradiktif dan belum terpecahkan.
Kontradiktif paling nyata adalah mengenai waktu terjadinya penyaliban Yesus. Injil Markus 15:25 menyatakan bahwa Yesus disalib pada jam 9, sementara menurut Injil Yohanes 19:14, jam 12 Yesus belum disalibkan. Karena keragu-raguan itulah, maka disimpulkan oleh Injil Matius dengan perkiraan bahwa Yesus mati kira-kira jam tiga (Matius 27: 46).
....Jika misionaris meyakini Yesus sebagai qurban penyembelihan,  bukan penyaliban, maka simbol Salib agama Kristen harus diubah dengan logo tukang jagal yang menghunus pedang....
Semua orang Kristen tahu dan meyakini bahwa mereka diselamatkan oleh Yesus melalui pembunuhan Yesus di tiang salib, sehingga simbol agama Kristen adalah lambang salib. Karenanya, jika misionaris meyakini Yesus sebagai qurban penyembelihan, maka simbol agama Kristen harus diubah dengan logo tukang jagal yang menghunus pedang. Lantas, di manakah ada ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Yesus tewas disembelih untuk menebus dosa?
Benarkah Syariat Qurban Tak Ada Perintahnya dalam Al-Qur'an?
Selain menyimpangkan makna ayat Al-Qur'an tentang qurban, misionaris “Isa & Islam” juga menuding bahwa syariat qurban yang dilaksanakan oleh umat Islam itu tidak ada perintahnya dari Allah SWT. Berikut tudingannya:
“Tidak ada perintah dalam Al-Quran untuk berkurban saat Idul Adha. Satu-satunya alasan adalah meneladani ketaatan Nabi Ibrahim saat berkurban (QS 37:100-113). Dan saat itu dia tidak berada di antara orang-orang miskin.”
....Tuduhan misionaris itu tidak benar. Semua ibadah dalam Islam pasti ada perintahnya, baik dalam Al-Qur'an maupun hadits Nabi....
Tuduhan misionaris itu tidak benar. Semua ibadah dalam Islam pasti ada perintahnya, baik dalam Al-Qur'an maupun hadits Nabi. Perintah qurban dalam Al-Qur'an maupun sabda Rasulullah SAW bisa dibaca dalam ayat berikut:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan sembelihlah qurban" (Qs Al-Kautsar 2).
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mempunyai kelapangan dan kemampuan berqurban tapi tidak mau melakukan, janganlah sekali-kali ia mendekat ke masjid kami” (HR Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
Di Padang Arafah, Rasulullah juga bersabda: “Wahai manusia, wajib atas ahli sebuah rumah di setiap tahun menyelenggarakan udhiyah (qurban) dan atirah” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Sulaim).
Mengenai asal-usulnya, ketika ditanya tentang qurban, Rasulullah menjawab bahwa syariat Qurban adalah sunnah peninggalan Nabi Ibrahim AS:
Dari Zaid bin Arqam ia berkata bahwa para shahabat bertanya kepada Rasulullah, “Apa maksud dari qurban ini?” Rasulullah menjawab, “Inilah sunnah (mengikuti) bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Para shahabat bertanya: “Apakah yang kita peroleh dari qurban?” Jawab Nabi: “Di setiap helai bulunya, kita memperoleh suatu kebajikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
Adapun kisah qurban yang dilakukan Nabi Ibrahim, telah diabadikan Al-Qur'an surat As-Shaffat 107: “Dan Kami telah menebus anak itu (Ismail) dengan seekor sembelihan yang besar.”
Tak hanya perintah dan keutamaan qurban saja, bahkan Islam juga mengatur detil juklak qurban, mulai dari persyaratan, niat, jenis-jenis & umur hewan qurban, teknis, waktu dan tempat menyembelih qurban, hingga teknis pendistribusian pembagian daging qurban. Semuanya diatur dalam Al-Qur'an dan hadits.
....setiap ibadah dalam Islam pasti ada dalilnya dalam kitab suci. Berbeda dengan ritual peribadatan Kristen yang tak ada tuntunannya sama sekali dalam kitab suci, misalnya: perayaan natal dan kebaktian di gereja hari Minggu....
Sekali lagi, harus dicamkan baik-baik oleh para misionaris Kristen, bahwa setiap ibadah dalam Islam pasti ada dalil baik perintah maupun tuntunannya. Justru ritual peribadatan Kristenlah yang tak ada tuntunannya sama sekali dalam kitab suci, misalnya: perayaan natal dan kebaktian di gereja hari Minggu. [ahmadhizbullah/suara-islam.com]

Sabtu, 20 November 2010

100 Anggota Ikhwanul Muslimin Ditangkap di Mesir

Addakwah.Com. Kairo. b Sedikitnya 100 anggota oposisi Ikhwanul Muslimin telah ditangkap di Mesir, menjelang pemilihan anggota parlemen akhir bulan ini.

Antara 100 dan 120 anggota kelompok Islam garis keras itu ditangkap Jumat di beberapa kota, termasuk di antara mereka 20 orang di provinsi Sharqiya dan 30 di Qalubya, kata seorang pejabat keamanan tanpa menyebut nama.

Mohammed Mursi, seorang pejabat senior Ikhwan, menyebutkan jumlah orang yang ditangkap sekitar 300 orang, di antara mereka sedikitnya 130 orang di pelabuhan Iskandariyah, kota kedua yang terletak di bagian utara negara itu.

Ia mengatakan penangkapan itu terjadi dalam bentrokan ketika pasukan keamanan berusaha untuk membubarkan pertemuan orang-orang yang mendukung calon-calon Ikhwan yang akan mengikuti pemilihan pada 28 November itu.

"Rezim ini berusaha meneror warga untuk membuat mereka menjauh dari tempat-tempat pemungutan suara," tuduh Mursi, yang menambahkan bahwa beberapa orang telah terluka dalam bentrokan itu, dua serius. Satu orang di rumah sakit, ujarnya.

Mursi juga mengatakan polisi telah menembakkan gas air mata, tapi pejabat tersebut tidak mengkonfirmasinya dan malah menyebutkan bahwa seorang polisi telah terluka di Sharqiya.

Pada Selasa, sebelum gelombang penangkapan terakhir itu, Mursi mengatakan pada AFP bahwa tindakan keras terhadap para anggota Ikhwan itu dimulai ketika kelompok oposisi Islam itu mengumumkan pada 5 Oktober rencananya untuk mengajukan calon ke pemilihan tersebut.

Ia menjelaskan pekan ini bahwa polisi telah menangkap sekitar 600 anggota Ikhwan dan bahwa 250 orang masih ditahan.

Kelompok itu, yang mendaftarkan calon-calonnya sebagai calon independen untuk melewati larangan terhadap partai-partai agama, memperoleh seperlima kursi parlemen dalam pemilihan terakhir pada 2005.

Ikhwan sekarang mengajukan sekitar 135 calon, meskipun jumlah tepatnya tetap tak pasti karena beberapa calon masih menggugat keputusan komisi pemilihan yang melarang mereka mencalonkan diri.

Partai Demokrat Nasional yang berkuasa mengajukan sekitar 800 calon, dan partai oposisi Wafd yang liberal sekitar 250 calon untuk 508 kursi yang diperebutkan.

Pada Kamis, Mesir menuduh Amerika Serikat telah campurtangan dalam urusannya dalam kecaman keras luar biasa setelah Washington minta pengamat asing dalam pemilihan bulan ini dan juga bertemu dengan kelompok yang mendesakkan pembaruan.

Kairo khususnya terganggu pada pertemuan 2 November di Washington antara para penasehat keamanan nasional Presiden AS Barack Obama dan satu kelompok hak asasi manusia setempat mengatakan pemilihan itu telah dikompromikan dengan penangkapan banyak aktivis oposisi.

Pemerintah telah mengatakan mereka akan membolehkan kelompok setempat untuk mengirim pengamat ke tempat-tempat pemungutan suara.(*) Smb; antaranews.com

100 Anggota Ikhwanul Muslimin Ditangkap di Mesir

Addakwah.com Lisabon. Inggris akan menarik mundur semua pasukan perangnya di Afghanistan sebelum akhir 2015, janji Perdana Menteri David Cameron pada Sabtu, sesuatu hal yang disebutnya sebagai komitmen yang kuat.

"Komitmen kami saat ini telah mencapai pada pemindahan kepemimpinan tanggung jawab keamanan kepada pemerintah Afghanistan hingga pada akhir 2014 yang akan memberi jalan bagi tentara Inggris untuk pulang dari Afghanistan pada 2015" katanya.

"Itu adalah tenggat waktu yang pasti dan akan kami penuhi," katanya kepada wartawan dalam pertemuan negara NATO di Lisbon, menegaskan negaranya dalam posisi yang lebih kuat tentang penarikan mundur pasukan dibanding negara NATO lainnya, yang belum menetapkan tenggat waktu batas operasi militer mereka.

Negara anggota NATO pada Jumat menyepakati bahwa mereka akan memulai untuk menyerahkan komando beberapa wilayah kepada tentara Afghanistan tahun depan dan menargetkan agar pemerintah Afghanistan yang akan mengambil peran untuk memerangi Taliban pada 2014 nanti.

Namun anggota koalisi terbesar, Amerika Serikat, telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka tetap akan menempatkan tentaranya bersama-sama dengan pasukan Afghanistan.

Inggris memiliki peran kedua terbesar dalam pasukan koalisi NATO, dengan sekitar 10.000 tentara di provinsi Helmand yang terletak di selatan Afghanistan.

Cameron mengatakan bahwa ia merasa bahwa aliansi tersebut akan mengerti tentang langkah yang diambilnya dan menghormati tentara Inggris yang telah ambil bagian di salah satu misi terberat NATO.

"Kami akan terus melanjutkan hubungan dengan Afghanistan, kami memberikan dana pengembangan di sana, dan kami masih memiliki hubungan diplomatik... mungkin kami akan mengrimkan tentara untuk melatih angkatan bersenjata mereka," katanya.

"Namun intinya adalah, sejak tahun 2015 jumlah tentara di sana tidak akan berjumlah banyak seperti saat ini, tidak akan ada pasukan perang. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan NATO," tegasnya.

"Saya rasa warga Inggris perlu tahu bahwa keterlibatan Inggris di Afghanistan pada 2001, kemudian di provinsi Helmand pada 2006, serta memikul beban berat lainnya ... itu adalah titik akhirnya," katanya.

Pasukan Inggris telah kehilangan 345 tentaranya di Afghanistan sejak bergabung dengan invasi pimpinan AS pada 2001 dengan tujuan mencari pemimpin Al Qaida yang dituduh bertanggung jawab terhadap serangan 11 September di New York dan Washington.

Setelah tergulingnya rezim Taliban dan para komandan Al Qaida melarikan diri, misi tersebut berubah menjadi pertarungan anti pemberontak terhadap gerilyawan Taliban dan dukungan publik terhadap perang tersebut merosot drastis.(*) Smb; antaranews.com

Wamendiknas: Satu Juta Lulusan PT Menganggur

Addakwah.com. Pangkalpinang. Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Prof Dr Fasli Jalal, mengemukan, lebih dari satu juta orang lulusan perguruan tinggi menjadi pengangguran karena mutu pendidikan masih kurang.

"Lebih dari satu juta orang lulusan perguruan tinggi baik program Diploma dan Strata 1 tidak bekerja atau menganggur, karena cenderung memperhatikan kuantitas dibanding kualitas atau mutu pendidikan," katanya di Pangkalpinang, Sabtu.

Justeru itu, kata dia, pendidikan ke depan tidak hanya memperhatikan kuantitas saja tetapi juga harus memperhatikan kualitas dan mutunya.

"Di sejumlah negara di dunia, kesejahteraan dan pendapatan per kapita masyarakatnya meningkatkan karena pendidikan berorientasi kepada kualitas dan mutu," ujarnya.

Menurut dia, rata-rata masa pendidikan di Indonesia cukup tinggi dibanding dengan sejumlah negara di dunia namun pendapatan dan kesejahteraannya relatif rendah.

"Artinya, relevansi, inovasi dan kreativitas pendidikan itu sangat menentukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi pengangguran di negara ini," ujarnya.

Wakil Mendiknas memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang yang saat ini menjalankan program wajib belajar 15 tahun, namun harus memperhatikan kualitas dan mutu.

"Angka dan lama bersekolah bukan jaminan untuk menghasilkan pendidikan berkualitas dan bermutu, maka silahkan perhatikan kuantitas tetapi jangan abaikan kualitas," ujarnya.

Menurut dia, program wajib belajar 15 tahun yang diterapkan Pemkot Pangkalpinang dapat meningkatkan angka masuk perguruan tinggi (APK) yang bisa mencapai 95 persen.

"Apalagi di Babel ada tiga perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Bangka Belitung, Politeknik Manufaktur Timah dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri serta sejumlah perguruan tinggi swasta lainnya yang dapat menyerap ribuan calon mahasiswa," ujarnya.(*)
Smb: antaranews.com

Nusantara Duh, di Sumut 30 Bayi Per Bulan Diperkirakan Lahir Bisu

Addakwah.com. Medan. Bayi lahir dengan kondisi bisu diperkirakan mencapai 30 jiwa dari sekitar 10 juta penduduk di Sumatra Utara (Sumut). Ini disebabkan adanya gangguan pendengaran pada masa sebelum lahir dan setelah lahir.

"Di Medan, dari 4 ribu bayi yang lahir perbulannya, 8 bayi dalam kondisi bisu dan tuli. Berarti, di Sumut bisa saja mencapai 30 jiwa perbulannya bayi lahir bisu," kata Ketua Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian Sumut, dr Delfitri Munir, di Medan, Ahad (21/11).

Untuk itu, lanjut Delfitri, perlu dilakukan antisipasi untuk mengurangi bayi lahir dalam kondisi bisu dan tuli, bahkan meniadakannya melalui pencanangan Medan Bebas Tuli pada bayi yang akan dilakukan Senin (22/11) di Dinas Kesehatan Kota Medan.

Pencanangan yang nantinya akan dikomandoi oleh Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Sumut itu akan dihadiri seluruh Kepala Rumah Sakit di Medan yang menangani persalinan.

Delfitri mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan pendengaran bayi terganggu yang kemudian mengakibatkan bisu dan tuli yakni akibat faktor genetik dan non genetik. "Anak dan orangtua menderita tuli keturunan juga berisiko menderita gangguan pendengaran. Selain itu penyebab gangguan pendengaran sebelum lahir non genetik terjadi pada masa kehamilan terutama pada tiga bulan pertama kehamilan," katanya.

Delfitri mengimbau agar orangtua mendeteksi pendengaran bayi baru lahir sejak dini dengan alat bantu skrining yang idealnya dilakukan pada usia dua hari atau sebelum bayi berusia dua bulan. Sebab bila ditangani sejak dini, anak yang memiliki gejala bisu dan tuli bisa diatasi bahkan bisa berbicara mendekati orang normal. (smb: republika.co.id)

Kamis, 18 November 2010

Lagu Muhammad Nabiku Disusupi

Hidayatullah.com--Umat Muslim di Indonesia diimbau berhati-hati dalam membeli kaset VCD Haddad Alwi Muhammad Nabiku, terutama versi bajakan yang sudah disusupi ajaran dari agama lain.

Seorang warga Pekanbaru yang membeli keping cakram kaset tersebut, Boy (25), Selasa, mengaku kecewa dengan tidak adanya etika pihak yang telah memasukkan pesan tertentu dari isi kaset tersebut hingga bisa merusak akidah umat Islam, terutama generasi muda dan keutuhan NKRI.

"Seharusnya, hal seperti itu tidak terjadi. Nantinya kalau umat muslim bereaksi, dikatakan mereka radikal. Jadinya serba salah, karena ini menyangkut akidah," jelasnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Ade Hartati Rahmad, mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap VCD bajakan tersebut karena menyangkut akidah.

"Terutama orang tua harus berhati-hati dalam membeli produk seperti VCD tersebut yang sudah disusupi ajaran agama tertentu," ujarnya.

Ia minta agar hal ini perlu disikapi secepatnya. "Kalau bisa peredaran VCD bajakan tersebut secepatnya dihentikan," ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru, Muhammad Fadri, meminta pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama cepat tanggap terhadap persoalan tersebut.

"Hal ini karena sudah masuk dalam kategori penistaan agama, dan dilakukan secara sistematis. Oleh karena itu, Pemko harus bertindak cepat dengan melakukan penarikan," katanya.

Begitupun, jika dalam kaset VCD original berindikasi penistaan agama,  maka produser maupun perusahaan yang mengeluarkan harus mempertanggungjawabkannya.

"Apalagi penistaan agama terjadi pada akhir cerita dan sangat membekas pada anak-anak," tukasnya.

Ketua MUI Riau, Mahdini, mengatakan, pemerintah harus secepatnya mengambil tindakan dalam permasalahan ini.

Apalagi persoalan tersebut berindikasi penistaan agama yang sensitif bagi setiap orang. [kmp/hidayatullah.com]

Taushiah Idul Adha Ba'asyir: Hidup untuk Berjuang Menegakkan Islam, di Luar Itu Tidak!

JAKARTA (voa-islam.com) – Jasad boleh dibelenggu, mental boleh diteror. Semangat jihad dan pemikiran kritis Abu Bakar Ba’asyir tak bisa dikekang sedikitpun, meski ustadz sepuh ini telah meringkuk di penjara selama tiga bulan, sejak ditangkap Densus 88, Senin pagi (9/8/2010)  ketika sedang dalam perjalanan dakwah di Banjar Patoman, Ciamis, Jawa Barat.
Tepat pada hari raya Idul Adha, Selasa 16 November 2010 saat dibezuk di sel Bareskrim Mabes Polri, Amir Jama’ah Ansharut Tauhid (JAT) ini masih tegar memberikan taushiahnya kepada umat Islam. Tak nampak kesedihan di raut wajah ulama yang sudah berusia 73 tahun ini, meski terali besi memisahkan dirinya dari keluarga tercinta dalam suasana lebaran. Pemikirannya masih tajam mengkritisi berbagai persoalan dan kemaslahatan umat di negeri ini. Inilah petikan taushiah Idul Adha Ustadz Abu yang dikaitkan perjuangan menegakkan Islam:
Idul Qurban, qurban di sini dalam bahasa Arab asalnya (قَرُبَ) “qo-ru-ba” artinya mendekat. Pelajaran dari Idul Qurban adalah untuk menguji kebenaran iman. Kebenaran iman itu harus dibuktikan dan siap untuk berkorban.
Ujian yang pertama, ketika Nabi Ibrahim dikaruniai seorang anak, yaitu Ismail, ia diperintahkan pergi bersama istrinya, Hajar dan anaknya.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati…(Qs. Ibrahim 37).
Menurut logika akal, anak dan ibunya ini pasti akan mati, karena tidak ada tumbuh-tumbuhan maupun  air – di daerah tandus yang sekarang jadi Masjidil Haram. Itulah ujian iman. Kalau menuruti akal saja, Nabi Ibrahim pasti tidak akan mau melaksanakan perintah itu. Tapi karena imannya Nabi Ibrahim itu di atas segala-galanya, maka di letakkan betul anak dan istrinya di sana.
Memang ada kesulitan, sampai Hajar berlari-lari dari Shafa ke Marwah, hingga muncullah sumur Zam-Zam. Semua itu adalah ujian. Jadi iman itu harus dibuktikan dengan ketaatan meski perintah itu sepertinya berbahaya.
....iman itu harus dibuktikan dengan ketaatan meski perintah itu sepertinya berbahaya....
Ujian yang kedua, diabadikan dalam surat As-Shaffat ayat 102:
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Nabi Ibrahim yang mempunyai anak yang begitu baik sangat disayanginya. Tetapi setelah dia dewasa, sudah bisa membantunya kerja dan akhlaknya baik, tiba-tiba ada lagi wahyu lewat mimpi:
"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu maka pikirkanlah apa pendapatmu!”
Nabi Ibrahim mendapat wahyu lewat mimpi untuk menyembelih Ismail. Bayangkan, orang yang sudah tua, baru punya anak satu yang begitu menyenangkan hati, malah diperintahkan untuk menyembelih. Maka disampaikanlah wahyu itu kepada anaknya:
"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!".
Ternyata iman Nabi Ismail itu sama hebat dengan iman ayahnya. Tanpa banyak cakap ia menjawab:
"Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
Ujian dari Allah itu kalau dipikir pakai akal bisa membuat stress. Allah cuma mau menguji mau taat atau tidak, itu saja! Jadi, hikmah Idul Adha adalah ujian ketaatan, dan prinsip iman itu ada pada ketaatan.
....Ujian dari Allah itu kalau dipikir pakai akal bisa membuat stress. Allah cuma mau menguji mau taat atau tidak, itu saja!....
Kemudian ujian tersebut dilaksanakan betul oleh ayah dan anak yang sama-sama taat dan beriman, Ibrahim dan Ismail alaihissalam:
“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya)” (Qs. As-Shaffat 103).
Setelah dicelentangkan mau disembelih, lalu diganti oleh Allah dengan seekor kambing.
Seterusnya, dalam ayat selanjutnya itu Allah menyatakan bahwa itu adalah ujian yang nyata.
“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (As-Shaffat 106).
Itulah iman, yang dalam surat Al-’Ankabut ayat 2-3 Allah berfirman:
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
Kalau dengan mulut semua orang bisa mengaku beriman. Tetapi ketika ada perintah Allah, mau taat atau tidak? Itu persoalannya.
....dengan mulut semua orang bisa mengaku beriman. Tetapi ketika ada perintah Allah, mau taat atau tidak? Itu persoalannya....
Jadi, titik berat Idul Adha adalah iman, untuk mengajarkan iman yang benar itu harus dibuktikan dengan ketaatan. Sami’na wa atha’na tidak boleh dibahas atau dicocok-cocokan, kita hanya diberi kelonggaran menurut kemampuan.
Sebab orang beriman itu modalnya percaya hanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Itu mutlak, pokoknya apapun yang berasal dari Allah dan Rasul itu benar, titik! Apakah akal bisa memahami maslahatnya atau tidak, pokoknya dari Allah dan Rasul itu paling benar, paling ilmiah, paling modern, titik! Sikap yang seperti ini namanya mukmin. Tetapi oleh orang-orang kafir, sikap yang seperti ini dituding ekstremis dan fundamentalis. Tapi memang begitulah, iman itu harus begitu.
Maka dalam ayat yang lain Allah berfirman:
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (Qs. An-Nur 51).
Sikap seorang mukmin bila mendengar perintah Allah adalah “Kami dengar lalu kami taati (sami’na wa atha’na). Bukan “kami dengar lalu kami koreksi,” karena ini perilaku syaitan yang takabur, tak ubahnya iblis yang tidak mau sujud karena mengoreksi perintahnya Allah: “Wong saya dari api dan dia dari tanah ya Allah kok saya yang suruh sujud” (surat Al-A’raf 12 & Shad 76). Itu kan mengoreksi namanya, maka iblis diusir dan dilaknat sampai hari kiamat karena akabur.
Jadi, Idul Adha itu prinsipnya mengajarkan tentang iman yang benar, yang dibuktikan dengan ketaatan mutlak kepada Allah dan Rasul-Nya menurut kemampuan, tidak boleh dibantah dan tidak boleh dikoreksi.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar” (Qs. Al-Hujurat 15).
Keterkaitannya dengan perjuangan, dalam ayat tersebut dinyatakan bahwa karakter orang beriman itu ada dua:
Pertama, imannya kepada Al-Qur’an dan Sunnah didasari yakin sehingga menimbulkan taat mutlak. Nah karakter semacam ini menimbulkan karakter yang kedua yaitu berjihad dengan harta dan jiwa fisabilillah "وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ."
…Dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah...”
Hidupnya itu hanya untuk berjuang menegakkan Islam dengan harta dan nyawa. Berjuang dengan sistem perang, berjuang dengan sistem dakwah, dan berjuang dengan harta masing-masing menurut kemampuan.
....hidup orang beriman itu untuk berjuang menegakkan Islam, di luar itu tidak!....
Dengan kata lain, hidup orang beriman itu untuk berjuang menegakkan Islam, di luar itu tidak! Nah kalau sudah dua karakter ini ada baru ditutup ayat “أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ” (Mereka itulah orang-orang yang benar). Itulah relevansi Idul Adha dengan perjuangan. [taz/wid]

Senin, 15 November 2010

Menag: Jadilah Pioner Amar Ma'ruf Nahi Munkar Sepulang Dari Haji

addakwah.com. Amirul Haj Suryadharma Ali berharap sepulang dari ibadah haji, para jamaah semakin meningkatkan solidaritas sosial untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa. "Di Tanah Air nanti hendaknya bisa menjadi pioner amar ma'ruf nahi munkar," ujar Suryadharma, Senin siang di Arafah.

Suryadharma mengatakan sepulang dari haji, jamaah perlu menjaga kualitas ibadahnya, mendidik dan membina keluarga dengan pendidikan Islam sehingga sehingga melahirkan generasi penerus yang berkualitas.

Saat wukuf di padang Arafah yang merupakan puncak haji, jamaah Indonesia yang berjumlah 221 ribu orang melakukan doa untuk keselamatan negara dan negeri dari bencana.

Doa dipimpin oleh Naib Amirul Haj Hasyim dalam khutbah wukufnya di padang Arafah, Makkah, Senin (15/11/2010). "Marilah secara khusyuk dan tadorru kita memohon dan berdoa kepada Allah agar negara dan negeri diselamatkan oleh Allah dari bencana dan kerusakan-kerusakan lain," ajaknya.

Doa tidak hanya dipanjatkan untuk Indonesia, namun juga untuk kaum muslimin dan kemanusiaan dunia."Tiada tempat dan waktu yang lebih unggul untuk memohon sesuatu kepada Allah serta memohon ampun atas dosa dosa kita pada Allah kecuali di Arafah saat wukuf," kata Hasyim.

Wukuf di Arafah merupakan inti haji karena tiada haji tanpa Arafah. Rasullah bersabda haji adalah Arafah. Arafah mempunyai makna tempat, makna waktu untuk memohon ampun kepada Allah serta doa munajat.(smb; republika.co.id)
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha