Selasa, 21 Desember 2010

Hayono Isman: Ahmadiyah Harus Tahu Diri dan Berhenti Melecehkan Islam

MATARAM (voa-islam.com) – Ahmadiyah harus tahu diri dan berhenti melecehkan agama Islam, jika mereka ingin diterima dan bisa hidup berbaur di masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hayono Isman usai pertemuan koordinasi dengan jajaran Kodam IX/Udayana, di Markas Korem 162/Wira Bhakti, di Mataram, Selasa (21/12/2010).
“Itu yang harus dipahami warga Ahmadiyah. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap hak asasi manusia, ajaran Ahmadiyah itu melecehkan agama Islam sehingga keberadaannya selalu menjadi masalah,” kata Hayono yang juga Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu.
Pertemuan koordinasi itu merupakan rangkaian kunjungan kerja (Kunker) Tim Komisi I DPR ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada masa reses 19-22 Desember 2010.
....ajaran Ahmadiyah itu melecehkan agama Islam sehingga keberadaannya selalu menjadi masalah....
Tim Komisi I DPR itu berjumlah sembilan orang masing-masing empat orang dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) termasuk Hayono Isman selaku pimpinan rombongan, seorang dari Fraksi Partai Golkar (F-PG), tiga orang dari Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) dan seorang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS).
Sebelum pertemuan koordinasi dengan satuan TNI, tim Komisi I DPR itu lebih dulu berkoordinasi dengan unsur Pemerintah Provinsi NTB, pada Senin (20/12), dan sempat membicarakan persoalan Ahmadiyah di NTB.
Warga Ahmadiyah di Pulau Lombok, NTB, diperkirakan lebih dari 180 orang, sebanyak 33 kepala keluarga (KK) atau 130 jiwa di antaranya berada di Mataram, ibu kota Provinsi NTB dan 50 jiwa lainnya berada di Kabupaten Lombok Tengah.
Sebanyak 130 orang warga Ahmadiyah mendiami asrama transito Mataram setelah rumah mereka di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, dirusak dan dibakar massa pada 4 Februari 2006.
Saat terdengar kabar bahwa warga Ahmadiyah yang bertahan di lokasi pengungsian asrama transito Mataram hendak kembali ke kampung halamannya, 26 November 2010, ratusan warga menyerang dan merusak rumah warga Ahmadiyah di Dusun Ketapang, Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
Aksi perusakan rumah warga Ahmadiyah oleh seratusan warga dari Dusun Ketapang, Desa Gegerung itu bahkan bukan hanya melibatkan laki-laki, tetapi juga perempuan dan anak-anak.
Warga melempari batu hingga memecahkan kaca jendela, genteng rumah, bahkan sebagian warga menghancurkan tembok menggunakan linggis.
Keberingasan warga terhadap pengikut Ahmadiyah itu tidak mampu dibendung oleh ratusan orang aparat keamanan dari Polres Lombok Barat dan Komando Rayon Militer (Koramil) Lingsar.
Menurut Hayono, solusi terbaik dalam penyelesaian masalah Ahmadiyah itu berada di tangan pengikut Ahmadiyah itu sendiri, karena Pemerintah Provinsi NTB beserta pemerintah kabupaten/kota terkait sudah berupaya maksimal.
Pemerintah NTB sudah berupaya maksimal, bahkan bersedia membeli aset mereka demi penyelesaian masalah Ahmadiyah.
“Namun warga Ahmadiyah harus patuh dan menyadari bahwa mereka telah melecehkan agama Islam sehingga umat marah. Tidak ada ajaran agama apa pun yang membolehkan melecehkan agama lain,” ujar mantan Menpora pada Kabinet Pembangunan (1993-1998) itu.
Hayono mengaku dapat memahami keresahan Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah kabupaten/kota terkait upaya maksimal menyelesaikan masalah Ahmadiyah namun belum dapat dituntaskan.
“Mereka (Ahmadiyah) itu telah menimbulkan keresahan pemerintah dan masyarakat, itu yang perlu mereka pahami. Kalau saja tidak ada pelecehan agama, tentu lain masalahnya dan mereka akan bisa diterima,” pungkasnya. [taz/ant]

Akhirnya Densus 88 Kembalikan Uang Abu Tholut Yang 'Dicurinya'

Jakarta (Voa-Islam.com) - Densus 88 Antiteror Polri akhirnya meengembalikan uang sebesar Rp 5 juta milik Abu Tholut yang mereka ambil saat menangkap orang yang dituduh pihak kepolisian sebagai teroris nomor satu itu, Jumat lalu.

"Sudah diserahkan waktu jenguk (Abu Tholut) kemarin (Jumat). Uangnya utuh," kata adik Tholut yakni Kusniyati saat dihubungi wartawan Senin (20/12/2010).

Namun handphone milik istri Tholut dan handphone milik Tholut, yang juga dibawa oleh Densus saat penangkapan, kata Kusniyati, belum dikembalikan. "Hp belum dikembalikan," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa keluarga Abu Tholut menuding Densus 88 mencuri uang dan HP milik Abu Tholut dan istrinya saat penangkapan pada Jumat (10/12) lalu. Uang Rp 5 juta hasil penjualan sapi dan ponsel keduanya tersebut tidak nampak dalam barang bukti yang diperlihatkan pihak kepolisian di televisi.
..Abang saya secara fisik baik-baik saja. Memang ada luka fisik di pergelangan tangan, bekas borgol. Tapi fisiknya bagus, karena abang saya taft (tegar)..
Kusniyati yang akhirnya dapat menemui Tholut di rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jumat lalu juga mengungkapkan abangnya itu berada dalam kondisi yang sehat walafiat.
"Abang saya secara fisik baik-baik saja. Memang ada luka fisik di pergelangan tangan, bekas borgol. Tapi fisiknya bagus, karena abang saya taft (tegar)," tuturnya.

Saat ditanya apa yang dilakukannya kala bertemu abangnya itu, Kusniyati mengaku dirinya hanya berbincang-bincang ringan dan melepas rindu. "Di sana (rutan) saya kangen-kangenan," akunya. (trbn)

Memalukan!! Densus 88 Maling Uang dan Ponsel dari Lemari Istri Abu Tholut

JAKARTA (voa-islam.com) – Aktivitas ‘sampingan’ Densus 88 Antiteror ini sungguh tidak terpuji. Alih-alih menggerebek teroris, pasukan bersimbol burung hantu itu juga merampok uang dan ponsel di rumah korban.
Keluarga Abu Tholut menuding Densus 88 merampok uang milik istri Abu Tholut, saat penangkapan pada Jumat (10/12/2010) lalu, sekira pukul 08.30 WIB. Uang tersebut diketahui berjumlah Rp5 juta. 
“Densus juga mengambil Ponsel istrinya dan uang Rp 5 juta. Tapi tidak ada dalam televisi barang bukti itu saat dirilis. Sangat disayangkan tindakan Densus yang mengambil uang Rp 5 juta dari rumah,” ujar adik bungsu Abu Tholut, Asma Kusniati di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (15/12/2010).
Dia mengungkapkan, uang tersebut diambil langsung dari lemari istri Abu Tholut saat personel Densus 88 melakukan penggerebekan.
“Padahal uang itu tidak ada kaitannya. Itu uang hasil penjualan sapi,” sambungnya.
Terkait uang dan ponsel yang dicuri Densus itu, Kusniati telah melaporkan ke polisi, tapi tidak ditanggapi.  “Sudah lapor ke Polsek tapi ditolak. Nanti kata polisi kalau diterima bakal tambah berat hukumannya,” tutur wanita berkacamata itu.
....Densus mengambil Ponsel dan uang Rp 5 juta milik istri Abu Tholut. Padahal uang itu tidak ada kaitannya. Itu uang hasil penjualan sapi....
Kusniati bersama pengacara Abu Tholut, Yuswaqir datang ke Mabes Polri untuk meminta kejelasan sekaligus ingin mengetahui kondisi Abu Tholut.
Pengacara Abu Tholut kecewa tidak bisa bertemu dengan kliennya, lantaran prosedur UU Terorisme yang mengatur seorang tahanan bisa dijenguk setelah masa penahanan tujuh hari. 
“Kedatangan kita ke sini tadi sudah ke Mako Brimob. Keinginan keluarga untuk melihat abangnya sehat jasmani dan rohani. Kita minta izin sebagai kuasanya mau tahu keadaan Abu Tholut,” ujar Yuswaqir.
Dia menjelaskan, kewenangan yang bisa memberi izin adalah Kadensus 88 sebagaimana mengacu pada UU Terorisme.
“Katanya di sana belum tujuh hari itu UU Terorisme. Tapi di KUHAP-nya mereka sudah ditahan. Sudah ditahan kan berarti tersangka, berarti wajib itu didampingi pengacara itu menurut KUHAP, bukan menurut kita sebagai lawyer. Karena acuannya semuanya sekarang belum ada Undang-undang khusus yang mengatur masalah prosedur penangkapan, baik itu yang khusus maupun yang umum. Tapi tetap harus mengacu pada KUHAP,” paparnya.
“Undang-undang terorisme itu 7x24 jam, tapi kan ini sudah ditahan harus didampingi untuk penyidikan. Itu bunyi KUHAP Pasal 8 Ayat 3,” sesalnya [silum/okz]

6 Tahun Tsunami Aceh, Firman Utina Cs Diimbau Kenakan Pita Hitam

(detiknews.com) - Jakarta - Leg final pertama AFF Suzuki Cup 2010 antara Indonesia versus Malaysia bertepatan dengan peringatan bencana tsunami Aceh tanggal 26 Desember, tepat 6 tahun silam. Firman Utina Cs diminta untuk mengenang ratusan korban dengan mengenakan pita hitam saat berlaga di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

"Menghormati ratusan ribu saudara-saudara kita di Aceh yang menjadi korban Tsunami 26 Desember 2004, disarankan Timnas memasang pita hitam di lengan kostum," kata Staf Khusus Kepresidenan Bidang Bencana Alam, Andi Arief dalam akun twitternya Andiariefnews, Selasa (21/12/2010) malam.

Andi mengatakan, tsunami Aceh merupakan salah satu bencana terbesar di dunia. Duka dan kepedihan yang ditinggalkan masih terasa hingga saat ini.

"Hening cipta sebelum pertandingan, harus!" tulis Andi.

Tak hanya pada leg final pertama, pasukan Alfred Riedl juga diminta untuk tetap mengenakan pita hitam pada leg final kedua yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta 29 Desember nanti. Sebab, berdekatan dengan wafatnya mantan Presiden Abdurrahman Wahid pada tanggal 30 Desember 2009. 

"Dan, pertandingan kedua di Senayan nanti tanggal 29 Desember, pita hitam dan hening cipta untuk Bapak Pluralisme GUS DUR, Presiden ke IV kita," tandasnya.
(ape/nvc)

Suporter Malaysia Ancam Bakar Bendera Indonesia


(news.okezone.com)-JAKARTA – Perang urat syaraf jelang partai final Piala AFF 2010 antara Indonesia vs Malaysia mulai digencarkan. Ironisnya, tindakan yang dilakukan sudah menjurus tidak fair dan mengusik kedaulatan.

Oknum suporter Malaysia mengancam akan membakar bendera merah putih saat Timnas Indonesia berlaga di Stadion Bukit Jalil, Minggu 26 Desember mendatang.

Dalam sebuah forum jejaring sosial di Malaysia, seorang user yang mengaku bernama Mr F, mengaku dalam tulisannya jika mayoritas suporter Malaysia sudah sepakat untuk membakar bendera Indonesia dalam laga bergengsi nanti.

“Usah marah jika lagu kebangsaan indon dihina pada final di Bukit Jalil ahad ini ya indog.. Memang ini sudah disepakati oleh suporter Malaysia mereka akan mengejek di saat lagu kebangsaan indon dinyanyikan. Usah merengek-rengek bilang kami kurang ajar tapi itu yang si indog mahukan! TUNGGUUUUUUUUUU.... p/s:ada khabar angin bendera indon akan turut dibakar pada malam tersebut secara langsung disaksikan oleh jutaan peminat bolasepak Malaysia dan Indognesial.” tulis Mr F dalam forum tersebut.

Hubungan antara Indonesia dan Malaysia memang kerap memanas. Aksi kontroversi yang dilakukan Malaysia kepada Indonesia seringkali menyulut emosi rakyat Indonesia. Di antaranya, Malaysia sudah beberapa kali mengklaim budaya milik Indonesia, seperti lagu Rasasayange, Reog Ponorogo, Tari Pendet, dan sebagainya.

Tak hanya itu, warga Indonesia yang bekerja di Negeri Jiran tersebut juga kerap diperlakukan tak manusiawi. Banyak TKI dan TKW yang disiksa dan tak dibayar hasil keringatnya. Pemandangan ini membuat rakyat Indonesia gerah. Kecaman dan protes pun dilakukan. Bahkan, salah satu LSM nekat melempar kotoran manusia ke Kantor Dubes Malaysia di Jakarta sebagai bentuk protes.

Akankah Malaysia berulah lagi dan mengusik kedaulatan Indonesia? Kita lihat saja nanti.

Sabtu, 11 Desember 2010

Subhanallah, Telur Berlafadz Allah

Sukoharjo. Addakwah.com. Allah kembali menunjukkan kebesaran-Nya melalui ayat kauniyah. Sebuah telur bertuliskan lafadz Allah. Telur milik Qowiyudin Suparno, di dusun Duku RT 01/X, Gayam, Sukoharjo. Menurut Ust. Qowy,  begitu lelaki ini biasa dipanggil, telur tersebut awalnya pemberian ibunya.  Dari 5 telur mentok dan 1 telur ayam yang diberi ibunya, 1 telur mentok terdapat  tulisan lafadz Allah.
Kepada responden addakwah, Qowiyudin mengungkapkan, lafadz Allah tersebut merupakan tanda kauniyah Allah. ‘Ayat kauniyah bisa terjadi meskipun tidak masuk akal. Hal tersebut akan terjadi jika Allah menghendaki sesuatu, maka akan terjadi’, ungkap bapak 2 anak ini.
Lebih jauh, bapak Faridah Salma ini mengungkapkan, pertama kali menemukan telur ia merasa taajub.  Tak henti-hentinya ia melafadzkan ‘subhanallah’ sebagai bentuk kebesaran dan keagungan Allah. Iapun berharap telur tersebut semakin menguatkan keimanan kaum muslimin untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.


Kamis, 09 Desember 2010

STOP Mengidolakan Pezina! Salah Idola Bisa Terjerumus ke Neraka!!

Ariel Peterporn (pelesetan dari Peterpan) tetap saja mempunyai banyak penggemar. Meskipun jelas-jelas melakukan perzinaan gonta-ganti pasangan dengan Luna Maya dan Cut Tari (itu yang ketahuan), Ariel tetap saja digemari. Alasannya sih, karya-karyanya patut dihargai karena telah memberi kontribusi pada perkembangan musik tanah air. Tentang perilakunya, itu urusan pribadi Ariel dan kita gak perlu ikut-ikutan. Sebuah alasan lagu lama yang gak bermutu.
Pernah nggak sih mereka yang mengidolakan artis pezina ini mikir bahwa karya-karya Ariel itulah yang menjadikan mereka idola. Anak-anak di bawah umur, remaja, tak jarang juga orang tua berbondong-bondong mengidolakan sosok ini. Dari pengidolaan inilah, apa pun perilaku sang idola jadi teladan. Jadi ketika si idola berzina, tercatat adal labih dari 35 kasus perkosaan yang dilakukan oleh anak berusia sekitar 10-12 tahun dan korbannya adalah anak di bawah usia itu. Hii…ngeri banget kan?
Miris melihat sikap remaja dalam menyikapi idolanya ini. Mereka membabi buta. Padahal di dalam Islam, Rasulullah tercinta jelas-jelas menyatakan bahwa seseorang itu akan bersama dengan orang yang dicintainya (idola) di akhirat kelak.
....Miris melihat sikap remaja dalam menyikapi idolanya ini. Mereka membabi buta....
Nabi SAW bersabda, “Engkau bersama orang yang kamu cintai (di surga kelak)” (HR Bukhari dan Muslim).
Bisa dibayangkan kalo yang diidolai itu adalah seorang pezina, maka kira-kira di mana ya posisinya di akhirat kelak, surga ataukah neraka? Hmm…
Biasanya remaja yang mengidolakan pezina ini keukeuh pada pendiriannya bila diingatkan. Alasannya ya itu tadi bahwa dia menghargai karya-karyanya dan tidak peduli pada masalah pribadinya. Padahal karya-karya yang dihasilkan itu berasal dari pribadi yang sama, jadi tak heran bila isi liriknya pun gak jauh-jauh dari aktifitas yang menjurus pada mendekati zina. Dan yakin deh, itu semua gak akan memperkaya khasanah music di Indonesia.
Peran media memang besar dalam hal ini. Hukum yang pincang memperparah proses hokum kasus perzinaan di negeri ini. Sulit menjerat pezina apabila dilakukan suka sama suka. Apalagi kabarnya, si pezina akan bebas dalam jangka waktu dekat karena alasan ini dan itu yang intinya memang kemaksiatan sangat mendapat tempat di negeri yang katanya mayoritas muslim. Nah, hati-hati tuh, bukan tak mungkin ada pihak-pihak tertentu yang tak menginginkan si artis kembali berkarya agar semakin banyak merusak anak bangsa. Be careful ya!
Masa remaja adalah masa yang labil. Ketika mereka menjadikan seseorang sebagai idola, mereka cenderung meniru apa pun yang dilakukan si idola tak peduli serusak apa pun perilakunya. Nah, sebelum terlanjur, kita ingatkan tuh para remaja yang masih belum sadar dan tetap keukeuh mengidolakan pezina. Sadar dong sobat, kalian itu sedang berada di red zone, alias garis merah. Kalo tak segera nyadar, maka hati-hati saja akan terjerembab ke dalam lembah kenistaan, tak beda dengan artis pezina yang kalian idolakan itu. Ih…na’udzubillah banget.
So, STOP mengidolakan pezina sekarang juga. STOP pula mengkonsumsi segala hal yang berkaitan dengan dirinya mulai dari pin, fans club ataupun kaset-kaset karyanya. Tutup semua pintu yang memungkinkan dia menyebarkan virus kerusakan bagi generasi muda bangsa ini, terutama anak-anaknya. Kamu tak ingin kan ada teman atau adikmu yang mengikuti jejak berzina si idola ini? Jadi mulai sekarang enyahkan semua hal tentang dirinya, dan ganti kekagumanmu pada sosok lain yang lebih istimewa, misalnya Rasulullah saja yang sudah jelas posisinya ada di surga. Sip deh ^_^ [ria fariana/voa-islam.com]

Penangkapan Massal Terhadap Muslim di Moskow, 23 Muslim Ditahan Tanpa Alasan Jelas


MOSKOW (Arrahmah.com) - Polisi teroris Rusia dan organisasi FSB melancarkan serangan terhadap Muslim di ibukota Rusia, Moskow.  Serangan dimulai pada 7 Desember 2010 lalu di pagi hari di bawah dalih "penangkapan ekstrimis Islam".
Seorang anggota organisasi hak asasi manusia di Moskow yang tengah berada di lokasi penangkapan mendapat pemukulan oleh anggota FSB.

Sekitar 20 anggota FSB dan polisi Rusia menyerang sebuah apartemen milik beberapa Muslim.  Jumlah total apartemen yang diserang tidak diketahui, namun beredar kabar bahwa 23 Muslim ditangkap dalam operasi ini.

Orgnisasi HAM melaporkan selama tiga bulan terakhir, 12 kasus serupa terjadi di Moskow.  Bersamaan dengan hal tersebut, jumlah Muslim di Moskow meningkat pesat. (haninmazaya/arrahmah.com
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha