Tampilkan postingan dengan label media dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media dakwah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2011

Menjadi Sales Dakwah

Saya pernah melihat sebuah film tentang strategi pemasaran barang melalui sales. Tidak seperti yang jamak kita lihat; di drop dengan mobil di sebuah gang, lalu para sales akan berjalan kaki mendatangi rumah-rumah. Sebuah metode yang menurut saya kurang ekfektif sekaligus sering bikin orang jengkel. Dalam film itu, sales hanya ditugaskan untuk menjual gaya hidup. Satu tim sales terdiri dari lelaki perlente seusia eksekutif muda yang berperan sebagai bapak, wanita usia 33 tahunan yang modis sebagai ibu dan dua remaja, lelaki dan perempuan yang gaul sebagai anak. Mereka ditempatkan disebuah rumah di kawasan elit. Tugas mereka hanya berpura-pura menjadi satu keluarga, lalu memamerkan gaya hidup dan berbagai barang-barang keluaran terbaru kepada tetangga dan semua kenalan baru mereka. Mereka sangat antusias mencari kenalan dan nomor telepon. ‘Ayah’ akan memamerkan mobil dan perlengkapan olahraga, ‘ibu’ mempengaruhi teman-temannya untuk memakai kosmetik dan busana dengan merk yang dipakainya, dan ‘anak-anak’ akan memamerkan handphone, sepatu, dan berdandan serta bergaya sangat trendi. Dan, semua merek yang mereka kenalkan hanya didistribusikan oleh perusahaan tempat sales-sales itu bekerja. Hasilnya? Luar biasa. Dalam tempo sedikit bulan, tetangga dan semua kenalan mereka, diceritakan sudah meniru gaya mereka dan membeli produk-produk yang sama. Angka penjualan distributor tersebut di kota itu melesat naik, dan akhirnya keluarga sales itu pun mendapat bonus.
Melihat tayangan itu, saya jadi membayangkan, barangkali Islam juga akan lebih dapat diserap masyarakat jika dipasarkan dengan cara persuasif yang mengandalkan keteladanan seperti itu. Di tayangan itu, keluarga ‘jadi-jadian’ itu menjadi trend setter alias suri tauladan dalam gaya hidup. Untuk Islam, tentunya bukan dengan membuat hal serupa tapi benar-benar membuat  dan membina keluarga yang mampu mencerminkan Islam dan gaya hidup Islami. Lalu keluarga itu akan mempengaruhi lingkungan dimana dia tinggal. Ini adalah salah satu gaya dakwah bil hal, dakwah dengan keteladanan.
Ah, tapi kan nyatanya tidak semudah itu.
Sebuah keluarga yang membawa gaya hidup Islami, tak jarang justru mendapat tentangan saat membaur dengan masyarakat yang masih awam. Kadang dibilang aneh, tidak “ngumumi”, sok alim sampai yang lebih parah dari itu.
‘Memasarkan’ Islam atau berdakwah memang tidak bisa persis seperti memasarkan barang. Selain ada seni tersendiri, diperlukan pula kesabaran dan komitmen. Dengan dua bekal itu, insyaallah penolakan masyarakat hanyalah “hello effect” saja alias dampak di permulaan yang akan segera sirna setelah melihat cahaya yang terus dinyalakan oleh sang ‘sales dakwah’. Hanya manusia yang telah dikunci mati hatinya yang terus menyalakan permusuhan dan kebencian, sementara dakwah telah disampaikan dengan segala cara yang dibenarkan. Anda hanya akan membayangkan, akan lebih menghayati sekiranya turut mencoba.... Mari menjadi bagian kafilah dakwah. (zhafran)

Jumat, 27 Agustus 2010

Luciana Siahaan: Takjub Suara Azan, Masuk Islam di Dalam Penjara

MEDAN (voa-islam.com) – Di balik musibah pasti ada hikmahnya. Setelah dijebloskan ke penjara dalam suatu kasus, Luciana Siahaan justru mendapat hidayah lalu masuk Islam. Kini ia bercita-cita ingin memperdalam Islam supaya bisa berdakwah.
Seorang narapidana wanita Luciana Siahaan (44) warga Jalan Budi Luhur Medan memutuskan masuk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat setelah takjub mendengar keindahan suara azan.
“Hati saya merasa senang dan bila mendengar suara azan, sehingga saya tertarik masuk Islam,” ujarnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas I Medan, Kamis malam (26/8/2010).
Luciana Siahaan yang masuk agama Islam itu setelah disyahadatkan oleh Ustadz Tamklid Harahap bertempat di Lapas Wanita Klas I Medan, Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Dalam acara itu turut hadir Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Sumut Mashudi dan Kepala Lapas Wanita Klas I Medan Yuhelly Yunus dan sejumlah saksi-saksi.
...Hati saya merasa senang dan bila mendengar suara azan, sehingga saya tertarik masuk Islam...
Setelah Luciana Siahaan hijrah masuk agama Islam, maka namanya juga berubah menjadi Siti Khadijah.
Usai acara tersebut, Siti Khadijah Siahaan menjelaskan kepada wartawan, ia tertarik masuk agama Islam sekitar enam bulan lalu, karena bermimpi didatangi lima malaikat dan disuruh menaiki tangga yang sangat tinggi.
Kepada malaikat, ia juga mengatakan tidak mampu menaiki tangga tersebut. Namun malaikat terus menyakinkan dirinya.
Setelah sampai di ujung tangga yang paling tinggi itu, ia mendengar suara azan. Dan mimpi yang dialaminya itu terjadi selama dua minggu berturut-turut.
…seminggu sebelum memeluk agama Islam ia sudah belajar membaca Al-Quran dan melaksanakan shalat Tarawih…
Selanjutnya ia mengatakan, seminggu sebelum memeluk agama Islam ia sudah belajar membaca Al-Quran dan melaksanakan shalat Tarawih di Lapas Wanita Medan.
“Saya yakin ada hikmahnya masuk Islam pada bulan Ramadhan ini, sekalian untuk memohon ampun dari Allah SWT,” katanya.
Ia juga menjelaskan, tekadnya untuk memeluk agama Islam, merupakan keputusan sendiri tanpa ada paksaan dari pihak lain.
Selain itu, setelah keluar dari masa pembinaan di Lapas Wanita ini, ia nantinya berkeinginan menjadi seorang ustadzah agar bisa berdakwah menyampaikan syiar agama Islam.
…ia berkeinginan menjadi seorang ustadzah agar bisa berdakwah menyampaikan syiar agama Islam…
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas I Medan, Yuhelly Yunus, BcIP SH mengatakan, sempat kaget mendengar keinginan Luciana untuk memeluk agama Islam.
Ia menjelaskan, sebelumnya sempat mempertanyakan keseriusan niat Luciana serta kesiapan menghadapi berbagai cobaan dan tantangan terkait keputusannya itu.
Luciana Siahaan merupakan narapidana kasus penipuan serta penggelapan bibit tanaman seperti rambutan, durian, duku serta langsat sebesar Rp 2 miliar dan divonis 2,5 tahun penjara di PN Medan tahun 2009. [taz/ant]

Umat Kristen Indonesia Akan Bakar Injil Jika Gereja Florida Bakar Al-Qur'an

JAKARTA (voa-islam.com) – Rencana Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serikat untuk mencanangkan Hari internasional membakar Al-Quran (International Burn a Koran Day)  untuk  untuk memperingati sembilan tahun tragedi WTC, tanggal 11 September mendatang mendapat tentangan dari sekelompok umat Kristiani di Indonesia.
Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) Indonesia menilai aksi yang dimotori oleh Pastur gereja Terry Jones tersebut sebagai rencana sinting.
“Kami sebagai non Muslim sangat menentang tindakan gila itu,” tegas Koordinator Nasional GPP Damien Dematra saat bertemu dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Tindakan itu, menurut dia, akan memberikan dampak tidak hanya kepada Islam, tapi juga agama lainnya. Kalaupun benar terjadi, lanjut Damien, bukan tidak mungkin perang agama akan terjadi di dunia. Sehingga, masing-masing agama akan melakukan aksi balas dendam dengan saling membakar kitab suci lainnya.
…Jika rencana pembakaran Al-Quran tak dapat dihentikan, maka umat Kristen akan melakukan aksi gila dengan membakar kitab suci Kristen, yakni Bibel…
Jika rencana pembakaran Al-Quran tak dapat dihentikan, ditegaskan dia, maka umat Kristiani juga akan melakukan aksi gila lainnya. Karena itu, Damien dan rekan-rekannya mengatakan akan membakar kitab suci agama kristen, yakni Alkitab (Bibel).
“Saya orang Indonesia, saya cinta negeri ini dan saya akan memperjuangkan segala hal yang mengancam negeri ini. Indonesia dibangun oleh banyak budaya dan agama,” tandas Damien. [silum/inilah]

Minggu, 22 Agustus 2010

Menara Masjid Ambruk Saat Salat Jumat, 16 Tewas

Rabat - Menara sebuah mesjid tua di Maroko ambruk saat jamaah sedang melaksanakan Salat Jumat. Sedikitnya 16 orang tewas dan lebih dari 30 orang luka-luka akibat tertimpa reruntuhan masjid yang dibangun pada abad ke-IV ini.

"Saya menghitung sendiri 13 tewas. Jenazah mereka ditarik keluar dari reruntuhan oleh tim penyelamat. Teman saya dan pejabat di rumah sakit memberi tahu saya, tiga orang tewas di sana," kata anggota parlemen yang juga seorang dokter, Abdallah Bouanou, seperti dikutip Reuters, Sabtu (20/2/2010).

Ia menambahkan, 35 orang dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka. "Seorang pria sedang ditarik dari reruntuhan sekarang. Dia berbicara. Saya bisa melihat dan mendengar, ketika saya sedang berbicara dengan kamu," kata Abdallah kepada wartawan via tayangan televisi.

Mengutip kantor berita setempat, MAP, petugas kedaruratan menyatakan 11 orang tewas dan 50 luka-luka dalam insiden tersebut. Lebih dari 80 orang terjebak di bawah reruntuhan. Para tentara dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

"Sekitar 300 orang jamaah berkumpul di dalam masjid untuk Salat Jumat. Ketika imam mulai menyampaikan khutbahnya, menara masjid ambruk," kata Khaled Rahmouni, seorang warga Kota Meknes, tempat masjid berada.

Menara masjid Lalla Khenata ambruk di Bab el Bardiyine, di kawasan Meknes, sekitar 140 km Baratdaya Rabat. Ambruknya bangunan yang tak terawat di Maroko cukup sering, tetapi untuk runtuhnya menara jarang.
(lrn/lrn) (sumber: detik.com)

Kamis, 19 Agustus 2010

Awas!! Jangan Terkecoh 'Islam Palsu' Buatan Kristen Advent

Jangan mudah terkecoh, waspadalah terhadap ajaran Islam yang diembel-embeli nama lain, misalnya: Islam Hanif, Islam Jama’ah, Islam Murni, Islam Liberal, Islam Progresif, Islam Liberal, dan sebagainya, karena Islam yang benar dan diridhai Allah SWT adalah “Islam” (tanpa embel-embel apapun) yang mengamalkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Islam aneh-aneh ini adalah ajaran sesat yang tujuannya adalah merusak Islam.
Saat ini, di Bandung marak gerakan pemurtadan (kristenisasi) yang bermuara pada ajaran Islam Hanif yang digagas Robert Walean. Menurut Suryana Nurfatwa, Ketua Gerakan Reformis Islam Jawa Barat (Garis) Jawa Barat, dalam kasus pemurtadan di Garut dan Babakan Ciparay Bandung, semua pelakunya mengaku dari gereja Advent Hari Ketujuh. Modus dan buku-buku yang digunakan sama, yakni menyebarkan diktat yang ditulis oleh Robert Walean.
Dr Robert Paul Walean adalah aktivis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Pria asal Minahasa 70 tahun yang kini tinggal di Koja, Tanjung Priok Jakarta Utara merekayasa agama ‘Islam Hanif’ sebagai trik penginjilan terselubung untuk memurtadkan umat Islam.
Untuk menyebarkan Islam Hanif, Walean menulis buku Alkitab Menubuatkan Islam Hanif Akan Masuk Surga (32 halaman). Sebelum membeberkan ajaran Islam Hanif, Walean meyakinkan pembaca bahwa buku yang ditulisnya sesuai dengan Al-Qur’an, lalu ia mewajibkan umat Islam menjadi pengikut Islam Hanif. Walean menegaskan:
“Islam Hanif bukan ajaran Kristen. Islam Hanif adalah ajaran yang ada dalam Al-Qur’an” (hlm. 5).
“Tujuan pekabaran bukan untuk mengkristenkan, tapi untuk membawa orang agar diselamatkan di akhirat nanti. Baiklah umat Islam tetap menjadi Islam, tapi harus menjadi Islam Hanif” (hlm. 10).
Setelah mengelabui pembaca, Walean mulai memasukkan doktrin Kristen Advent yang dikamuflase dengan ayat-ayat Al-Qur’an:
“Ajaran Islam Hanif berpatokan pada Kitab Al-Qur’an dan Kitab-kitab sebelumnya. Ayat utama ajaran Islam Hanif adalah pada Al-Qur’an surat An-Nahl 123: “Kemudian Kami wahyukan kepadamu Muhammad: “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.”
Jadi, agama Islam yang benar adalah agama Nabi Ibrahim yang hanif... Cara ibadahnya tertulis pada ayat 124 surat yang sama (An-Nahl): “Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.” (hlm. 14-15).
...Walean memasukkan doktrin Kristen Advent yang dikamuflase dengan ayat-ayat Al-Qur’an…
Dalam uraian tersebut Walean sengaja mengacaukan istilah ”Islam Hanif.” Darimana Walean memungut nama agama ”Islam Hanif?” Padahal Al-Qur’an surat An-Nahl 123 yang dijadikan dalil itu sama sekali tidak menyebutkan kata “Islam Hanif.” Kata “hanif” dalam ayat tersebut jelas bukan menunjuk pada sebuah nama, tapi sifat yaitu sifatnya Nabi Ibrahim. Perhatikan baik-baik, dalam ayat tersebut tertulis dengan jelas “Ibrahim seorang yang hanif” (ibrohiima haniifan). Nabi Ibrahim disebut hanif karena memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah, sesuai dengan penggalan ayat berikutnya, bahwa beliau adalah orang yang tidak mempersekutukan Allah.
Jika konsekuen ingin mengikuti agama Nabi Ibrahim, seharusnya Walean tidak beragama Islam Hanif maupun Kristen Advent. Karena Nabi Ibrahim mewasiatkan agar anak-anaknya berpegang teguh memeluk agama Islam (tanpa embel-embel Islam Hanif).
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (Qs. Al-Baqarah 132).
Mengaku sebagai pengikut Nabi Ibrahim yang mengamalkan ajaran Al-Qur’an, tapi masih setia menjadi Kristen Advent, menambah daftar penipuan Walean. Bukankah Al-Qur’an sejara tegas menyatakan Nabi Ibrahim bukan seorang Kristen (Nasrani)?
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang hanif (lurus) lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik” (Qs Ali Imran 67).
Doktor Robert Paul Walean semakin terperosok dalam kesalahan fatal, ketika mengajarkan bahwa ibadahnya Nabi Ibrahim adalah hari Sabtu (Sabat) berdasarkan Al-Qur'an surat An-Nahl 124. Lagi-lagi Walean ceroboh dalam membaca. Ayat ini sama sekali tidak menyebutkan Nabi Ibrahim beribadah pada hari Sabtu. Bukankah dalam ayat tersebut termaktub dengan jelas bahwa syariat Sabat itu pernah diwajibkan kepada umat Yahudi? Perhatikan baik-baik kutipannya: Sesungguhnya diwajibkan menghormati hari Sabtu atas orang-orang Yahudi yang berselisih padanya.”
Dr Robert Walean adalah orang yang miskin wawasan agama, baik agama Islam maupun Kristen...
Dengan ajaran kebaktian hari Sabtu (Sabat) yang diklaim mengikuti teladan Nabi Ibrahim, jelaslah bahwa Walean adalah orang yang miskin wawasan agama, baik agama Islam maupun Kristen. Buktinya, dalam Bibel pun tidak ada ayat yang menyebutkan Nabi Ibrahim (Abraham) menjalankan hukum Sabat. Bukankah hukum Sabat diberlakukan pada masa Nabi Musa? Baca baik-baik kitab Perjanjian Lama berikut: Ulangan 5:1-12; bandingkan: Keluaran 16:23, 20:8-11, 35:2-3, 35:15, dan Imamat 16:31, 19:30.
Dengan penyimpanan yang disengaja, maka tak diragukan lagi bahwa Walean bukanlah pengagum Nabi Ibrahim, tapi pengkhianat sejati dan pembenci Nabi Ibrahim. Al-Qur’an mengingatkan bahwa para pembenci agama Ibrahim adalah orang bodoh yang memperbodohi dirinya sendiri.
“Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri.” (Qs. Al-Baqarah 130).
...Di balik tipuan nama agama ‘Islam Hanif” itu, Walean menyusupkan doktrin Kristen Advent yang dijustifikasi dengan ayat-ayat Al-Qur'an secara menyimpang…
DOKTRIN KRISTEN DALAM “ISLAM HANIF” AJARAN WALEAN
Di balik tipuan nama agama ‘Islam Hanif” itu, Walean mengajarkan doktrin-doktrin Kristen Advent yang dijustifikasi dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang ditafsirkan secara menyimpang. Inilah beberapa doktrin Kristen yang disusupkan Walean dalam agama Islam Hanif:
1. Doktrin Soteriologi (Keselamatan) Melalui Penebusan Dosa
“Perlu diketahui bahwa di setiap pembuka surat Al-Qur’an tercantum ‘Bismillahiir Rahmaniir Rahiim’ yang artinya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bahkan di setiap kegiatan kita dianjurkan untuk menyebutkan demikian. Jadi sesungguhnya intisari Al-Qur’an adalah untuk menyatakan bahwa Allah adalah Allah yang Rohmaniir Rahiim. Sedangkan konsep keselamatan melalui penebusan adalah membuktikan bahwa Allah adalah Allah yang Rohmaniir Rohiim. Karena kita tidak disiksa” (Islam Hanif Akan Masuk Surga , hlm. 25).
2. Doktrin Kematian Yesus Kristus untuk Menebus Dosa
“Satu-satunya cara Allah membuktikan Dia adalah Allah yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang dan tidak merubah hukum-Nya, adalah dengan cara Allah sediakan pengganti/Jurusyafaat. Siapakah Jurusyafaat itu? Kata Jurusyafaat sama dengan Perantara atau Juruselamat yaitu Almasih. Ada lebih 25 kali kata Almasih dalam Al-Qur’an yang ditujukan kepada Isa Putra Maryam. Isa Almasih adalah satu-satunya utusan Allah yang pantas menjadi pengganti (penebus) dosa umat manusia karena Dia sendiri tidak pernah berdosa. Satu-satunya utusan Allah yang tidak pernah berdosa adalah Isa Putra Maryam. Kalau dia pernah berdosa tentu tidak pantas menebus dosa orang lain. Ganjaran yang setimpal untuk dosa adalah harus mati di neraka. Maka untuk menggantikan (menebus) kematian umat manusia di neraka, Isa Almasih telah mati dan sudah dibangkitkan dan diangkat Allah.” (Islam Hanif Akan Masuk Surga, hlm. 26-27).
3. Doktrin Kristen Advent Sebagai Jemaat yang Benar
Dalam diktat berjudul “Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Qur’an dan Alkitab,”  Walean menyatakan bahwa satu-satunya kebenaran adalah Gereja Jemaat Advent:
“KESIMPULAN. Kita patut dan sepantasnya bangga dan bersyukur kepada Allah karena kita berada dalam Gereja/Jemaat yang benar, yang telah dinubuatkan dalam Alkitab. Tidak ada lagi gereja lain yang dinubuatkan dalam Alkitab selain GMAHK (Wahyu 10:9-10) yang mempunyai tanda/ciri khusus Gereja yang sisa di akhir zaman yaitu: Menuruti 10 hukum Allah dan memiliki Kesaksian Yesus yaitu Roh Nubuat (Wahyu 1217, 19:10).
…Umat Islam harus waspada, jangan terkecoh oleh tipuan Pendeta Robert Walean yang merekayasa doktrin-doktrin Kristen Advent dalam agama palsu bernama “Islam Hanif…
Maka meskipun Jemaat GMAHK mempunyai banyak kekurangan yang perlu ditegur dan perlu diperbaiki, janganlah kita keluar dari GMAHK karena Gereja inilah yang benar dan akan menjadi perhatian Kristus yang paling utama sampai akhir zaman. Tugas Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:19-20). (hlm. 148).
Secara institusi, metode penginjilan berkedok Islam Hanif yang dipraktikkan oleh Walean itu didukung secara resmi oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) DKI Jakarta. Dalam surat pernyataan resmi di atas kop surat GMAHK DKI Jakarta, Pendeta L. Situmorang selaku Ketua GMAHK DKI Jakarta membuat pernyataan di atas materai bahwa ia mempercayai seperti apa yang dituliskan oleh Robert Walean.
Jadi, umat Islam harus waspada, jangan terkecoh oleh tipuan Pendeta Robert Walean yang merekayasa doktrin-doktrin Kristen Advent dalam agama palsu bernama “Islam Hanif” yang menyelewengkan ayat-ayat Al-Qur'an. Tangkap dan laporkan para penginjil dan siapapun kepada pihak yang berwajib, adili sesuai hukum yang berlaku. [a ahmad Hizbullah/si]

Kolaborasi NU-Muhammadiyah, "Koruptor Itu Kafir" Panen Dukungan

JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan imbauan agar jenazah koruptor tidak perlu dishalatkan. Imbauan ini ditentang anggota Komisi III Bidang Hukum dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil.

"Dalam agama itu yang tidak boleh dishalatkan adalah orang munafik. Dan yang tahu munafik itu hanya Nabi Muhammad," kata Nasir Djamil, Kamis 19 Agustus 2010.

Nasir menentang imbauan NU yang masuk terlalu jauh itu. Menurut Nasir, pada dasarnya dia setuju bahwa koruptor itu perlu dihukum berat. Tetapi, bila masuk ke dalam sendi-sendi agama itu berlebihan.

"Koruptor juga manusia. Perlu juga diperlakukan secara manusiawi," tegas anggota DPR dari daerah pemilihan Nanggroe Aceh Darussalam ini. Apalagi, lanjut Nasir, saat ini penegakan hukum juga kerap diwarnai aroma politis.

Maka itu, Nasir melanjutkan, mereka yang terganjal dan divonis kasus korupsi belum tentu bersalah. "Misalnya, ada yang tidak suka dengan si fulan. Lalu bekerjasama dengan penegak hukum. Kena lah dia korupsi," ucap Nasir.

Jadi, menurut Nasir, belum tentu mereka yang berada di penjara itu murni bersalah semua. "Kadang-kadang yang benar juga bisa jadi salah," sesalnya.
Semalam, Sekjen Katib Am Syuriah Nahdlatul Ulama (NU) Malik Madany, mengimbau para ulama untuk tidak menshalatkan jenazah koruptor yang meninggal dunia. Alasannya, korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa.

"Para koruptor itu tidak perlu dishalatkan para ulama, karena ulama itu para pewaris Nabi. Jadi cukuplah semacam Banser dan Garda Bangsa saja yang menshalatkannya," kata Malik Madani dalam peluncuran buku 'Koruptor itu Kafir' di Jakarta.

Apa yang terjadi jika dua organisasi Islam besar di negeri ini yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah berkolaborasi melawan korupsi? Hasil sementara, setidaknya ditunjukkan ketika keduanya menyatukan pikiran dalam sebuah buku: " Koruptor itu Kafir"
Sebelumnya, buku warna hitam dan bersampul obor terbakar dengan tangkai berlapis uang itu, berjudul "Koruptor itu Kafir", Telaah Fiqih Korupsi dalam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU)."
Diterbitkan Mizan dengan pendanaan dari Kemitraan Partnership ini, buku ini diluncurkan Rabu 18 Agustus 2010 kemarin di Jakarta, menjelang acara buka puasa. Hadir dalam peluncuran buku itu, sang editor buku, Bambang Widjojanto yang juga salah satu kandidat pimpinan KPK. Juga Sekjen Suriyah PBNU Malik Madani.
Dalam siaran persnya, Direktur Eksekutif Kemitraan Wicaksono Sarosa mengatakan, dua ormas besar Islam sepakat membedah beragam dimensi korupsi. Lengkap dengan cara-cara strategis untuk memberantasnya. Baik merujuk pada warisan pemikiran Islam yang ditemukan dalam tradisi fiqih maupun pemahaman hukum kontemporer.
"Buku ini tidak saja menyajikan korupsi dari sisi pandang Muhammadiyah dan NU tapi juga menawarkan beberapa alternatif pemberantasan korupsi di kalangan masyarakat Islam dan bagi negara," ujarnya.
Dalam buku itu, kata Wicaksono, ditegaskan pula kalau tindakan koruptif yang pada dasarnya meletakkan uang di atas segalanya sama saja dengan syirik. Kemitraan juga berharap bahwa penegasan ini dapat menjadi pendorong gerakan sosial anti-korupsi." Kami berharap muncul gerakan sosial untuk menata pemerintahan yang lebih baik" ujarnya.
Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengapresiasi imbauan Nahdlatul Ulama (NU) agar kiai tidak menyalatkan koruptor. ICW pun meminta agar ormas keagamaan yang lain meniru langkah NU.

"Sanksi sosial semacam ini harus ditiru. Bukan hanya oleh Ormas Islam, tapi juga dari agama lain. Korupsi kan musuh semua agama," ujar Anggota Badan Pekerja ICW, Emerson Yuntho.

Esson, panggilan akrabnya, meminta imbauan kaum Nahdliyin ini tidak sekedar imbauan. Harus dipatuhi dan dilaksanakan.

"Jadi jangan imbauan tapi ada implementasinya," terang dia.

Selain tidak menyalatkan koruptor dan sanksi sosial lain, Esson meminta agar ormas-ormas juga menyatakan haram uang hasil korupsi.

"Termasuk juga agar tidak menerima sumbangan dari koruptor," jelas Esson. (fn/vs/tm/dt) www.suaramedia.com

Agar Jera, MUI Usul Hukum Mati Untuk Koruptor

Jakarata (voa-islam.com) - Ketua MUI Bidang Kerukunan Antarumat Beragama KH Slamet Effendi Yusuf lebih setuju koruptor dihukum berat bahkan sampai hukuman mati daripada sanksi sosial dengan tidak menyalatkan jenazahnya.

"Orang yang sudah meninggal itu memang ada aturan tertentu, kalau pahala itu urusan Allah. Saya cenderung koruptor itu dihukum berat atau dihukum mati," terang dia di Gedung MUI, Jakarta, Kamis (19/8/2010).
..."Saya cenderung koruptor itu dihukum berat atau dihukum mati," terang dia di Gedung MUI"...
Slamet mengingatkan sanksi terhadap pelaku korupsi jangan dikaitkan dengan urusan ibadah. "Jangan terlalu dikaitkan dengan ibadah," ujarnya.

Menurut dia, koruptor tidak disalatkan oleh kiai, tapi boleh oleh Banser atau Garda Bangsa itu salah persepsi. "Jangan dikira salat atsar berbeda dengan kiai. Juga jangan dikira salat atsar lebih kusyuk dengan kiai," katanya.

Slamet menambahkan, peryataan bahwa koruptor haram disalatkan bukan dari NU. "Tetapi pernyataan Kiai Malik Madany. Kalau sudah seperti ini harus ada pembahasan serius. Harus dikaji lagi hukumnya," tandas dia. 
MUI Anggap Sah Imbauan NU Tak Salatkan Koruptor
Menanggapi Nahdlatul Ulama (NU) mengimbau agar para kiai tidak menyalatkan jenazah koruptor. Cukup anggota banser NU saja yang menyalatkan koruptor. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun menilai imbauan ini sah-sah saja untuk kampanye pemberantasan korupsi.

"Kalau dalam kampanye untuk memberantas korupsi tidak masalah," ujar Ketua MUI Amidhan, Rabu (18/8/2010) malam.
..."Kita sudah mengkampanyekan gerakan anti korupsi. Soal tidak menyalatkan ini masalah lain," terang dia...
Menurut Amidhan, menyalatkan jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah. Jika jenazah seseorang sudah disalatkan, maka kewajiban orang lain menjadi gugur. Imbauan NU ini tidak melanggar hukum Islam, karena jika jenazah seorang koruptor sudah disalatkan oleh anggota banser atau yang lainnya, maka tidak perlu lagi disalatkan oleh para kiai.

"Asal ada orang lain yang menyalatkan, permasalahannya selesai," terang Amidhan. Namun MUI mengaku tidak akan latah mengeluarkan fatwa untuk mendukung imbauan NU ini. Menurut Amidhan, MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa korupsi itu tindakan haram.

"Kita sudah mengkampanyekan gerakan anti korupsi. Soal tidak menyalatkan ini masalah lain," terang dia. (Ibnudzar/dbs)

Imbauan Tak Salatkan Jenazah Koruptor Upaya Perbaikan Moral Bangsa

Jakarta - Sikap Nadlatul Ulama (NU) yang melarang ulama mensalatkan jenazah koruptor patut dihormati sebagai hasil dari pemikiran para ulama. Hal itu dinilai sebagai upaya mempebaiki moral bangsa.

"Sebagai hasil pemikiran ijtihad saya rasa harus kita hormati, berani itu. Mungkin nggak semua orang setuju, ya enggak masalah," kata mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif.

Pernyataan tersebut dikatakannya usai bertemu dengan Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) di Maarif Institute, Jalan Tebet Barat Dalam II, Jakarta Selatan, Kamis (19/8/2010).

Sebagai hasil pemikiran, lanjut Maarif, sikap tersebut patut dipuji sebagai perbaikan moral bangsa. "Untuk memperbaiki moral bangsa yang sudah rusak, sikap itu patut dipuji, " tuturnya.

Apa tidak terlalu berlebihan? "Tetap harus kita hormati sebagai hasil pemikiran," jawabnya (ember: detik.com)

NU Larang Salatkan Jasad Koruptor Gayus Lumbuun: Pisahkan Urusan Agama dan Urusan Negara

Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Gayus Lumbuun tidak sepakat dengan pernyataan ulama NU yang mengharamkan ulama mensalati jenazah koruptor. Menurutnya, harus dibedakan antara urusan negara dan urusan agama.

"Menurut saya urusan agama itu harus dipisahkan dengan urusan negara," ujar Gayus usai diskusi bertajuk 'Mengapa KPK Harus di Reformasi' di Jakarta Media Center (JMC), Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (19/8/2010).

Gayus mengatakan masyarakat harus bisa memisahkan masalah hukum negara dengan masalah hukum agama. 

"Konteks agama itu urusan ulama, sementara urusan negara urusan negara," tutupnya.

Sebelumnya Sekjen Suriah Pengurus Besar Nadhlatul Ulama Malik Madani meminta agar ulama NU untuk tidak mensalatkan jenazah yang pernah dipenjara akibat korupsi.(sumber: detik.com)

Pemberian Grasi SBY pada Terpidana Korupsi Syaukani Dikecam

Jakarta - Pemberian grasi 3 tahun oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bagi terpidana korupsi mantan Bupati Kutai Kartanegara Syaukani HR dikecam. Tindakan itu dinilai menodai semangat pemberantasan korupsi.

"Pemberian grasi terhadap koruptor menunjukkan bahwa SBY tidak layak menjadi pemimpin pemberantasan korupsi," kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho di Jakarta, Kamis (19/8/2010) malam.

Emerson menilai, pemberian grasi itu, apa pun alasannya  akan menjadi preseden buruk bagi upaya pemberantasan korupsi.

"Grasi itu justru tidak akan memberikan efek jera dan malah membuat kinerja KPK dan pengadilan menjadi mubazir," urai Emerson.

Seharusnya, SBY bertindak keras terhadap koruptor, di tengah upaya KPK terus memproses dan menuntut pelaku korupsi agar dipidana.

"Jangan kemudian presiden justru sebaliknya memberikan pengurangan pidana," tutupnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan grasi kepada Syaukani. Keputusan Presiden (Keppres) itu bernomor 7/G Tahun 2010 tertanggal 15 Agustus 2010. Disebutkan, hukuman untuk Syaukani dikurangi dari enam tahun jadi tiga tahun penjara.

Syaukani dinyatakan bersalah menyalahgunakan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat. Sepanjang 2001-2005, dana perangsang yang disalahgunakan itu berjumlah Rp 93,204 miliar.

Pengadilan Tipikor dan pengadilan tingkat banding telah memvonis Syaukani dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara. Di tingkat kasasi, hukumannya justru diperberat menjadi enam tahun penjara.(sumber: detik.com)

Dan Bulan Pun Mengerut

Washington DC - Para ilmuwan menemukan bahwa bulan mengerut karena diameter Bulan berkurang 100 meter. Adanya retakan di permukaan bulan sebagai tandanya.

Retakan itu timbul karena adanya pendinginan di kerak Bulan demikian seperti dimuat dalam majalah Science dan dilansir dari Telegraph, Jumat (20/8/2010).

Kesimpulan penemuan itu dibuat setelah para ilmuwan menemukan garis retakan yang tidak biasa yang dinamakan 'lobate scarps' (lereng terjal) di dataran tinggi Bulan. 14 'Lobate scarps' itu yang sekarang diidentifikasi pesawat luar angkasa Lunar Reconnaissance Orbiter

Retakan dengan pola yang sama pertama kali terlihat di sekitar ekuator Bulan oleh astronot dalam pesawat Apollo pada awal 1970-an.

Para ahli percaya retakan terjadi karena perpecahan kerak bumi yang rapuh seiring dengan pengerutan Bulan.

Ilmuwan dari Smithsonian Institution di Washington DC Dr Thomas Watters mengatakan bahwa lereng yang tampak di Bulan berusia muda.

"Relatif muda, secara global tersebar retakan yang menunjukkan kontraksi seluruh permukaan Bulan, diduga kuat terjadi pendinginan di keraknya," ujar Watters. (nwk/nwk)(sumber: detikNews.com)

Selasa, 17 Agustus 2010

Kedubes Malaysia Kembali Didemo Massa

Jakarta - Memasuki hari ke delapan umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadan, Ibukota Jakarta masih diwarnai dengan sejumlah unjuk rasa. Sebanyak tiga unjuk rasa akan menghiasi Ibukota, termasuk unjuk rasa di depan Kantor Kedubes Malaysia.

Berdasarkan data yang dihimpun Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (18/8/2010), tiga unjuk rasa akan digelar di sejumlah lokasi seperti, Kantor Mabes Polri Jl Trunojoyo Jaksel pukul 09.00 WIB.

Unjuk rasa berikutnya berlangsung di Kedubes Malaysia, Jl HR Rasuna Sid, Jakarta Selatan pada pukul 10.00 WIB. Para demonstran akan mengecam aksi pemerintah Malaysia yang sempat menahan tiga pegawa Departemen Perikanan dan Kelautan (DKP).

Dan yang terakhir unjuk rasa akan digelar di Kantor PT Freport Indonesia Plaza 89 Jl HR Rasuna Said Jaksel, pukul 14.00 WIB.

Bagi Anda yang akan beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya mencari jalan lain agar tidak terjebak kemacetan.

(anw/did)

Gaza Kembali Memanas, Pesawat Israel Serang Pemukiman

Gaza - Gaza kembali memanas. Pesawat-pesawat tempur Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza. Namun tidak ada laporan adanya korban jiwa.

Seperti dilansir AFP, Rabu (18/7/2010), serangan dilakukan di sekitar wilayah Rafah dan Khan Yunis utara yang berdekatan dengan Mesir.

Juru bicara militer Israel tidak membenarkan atau membantah aksi penyerangan ini.

Pada Selasa (17/8/2010) kemarin, dua tentara Israel terluka akibat mortir yang ditembakkan oleh militan Palestina di Jalur Gaza.

Sementara pada Senin (16/8/2010) seorang militan jihad Islam tewas dan seorang tentara Israel terluka dalam saat melakukan tembak menembak. (anw/did)(sumber: voa-islam.com)

Perkembangan Produk 'Halal' di Eropa

HAMBURG (voa-islam.com): Banyak perusahaan pangan di seluruh dunia mulai menyediakan makanan khusus bagi pembeli Muslim, yaitu makanan halal. Perusahaan Jerman juga ingin mulai memproduksi makanan untuk pasar yang kian berkembang ini, karena produk-produk yang sesuai ajaran Islam memiliki potensi pasar yang besar mengingat pembeli Muslim jumlahnya semakin bertambah di dunia.

Di daerah pemukiman warga Turki di bagian kota Hamburg yang bernama Sankt Georg warga Muslim dapat berbelanja tanpa harus mengkhawatirkan masalah halal atau haram. Misalnya daging. Daging yang dijual di daerah ini hanya berasal dari peternakan dan penyembelihan yang dengan ketat mengikuti peraturan Islam. Di pasar swalayan Jerman produk-produk halal jarang dapat ditemukan.

Penting bagi Konsumen

Seorang perempuan dan pria yang sedang berbelanja ditanya, seberapa penting berbelanja bahan pangan yang halal bagi dirinya. Pembeli perempuan mengatakan, "Sangat penting. Bagi kami makanan halal sangat penting. Itulah yang nomor satu." Pria yang diwawancara memberi jawaban serupa: "Saya tidak akan berbelanja di toko yang tidak saya kenal. Karena di situ saya tidak tahu, apakah penyembelihannya halal atau tidak."

Di Jerman hidup empat juta warga muslim, dan jumlahnya terus bertambah. Mereka menjadi pelanggan dan konsumen di masa depan, dan perhatian pasar atas mereka semakin bertambah. Misalnya pada perusahaan pembuat produk-produk dari susu yang bernama Rücker di Ostfriesland. Dua tahun yang lalu perusahaan itu mendapat ijin membubuhkan tanda halal pada produknya. Sekali dalam sebulan perusahaan itu mengubah produksinya untuk beberapa hari, dan membuat Oba, sebuah jenis keju yang dibuat secara ketat menurut peraturan Islam.

Membawa Keuntungan

Thorsten Schmitz dari perusahaan Rücker mengatakan, "Jika menurut rencana kami akan memproduksi produk-produk halal, susu mentah, jadi bahan mentah untuk keju-keju kami, akan ditempatkan secara terpisah. Kami juga memastikan bahwa susu ini hanya berasal dari peternakan di mana tidak ada babi."

Di samping itu perusahaan pembuat keju tersebut harus memperhatikan peraturan higienis sangat ketat. Peralatan yang digunakan dibersihkan jauh lebih teliti dan para pekerjanya selalu menggunakan sarung tangan. Itu juga dilakukan walaupun mereka tidak menyentuh keju secara langsung, misalnya pada pengepakan. Itu memang biaya tambahan, tetapi perusahaan Rücker yakin, itu adalah investasi yang berguna.

Senol Isikay, pemimpin bagian penjualan mengatakan, "Kami melakukannya, karena itu semua bagi pasaran yang sedang berkembang. Juga karena kami memberikan reaksi atas keinginan pelanggan, dan kami pikir bidang ini juga masih akan terus berekspansi."

Saat ini, hanya satu dari 20 keju, yang diproduksi perusahaan di Ostfriesland itu, mendapat segel halal. Tetapi perusahaan Rücker yakin, jumlahnya akan terus bertambah. (za/dw-world)

MUI Jatim Desak Pemerintah Imbau Masyarakat Berzakat Fitrah 3 Kg

Surabaya (voa-islam.com)  - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim mendesak pemerintah untuk memberikan imbauan bagi masyarakat agar memberlakukan zakat fitrah sebesar 3 kg. Ini artinya, lebih besar 0,5 kg dibandingkan zakat fitrah yang biasanya hanya sebanyak 2,5 kg.

"Kami menyarankan umat muslim untuk mengelurkan zakat fitrah sebesar 3 kg. Imbauan ini sebenarnya sudah dikeluarkan MUI sejak beberapa tahun lalu, namun sampai saat ini belum tersampaikan secara menyeluruh pada masyarakat," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Abdurahman Nafis ditemui kantor PWNU Jatim, Senin (16/8/2010).

Menurut dia, MUI akan memberikan selebaran imbauan pada organisasi masyarakat Islam dan masyarakat tentang besaran zakat fitrah tersebut. Dengan ini diharapkan keraguan tentang keabsahan zakat keluar dari perdebatan yang terjadi.
    ..."Apabila berzakat menggunakan ukuran 3 kg, maka apabila ada kelebihan dianggap untuk sodaqoh pada kaum dhuafa"...
Pada zaman Rasulullah Muhammad SAW, katanya, besaran zakat ditentukan dengan satu sha atau empat mud (satuan ukuran). Pada saat ini, setelah dialihkan dari mud menjadi kilogram (kg), maka terjadi perselisian penentuan besarnya satu mud menjadi ons.

"Ada ulama yang menyatakan satu mud adalah 6 ons, sehingga dikali empat menjadi 2,4 kg. Ada juga yang menyatakan satu mud 6,5 ons, bila dikalikan empat menjadi 2,6 kg. Dan ada juga yang menyatakan satu mud 7 ons bila dikalikan empat menjadi 2,8 kg," ujarnya.

Dia menambahkan, perbedaan pendapat mengakibatkan terjadi perdebatan. Untuk itu, ulama mengimbau untuk mengelurkan zakat 3 kg, dengan harapan keluar dari perdebatan tersebut. "Apabila berzakat menggunakan ukuran 3 kg, maka apabila ada kelebihan dianggap untuk sodaqoh pada kaum dhuafa. Sebab, lebih baik lebih saat memberi daripada kurang apalagi ukurannya tidak pas," tegasnya.

Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan umat muslim untuk menyempurnakan ibadah puasanya. Zakat fitrah ini adalah zakat perseorangan, sehingga biaya yang dikeluarkan orang itu merupakan pengeluaran biaya pribadinya. Sehingga, tidak diperlukan laporan atas pengeluaran zakat fitrah ini. (Ibnudzar/bjo)

Tangkap Orang Sembarangan, Polisi Dinilai Teror Masyarakat

Jakarta (voa-islam.com) - Melakukan upaya pencegahan dengan memeriksa orang mencurigakan terkait teroris boleh-boleh saja. Tapi menduga dan memeriksa seseorang terlibat terorisme tidak boleh sembarangan karena ini menjadi paranoid, selain itu, hal ini bisa menimbulkan efek teror baru bagi masyarakat dengan adanya UU Pemberantasan Terorisme.

"Terkait teroris, polisi tentu harus punya dulu data intelijen. Artinya tidak bisa sembarangan memeriksa seseorang yang akhirnya tidak terlibat. Kalau orang cuma foto-foto diperiksa terus diduga teroris, itu namanya berlebihan, paranoid itu," ujar pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, Senin (16/8/2010) malam.

Bambang percaya, setiap tindakan polisi selalu dilandasi sikap waspada. Namun sampai pada dugaan atau kecurigaan tertentu, perlu data yang lebih akurat. "Tidak bisa asal main tangkap, main tahan, main periksa terus tidak terbukti lepas," imbuhnya.
..."Jangan sampai UU Pemberantasan Terorisme malah menebar teror di masyarakat," tandasnya...
Terkait 3 pemuda yang ditangkap satpam Ritz-Carlton saat sedang berfoto ria, Bambang mengingatkan agar polisi tidak gegabah. Kewenangan memeriksa seseorang terduga teroris selama 7x24 jam tidak bisa dilakukan semena-mena. "Jangan sampai UU Pemberantasan Terorisme malah menebar teror di masyarakat," tandasnya.

Nukul, Wasit dan Khaerudin ditangkap petugas keamanan Ritz-Carlton saat sedang mengabadikan hotel yang pernah menjadi sasaran bom 17 Juli 2009 lalu. Ketiganya kemudian diperiksa Densus 88 karena diduga terlibat jaringan teroris meski akhirnya dilepaskan karena tidak terbukti. (Ibnudzar/dto)

Sabtu, 14 Agustus 2010

''Pembakaran Al-Quran Adalah Sikap Nyata Zionisme''


TEHERAN (SuaraMedia.com) - Seorang pejabat senior Iran mengatakan pembakaran Al-Qur'an pada hari peringatan 9 / 11 merupakan kasus nyata dari 'sikap bermusuhan Zionis' terhadap Islam.
"Seruan untuk" Hari Membakar Quran Internasional" ini adalah pendekatan Zionis yang mengejar hak-hak ilegal dari sebuah minoritas Zionis yang tidak sah di dunia," kata Kepala Iran Kebudayaan dan Hubungan OrganisasiIslam (ICRO) Mehdi Mostafavi kepada IRNA hari Jumat waktu setempat.
"Pendapat dan tindakan tersebut hanya dapat dijelaskan dalam kerangka radikalisme yang memiliki motif politik yang bertujuan untuk memastikan kepentingan yang tidak sah," ia menjelaskan lebih lanjut.
Akhir bulan Juli, pendeta Dove World Outreach Center, Terry Jones, menyerukan untuk membakar Al-Qur'an pada hari peringatan 9/11. Ia juga meminta kelompok-kelompok agama lain untuk bergabung dengan acara tersebut.
"Sementara dunia membutuhkan perdamaian dan partisipasi global bangsa, gerakan radikal, irasional, dan Zionisme seperti itu hanya bertujuan untuk memicu kekacauan dan mencari perpecahan di antara pengikut agama yang berbeda," tambah Mostafavi.
"Pembakaran kitab suci suatu agama adalah tindakan yang tidak manusiawi karena hak asasi manusia menentang penghinaan pengikut agama-agama lain," tegas penasehat presiden Iran.
"Mereka yang tidak mampu membawa argumen yang tepat dan menantang prinsip-prinsip Al-Qur'an akhirnya menyerah dan membakar kitab suci itu."
Dia berargumen bahwa "dunia saat ini menuntut penghormatan terhadap agama-agama lain dan berfokus pada kesamaan budaya," menambahkan bahwa "inisiasi oleh individu-individu seperti  Terry Jones adalah kebalikan dari opini publik."
"Ini adalah dialog yang memicu perang," kata pejabat Iran tersebut.
Muslim dan Kristen lainnya - termasuk beberapa evangelis - menentang inisiatif tersebut.
Kelompok advokasi Islam Council on American-Islamic Relations meminta agar umat Islam dan orang lain untuk menjadi tuan rumah makan malam  "Berbagi Al-Qur'an" untuk menjelaskan kepada publik selama sebulan awal puasa Ramadan di bulan Agustus. Dalam siaran berita, kelompok itu mengumumkan kampanye untuk memberikan 100.000 salinan Quran untuk pemimpin lokal, negara bagian dan nasional.
"Muslim Amerika dan orang lain haruslah mendukung upaya pendidikan yang positif untuk mencegah penyebaran Islamophobia," kata juru bicara CAIR Ibrahim Hooper.
Asosiasi Evangelis Nasional, payung kelompok evangelisterbesar di AS, mengeluarkan pernyataan yang mendesak gereja tersebut untuk membatalkan acara mereka, mengingatkan bahwa itu bisa menimbulkan ketegangan di seluruh dunia antara kedua agama.
"NAE menyerukan pada anggotanya untuk mengembangkan hubungan berdasarkan kepercayaan dan penghormatan terhadap tetangga kita dari agama lain. Tuhan menciptakan umat manusia, dan karena itu semua harus diperlakukan dengan martabat dan rasa hormat," katanya dalam pernyataan itu.
Halaman Facebook Dove yang memuat event tersebut  memiliki lebih dari 1.600 penggemar.
Tapi kelompokFacebook  lain dengan lebih dari 3.100 penggemar mengatakan mereka berdiri "melawan intoleransi dan ketidakhormatan orang-orang ini terhadap Muslim" dan mendorong siapapun untuk melaporkan Halaman milik Dove ke Facebook.
Di halaman depan pusat penjangkauan dove itu, terdapat tiga papan tanda yang bertuliskan  "Islam adalah setan." Salah satu dari tanda itu bertuliskan "Islam" di satu sisi, dan "Iblis" di sisi lain - telah dirusak.
Berdampingan  dengan papan tersebut, ada juga sebuah papan yang bertuliskan "Protes 2 Agustus, Tidak Ada Walikota Homo, Balai Kota."
Pusat Penjangkauan Dove tampaknya juga melakukan protes terhadap Walikota Gainesville Craig Lowe, yang mengaku gay, pada hari Senin di Balai Kota Gainesville. Kelompok itu sebelumnya berupaya namun tidak berhasil untuk menggelincirkan kampanye pemilihan Lowe. Lowe dilaporkan tidak peduli dengan acara tersebut.  (iw/pv/cnn) www.suaramedia.com

Ketua Umum PP Muhammadiyah Protes Penangkapan Ba'asyir

JAKARTA (voa-islam.com) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin memprotes cara penangkapan yang dilakukan petugas Kepolisian terhadap KH Abu Bakar Ba‘asyir. Menurutnya, cara penangkapan itu tidak tepat.
“Cara penangkapan yang dilakukan petugas polisi dengan kekerasan dalam terhadap tokoh seperti Ustadz Ba‘asyir tidak tepat. Saya ikut memprotes cara penangkapan seperti itu,” kata Din Syamsuddin usai diskusi di Jakarta, Sabtu (14/8/2010).
Menurut dia, KH Abu Bakar Ba‘asyir adalah seorang tokoh agama dan telah berusia lanjut serta dalam kondisi lelah setelah mengisi pengajian di Kota Bandung dan Kota Banjar di Jawa Barat, pada pekan lalu.
Kalau penangkapan terhadap teroris yang diduga melengkapi diri dengan bom bisa saja dilakukan dengan cara kekerasan. Tapi penangkapan terhadap Abu Bakar Ba‘asyir seorang ustadz yang sudah berusia lanjut, menurut dia, kurang tepat dan hal ini bisa menjadi preseden buruk karena akan membuat trauma para dai dan mubaligh untuk mengisi pengajian.
…Cara penangkapan kekerasan dalam terhadap tokoh seperti Ustadz Ba‘asyir tidak tepat. Saya ikut memprotes cara penangkapan seperti itu,” kata Din…
Menurut Din, meskipun dirinya ikut memprotes cara penangkapan terhadap Abu Bakar Ba‘asyir tapi tidak berarti menghalang-halangi upaya pemberantasan terorisme.
“Saya mendukung pemberantasan terorisme, karena terorisme adalah musuh negara dan musuh agama terutama Islam. Tidak ada satu agama apapun yang membenarkan terorisme,” kata Din yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
Menurut dia, dalam pemberantasan terorisme yang dilakukan aparat Polri harus tetap mengindahkan aturan-aturan hukum yang berlaku, termasuk hak azasi manusia (HAM) dan budaya Indonesia yang menjunjung tinggi etika kesantunan.
Din Syamsuddin juga meminta kepada Polri bahwa penangkapan terhadap seorang tokoh dengan dugaan terlibat kasus korupsi hendaknya didasarkan pada bukti-bukti yang kuat dan akurat.
“Jika ada bukti-bukti yang kuat dan akurat harus dijelaskan kepada publik sehingga tidak ada persepsi negatif dari masyarakat. Sebaliknya jika tidak ada bukti-bukti yang kuat agar dibebaskan demi hukum,” katanya.
Bebaskan Ba’asyir Bila Tak Ada Bukti Kuat
Din Syamsuddin juga meminta kepada Polri untuk menunjukkan bukti kuat atas penahanan Ba’asyir. Jika Polri tidak memiliki bukti yang kuat bahwa Ba’asyir memang terlibat dalam tindak pidana terorisme, maka penahanan Ba’asyir haruslah ditangguhkan.
“Asumsi dugaan dalam aksi terorisme itu haruslah pada bukti-bukti yang akurat,” ujar Din.
Din mengatakan, sebaiknya Polri belajar dari pengalaman sebelumnya. Banyak hal yang menambah ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri.
…Betapa banyak pernyataan dari Kepolisian RI, bahkan langsung dari Kapolri, yang ternyata tidak benar, ucap Din…
“Kita belajar dari pengalaman betapa banyak pernyataan dari Kepolisian RI, bahkan langsung dari Kapolri, yang ternyata tidak benar, seperti soal rekaman dan sebagainya itu,” ucap Din.
Menurut Din, jika memang ada bukti kuat, akurat, dan faktual, maka tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi proses penegakan hukum itu sendiri. Tapi jika tidak ada, maka Ba’asyir harus dibebaskan dari semua tuduhan.
“Kalau itu tidak punya bukti yang kuat dan memadai, maka itu harus dibebaskan demi hukum itu sendiri,” tutup Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia ini. [taz/ant, dtk]
Jakarta - Tim Pengacara Muslim (TPM) sore nanti akan menyambangi Mabes Polri, tempat di mana Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir ditahan. Mereka akan mengurus perpanjangan masa penahanan Ba'asyir setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (11/8).

"Berdasarkan  surat penangkapan yang mengatakan bahwa (penahanan) 7 hari sejak Senin, maka nanti sore kami akan ke sana diundang penyidik untuk menyiapkan surat perpanjangan (penahanan) Ustadz ke depan," kata pengacara dari TPM, Achmad Michdan, saat dihubungi detikcom, Minggu (15/8/2010).

Michdan akan mengurus administrasi atas perpanjangan penahanan lebih kurang selama 40 hari.

"Kita datang karena nantinya surat dari penyidik juga akan diserahkan ke keluarga, kuasa hukum dan tersangka. Dan kami yakin Ustadz tidak mau menerima itu, makanya kami harus hadir," jelasnya.

Rombongan TPM akan ke Mabes Polri sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah seluruh proses selesai, rencananya mereka juga akan mangadakan buka puasa bersama dengan Ba'asyir.

"Nanti kita yang datang dari TPM saja, ada saya, Pak Mahendratta dan beberapa lainnya," ujar Michdan. Sedang massa pendukung Ba'asyir tidak akan datang karena selama ditahan 7 hari, Ba'asyir masih sulit ditemui pihak luar.

"Mungkin setelah surat diselesai, hari Senin massa baru boleh melihat Ustadz, dan tentunya sesuai jam besuk yang berlaku," kata Michdan.
(lia/nrl) (sumber: detik.com)

Rumah Dinas Kapolri Sepi, Penjaga Kompak Tak Tahu BHD Sakit

Jakarta - Rumah dinas Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) di Jl Pattimura No 37, Jakarta Selatan, sepi. Di rumah berkelir putih itu hanya terparkir 3 mobil di dalam garasi. Sang pemilik rumah dikabarkan sedang sakit.

Pantauan detikcom, Sabtu (14/8/2010), pukul 14.00 WIB rumah bertingkat dua itu hanya terparkir sebuah mobil yang ditutup terpal, satu mobil hitam, dan satu mobil hitam dengan plat khusus berwarna emas.

Keberadaan Kapolri di dalam rumah tidak diketahui petugas yang berjaga di rumah itu. Bahkan para penjaga rumah kompak tidak mengetahui apakah majikannya itu sakit atau tidak.

"Waduh nggak tahu. Saya kan hanya petugas di luar. Nanti ada staf yang di dalam mungkin mereka yang lebih tahu," ujar salah satu provost yang menjaga rumah Kapolri, di Jl Pattimura No 37, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Petugas yang menjaga di sebelah kanan rumah Kapolri mengatakan, beberapa jam lalu ada mobil istri Kapolri yang baru masuk rumah. Namun dia tidak tahu apakah keluarga Kapolri juga datang menjenguk.

"Saya nggak tahu," jawabnya singkat.

Rumah Kapolri di setiap sisinya dijaga beberapa petugas. Namun mereka kompak tidak mau memberikan komentar atas sakitnya Kapolri.

Penasihat Kapolri Kastorius Sinaga mengatakan, Kapolri Jumat 13 Agustus kemarin seharian di rumah dinasnya di Jl Pattimura, Jaksel karena sakit. Bahkan, tadi pagi Kastorius menghubungi Kapolri sekitar pukul 09.45 WIB untuk menanyakan perkembangan kesehatan Kapolri.

Menurut Kastorius, Kapolri hanya terkena sakit di bagian lambung karena kelelahan kerja dan butuh istirahat selama 1-2 hari. Kapolri akan kembali masuk kerja pada Senin 16 Agustus mendatang.

Namun kabar sakitnya Kapolri dibantah Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang. Menurut Edward, Kapolri tidak sakit melainkan ada tugas internal Polri sehingga pelantikan pejabat Polri ditunda.

"Yang resmi kan saya. Saya sudah cek, saya sudah hubungi. (Kabar Kapolri sakit), tanya sama yang bilang, saya sudah bantah," kata Edward.(sumber: detik.com)
 

Media Dakwah Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha