Tampilkan postingan dengan label berita-nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita-nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Februari 2011

MENJEMPUT SI ‘BAIK’ DENGAN MEMPERBAIKI DIRI

addakwah.com.  Setiap orang pasti ingin jadi baik. Namun, tak setiap kita mau bertekad menjadi baik, karena tekad membutuhkan kesungguhan. Seorang pencuri sekalipun, pasti mau masuk surga, namun adakah tekad dalam jiwanya untuk menjadi penghuni surga?
Pada dasarnya yang menjadi tolak ukur seseorang menjadi baik atau tidak adalah sikap hatinya. Kondisi lahiriah hanya bisa menggambarkan sebagian dari kondisi hati. Bila berkebalikan dengan kondisi hatinya, maka keadaan yang diperankan lahirian tidak akan lama. Maka, perbaikilah kondisi hati, niscaya si 'baik' akan lahir dalam diri kita.
Tapi sah-sah saja siapapun ingin menjadi baik. Sama halnya, setiap orang juga sah-sah saja mendambakan pendamping yang terbaik buat dirinya. Seorang laki-laki yang mendambakan istri dengan segala atribut kesempurnaan pada wanita : shalihah, cantik, kaya, berpendidikan, berpenampilan sangat Islami, hafal sekian juz dalam Al-Qur'an dan lain sebagainya. Begitu juga pada seorang wanita, dia juga layak saja memiliki impian seorang suami idaman : ganteng, shalih, penyabar, pengertian, kaya, memiliki banyak ilmu, pandai memimpin dan membimbing istri, dan seterusnya.
Salahkan obsesi seperti itu? Tidak, sama sekali tidak. Yang keliru adalah bila seseorang mendambakan segala kesempurnaan itu, memimpikan calon pendamping dengan segala kesempurnaan itu, tapi ia sendiri tak pernah mau berproses untuk menjadi baik dari waktu ke waktu. Karena yang dikhawatirkan justru, apakah ia akan mampu berdampingan dengan laki-laki atau wanita sesempurna itu, sementara ia sendiri tak mendambakan kesempurnaan itu untuk dirinya sendiri?
Pendamping shalih atau shalihah adalah asset akhirat. Bekal yang harus dimiliki seseorang untuk berdampingan dengannya adalah bekal-bekal yang bernuansa akhirat. Sikap ceroboh, justru akan menggulingkan dirinya kelembah kenistaan.
Ketika Pasangan Tak Seimbang
Ada seorang laki-laki mendambakan wanita shalihah. Ia membayangkan, bahwa dengan istri yang shalihah, yang selalu mematuhinya, yang tidak banyak permintaan, ia akan hidup tenang. Allah berkenan mengabulkan keinginannya. Menikahlah ia dengan wanita tersebut. Lalu apa yang terjadi? Tak lebih dua bulan, mereka resmi bercerai.
Pasalnya, sang istri memang tak banyak menuntut. Ia juga selalu mematuhi sang suami. Ia juga selalu tampil sebagai wanita shalihah. Namun di sisi ini saja, sang suami hanya merasa senang sebelum mencoba. Hari-hari berikutnya, diwarnai dengan perdebatan, saat suaminya ingin sang istri tampil sedikit modis, namun sang istri menolak. Saat sang suami mengajaknya ke tempat-tempat maksiat sang istri menolak. Disisi lain, saat sang istri meminta suaminya rajin melaksanakan sholat berjama'ah, sang suami tidak mau. Saat sang istri meminta suaminya banyak mengaji dan mempelajari agama, sang suami merasa tak mampu dan tidak punya waktu luang.
Bahkan, saat membicarakan mengenai prinsip-prinsip hidup, mereka seringkali berseberangan. Dan, hari-hari mereka pun dipenuhi dengan berbagai hal yang di luar bayangan suami selama ini. Ternyata, ia bukan orang yang mampu menjaga istrinya yang shalihah, sebagai asset akhiratnya. Ia hanya senang membayangkan, dan tak pernah mampu memiliki sang istri seutuhnya. Ia menginginkan istri yang shalihah, tapi tak sanggup menahan konsekuensinya. Padahal, suami dan istri seharusnya ibarat belahan jiwa.
Bijak Tentukan Pilihan
Seseorang hendaklah memiliki idealisme yang tinggi, untuk urusan mencari pendamping hidup. Tapi jangan biarkan hal itu menggurui kita, sehingga kita menunda-nunda menikah hanya karena ingin mencari yang sempurna. Jika kebanyakkan laki-laki memiliki idealisme yang menggebu-gebu soal calon istri, padahal belum tentu mereka memiliki kesetaraan dengan wanita dambaannya itu dalam soal keshalihan diri, maka seorang wanita juga berhak memiliki obsesi yang serupa. Asalkan dengan niat tulus untuk mencari pendamping yang bisa membimbing ke arah kebenaran.
Sebagai perenungan dalam hal mencari pasangan hidup dapat disimpulkan sebagai berikut :
Pertama, soal jodoh, kita tahu, bukanlah merupakan hak kita menetapkannya. Kita hanya mampu berusaha dan memohon kepada-Nya agar diberi yang terbaik. Bila sudah jodoh tak akan lari kemana.
Kedua, soal keshalihan sangatlah relatif. Ada wanita yang berada di barisan terdepan dalam berpakaian muslimah secara sempurna, namun tidak dalam soal menuntut ilmu. Menggebu dalam menuntut ilmu, mungkin bukan termasuk yang sukses dalam menata hati. Ada yang gigih belajar dan mengamalkan sunnah, tapi nol besar dalam berdakwah. Ada yang sukses mendakwahi orang lain, tapi gagal mendakwahi keluarga sendiri. Jadi setiap kita penuh dengan kekurangan.
 Ketiga, suatu hal yang wajar jika seorang wanita yang shalihah mencari suami yang lebih shalih dari dirinya dengan niat agar tertular keshalihannya. Demikian juga sebaliknya, seorang laki-laki  yang shalih, ingin lebih shalih dengan menikahi wanita yang melebihi keshalihannya.
Namun, satu hal yang perlu dicatat, bahwa dalam diri kita harus ditanamkan tekad untuk berusaha terus memperbaiki diri. Bila tidak, maka keshalihan pasangan hidup kita justru akan menjadi 'Neraka Dunia' bagi kita. Karena keshalihan selalu menyemburatkan implementasi yang luas diberbagai sisi kehidupan. Bila sisi-sisi kehidupan kita masih terlalu banyak diisi dengan keburukan-keburukan, sementara pasangan kita sebaliknya, maka yang akan terjadi adalah tabrakan demi tabrakan yang akan menciptakan ketidakharmonisan, ketidakserasian dan ketidakpantasan untuk membina hidup bersama. Wallahu a'lam. [rasyid]

Selasa, 01 Februari 2011

SAATNYA SYUKUR DAN SABAR

Setiap musibah yang datang dari Allah SWT maka kita harus yakin dan bisa melewati musibah tersebut, namun tidak sedikit orang yang ketika menerima musibah dari Allah SWT dia tidak bersabar akan musibah tersebut. Maka langkah apa yang seharusnya dilakukan jika musibah itu telah menimpa?
  • Bersabar dan menerima takdir Alloh.
Alloh berfirman yang artinya, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’.” (Al Baqoroh: 155-156)
“Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (At-Taubah: 51)
  • Berfikir, mengapa musibah terjadi.
Alloh berfirman yang artinya, “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.” (Al An’am: 11)
  • Bertaubat dari dosa dan maksiat yang selama ini dilakukan.
Alloh berfirman yang artinya, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Al A’rof: 23)
  • Berbaik sangka dan tidak berputus asa terhadap rahmat Alloh.
Alloh berfirman yang artinya, “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf: 87)
Dari Ummu Salamah, “Tidak ada seorang muslim pun yang ditimpa suatu musibah lalu dia mengucapkan apa yang diperintahkan oleh Alloh; ‘inna lillahi wa inna ilaihi roji’un Allohumma ajirni fii mushibati wakhluf lii khoiron minha’, kecuali Alloh akan menggantikan dengan yang lebih baik darinya”. Maka ketika Abu Salamah wafat, aku bergumam, ‘Siapa seorang muslim yang lebih baik dari Abu Salamah? Sebuah keluarga yang pertama kali berhijrah kepada Rosululloh? Namun lalu aku mengucapkannya. Dan Alloh menggantikannya dengan Rosululloh’.” (HR. Muslim)

Perkara Yang Sungguh Sangat Menakjubkan
Lewat lisan Rosul-Nya Alah telah memuji orang-orang yang beriman. Semua keadaan yang di alaminya itu bernilai kebaikan. Semua keadaan itu dapat mengantarkannya pada sifat dan kedudukan terpuji di sisi Alloh Ta’ala. Yakni asalkan dapat bersikap dengan sikap yang sebagaimana mestinya pada keadaan-keadaan tersebut. Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan semua keadaan orang-orang mukmin. Sesungguhnya semua urusan yang dimilikinya itu semuanya baik, dan tidaklah hal demikian itu dimiliki kecuali hanya oleh orang-orang mukmin saja. Jika dia mendapat kesenangan maka dia bersyukur, dan itu baik baginya; dan apabila mendapatkan kesusahan dia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim)
Maka kalau kita perhatikan maka tidaklah seseorang itu keluar dari dua keadaan, yaitu yang menyenangkan dan yang menyusahkan. Di balik dua keadaan ini ternyata Alloh telah menyediakan pahala yang besar; yakni bila mendapati sesuatu yang menyusahkan maka bersabar, dan sebaliknya bila mendapati sesuatu yang menyenangkan dia akan bersyukur. Sehingga dalam kondisi apapun juga, seorang mukmin selalu mendapatkan kesempatan untuk menuai pahala.

Nasehat dari Ibnul Jauzi Rohimahulloh
Ibnul Jauzi berkata, “Orang yang ditimpa ujian dan hendak membebaskan diri darinya, hendaklah menganggap bahwa ujian itu lebih mudah dari apa yang mudah. Selanjutnya, hendaklah membayangkan pahala yang akan diterima dan menduga akan turunnya ujian yang lebih besar… Perlu diketahui, bahwa lamanya waktu ujian itu seperti tamu yang berkunjung. Untuk itu, penuhilah secepatnya apa yang ia butuhkan, agar ujian cepat berlalu dan akan datang kenikmatan, pujian serta kabar gembira kelak di hari pertemuan, melalui pujian sang tamu. Sikap yang seharusnya diambil oleh seorang mukmin di dalam menghadapi kesusahan adalah meniti setiap detik, mencermati apa yang telah terjadi di dalam jiwanya dan menguntit segala gerakan organ tubuh yang didasari oleh kekhawatiran kalau-kalau lisan salah mengucap atau dari hati keluar ketidakpuasan. Dengan sikap demikian, seolah-olah fajar imbalan telah menyingsing, malam ujian telah berlalu, sang pengembara pun melepaskan kegembiraan hatinya karena pekatnya malam telah sirna. Terbitlah mentari balasan dan sampailah si pengembara ke rumah keselamatan”. Wallahua’lam. [Ref: Tazkiyatun Nafs wa Tarbiyatuha Kama Yuqorriruhu Ulama’us Salaf]


DIKALA UJIAN DAN MUSIBAH MELANDA

Hakekat Kesabaran
Sabar, secara bahasa berarti mencegah atau menahan. Menurut syariat, sabar berarti menahan jiwa dari rasa keluh kesah, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota badan dari menampar-nampar pipi, merobek-robek pakaian atau pun ungkapan-ungkapan kesedihan lain.

Macam-Macam Kesabaran
Ditinjau dari obyeknya maka kesabaran itu terbagi menjadi tiga; Sabar dalam melaksanakan perintah-perintah Alloh, sabar dalam meninggalkan larangan-larangan Alloh dan sabar terhadap musibah-musibah yang ditakdirkan oleh Alloh Ta’ala.
Ditinjau dari sisi lain, sabar dibagi menjadi dua; Sabar ikhtiyari (dapat memilih) dan sabar idhthiroori (tidak ada pilihan lain). Jenis sabar terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan Alloh adalah termasuk pada jenis sabar ikhtiyari, karena pelakunya dapat memilih dan mengusahakannya. Sedang sabar terhadap musibah adalah termasuk jenis sabar idhthiroori, karena pelakunya tidak memiliki pilihan selainnya. Yakni ketika mendapatkan musibah maka tidak ada pilihan lain bagi dia kecuali harus bersabar. Apabila tidak bersabar, maka dia justru mendapat dua keugian, yakni musibah itu sendiri dan tidak mendapatkan pahala dengan musibah tersebut. Sabar jenis pertama lebih utama daripada jenis sabar yang kedua. Itulah sebabnya sabarnya nabi Yusuf terhadap godaan istri tuannnya itu lebih utama dari pada sabarnya beliau ketika dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya.

Hakekat Ujian dan Musibah
Dengan menyadari hakekat sebenarnya dari ujian dan musibah, maka kita diharapkan memiliki cara pandang yang benar tentang ujian dan musibah. Sehingga hal itu dapat mengantarkan pada keyakinan dan sikap yang benar.
  • Meyakini bahwa semuanya datang dari Alloh.
Alloh berfirman yang artinya, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh.” (Al Hadid: 22)
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’.” (Al Baqoroh: 155-156)
Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ketahuilah, sesungguhnya apabila umat ini seluruhnya berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu maka mereka tidak akan bisa memberi manfaat kecuali yang telah Alloh tetapkan untukmu. Dan apabila mereka berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu, maka niscaya mereka tidak akan mampu menimpakan kemudhorotan itu kecuali apa yang telah Alloh tetapkan untukmu.” (HR. Tirmidzi)
Dengan meyakini bahwa semua itu adalah dari Alloh Azza wa Jalla semata maka seorang mukmin akan mengembalikan semua urusannya kembali kepada Alloh, disertai keyakinan bahwa di dalamnya pasti terkandung hikmah dan pelajaran. Seorang mukmin tidak akan menjadi stres dengan adanya musibah yang menimpa dia.
  • Disebakan karena dosa dan kesalahan kita sendiri.
Alloh berfirman yang artinya, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Al A’rof: 23)
“Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. “ (Hud: 11)

  • Pelajaran atas banyaknya dosa dan maksiat yang kita lakukan.
Alloh berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat).” (Al ahqof: 27)
Ibnul Jauzi berkata, “Sebesar apa pun musibah yang datang menimpa, hal itu masih belum sebanding dengan dosa yang telah mereka kerjakan”.
  • Bukti kecintaan pada seorang hamba.
Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Bila Alloh suka kepada suatu kaum maka mereka akan diuji. Jika mereka ridho maka Alloh ridho dan bila dia marah maka Alloh pun akan marah padanya.” (HR. Tirmidzi)
  • 5. Menghapus sebagian dosa orang mukmin.
Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidaklah musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Alloh akan menghapus dosanya, sekalipun musibah itu hanya tertusuk duri.” (HR. Bukhori)
“Ujian akan terus datang kepada seorang mukmin atau mukminah mengenai jasadnya, hartanya, dan anaknya sehingga ia menghadap Alloh tanpa membawa dosa.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Sebagian salaf berkata, “Kalaulah bukan karena musibah yang menimpa pastilah kita memasuki negeri akhirat sebagai orang-orang yang pailit”.
  • 6. Ujian atas keimanan.
Alloh berfirman yang artinya, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Kapankah datang pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqoroh: 214)

Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Diantara orang-orang sebelum kalian, ada yang digalikan sebuah lubang untuknya. Ia dimasukkan ke dalamnya, didatangkan sebuah gergaji lalu diletakkan di atas kepalanya dan ia pun dibelah menjadi dua. Ada juga yang disisir dengan sisir besi sampai mengelupas kulit dan dagingya. Tetapi semua itu tidak menghalangi mereka dari din mereka…” (HR. Bukhori)
Masya Alloh…!!! Lalu bagaimana dengan kita? Maka sungguh betapa lemahnya keimanan kita. []

Mari Beristighfar!

addakwah.com - Berbagai bencana masih sangat akrab dengan kita. Selain tsunami Mentawai dan letusan merapi, berbagai bencana masih mengancam. Banjir di berbagai tempat. Tanah longsor. Angin topan yang memporakporandakan berbagai perkampungan dan masih banyak lagi.
Bencana, satu sisi sebagai ujian. Dengan ujian tersebut Allah ingin meningkatkan derajat keimanan seseorang. Berbagai kerusakan di darat dan laut sebagai akibat perbuatan manusia. Berbagai bencana dan musibah untuk 'menjewer' kita agar kembali kepada-Nya.
Allah berfirman dalam surat Ar Rum; 41; " Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". Juga dalam surat Asy Syura ayat 30, "“Dan apa-apa dari musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”.
Disisi lain, bencana sebagai adzab yang diturunkan Allah karena kemaksiatan yang kita lakukan. Adzab ini akan diberikan baik terhadap orang yang taat maupun bermaksiat. Hal ini sebagaimana ditegaskan Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Rasulullah bersabda; '“Jika timbul maksiat pada umatku, maka Allah akan menyebarkan adzab (siksa) kepada mereka. Aku (Umu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, apakah tidak ada pada waktu itu orang-orang shalih?” Beliau menjawab: ”ada”. Aku bertanya lagi: “Apa yang akan Allah perbuat kepada mereka?” Jawab beliau: “Allah akan menimpakan kepada mereka adzab sebagaimana yang ditimpakan kepada orang-orang yang melakukan maksiat, kemudian mereka akan mendapat ampunan dan keridhoan dari Robbnya.”
Lalu apa yang harus kita lakukan dengan banyaknya musibah dan bencana.
  1.  Beristighfar dengan memohon ampun kepada Allah agar dijauhkan dari berabagai bencana dan musibah. 
  2. Bermuhasabah. Introspeksi terhadap apa yang telah kita lakukan sehingga mendatangkan kemurkaan Allah. Bukan justru melakukan berbagai bentuk kemusyrikan, seperti sedekah bumi, ruwatan dan mempercayai berbagai mitos dan kurafat yang mengiringi bencana tersebut.
  3. Menjadikan pelajaran terhadap setiap musibah dan bencana. Jika tidak, justru kita akan menjadi pelajaran baik kamu setelahnya.
Sebagai orang yang beriman, kita berkewajiban untuk menolong saudara-saudara kita yang terkena bencana. Baik dengan pertolongan jasmani untuk penghidupan mereka, maupun pertolongan rohani dengan mengingatkan dan menyadarkan agar musibah tersebut menjadi pelajaran agar semakin dekat kepada Allah. [mulyanto]

Senin, 31 Januari 2011

Qatar Peduli Merapi


Bertempat di SDN 1 Balerante, Kemalang, Klaten, Jum’at, 28 Januari 2011 diadakan penyerahan bantuan untuk korban merapi sebanyak 1000 paket. Bantuan tersebut berasal dari Yayasan As Shilah Aceh bekerja sama dengan yayasan social Syeikh Eid bin Muhammad Al-Thani Qatar dan Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM). Masing-masing paket senilai sekitar 400 ribu yang berupa beras, minyak goreng, kecap, ikan asin, gula, mukena dan sarung.

Menurut Ketua Penanggulangan Tanggap Bencana Nasional (PTBN) FKAM, M. Kholil, bantuan tersebut merupakan tahap awal dari rencana pemberian bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat korban merapi. Bantuan berikutnya juga akan diberikan kepada korban merapi diberbagi daerah seperti Sleman, Muntilan dan Selo Boyolali.
“Tujuan kami dengan bantuan ini untuk membantu meringankan masyarakat” ungkapnya. Menurutnya, program ini merupakan salah satu program yang dilakukan oleh FKAM dalam membantu korban merapi, disamping program-program lainnya seperti pendampingan dai yang direncanakan berjalan selama satu tahun. “FKAM sejak awal peduli terhadap korban merapi. Selain melakukan berbagai bantuan pada masa tanggap darurat, evakuasi, juga akan mendampingi masyarakat minimal setahun”. Ungkapnya. “Kami dipercaya sebagai perantara dengan yayasan Ash Shilah di Aceh dengan korban letusan merapi” Ungkap Direktur BaitulMal FKAM ini.

Sementara itu, perwakilan Ash Shilah Aceh dan yayasan sosial Syeikh Eid bin Muhammad Al-Thani Qatar Syaikh Abdullah menyatakan ikut berduka atas musibah yang dialami masyarakat Balerante. “Kami saudara-saudara di Aceh hanya bisa mendoakan, semoga diberi kesabaran, ketabahan dan tidak berburuk sangka kepada Allah” ungkapnya.

Lebih lanjut Syaik Abdullah menyatakan, semoga musibah ini ada hikmahnya, karena musibah yang terjadi tidak lebih dari dua hal. Pertama sebagai peringatan kepada kita agar kita tidak lupa kepada Allah. Kedua sebagai ujian terhadpa kita. Sementara bantuan yang diberikan tidak sebanding dengan duka yang dialami masyarakat. “Bantuan ini tidak bisa diharga dengan duka yang bapak rasakan, tetapi inilah yang bisa kami lakukan untuk membantu bapak-bapak dan ibu semoga mendapat ridha Allah SWT”.

“Sayangilah makhuk yang ada di muka bumi insya Allah yang dilangit akan meyayangi kita”. Harapnya. Syaikh Abdullah juga mengucapkan terma kasih kepada masyarakat,perangkat pemerintahan dan FKAM atas kerjasamanya sehingga bantuan ini sampai kepada korban letusan merapi. Lebih jauh, Syaikh Abdullah berjanji akan memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak yatim di dusun Balerante sampai perguruan tinggi.

Menurut ketua RT 07/03 Balerante, Warno Mulyono kehadiran FKAM sangat membantu masyarakat yang terkena bencana. “Kami warga masyarakat mengucapkan terima kasih kepada FKAM yang meringankan penderitaan masyarakat yang terkena musibah” ucapnya. “Kami sangat senang dengan kehadiran FKAM. Kami sebagai wakil warga juga meminta maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dalam rangkai acara ini”
Dengan mata berkaca-kaca Warno Mulyono menceritakan keadaan masyarakat setelah letusan merapi. “Beginilah keadaan desa Balerante setelah musibah, bagaimana menderitanya mereka”. Ungkapnya. Ia juga menjelaskan betapa berat apa yang dialami warga dengan adanya letusan merapi tersebut. “Semoga apa yang diberikan memberi manfaat dan kami mengucapkan banyak terimakasih”. Ujarnya.
Selain itu, hubungan relawan FKAM dengan masyarakat sangat baik. Bahkan adanya pendapingan dai yang mengajari, melatih dan membimbing shalat sangat membantu warga untuk belajar agama.

Hal ini dibenarkan salah seorang warga yang kami temui, Saiful Anwar. Bapak berputra dua ini mengungkapkan bahwa hubungan relawan FKAM dengan masyarakat terjalin baik. Warga juga sangat berterima kasih dengan kehadiran FKAM melakukan pendampingan terhadap korban merapi di Balerante.

Paket bantuan merapi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Balerante. Hal ini diungkapkan oleh Ibu Hadi, salah seorang penerima Bantuan. “Remen sanget mas” ungkapnya. Selain ibu hadi, ibu Niti Sumarto dan mbah Tomo, warga RT 07 juga merasakan hal serupa. (khoir)

Jumat, 28 Januari 2011

Paranormal Tetap Ngeyel Crop Cirle di Yogya Buatan UFO

YOGYA (voa-islam.com) - Meski para pakar dari LAPAN, dan juga tim dari polres Sleman telah mengatakan bahwa crop circle di desa Berbah, Sleman dan juga di Bantul Yogyakarta dipastikan buatan manusia, berdasarkan hasil temuan bukti-bukti ilmiah dilapangan, namun seorang paranormal wanita asal Bantul tetap ngeyel bahwa crop circle yang ada di kedua tempat tersebut adalah buatan UFO, yang menurut para ahli sendiri tidak bisa dibuktikan kebenarannya menurut sains.

Paranormal asal Bantul, Yohana Lestari (40) berani menjamin kalau crop circle di Yogyakarta itu merupakan jejak dari makluk luar angkasa atau Unidentified Flying Object (UFO) yang datang ke bumi.

Hanya saja, menurut Yohana, kedatangan UFO itu bukan dalam bentuk benda luar angkasa seperti piring terbang. Namun, bentuknya seperti benda magnetis yang tertancap pada bidang datar yang memiliki sumber energi yang kuat.

“Memang bendanya itu tidak kelihatan, tapi cara kerjanya seperti magnet. Alat tersebut akan mencari daerah yang memiliki sumber energi terbarukan,” ujar Yohana, seperti dilansir Tribun news, Rabu (26/1/2011).

Menurut Yohana, kedatangan makluk luar angkasa yang mencari sumber energi itu tidak akan mencelakai manusia. Crop Circle itu biasanya memang muncul pada saat musim panas dan saat lahan pertanian hampir panen.
..Saya mendapat penerawangan kalau yang bisa membuat hal semacam itu hanya benda luar angkasa..
Melalui penglihatannya, kata Yohana, fenomena itu murni dari proses gejala alam dan efek medan magnet bumi. Dalam medan magnet terdapat suatu daya gerak yang gaib, dapat menghasilkan suatu arus listrik, sehingga tanaman berbaring mendatar di atas permukaan tanah.

“Saya mendapat penerawangan kalau yang bisa membuat hal semacam itu hanya benda luar angkasa,” ungkapnya.

Fenomena crop circle, menurut Yohana, bukan berarti pertanda akan datang bencana. Hal itu sama sekali tidak ada kaitannya. Namun menurut dia, secara logika banyak UFO yang datang ke Indonesia karena letak Indonesia di tengah garis katulistiwa.

“Ini juga efek Merapi habis meletus, sehingga sumber energi yang terkumpul terpusat di sekitar Yogya,” ujarnya.
Kalau saat ini yang terdeteksi ada dua daerah yakni di Berbah dan Piyungan. Dia kembali meramalkan fenomena crop circle akan muncul satu lagi, di satu daerah masih di seputaran Yogyakarta. “Waktunya hampir berdekatan dengan yang terakhir ini,” pungkasnya. (trbn)

Selasa, 11 Januari 2011

Indonesia Akan Blokir Blackberry Jika Tidak Mau Tutup Akses Pornografi

JAKARTA (voa-islam.com) - Pemerintah Indonesia melalui kemenkominfo akan memblokir layanan Blackberry mulai 21 januari nanti jika Research in Motion (RIM), selaku provider Blackberry tidak juga menutup akses terhadap situs porno.

Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring memberi batas waktu selama dua pekan bagi RIM untuk menutup akses pornografi tersebut.

"Batas waktu dari 7 Januari hingga 21 Januari 2011," kata Tifatul kepada pers di sela Rapat Kerja Pemerintah I tahun 2011 di JCC Jakarta, Senin (10/01/2011).

Tifatul mengatakan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak RIM serta sudah ada kesepakatan sebelumnya. Namun untuk deadline yang diajukan belum ada respon dari pihak RIM di Kanada.

"Mereka masih libur disana (Kanada)," kata Tiffatul.

Deadline ini diberikan kepada Research in Motion (RIM) untuk menutup akses pornografi. Jika tidak maka seluruh layanan BlackBerry di enam operator akan ditutup.
..Deadline ini diberikan kepada Research in Motion (RIM) untuk menutup akses pornografi
Digunakan para pelaku kejahatan
Selain itu mudahnya mengakses pornografi, pemerintah juga mengindikasikan kekhawatiran soal pelaku korupsi yang beraksi lewat perangkat BlackBerry.

“Research in Motion buka server di Indonesia sehingga aparat hukum di Indonesia bisa melacak keberadaan pelaku kejahatan khususnya korupsi. Sekarang, seluruh operator telekomunikasi di Indonesia sudah mematuhi itu. RIM juga harus mematuhi hal yang sama,” ujar Tifatul.

Kemenkominfo masih berpikiran positif terkait kepatuhan RIM terhadap peraturan. Namun, jika produsen asal Kanada ini tak menaati, Tifatul berjanji pemerintah akan bersikap tegas.

“Saya rasa mereka (RIM) mau tapi selesaikan segera jangan ditunda. Jika tidak, kita proses secara hukum karena mereka melanggar tiga undang-undang, yakni UU No 36/1999, UU No 11/ 2008 dan UU No 44/2008,” kata Tifatul tegas. (trbn,vv)

Sabtu, 06 November 2010

SITUASIONAL REPORT SABTU 6 NOVEMBER 2010

Letusan Gunung Merapi (2.968 m dpl) untuk kesekian kalinya pada Jumat, 5 November 2010, dini hari menciptakan eksodus pengungsi besar-besaran di empat kabupaten, Sleman, Magelang, Klaten, dan Boyolali. Berdasarkan informasi yang diperoleh relawan Jalin Merapi, pengungsi bahkan sampai ke Gunung Kidul, Bantul dan Kulon Progo. Pasalnya, daya letusan kali ini lebih besar daripada sejumlah letusan sebelumnya sejak erupsi pertama pada Selasa, 26 Oktober 2010. Sehingga, dampak daerah terpapar letusan juga kian meluas. Sejumlah pos pengungsian yang berada di radius 10-15 km dari puncak tak ayal harus turut dikosongkan ke lokasi yang lebih jauh dan lebih aman.
Proses evakuasi berlangsung sejak Kamis malam secara berangsur-angsur dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. Namun, eksodus besar-besaran terjadi pada Jumat dini hari karena sejumlah pos pengungsian yang semula telah didatangi pengungsi dari lokasi di atasnya harus turut dikosongkan ke tempat yang lebih jauh. Kebutuhan sarana transportasi yang memadai dalam kondisi eksodus besar-besaran seperti ini menjadi hal yang sangat krusial. Yang jauh lebih penting, eksodus besar-besaran ini mengakibatkan penanganan pengungsi di sejumlah titik pengungsian di Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang cukup berantakan.
Paska eksodus besar-besaran ini, muncul beberapa masalah utama:
1. Kelayakan kondisi posko pengungsian baru menjadi masalah utama. Di sejumlah titik dilaporkan bahwa kondisi pengungsian baru ternyata tidak memadai karena, misalnya, tanpa genset yang dapat menyuplai aliran listrik, MCK terbatas, tidak ada pasokan air bersih siap pakai, dan minimnya tambahan tenaga lapangan. Hal-hal demikian menciptakan situasi yang kian memberatkan pengungsi yang secara fisik dan psikis memang sudah letih berpindah-pindah lokasi pengungsian selama 10 hari terakhir.
2. Bantuan tidak terdistribusi secara merata, proses distribusi bantuan tidak terkoordinir. Hingga Sabtu malam (06/11), kebutuhan umum yang sering muncul di banyak lokasi pengungsian adalah: a. Air minum dan air bersih untuk MCK. b. Pakaian dalam (celana dalam, BH, dan kaos dalam anak-anak). c. Perlengkapan dan makanan bayi (susu, vitamin, sabun, sampo, pempers, popok, dan selimut). d. Kebutuhan lansia (pempers, jarit, makanan, dan susu). e. Pembalut wanita. f. Obat-obatan ringan dan minyak kayu putih. g. Pelaratan masak dan bahan mentah untuk dapur umum. h. Peralatan mandi dan cuci. i. Peralatan tidur (alas tidur dan selimut). j. Mainan anak.
3. Jika mengamati daftar kebutuhan di atas, jelas bahwa kebutuhan khusus kelompok rentan masih terabaikan, yaitu kebutuhan bayi, anak, difabel, lansia, dan perempuan. Selain itu, distribusi relawan juga tidak merata. Banyak sekali posko pengungsian yang membutuhkan relawan medis.
4. Tidak sedikit anak-anak dan manula yang terpisah dari keluarganya saat proses evakuasi besar-besaran tersebut. Gerakan lost and found yang terkoordinasi dengan baik menjadi sangat penting.
5. Belum adanya data titik-titik posko pengungsian yang komprehensif. Pendataan titik posko ini harus segera dilakukan mengingat posko pengungsian tersebar luas, tidak hanya posko besar yang terus-menerus disorot media massa, terutama televisi. Secara umum, lokasi pengungsian baru terpetakan menjadi dua tipe: a. Terkonsentrasi dalam jumlah besar seperti Stadion Maguwoharjo Sleman dan Pendopo Pemkab dan DPRD Klaten. b. Terkelompok-kelompok dalam jumlah kecil di pos-pos baru yang merupakan inisiatif warga, kampus, atau kelompok masyarakat. Masing-masing tipe pengungsian ini memiliki konsekuensi kebutuhan dan dampak yang berbeda pula.
6. Hingga Sabtu malam (06/11), di banyak posko pengungsian, terutama di posko-posko besar, belum ada data rinci jumlah dan komposisi pengungsi. Jika tidak segera dilakukan pendataan dengan baik, maka penanganan pengungsi yang tersebar tidak terkendali ini akan menimbulkan masalah. Diharapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana beserta perangkat pemerintah daerah di Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah yang wilayahnya menjadi lokasi posko pengungsian, segera melakukan penyisiran dan pendataan pengungsi untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan pantauan lapangan relawan Jalin Merapi, sangat banyak posko pengungsian yang diselenggarakan secara swadaya oleh warga, mulai dari masalah logistik, infrastruktur, kesehatan, hingga keamanan. Kelompok masyarakat sipil yang secara mandiri berinisiatif mengelola posko pengungsian adalah institusi pendidikan, lembaga dan kelompok keagamaan, NGO, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya. Peran masyarakat sipil ini juga sangat jelas dalam gerakan nasi bungkus yang telah berhasil menjamin ketersediaan makanan di posko pengungsian selama masa eksodus besar-besaran kemarin. Gerakan nasi bungkus yang spontan ini kemungkinan tidak akan bertahan lama. Pertanyaan penting yang harus diajukan adalah: dimanakah negara? Jika selama ini peran-peran negara dalam masa bencana diambil masyarakat sipil, bukan berarti negara bisa lepas tanggung jawab.(sumber: http://merapi.combine.or.id)

Sabtu, 30 Oktober 2010

Obama Akan Berpidato di Mesjid Istiqlal

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Barack Obama akan mengunjungi masjid terbesar di Indonesia dan akan berpidato dengan menyasar komunitas muslim dunia ketika dia mengunjungi Indonesia bulan depan, demikian Gedung Putih, Kamis.

Obama akan berangkat 5 November dalam lawatan 10 hari ke India, Indonesia, Korea Selatan dan Jepang. Pada 10 November di Jakarta, Obama akan mengunjungi Masjid Istiqlal, dan kemudian berpidato di ruangan terbuka, di mana mungkin akan terdapat kerumunan orang banyak.

"Dia memiliki kesempatan untuk berbicara tentang kemitraan yang sedang dibangun dengan Indonesia, tetapi juga membicarakan beberapa tema demokrasi dan pembangunan dan tujuan rangkulan kami kepada komunitas Muslim seluruh dunia," kata Deputi Penasehat Keamanan Nasional Ben Rhodes dalam jumpa pers.

Ibu Negara Michelle Obama juga mendampingi suami ke Jakarta.

Kunjungan Presiden AS ke Indonesia seharusnya berlangsung pada Maret dan Juni, tetapi tertunda karena masalah politik dalam negeri yang membuat sebagian orang Indonesia kecewa dan marah.

Namun Obama tetap populer di negara Muslim terbanyak dunia itu dimana dia menghabiskan empat tahun ketika tumbuh dewasa di sana, bahkan ketika kepercayaan padanya menurun di negara-negara Muslim lainnya sejak dia berpidato di Kairo pada Juni 2009 yang telah membuat lembaran baru dengan dunia Islam.

Obama juga akan mengumumkan sebuah "kemitraan komprehensif yang baru" dengan Indonesia pada sektor keamanan, ekonomi dan rakyat ke rakyat, kata Jeffrey Bader, penasihat utama Presiden Obama untuk Asia.

Dalam pidatonya, dia akan berbicara tentang kemitraan, dan juga kemunculan Indonesia sebagai negara demokrasi dan ekonomi berkembang, dan hubungan yang erat dengan Amerika Serikat, serta pluralisme.

"Mengunjungi masjid ini (Istiqlal) dan pidatonya, saya pikir dia akan memiliki kesempatan untuk menggarisbawahi tema-tema yang dia dibuat untuk merangkul komunitas Muslim di seluruh dunia, "kata Rhodes dalam konferensi pers.

Obama diperkirakan akan mengunjungi pula sejumlah tempat suci agama besar lainnya selama tur di Asia, seperti Kuil Emas Sikh di Amritsar, India Utara. Media massa India melaporkan mengatakan kunjungan itu dibatalkan setelah ajudan Obama menolak keras usul agar Presiden AS itu mengenakan sorban atau kopiah di kuil itu.

Obama memeluk agama Kristen tetapi menghadapi kristik terus-menerus ddari sejumlah masyarakat AS bahwa dia itu Muslim dan laporan-laporan itu menyebutkan bahwa para pembantu dekat Obama takut foto-foto Obama mengenakan turban akan menjadi bahan ejekan di dalam negeri.

Para pejabat pemerintah mengatakan penjadwalan, tanpa tutup kepala, adalah yang membuat Obama tidak akan mengunjungi Amritsar.

Obama sering melakukan perjalanan kebudayaan selagi berkunjung ke luar Amerika Serikat dan dia telah mengunjungi beberapa masjid sebelum bepergian di negara-negara bermayoritas Muslim.

Popularitas Pemimpin AS di dunia Muslim menurun sejak dia berpidato di Kairo setelah Amerika Serikat memutuskan meneruskan mengobarkan perang di Afghanistan dan Irak yang keduanya negara Muslim, serta akibat sedikitnya kemajuan dalam negosiasi damai Israel dan Palestina. (*)

Rabu, 01 September 2010

Jenderal Kristen Bintang Tiga Hadir Dalam Penangkapan Ba'asyir, Ada Apa?

JAKARTA (voa-islam.com) - Kehadiran Gories Mere, jenderal Kristen bintang tiga pada saat penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Polres Banjar dipertanyakan banyak pihak. Karena ia juga hadir saat penyiksaan para aktivis Muslim yang ditangkap dan dituduh teroris.
Berbagai keganjilan jenderal Kristen bintang tiga ini sebenarnya pernah menjadi sorotan media saat ia membawa tersangka Bom Bali, Ali Imron alias Ale kongkow di Starbuck's Coffee pada 2004 silam.
Ternyata saat ini ada fakta baru yang mengemuka kalau Jenderal Kristen ini berada di balik Satgas Antibom. Satgas ini kerap menyiksa para tahanan Muslim yang ditangkap dengan tuduhan terorisme. Hal ini diungkapkan Munarman saat audiensi FUI dengan Komisi III DPR RI, Selasa (31/8/2010).  
...Jenderal Kristen ini berada di balik Satgas Antibom yang kerap menyiksa tahanan Muslim yang ditangkap dengan tuduhan terorisme...
“Kita mendapatkan informasi yang kuat bahwa yang melakukan penyiksaan adalah tim tersendiri, yaitu Satgas Antibom. Satgas ini tidak tunduk di bawah Kepala Densus 88, karena komandan Satgas Anti bom ini jenderal bintang tiga, sementara Kadensus bintang satu” jelas Munarman.
Lebih lanjut, Direktur An-Nashr Institute ini menjelaskan kalau jenderal Kristen ini juga ikut menyaksikan upaya penyiksaan terhadap kliennya, Muhammad Jibril bahkan ia juga hadir dalam penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Polres Banjar.
...jenderal bintang tiga ini hadir di saat ustadz abu ditangkap di Polres Banjar. Ada apa?
“Komandan Satgas ini hadir menyaksikan penyiksaan Jibril. Begitu juga ketika Ustadz Abu ditangkap, jenderal bintang tiga ini hadir di saat ustadz abu ditangkap di Polres Banjar. Sehari-hari ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN),” tambahnya.
Muhammad Jibril dan Abu Bakar Baasyir  jelas-jelas bukan tahanan narkoba lalu apa pentingnya Gories Mere hadir, apakah dia memiliki misi tersembunyi?  [taz/widiarto]

Jumat, 27 Agustus 2010

Mensos: Pesantren Harus Lunakkan Gerakan Radikal

Surakarta (ANTARA News) - Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri mendorong agar pesantren menjadi garda terdepan dalam melunakkan gerakan radikalisasi agama dan turut memelopori gerakan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Sejak jaman dahulu pesantren telah memelopori perjuangan bangsa. Sebagai elemen pemersatu bangsa saat melawan penjajah, pesantren terbukti telah memunculkan tokoh-tokoh bangsa yang gigih melawan penjajahan," kata Salim Segaf Al-jufri, di sela Safari Ramadan di Pesantren Darul Mustafa, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat malam.

Salim menganggap sangat kecil kemungkinan pesantren yang terkena "intrusi" (perembesan) ajaran-ajaran agama yang bersifat radikal, karena sejak puluhan tahun lalu, pesantren mengembangkan tradisi damai.

Ia menegaskan justru pesantren telah menjadi penyejuk dan memberikan kedamaian terhadap masyarakat sekitar

"Saya tidak pernah melihat pesantren membuat susah masyarakat. Justru pesantren menjadi benteng dari para pejuang melawan penjajah," ujarnya.

Ia mengakui bahwa, banyak pihak yang menyudutkan pesantren menjadi penyebar idiologi radikal, yang mengilhami teroris melakukan aksinya di Indonesia dan berbagai belahan dunia.

Namun, katanya, intrusi gerakan radikal tidak hanya bisa terjadi di pesantren, tapi juga di kampus-kampus, masjid-masjid dan di lembaga lainnya.

"Kalau ada individu pesantren yang menjadi inspirasi gerakan radikal itu hanya sebatas individunya. Jangan salahkan pesantrennya, karena sebenarnya terorisme itu tidak ada sangkut pautnya dengan pesantren dan agama," katanya.

Menurut Salim Segaf, agama (Islam) sudah limabelas abad hadir di bumi ini, dan selama itu terbukti pemeluknya telah merasakan kedamaian dalam memeluk agama.

Sedangkan terorisme yang dituduhkan terkait dengan agama baru marak beberapa tahun ini saja. "Jadi terbukti bukan agama penyebab maraknya terorisme itu," ujarnya.

Agar terhindar dari pandangan yang menyudutkan pesantren sebagai "sarang" teroris, Segaf mengajak seluruh warga pesantren untuk membuktikan diri bahwa mereka penebar kedamaian dan kesejukan.

"Pesantren harus menunjukan itu dengan berperilaku yang baik mengikuti tuntunan agama. Jika itu bisa ditunjukan pesantren, tuduhan miring itu akan mental dengan sendirinya," katanya.(*)

Luciana Siahaan: Takjub Suara Azan, Masuk Islam di Dalam Penjara

MEDAN (voa-islam.com) – Di balik musibah pasti ada hikmahnya. Setelah dijebloskan ke penjara dalam suatu kasus, Luciana Siahaan justru mendapat hidayah lalu masuk Islam. Kini ia bercita-cita ingin memperdalam Islam supaya bisa berdakwah.
Seorang narapidana wanita Luciana Siahaan (44) warga Jalan Budi Luhur Medan memutuskan masuk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat setelah takjub mendengar keindahan suara azan.
“Hati saya merasa senang dan bila mendengar suara azan, sehingga saya tertarik masuk Islam,” ujarnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas I Medan, Kamis malam (26/8/2010).
Luciana Siahaan yang masuk agama Islam itu setelah disyahadatkan oleh Ustadz Tamklid Harahap bertempat di Lapas Wanita Klas I Medan, Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Dalam acara itu turut hadir Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sumut Mashudi dan Kepala Lapas Wanita Klas I Medan Yuhelly Yunus dan sejumlah saksi-saksi.
...Hati saya merasa senang dan bila mendengar suara azan, sehingga saya tertarik masuk Islam...
Setelah Luciana Siahaan hijrah masuk agama Islam, maka namanya juga berubah menjadi Siti Khadijah.
Usai acara tersebut, Siti Khadijah Siahaan menjelaskan kepada wartawan, ia tertarik masuk agama Islam sekitar enam bulan lalu, karena bermimpi didatangi lima malaikat dan disuruh menaiki tangga yang sangat tinggi.
Kepada malaikat, ia juga mengatakan tidak mampu menaiki tangga tersebut. Namun malaikat terus menyakinkan dirinya.
Setelah sampai di ujung tangga yang paling tinggi itu, ia mendengar suara azan. Dan mimpi yang dialaminya itu terjadi selama dua minggu berturut-turut.
…seminggu sebelum memeluk agama Islam ia sudah belajar membaca Al-Quran dan melaksanakan shalat Tarawih…
Selanjutnya ia mengatakan, seminggu sebelum memeluk agama Islam ia sudah belajar membaca Al-Quran dan melaksanakan shalat Tarawih di Lapas Wanita Medan.
“Saya yakin ada hikmahnya masuk Islam pada bulan Ramadhan ini, sekalian untuk memohon ampun dari Allah SWT,” katanya.
Ia juga menjelaskan, tekadnya untuk memeluk agama Islam, merupakan keputusan sendiri tanpa ada paksaan dari pihak lain.
Selain itu, setelah keluar dari masa pembinaan di Lapas Wanita ini, ia nantinya berkeinginan menjadi seorang ustadzah agar bisa berdakwah menyampaikan syiar agama Islam.
…ia berkeinginan menjadi seorang ustadzah agar bisa berdakwah menyampaikan syiar agama Islam…
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas I Medan, Yuhelly Yunus, BcIP SH mengatakan, sempat kaget mendengar keinginan Luciana untuk memeluk agama Islam.
Ia menjelaskan, sebelumnya sempat mempertanyakan keseriusan niat Luciana serta kesiapan menghadapi berbagai cobaan dan tantangan terkait keputusannya itu.
Luciana Siahaan merupakan narapidana kasus penipuan serta penggelapan bibit tanaman seperti rambutan, durian, duku serta langsat sebesar Rp 2 miliar dan divonis 2,5 tahun penjara di PN Medan tahun 2009. [taz/ant]

Umat Kristen Indonesia Akan Bakar Injil Jika Gereja Florida Bakar Al-Qur'an

JAKARTA (voa-islam.com) – Rencana Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serikat untuk mencanangkan Hari internasional membakar Al-Quran (International Burn a Koran Day)  untuk  untuk memperingati sembilan tahun tragedi WTC, tanggal 11 September mendatang mendapat tentangan dari sekelompok umat Kristiani di Indonesia.
Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) Indonesia menilai aksi yang dimotori oleh Pastur gereja Terry Jones tersebut sebagai rencana sinting.
“Kami sebagai non Muslim sangat menentang tindakan gila itu,” tegas Koordinator Nasional GPP Damien Dematra saat bertemu dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Tindakan itu, menurut dia, akan memberikan dampak tidak hanya kepada Islam, tapi juga agama lainnya. Kalaupun benar terjadi, lanjut Damien, bukan tidak mungkin perang agama akan terjadi di dunia. Sehingga, masing-masing agama akan melakukan aksi balas dendam dengan saling membakar kitab suci lainnya.
…Jika rencana pembakaran Al-Quran tak dapat dihentikan, maka umat Kristen akan melakukan aksi gila dengan membakar kitab suci Kristen, yakni Bibel…
Jika rencana pembakaran Al-Quran tak dapat dihentikan, ditegaskan dia, maka umat Kristiani juga akan melakukan aksi gila lainnya. Karena itu, Damien dan rekan-rekannya mengatakan akan membakar kitab suci agama kristen, yakni Alkitab (Bibel).
“Saya orang Indonesia, saya cinta negeri ini dan saya akan memperjuangkan segala hal yang mengancam negeri ini. Indonesia dibangun oleh banyak budaya dan agama,” tandas Damien. [silum/inilah]

Kamis, 26 Agustus 2010

Hati-hati, Makanan Ilegal dan Kadaluarsa Beredar Jelang Lebaran

Mojokerto (voa-islam.com) - Anda yang hendak membeli produk makanan harus berhati-hati. Pasalnya, jelang Lebaran, banyak penjual yang menjajakan produk makanan ilegal dan kadaluarsa.

Contohnya, bisa dilihat saat Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Jawa Timur,  Rabu, (25/8/2010). Petugas inspeksi mendadak bersama polisi dan satpol PP mendapati puluhan produk makanan yang tidak berlabel

Razia ini dilakukan di 15 toko termasuk swalayan. Selain tak berlabel, produk makanan dan minuman tersebut juga banyak yang cacat kemasannya. Di swalayan Sultan Keraton, petugas menemukan makanan ilegal sebanyak satu troli.
...”Itu dikategorikan produk ilegal. Kita sita sampelnya dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut,” paparnya...
Kepala Dinkes Kota Mojokerto, Cristiana Indah Wahyu menerangkan, dari hasil razia pihaknya, didapati beberapa sampel produk yang bermasalah. Selain kemasan rusak, tak berlabel dan tak berizin edar, juga produk yang tak memiliki tanggal kadaluarsa. ”Untuk produk yang kadaluarsa, kali ini kami tak menemukan,” terang Cristiana.

Dikatakan, memang dari hasil temuan pihaknya, banyak produk makanan untuk kebutuhan lebaran yang rata-rata berupa kue kering itu diragukan keamanannya. Salah satunya karena tak memiliki label, izin edar serta tak menyertakan tanggal kadaluarsa.

Padahal kata dia, konsumen butuh keamanan untuk mengonsumsi makanan dengan standar yang telah ditetapkan. ”Itu dikategorikan produk ilegal. Kita sita sampelnya dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut,” paparnya.

Kepada para pemilik swalayan yang menjual produk bermasalah ini, pihaknya akan melakukan pembinaan. Namun jika tiga kali berturut-turut tetap menjual produk yang sama, pihaknya akan bisa menjerat pengusaha itu dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Keamanan Pangan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp600 juta. ”Kita beri pembinaan sebanyak tiga kali. Jika tetap bandel, akan kita pakai aturan perundang-undangan,” tandasnya.

Dia mengimbau kepada para pemilik toko dan swalayan untuk lebih selektif dalam menjual produk mamin. Apalagi menjelang lebaran seperti ini, banyak produk makanan baru yang kadang mengabaikan standar keamanan. ”Razia ini juga menindaklanjuti intruksi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),” pungkasnya. (Ibnudzar/sio)

Jaksa Cirus Dituding Menyarankan Buka Blokir Rekening Gayus

Jakarta - Jaksa Cirus Sinaga dituding memberi petunjuk kepada penyidik Mabes Polri untuk membuka pemblokiran rekening milik Gayus Tambunan senilai Rp 25 miliar. Berdasarkan petunjuk dari Kejaksaan atau P19, disebutkan bahwa uang sebesar Rp 25 miliar untuk dicabut pemblokirannya karena uang itu bukan barang bukti. "Petunjuk itu dari Kejaksaan. Ditandatangani oleh Cirus Sinaga," ujar Mantan Kepala Unit VI Pencucian Uang Dir II Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Eko Budi Sampurno dalam persidangan terdakwa Kompol Arafat, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera, Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Eko mengaku dirinya bersama AKBP Mardiyani menghadap Direktur II Eksus Bareskrim Polri, Brigjen Raja Erizman.

"Kemudian AKBP Mardiyani menjelaskan posisi kasusnya, dan disebutkan berdasarkan P19 dari kejaksaan bahwa barang bukti hanya Rp 370 juta," katanya.

Eko menjelaskan ada tiga alasan mengapa uang yang dijadikan barang bukti hanya Rp 370 juta, bukan uang Rp 25 miliar yang telah diblokir. Salah satunya karena hanya uang Rp 370 juta yang terbukti tersangkut kasus pidana. "Yang lainnya saya lupa," tukasnya.

Eko mengaku tidak mengetahui soal penyidikan kasus Gayus. Dia mengatakan penyidik masih mempertanggungjawabkan kasus itu kepada kanit lama, Kombes
Pambudi Pamungkas.(sumber: detiknews.com)

Rabu, 25 Agustus 2010

Divonis Dua Tahun, FPI Minta Pemred Playboy Menyerahkan Diri

Jakarta (voa-islam.com) - Anggota tim penasihat hukum Front Pembela Islam (FPI) dalam kasus penerbitan majalah Playboy, Ari Yusuf Amir, meminta terdakwa Erwin Arnada, pemimpin redaksi majalah Playboy, untuk menyerahkan diri menyusul putusan Mahkamah Agung yang memenangkan pihak FPI.
..."Kami mengimbau agar Erwin menyerahkan diri, supaya tidak menimbulkan keresahan pada anggota FPI," ujar Ari...
"Kami mengimbau agar Erwin menyerahkan diri, supaya tidak menimbulkan keresahan pada anggota FPI," ujar Ari, Rabu (25/8).

Menurut Ari, putusan yang memvonis Erwin Arnada dua tahun itu telah diterimanya beberapa hari lalu, dan pihaknya sebagai pelapor merasa bertanggung jawab mengimbau penyerahan diri itu untuk menciptakan situasi kondusif.


Ari juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan agar Erwin bisa dieksekusi. Namun, menurut Kejaksaan, karena Erwin tidak ditahan, sampai saat ini dia belum melapor serta keberadaannya tidak jelas.

Pimpinan FPI sendiri, kata Ari, telah mengimbau anggotanya di seluruh Indonesia agar membantu pihak berwajib jika mengetahui keberadaaan Erwin, serta tidak bertindak sendiri. "Kita juga imbau agar tidak anarkis," ujarnya.
Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 5 April 2007, Erwin Arnada divonis bebas karena hakim menolak dakwaan jaksa yang mendakwanya dengan Pasal 282 KUHP terkait menyiarkan tindakan asusila.

Hakim yang diketuai Efran Basuning menyatakan jaksa tidak cermat dalam menyusun dakwaan sebab tidak mencantumkan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.  Majelis Hakim menimbang harus mencantumkan UU Pers karena Dewan Pers telah menyatakan bahwa Majalah Playboy versi Indonesia adalah produk pers.

Sementara jaksa, Agung, menyatakan tidak mencantumkan UU Pers karena tidak ada alasan untuk mencantumkan UU tentang Kebebasan Pers tersebut. "Kita hanya menjerat Erwin dengan KUHP berdasarkan laporan yang diserahkan oleh penyidik yang menjerat dengan pasal 282 KUHP. Kami sependapat dengan penyidik," kata Agung.
Melanggar Norma Kesopanan dan Kesusilaan
Sementara itu Mahkamah Agung (MA) akan segera memanggil pempred playboy tersebut. Jika salinan putusan sudah diterima, Erwin akan segera dipanggil untuk dieksekusi.
...Kalau sudah diterima, besok pun bisa kita panggil," kata Kajari Jaksel, Yusuf...
"Saya cek di informasi dari JPU-nya sampai kemarin belum diterima (salinan putusan). Kalau sudah diterima, besok pun bisa kita panggil," kata Kajari Jaksel, Yusuf, Rabu (25/8/2010).

Menurut Yusuf, Erwin memang dinyatakan bersalah melanggar pasal kesopanan dan kesusilaan. Namun, tanpa salinan putusan dari pengadilan atau petikannya, proses eksekusi tidak bisa dilakukan.

Untuk langkah pertama, kata Yusuf, Erwin akan dipanggil lewat surat. Jika dalam tiga kali panggilan tidak ada jawaban, maka bisa dilakukan upaya paksa.'

"Walaupun dia mengajukan PK tidak menghalangi eksekusi," tegasnya. Sebelumnya, di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Erwin sempat dituntut dua tahun penjara oleh jaksa.
Namun, majelis hakim menolak dakwaan dan tuntutan jaksa. Erwin pun melenggang bebas. Di tingkat kasasi, Erwin dinyatakan bersalah dan mendapat vonis dua tahun penjara.(Ibnudzar/dbs)

Korban Tewas Akibat Longsor di China Mencapai 702 Orang

Zhouqu - Bencana tanah longsor terburuk dalam satu dekade terakhir di China terus memakan korban. Pemerintah setempat melaporkan, korban tewas akibat bencana ini semakin bertambah hingga 702 orang. Sedangkan sekitar 1.000-an orang masih dinyatakan hilang.

Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (11/8/2010). Sebelumnya, pada Selasa (10/8), korban tewas mencapai 337 orang dan 1.148 orang dinyatakan hilang.

Namun, Direktur Departemen Urusan Sipil Provinsi Gansu, Tian Baozhong, menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 700 orang. Sedangkan jumlah korban hilang berkurang menjadi 1.042 orang.

Bencana longsor ini sedikitnya telah menutupi tiga desa dengan lautan lumpur dan bebatuan. Longsor yang dipicu oleh hujan deras pada Sabtu (7/8) lalu ini, terjadi di sebuah wilayah terpencil di Provinsi Gansu, China bagian barat laut.

Baru-baru ini seorang pria berusia 52 tahun berhasil dikeluarkan hidup-hidup dari reruntuhan gedung apartemen setelah lebih dari 50 jam terkubur.

Atas bencana ini, Perdana Menteri China Wen Jiabao mendesak ribuan petugas penyelamat di Zhouqu untuk bergegas. Namun, Wen juga mengakui bahwa tugas itu tidaklah mudah.

"Kita sepenuhnya harus menyadari kesulitan tugas pencarian dan penyelamatan ini. Kalian harus berpacu dengan waktu dan tidak membuat sia-sia usaha penyelamatan nyawa," tutur PM Wen seperti dikutip oleh Xinhua.

Lebih dari 7 ribu tentara dan tim penyelamat bekerja sepanjang waktu di Zhouqu, di mana rumah-rumah hancur dan terkubur lumpur setinggi 2 meter.(sumber: detiknews.com)

Ibu dan 2 Anaknya Bakar Diri Suami Bantah Ada Masalah Ekonomi dan WIL

Yogyakarta - Polisi menduga, tindakan nekat Khoir Umi Latifah, ibu yang mengajak dua balitanya bakar diri, dipicu persoalan ekonomi. Namun dugaan itu dibantah Slamet (30), suami Umi. Slamet juga menepis tudingan dirinya memiliki wanita idaman lain (WIL) sehingga istrinya bertindak nekat.

"Tidak ada masalah dengan keluarga terutama dengan saya, baik soal ekonomi atau yang lain," ungkap Slamet usai prosesi pemakaman dua anaknya, M Lindu Aji (4) dan M Dwi Arya Saputra (2,5) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Ori, Papringan, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Sleman, Kamis (12/8/2010).

"Nggak ada masalah rumah tangga. Tudingan selingkuh itu tidak benar. Saya nggak berpikir seperti itu," imbuh Slamet, yang bekerja sebagai buruh serabutan ini.

Slamet juga mengaku tak mengerti dengan surat Umi yang meminta dirinya membayar utang Rp 20.000 ke seorang tetangganya bernama Turiyah. Slamet menegaskan, utang itu sudah lunas sejak 3 bulan lalu.

"Soal utang Rp 20.000 itu, oleh Mbak Turiyah juga sudah dikatakan bila istri saya sudah tidak punya utang lagi. Utang itu sudah dibayar lunas 3 bulan lalu," ujar Slamet.

Slamet mengaku sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait kejadian ini. Saat ini polisi masih mengumpulkan berbagai barang bukti yang ada di rumah kontrakan pasangan tersebut.

Sebelumnya diberitakan Khoir Umi Latifah (25) warga Buyengan, Klaten, nekat mengajak dua anaknya yang masih balita bakar diri, Rabu (11/8/2010). Diduga kuat, Umi nekat bunuh diri akibat depresi karena tidak kuat menanggung himpitan ekonomi yang membelit kehidupan rumah tangganya.

Dugaan tersebut berdasarkan surat yang ditulis Umi untuk suaminya Slamet (30). Dalam suratnya, Umi yang bekerja sebagai penjaga rumah kos Wisma Perkutut, Gang Ori II, No 16 B Papringan, Catur Tunggal, Depok, Sleman ini meminta sang suami melunasi utang-utangnya kepada seseorang. "Mas aku njileh duit Mbak Turiyah Rp 20.000, sok nek duwe duit, tolong dibalekno yo (mas aku meminjam uang kepada Mbak Turiyah Rp 20.000. Besok kalau punya uang, tolong dikembalikan ya)," kata Umi dalam suratnya.

Umi Latifah meninggal di lokasi kejadian, beberapa saat setelah aksi bakar dirinya diketahui warga. Sedangkan anak bungsunya, Dwi, meninggal sekitar pukul 21.10 WIB. Selang beberapa jam atau dinihari tadi, Lindu Aji juga menghembuskan napas terakhir. Ketiga korban meninggal akibat luka bakar yang cukup parah.(detiknews.com)

Adrianus Duga Ibu & Anak Bakar Diri Bukan Sekadar Karena Miskin

Jakarta - Khoir Umi Latifah diduga mengalami tekanan luar biasa sehingga memutuskan membakar diri dengan mengajak dua buah hatinya yang masih balita. Tekanan tersebut diduga bukan sekadar masalah ekonomi.

"Dia tentu dalam kondisi yang dia merasa tidak dapat menanggulangi masalahnya (helplessness) sehingga memilih mati," kata kriminolog Adrianus Meliala saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/8/2010).

Andrianus mengatakan, masalah yang terjadi pada ibu 25 tahun itu tentu bukan sekadar karena kemiskinan. Andrianus menilai, pasti ada pencetus yang menyebabkan ibu tersebut mengakhiri hidupnya dengan mengajak dua anaknya.

"Orang miskin di Indonesia tidak kehilangan social support, mereka saling berbagi. Dan mereka juga guyup," katanya.

"Mungkin dia sudah kehilangan social support itu. Dan saat itu dia menghadapi tekanan yang besar dan merasa tidak bisa keluar dari masalah, lalu memutuskan mati," lanjut pengajar di Universitas Indonesia (UI) itu.

Apakah mungkin pencetusnya utang Rp 20 ribu? "Ya mungkin uang Rp 20 ribu besar buat dia, bisa saja itu. Tapi harus dicari tahu, sebenarnya dia kenapa," jawabnya.

Menurut Andrianus, jika orang ingin bunuh diri, biasanya tidak bisa berpikir secara ekonomis termasuk memilih metode bunuh diri apa yang akan digunakan. Namun bunuh diri dengan membakar diri melengkapi penderitaan Khoir.

"Membakar diri itu kan cara bunuh diri yang mematikan, itu menunjukkan lengkapnya penderitaannya," katanya.

Andrianus mengatakan, sebenarnya bunuh diri seseorang dapat dicegah jika lingkungannya memiliki kepekaan. Biasanya, seseorang bunuh diri, beberapa hari sebelumnya tidak berkontak dengan lingkungannya.

"Dia tidak lagi berkontak dengan lingkungannya, entah itu sengaja memutus kontak atau memang terputus kontaknya. Dan bisa jadi lingkungannya cuek dengan ini," katanya.

"Mungkin kalau lingkungannya tidak cuek, ibu itu merasa bebannya terbagi sehingga dia tidak bunuh diri," kata Andrianus.(detiknews.com)

Putus Cinta, Seorang Laki-laki Nekat Bunuh Diri di JORR

Jakarta - Sungguh nekat laki-laki berusia sekitar 24 tahun ini. Dia tewas seketika setelah terjun bebas dari Tol JORR ke terowongan Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.15 WIB, Kamis (26/8/2010). Akibat bunuh diri yang berlangsung dini hari tersebut, lalu lintas sempat tersendat.

Menurut informasi yang diterima detikcom dari situs TMC Polda Metro Jaya, laki-laki tersebut nekat loncat karena putus cinta. Jenazahnya kini dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo.

Belum diketahui secara pasti identisas pria nekat ini. Kasus tersebut kini ditangani oleh petugas Polsek Kampung Rambutan. (sumber: detik.com)
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha